7cloud.asia – Keterbatasan lahan tidak menjadi alasan untuk melakukan urban farming. Seperti yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta ini.
DKPKP memaksimalkan pemanfaatan lahan dengan membuat urban farming di rooftop hingga kebun vertikal di pagar atau tembok bangunan.
“Kalau dimanfaatkan untuk menanam, fungsinya tidak harus konsumsi. Tapi juga mengurangi polusi dan memberikan keindahan lingkungan. Di Jakarta selama ini banyak pagar yang kurang dimanfaatkan fungsi lainnya, padahal kalau kita tanami bisa menyerap debu,” jelas Kepala DKPKP DKI Jakarta, Suharini seperti dikutip Antaranews.
Baca: DAS Asahan ditanam bambu dan beringin
Suharini berharap langkah kecil ini juga diterapkan di banyak tempat dan banyak pihak. Dengan demikian akan berdampak besar bagi lingkungan Jakarta.
Tak Cuma tanaman hias, rooftop kantor DKPKP Gunung Sahari, Jakarta Pusat juga telah dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman hortikultura (tanaman pangan).
Hasil tanaman ini biasanya dijual kembali. Misalnya seikat sayuran dibanderol seharga Rp5.000.
Baca: Urban Farming di kolong fly over Grogol
“Kadang dibeli juga sama karyawan kita untuk Jum’at Berkah. Jadi yang Sholat Jumat di sini bebas mengambil. Nah uangnya nanti diputar kembali untuk penanaman, beli benih dan lain-lain,” paparnya.
Dengan penanaman ini, lanjut Suharini, pihaknya dapat memberikan keterampilan dan mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan lingkungan.
Dengan belajar menanam dan memanfaatkan lahan, masyarakat pun juga bisa berniaga dengan menjual hasil panennya.
Sehingga dapat membantu menjaga ketahanan pangan keluarga sekaligus diharapkan dapat mengendalikan inflasi Jakarta.
Reporter: Nurakhmayani
