7cloud.asia – Sutradara dan visual artist perempuan Ariani Darmawan, pendiri Kineruku di Bandung, akan bekerja sama dengan Palari Films lewat film panjang perdananya, Desember Jani.
Dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia, disebutkan Desember Jani terasa istimewa karena akan menjadi film yang dibintangi, disutradarai, ditulis, dan diproduseri, semuanya oleh perempuan (all women project).
Sejumlah nama tenar seperti Sigi Wimala, Chempa Putri, Hyori Mika, dan aktris senior Tutie Kirana akan beradu akting di film Desember Jani ini.
Sementara, Ariani selama ini dikenal dengan film-filmnya yang banyak berkeliling festival film internasional seperti The Anniversaries (2006) yang tayang di Busan International Film Festival 2007.
Juga film Sugiharti Halim (2008) yang berkompetisi di Clermont Ferrand Short Film Festival 2009.
Baca: Mengikis pandangan seksis di industri film nasional
Desember Jani akan menjadi film panjang pertama Ariani, sekaligus menjadi momen comeback-nya setelah sepuluh tahun hiatus.
Film Desember Jani sebelumnya telah terseleksi untuk program Work-in-Progress di Hong Kong – Asia Film Financing Forum 2026 (HAF24), sebuah forum yang mempertemukan dengan para calon mitra kolaborator internasional.
Desember Jani menjadi salah satu dari tujuh film yang diproduksi guna menandai 10 tahun kiprah Palari Film di panggung film nasional.
Tujuh judul itu adalah Monster Pabrik Rambut, Desember Jani, Menari dengan Bayangan, Baju Tebal, I Wanna Dance with Myself, Goldfish, dan Strange Root.
Dari seluruh proyek itu, Monster Pabrik Rambut menjadi film yang paling dekat jadwal tayangnya karena akan hadir di bioskop Indonesia pada 4 Juni 2026 setelah menjalani pemutaran perdana dunia di Berlinale 2026.
Baca: Rahasia sukses adaptasi novel menjadi film
Rumah produksi yang didirikan Meiske Taurisia, Muhammad Zaidy, dan Edwin itu merayakan momen 10 tahun berkarya dengan mengusung tema tema A Decade of Voyage.
Produser sekaligus Co-Founder Palari Films Muhammad Zaidy menyebut perayaan 10 tahun ini menjadi titik penting untuk melihat perjalanan yang sudah dilalui sebelum melangkah ke fase berikutnya.
Sementara Co-Founder Palari Films, Meiske Taurisia mengatakan bahwa 10 tahun 10 karya adalah masa mengumpulkan kepercayaan.
Dia berterima kasih untuk para penonton film Indonesia dan para kolaborator industri film baik dari para investor, mitra kolaborator, hingga pemeran dan kru.
”10 tahun ke depan adalah harapan dan tantangan keberlanjutan lewat ko-produksi sesama
rumah produksi, kerja sama talenta muda, dan mengasah kreativitas. Palari Films akan terus berlayar melahirkan karya-karya yang mampu menjadi refleksi zaman, dan kami mengundang para partner baru untuk berlayar bersama,” tutupnya.

