7cloud.asia – Memperingati Hari Lamun Sedunia yang jatuh pada 1 Maret, mari kita sejenak mengenal ekosistem lamun yang merupakan salah satu ekosistem laut yang ditemukan di muka Bumi.
Lamun adalah kelompok tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang hidup terbenam di perairan laut dangkal atau pesisir. Lamun terdiri dari berbagai spesies di bawah famili Hydrocharitaceae dan Cymodoceaceae.
Lamun memang kurang dikenal jika dibanding ekosistem laut lainnya seperti terumbu karang ataupun mangrove. Namun, manfaat lamun bagi lingkungan sangat luar biasa.
Berdasarkan studi terbaru dari peneliti berbagai negara yang dilansir di The Conversation, padang lamun di Indonesia ditaksir menyimpan 368.5 tera gram Karbon atau 2 persen simpanan karbon di lingkungan pesisir dan laut global.
Berikut lima cara mengejutkan lamun dalam melindungi satwa liar dan memberi manfaat bagi manusia sebagaimana kami kutip dari laman resmi Program Lingkungan PBB (United Nation Environment Programme/UNEP):
1. Lamun adalah surga bagi spesies laut
Padang lamun merupakan tempat pembibitan bagi 20 persen perikanan terbesar di dunia, menurut laporan tahun 2020 dari UNEP dan mitranya yang berjudul Out of the Blue: The Value of Seagrass to the Environment and to People.
Kelangsungan hidup banyak spesies, seperti penyu, kuda laut, manatee, dan dugong, bergantung pada padang lamun ini.
Berkat kanopi bawah airnya yang rimbun, lamun juga menyediakan tempat berlindung bagi banyak invertebrata kecil, seperti kepiting dan udang, serta banyak spesies alga dan bakteri.
Baca: Ekosistem lamun berperan penting jernihkan air di kawasan pesisir
2. Lamun menyaring air untuk terumbu karang
Sering disebut sebagai ‘penyaring air alami’, padang lamun digambarkan sebagai ekosistem super dalam laporan Out of the Blue.
Lamun membantu membersihkan air dengan menjebak sedimen kaya karbon dan menyerap nutrisi serta patogen.
Sistem yang didominasi lamun mengoksigenasi air melalui fotosintesis, meningkatkan kualitas air dan mendorong pertumbuhan karang, yang menjadi pusat keanekaragaman hayati
Padang lamun menciptakan pusat keanekaragaman hayati dengan menyediakan habitat dan nutrisi bagi spesies yang tak terhitung jumlahnya.
Karena sensitivitasnya terhadap berbagai stresor dan kontaminan, lamun merupakan indikator awal kesehatan ekologis daerah pesisir. Ketika lamun menderita, keanekaragaman hayati pun ikut terpengaruh.
3. Lamun mendukung perikanan dan mata pencaharian di seluruh dunia.
Lamun mirip dengan tumbuhan darat karena memiliki daun, bunga, biji, akar, dan jaringan ikat.
Dengan demikian, lamun merupakan sumber makanan penting bagi ikan, gurita, udang, tiram, kerang, dan cumi-cumi, yang menopang perikanan yang menghidupi ratusan juta orang di seluruh dunia, menurut laporan Out of the Blue.
Di Tanzania, misalnya, penurunan lamun ditemukan berdampak negatif pada mata pencaharian perempuan yang mengumpulkan invertebrata, seperti kerang, siput laut, dan landak laut.
Baca: Ancaman ekowisata terhadap kelestarian padang lamun
4. Padang lamun juga penting bagi spesies non-laut.
Selama migrasi musim gugur mereka, beberapa angsa dan bebek memakan lamun yang mencuat dari sedimen pantai. Burung-burung lain mencari invertebrata di perairan yang seringkali dangkal di sekitar tumbuhan tersebut.
Pada Desember 2022, para pemimpin dunia menyetujui Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Montreal-Kunming, sebuah pakta yang dirancang untuk melindungi keanekaragaman kehidupan di Bumi dan mencegah krisis kepunahan yang mengancam.
Carvalho mengatakan bahwa ketika negara-negara mengembangkan target nasional mereka di bawah perjanjian tersebut, mereka harus memasukkan perlindungan untuk padang lamun.
“Padang lamun mendukung beragam kehidupan yang menakjubkan dan melindunginya sangat penting jika kita ingin mencapai tujuan global kita tentang keanekaragaman hayati – dan kita harus melakukannya,” katanya.
5. Lamun menahan laju perubahan iklim.
Sering disebut sebagai jenis hutan biru, padang lamun, seperti halnya padang lamun di darat, membantu melawan perubahan iklim.
Meskipun padang lamun ini hanya menutupi 0,1 persen dasar laut, namun merupakan penyerap karbon yang sangat efisien, menyimpan hingga 18 persen karbon laut dunia, demikian temuan laporan Out of the Blue.
Lamun juga bertindak sebagai garis pertahanan pertama di sepanjang pantai dengan mengurangi energi gelombang, melindungi masyarakat dari meningkatnya risiko banjir dan badai.
