Tag: Dayeuhkolot banjir

  • Tanggul SungaiĀ  Jebol, Banjir Setinggi 2 Meter Rendam Rumah Warga di Dayeuhkolot

    Tanggul SungaiĀ  Jebol, Banjir Setinggi 2 Meter Rendam Rumah Warga di Dayeuhkolot

    7cloud.asia – Banjir dengan ketinggian air hingga mencapai 2 meter melanda Kampung Lamajang Peuntas, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Jawa Barat sejak Kamis (11/01/2024).

    Tingginya curah hujan di wilayah ini membuat tanggul sungai Cigede di Kampung Lamajang Peuntas, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot jebol hingga air merendan ratusan rumah warga pada Kamis sore.

    Melansir detik.com, sejumlah warga hingga saat ini masih terjebak di dalam rumahnya masing-masing.

    Salah satu korban banjir, Iis Rohaeni (35) menjelaskan banjir menerjang saat menjelang petang. Warga pun belum sempat melakukan evakuasi barang-barang.

    Baca: Sejumlah wilayah di Kota Serang Banjir

    “Kejadian mau adzan maghrib, nggak sempat beres-beres. Nggak keburu, ketinggian air di dalam rumah sampai dua meter mah ada. Pokonya kalau di rumah orang tua mah se-atap. Pas kejadian lagi sama keluarga di rumah. Air tiba-tiba masuk udah mirip tsunami,” jelasnya pada Kamis malam.

    Memang, lanjut Iis, air Sungai Cigede kerap meluap saat hujan deras. Namun saat ini yang paling parah.

    “Kita tahu kalau volume air lagi gede. Tapi belum pernah jebol kaya gini. Kalau banjir limpas mah sering. Cuma kita nggak tahu bakal jebol kaya gini,” terangnya.

    Hingga Kamis malam sejumlah petugas gabungan terus melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir di area permukiman. Terlihat ada beberapa warga yang dievakuasi harus menggunakan tandu.

    Mereka dikumpulkan di area Kampung Pasigaran sambil menunggu anggota keluarganya yang lain untuk dievakuasi.

    Baca: Hujan deras 46 RT di Jakarta Banjir

    Beberapa dari mereka tampak menangis khawatir dengan keluarganya yang masih terkepung banjir di dalam rumahnya. Adapula yang terdiam menanti keluarganya yang tengah dievakuasi.

    Mengenai evakuasi ini, Iis mengungkapkan sampai Kamis malam masih banyak tetangganya yang terjebak di dalam rumah. Bahkan suami dan dua anaknya masih terjebak di rumah.

    “Cuma itu anak saya sama suami belum dievakuasi. Tadi saya diem di lantai dua rumah. Di atas juga saya ngerasa takut, tadinya mau diem di rumah,” kata Iis.

    Selanjutnya Iis menerangkan masih banyak warga yang mencoba bertahan di rumah. Bahkan hingga saat ini ada yang bertahan di atas genteng.

    “Di dalam masih banyak terjebak beberapa keluarga lagi yang dekat rumah saya. Yang dekat bibir sungai yang belum terevakuasi. Banyak juga warga yang di atas genteng,” ungkapnya.

    Pada banjir yang terjadi kali ini, ada beberapa RW yang terdampak banjir di wilayah tersebut.

    Baca: Puluhan desa di Kabupaten Rohul banjir Hingga 2 meter

    “Yang terdampak tiga RW, ada RW 16, RW 17, dan RW 5. Yang paling parah di RW 17. Sekarang yang lagu dievakuasi baru di RW 17, kalau RW lain saya belum tahu,” ujarnya.

    Beberapa warga yang telah dievakuasi berkumpul di area Kampung Pasigaran. Di tempat tersebut warga berkumpul menunggu keluarganya dievakuasi petugas.

    Terlihat ada yang menangis khawatir dengan keluarganya yang ada di dalam rumahnya. Kemudian ada yang terdiam menanti keluarganya yang tengah dievakuasi.

    Sementara itu, relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Desa Citeureup, Deni Mirnawati air mulai menggenangi rumah warga sekitar pukul 17.30 WIB.

    Baca: Cuaca awal tahun, Jakarta siap banjir

    Peristiwa tersebut terjadi dekat dengan jembatan Pasigaran. “Iya benar. Kejadiannya sekitar jam 5-an lebih. Lokasinya dekat jembatan Pasigaran,” kata Mirna.

    Air sungai yang meluber tersebut melanda ke beberapa RW di wilayah tersebut. Bahkan saat ini beberapa warga masih terjebak di rumahnya. Ketinggian air bahkan nyaris mencapai atap rumah warga.

    “Iya masuk ke pemukiman warga. Ada beberapa ratus KK terdampak, di RW 05 sekitar 400 KK dan di RW 17 ada sekitar 300 lebih, sekarang masih kejebak,” katanya.

    Menurutnya ketinggian air mencapai 1,5 meter hingga dua meter di dalam rumah. Sehingga belum bisa melakukan evakuasi barang-barang yang ada di rumah.

    Baca: Banjir dan longsor landa empat kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota

    “Sekarang warga masih banyak kejebak, ga ada yang fokus beberes barang. Ini mah kejebak, kalau korban belum ada informasi. Ketinggian 1,5 sampe 2 meter di dalam rumah,” jelasnya.

    Mirna memprediksi ketinggian air akan terus mengalami kenaikan. Pasalnya saat ini curah hujan di Bandung Raya masih tinggi.

    “Airnya dari Sungai Cigede, dan sekarang masih terus naik,” ucapnya.

    Reporter: Nurakhmayani