7cloud.asia – Di tengah lesunya ekonomi global, daya saing perekonomian Indonesia justru tercatat meningkat tajam.
Sebagaimana ditunjukkan laporan dari Institute for Management Development (IMD), di mana Indonesia menjadi negara dengan peningkatan peringkat daya saing tertinggi di dunia.
Peringkat daya saing Indonesia meningkat 10 posisi dari semula berada di posisi 44 di 2022 menjadi rangking 34 di tahun 2023 ini.
Baca: Ekonomi Indonesia tumbuh 5,17 persen di kuartal II 2023
Indonesia berhasil memperbaiki peringkat seluruh komponen utama penilaian daya saing yakni komponen kinerja ekonomi, pemerintah yang efisien, bisnis yang efisien, dan ketersediaan infrastruktur.
Selain itu, peningkatan daya saing tersebut juga diikuti dengan prospek pembiayaan investasi Indonesia juga semakin menarik, terutama dengan afirmasi atas sovereign rating Indonesia oleh berbagai lembaga rating internasional.
Baca: Indonesia kembali menjadi masuk negara menengah
Dengan peningkatan ini, diharapkan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,3 persen bisa dicapai.
“Pertumbuhan kita di akhir 2023 tetap ditargetkan 5,3% sesuai dengan APBN, dan pengungkitnya ada di kuartal ketiga,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (7/8/2023) di sela jumpa pers soal pertumbuhan ekonomi kuartal II 2023.
Baca: Penurunan ekonomi ekstrim jadi poin penilaian kepala daerah
Nanti, ujarnya, kita akan melihat kontribusi dari sektor pertambangan, sumber daya alam (SDA), dan kelapa sawit, yang semuanya tergantung harga komoditas.
“Tapi sekarang mendekati harga normal, yang artinya bisa digenjot dari sisi volume ekspornya, dan juga terkait produk unggulan lainnya seperti produk kimia serta besi-baja,” pungkas Menko Airlangga.
Dalam kesempatan itu, Airlangga menjelaskan perekonomian Indonesia tumbuh 5,17 persen pada kuartal kedua 2023. Dengan angka ini maka akumulasi pertumbuhan ekonomi pada semester pertama 2023 tercatat sebesar 5,11% (ctc).
