7cloud.asia – Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Minggu (2/7/2023) malam mengumumkan data pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024.
Sebelum DPT Pemilu 2024 diumumkan KPU menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT Tingkat Nasional untuk Pemilu 2024 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama, Kantor KPU, Jakarta, Minggu.
Dalam rapat pleno tersebut, KPU menetapkan DPT Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 atau 204,807 juta orang.
Jumlah DPT Pemilu 2024 tersebut terdiri atas 102.218.503 (102,218 juta) pemilih laki-laki dan 102.588.719 (102,588 juta) pemilih perempuan.
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengingatkan KPU bahwa data pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu 2024 harus memiliki kejelasan yang pasti atau clear.
Anggota Bawaslu Lolly Suhenty yang hadir dalam rapat pleno tersebut menyebut bahwa DPT Pemilu 2024 akan berhubungan dengan logistik yang diperlukan untuk pemungutan suara pada 14 Februari 2024.
Oleh karena itu, Loly yang hadir sebagai perwakilan Bawaslu menilai, kejelasan DPT sangat penting agar nanti tidak ada penyalahgunaan dalam pelaksanaan Pemilu 2024.
“Kalau DPT kita tidak clear, maka logistik sangat mungkin nanti tidak clear sehingga penyalahgunaannya akan besar. Nah, ini yang kita jaga bersama-sama,” kata Betty ditemui di Kantor KPU.
Lolly mengatakan bahwa DPT ini menyangkut hak konstitusi warga negara Indonesia sehingga menjadi penting bagi Bawaslu RI dalam mengawal rekapitulasi DPT Pemilu 2024.
“DPT ini kan menyangkut soal hak konstitusi warga negara kita di Pemilu 2024. Karena itulah yang membuat mereka boleh memilih kan, bisa nyoblos, sehingga satu (data) saja menjadi penting bagi Bawaslu,” kata dia.
Lolly menyebut bahwa Bawaslu telah memberikan catatan terkait kejelasan DPT di Pemilu 2024.
Catatan tersebut, kata dia, terkait pemilih yang tidak dikenali, nomor induk kependudukan (NIK) invalid, dan mekanisme mengenai daftar pemilih khusus (DPK).
Itu sebabnya. kenapa Bawaslu memberikan catatan karena ini tidak sekadar soal jumlah, tapi soal harus clear datanya.
“Nah, respons dari KPU kan tadi ada yang memang dia (data) sudah terang, ada yang memang perlu dikejar, kita lihat dalam proses berikutnya,” ujarnya.
