7cloud.asia – Fenomena embun es atau frost di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah kerap terjadi pada musim kemarau.
Sektor pertanian perlu mengantisipasi dampak negatif dari fenomena embun es atau frost ini.
Menurut Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ardhasena Sopaheluwakan fenomena embun es tersebut memiliki dampak yang signifikan pada berbagai sektor kehidupan
“Fenomena embun es Dieng perlu dimitigasi dampak negatifnya, khususnya pada sektor pertanian yang dapat menyebabkan tanaman menjadi layu, mati, dan juga mengering,” jelas Ardhasena dalam seminar ilmiah bertajuk ‘Mengenal Fenomena Embun Es Dieng: Kemunculan dan Dampaknya’.
Baca: perubahan iklim akibat emisi gas rumah kaca dapat memicu krisis air
Lebih jauh Ardhasena menjelaskan fenomena embun es di Dieng muncul saat suhu udara sangat dingin dan embun yang terkondensasi membeku.
Akibatnya, lapisan es yang muncul akan menutupi tumbuhan dan permukaan tanah.
Fenomena embun es di Dieng ini tidak selalu dapat ditemukan. Biasanya berlangsung pada musim kemarau (Juni – Oktober).
Walaupun Indonesia merupakan negara tropis dengan iklim hangat (warm climate), frost dapat terjadi pada wilayah dataran tinggi apabila beberapa kondisi cuaca terpenuhi.
Baca: ikan-ikan kecil menepi di pinggir pantai bengkulu ini penyebabnya
“Fluktuasi kejadian fenomena embun es Dieng ini diperkirakan juga dipengaruhi oleh adanya fenomena iklim global seperti El Nino dan La Nina serta adanya perubahan iklim,” ujar Ardhasena.
Di sisi lain, fenomena embun es ini meninggalkan keunikan yang dapat dijadikan wisata bagi masyarakat.
Jika fenomena kemunculan embun es ini dapat dikelola dan dipromosikan dengan baik, dapat menjadi potensi wisata unik di Dieng.
“Atraksi ini dapat mendatangkan lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan dan meningkatkan perekonomian lokal,” terangnya.
Baca: di tengah fenomena el nino bmkg ingatkan perlunya penguatan manajemen air
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Manajemen Krisis, Fadjar Hutomo menjelaskan fenomena embun es bisa mengakibatkan lonjakan wisatasan yang signifikan.
“Pariwisata di indonesia utamanya memang keindahan yang dijual, tapi itu saja tidak cukup, pariwisata tidak hanya tentang keindahan tapi juga tentang keamanan” katanya.
Kawasan dataran tinggi Dieng telah ditetapkan sebagai warisan geologi atau geoheritage di tahun 2022 oleh Kementerian ESDM.
Saat ini kawasan Dieng sedang dalam proses pengusulan menjadi kawasan geopark nasional.
Reporter: Nurakhmayani
