Tag: embung

  • Pemkot Jakarta Selatan Bangun 2 Embung pada 2024

    Pemkot Jakarta Selatan Bangun 2 Embung pada 2024

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menambah dua embung pada 2024 untuk mengatasi masalah banjir di wilayah tersebut.

    Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo mengatakan dua embung itu masing-masing berlokasi di Jalan Pemuda, Jagakarsa dan SDN 01 Pesanggrahan

    Menurut Santo, sebenarnya kedua embung secara non fisik sudah terbentuk dan untuk fisiknya dilakukan pada tahun ini melalui kontrak.

    “Fisiknya baru tahun ini, Insya Allah akhir November ini sudah selesai semua,” ujarnya dilansir Antaranews.com, Jumat (19/7/2024).

    Dijelaskannya, dua lokasi tersebut dipilih setelah pihaknya menemukan lahan kosong yang telah dimanfaatkan ataupun lokasinya berada di bantaran kali.

    Baca Juga: Embung Pekayon Jakarta Timur Direvitalisasi, Jadi Area Tangkapan Air yang Dilengkapi Pusat Kegiatan Masyarakat

    Dia juga menambahkan, pihaknya membidik lahan yang dimiliki Dharma Jaya untuk dilakukan pengerukan yang dimulai November 2024 dan peresmian dilakukan 2025.

    SDA Jakarta Selatan menyatakan terus berupaya menanggulangi masalah banjir dengan membuat lebih banyak embung atau waduk. Embung dan waduk ini juga diharapkan menjadi daerah resapan air hujan.

    Menurut data BPBD DKI Jakarta, terdapat 9 wilayah rawan banjir di Jakarta Selatan, yaitu
    Cipete Utara, Petogogan, Cipulir, Pondok Pinang, Ulujami, Pondok Labu, Bangka, Pejaten Timur dan Jati Padang

    Sejumlah program yang dilaksanakan Suku Dinas SDA Jakarta Selatan untuk menanggulangi banjir antaralain membangun rumah pompa beserta kelengkapan penanganan genangan di Wilayah Cipulir (Seskoal), Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama.

    Pemkot Jaksel juga membangun saluran jacking penanganan genangan di Wilayah Cipulir (Seskoal), Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, pengadaan pompa pengendalian banjir wilayah Cipulir (Seskoal)

    Baca Juga: Membangun Waduk Menjadi Salah Satu Cara Pemprov Jakarta Atasi Banjir

    Juga pembangunan Polder /Pompa IKPN di IKPN Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan.

    Normalisasi saluran di Jakarta Selatan meliputi kawasan Bukit Duri Tanjakan (Tebet), saluran Phb Dharmawangsa (Kebayoran Baru), saluran Phb Patra (Setiabudi), saluran Jalan Dr. Satrio (Setiabudi) dan saluran Jalan Setiabudi Timur (Setiabudi).

    Saluran Jalan Taman Setiabudi (Setiabudi), saluran Jalan Menteng Wadas (Setiabudi), saluran Jalan Menteng Atas RW 01 (Setiabudi), saluran Jalan Menteng Atas RW 06 (Setiabudi), dan saluran Jalan Kebagusan 1 RW 7 (Pasar Minggu).

    Saluran Jalan Musholah (Pasar Minggu), saluran Jalan Kebagusan 1 RW 01 (Pasar Minggu), saluran Jalan Niming (Pasar Minggu), saluran Jalan Kebagusan 2 (Pasar Minggu), dan saluran Jalan Kebagusan Raya (Pasar Minggu).

  • Konservasi Air: DKI Jakarta Andalkan 147 Waduk dan Embung yang Ada

    Konservasi Air: DKI Jakarta Andalkan 147 Waduk dan Embung yang Ada

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengandalkan pengoperasian waduk dan embung untuk menangani banjir dan ancaman kekeringan di wilayahnya.

    Data Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI menyebutkan, hingga saat ini secara keseluruhan, sebanyak 147 waduk, situ, embung dan empang telah terbangun di DKI Jakarta.

    Pemprov DKI Jakarta juga berencana membangun 12 waduk, situ, embung dan empang di tahun ini. Delapan di antaranya merupakan lanjutan dari pembangunan di tahun-tahun sebelumnya.

    Ke-12 waduk/empang/RTH itu yakni Waduk Kampung Rawa Malang, Waduk Marunda (lanjutan), Waduk Kali Cipinang Kelurahan Dukuh (lanjutan), Embung di Jalan Penganten Ali 3 (lanjutan) dan Jalan H Dogol (lanjutan),

    Juga Waduk Kompleks Puspalad, Cakung Barat (lanjutan), Embung Jalan Mesjid 3 (Embung Bau Bangkong), Cipayung (lanjutan) dan RTH Kampung Dukuh, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati (lanjutan).

    Baca: DKI Jakarta terancam krisis air bersih

    Juga, Embung Pekayon, Pasar Rebo (lanjutan), Waduk Jalan Kaja II, Embung Pemuda dan Embung SDN 01 Pesanggrahan.

     Dikutip Antaranews.com, waduk dan embung-embung di Jakarta ini nantinya akan diisi dengan air sungai saat akan memasuki kemarau

    “Ketika sudah mulai panas, cuaca ekstrem, maka waduk-waduk ini akan kami mulai isi dengan air sungai yang ada,” ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum dalam rapat di ruang Komisi D DPRD DKI Jakarta, Selasa (30/7/2024).

    Ika menambahkan, air yang ditampung di embung ini diharapkan akan menjadi cadangan saat musim kemaru.

    Baca: Dampak perubahan iklim yang dirasakan masyarakat kota

    Ika mengakui, air tampungan ini bukan tanpa efek. Efek yang muncul kemudian adalah embung dan waduk menjadi bau karena limbah-limbah di sekitar air sungai ikut terbawa masuk.

    “Memang, efeknya adalah waduk dan embungnya menjadi bau karena sungai-sungainya adalah aliran-aliran dari limbah-limbah sekitarnya. Tetapi, paling tidak menjadi sumber konservasi untuk sekitarnya,” kata dia.

    Lalu, imbuh dia, saat kondisi mulai memasuki musim hujan, Pemprov DKI segera mengosongkan seluruh waduk dan embung yang ada.

    Di lain pihak, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan tangki-tangki air bersih untuk menyuplai kawasan-kawasan yang mengalami kekeringan guna membantu Perumda PAM Jaya.

    Baca: Pemerintah kota Jakarta bangun 2 embung di tahun 2024

    Di lapangan, PAM dan Dinas SDA saling bekerja sama dengan baik. Dinas SDA masih belum menghilangkan tangki-tangki air bersih.

    “Jadi, sewaktu-waktu kami bisa mendrop air bersih ke wilayah-wilayah utara, tapi fungsinya bukan untuk air minum, melainkan untuk air bersih,” jelas dia.

    Ika mengatakan biasanya mengirimkan air bersih ke masjid-masjid, bangunan-bangunan pemerintahan dan warga.

    “Hanya untuk mendukung PAM saja. Tetapi untuk tangki yang utama ada di PAM,” kata dia.

    Baca: Pemerintah kota Jakarta Timur revitalisasi embung Pekayon

    Sebelumnya, anggota anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mempertanyakan, apa upaya Pemprov DKI untuk mengantisipasi kemarau di Indonesia, khususnya Jakarta.

    “Sekarang ini cuaca tidak menentu, bahkan yang harusnya hujan bisa jadi kemarau panjang. Yang perlu kita antisipasi seperti apa untuk mengatasi kekeringan ke depan. Yang tidak kita harapkan adalah banjir, atau kekeringan sampai tidak punya air,” kata dia.

    Yuke mengusulkan sejumlah hal antara lain Pemprov DKI memaksimalkan kantong-kantong air, embung, lalu mengimbau warga untuk hemat penggunaan air tanah.

    Dia juga meminta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta untuk mengantisipasi kekeringan dengan menanam pohon-pohon di daerah aliran sungai.

  • Pemkot Jakarta Selatan Bangun Embung untuk Kurangi Dampak Banjir di Srengseng Sawah

    Pemkot Jakarta Selatan Bangun Embung untuk Kurangi Dampak Banjir di Srengseng Sawah

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan membangun Embung Pemuda di Jalan Pemuda 1, Srengseng Sawah, Jagakarsa, untuk mengurangi dampak banjir di wilayah tersebut.

    “Ada satu waduk atau embung yang sedang dibangun di Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa,” kata Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Munjirin dilansir Antaranews.com, Senin (30/9/2024).

    Munjirin mengatakan pembangunan embung atau waduk ini ditargetkan selesai pada akhir 2024 sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh warga sekitar.

    Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air ((KasudinSDA) Jakarta Selatan, Santo menambahkan sebanyak 45 personel dikerahkan dalam pengerjaan embung di Srengseng Sawah tersebut.

    “Petugas sekitar 45 personel yang dikerahkan,” ujar Santo.

    Baca: Jakarta andalkan embung dan waduk untuk kendalikan banjir

    Pembangunan embung di lahan seluas 1,9 hektare (ha) ini merupakan usulan dari Camat Jagakarsa yang menampung aspirasi dari warga sekitar.

    Embung ini akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang bagi masyarakat, seperti lajur jalan sehat (jogging track) hingga parkirkendaraan, sehingga bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat.

    Embung ini juga akan diapit dua Saluran Penghubung (PHB) yakni, PHB Babakan Atas dan PHB Babakan Bawah sebagai pengatur volume air.

    Pembangunan embung dilakukan dengan mengerahkan belasan alat berat berupa “long arm standard” sebanyak delapan unit, amphibi dua unit dan “roller fibro” satu unit.

    Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) menambah dua embung pada 2024 untuk mengurangi masalah banjir di wilayah tersebut, yakni di Jalan Pemuda, Jagakarsa, dan SDN 01 Pesanggrahan,

    Baca: Jakarta terancam krisis air bersih

    Sejumlah program lainnya yang dilaksanakan Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, yakni pembangunan rumah pompa beserta kelengkapan penanganan genangan di Cipulir (Seskoal), Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama.

    Selanjutnya pembangunan saluran untuk penanganan genangan Cipulir (Seskoal), Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama. Lalu pengadaan dan pembangunan pompa di IKPN Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan.

    Kemudian, pembangunan/normalisasi saluran di Jakarta Selatan meliputi kawasan Bukit Duri Tanjakan (Tebet), saluran Phb Dharmawangsa (Kebayoran Baru), saluran Phb Patra (Setiabudi), saluran Jalan Dr. Satrio (Setiabudi) dan saluran Jalan Setiabudi Timur (Setiabudi).

    Saluran Jalan Taman Setiabudi (Setiabudi), saluran Jalan Menteng Wadas (Setiabudi), saluran Jalan Menteng Atas RW 01 (Setiabudi), saluran Jalan Menteng Atas RW 06 (Setiabudi), dan saluran Jalan Kebagusan 1 RW 7 (Pasar Minggu).

    Saluran Jalan Mushala (Pasar Minggu), saluran Jalan Kebagusan 1 RW 01 (Pasar Minggu), saluran Jalan Niming (Pasar Minggu), saluran Jalan Kebagusan 2 (Pasar Minggu) serta saluran Jalan Kebagusan Raya (Pasar Minggu).

    Sumber:Antaranews.com

  • Pembangunan Embung Pemuda I Hampir Rampung, Diharapkan Mampu Kurangi Intensitas Banjir di Jakarta Selatan

    Pembangunan Embung Pemuda I Hampir Rampung, Diharapkan Mampu Kurangi Intensitas Banjir di Jakarta Selatan

    7cloud.asia – Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan menilai Embung Pemuda I di Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa efektif mengurangi intensitas banjir di kawasan Jakarta Selatan.

    Adapun pengurangan intensitas banjir oleh Embung Pemuda 1 yang memiliki volume efektif tampungan sebesar 13.440,52 meter kubik (m3) ini mencapai 8 persen.

    “Embung yang kita buat itu di Srengseng Sawah, itu akan bisa mereduksi banjir sekitar delapan persen,” kata Kepala Suku Dinas (Kasudin) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo saat dihubungi di Jakarta, Jumat (3/1/2024).

    Santo mengatakan Embung Pemuda diapit oleh dua saluran penghubung (PHB) yakni Babakan atas dan Babakan bawah.

    Karena itu, ketika curah hujan cukup tinggi, aliran air di Embung Pemuda akan berhenti ke bawah.

    “Alhamdulillah, ini sudah terbangun, mudah-mudahan akan mengurangi permasalahan banjir di sekitarnya,” ujarnya.

    Dengan selesainya pembangunan Embung Pemuda diharapkan mampu menekan volume banjir di Jakarta Selatan saat musim hujan tiba.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun sejumlah embung untuk menangani banjir, seperti Embung Pemuda 1 Srengseng Sawah, Embung SDN 01 Petukangan Selatan, dan Pusat Kendali Bukit Duri.

    Pembangunan embung ini untuk membantu saluran utama (makro) yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang hanya mampu mendukung apabila curah hujan dengan 150 milimeter (mm), sedangkan saluran pendukung mampu menampung sekitar 100 mm per hari.

    Kemudian, embung kedua yang terbangun adalah embung SD Negeri 01 Petukangan Selatan Seluas 2.062 M2 dengan kedalaman 2,6 meter dengan dilengkapi kolam olakan dan akan ditambahkan pompa kapasitas 2×500 liter per detik (lps).

    Embung ini untuk difungsikan sebagai pengendali genangan di Jalan Sakti, Komplek Sangrila.

    Selain itu, dengan terbangunnya ruang pusat kendali di Kelurahan Bukit Duri diharapkan juga mampu mengatasi banjir di kawasan itu.

  • Revitalisasi Embung di Taman Salix, Cipayung untuk Pulihkan Fungsi Ekologisnya

    Revitalisasi Embung di Taman Salix, Cipayung untuk Pulihkan Fungsi Ekologisnya

    7cloud.asia – Pengerukan embung di Taman Salix, Jalan Mufakat, RT 03/02, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur saat ini sedang berlangsung dan diharapkan rampung akhir tahun ini.

    Pengerukan dilakukan jajaran Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur untuk mengoptimalkan fungsi embung sebagai daerah tangkapan air sekaligus mencegah terjadinya genangan saat hujan turun.

    Pengerukan embung di Taman Salix ini mulai dikerjakan sejak Agustus 2025 dan ditargetkan tuntas akhir Desember mendatang.

    “Taman Salix yang memiliki lahan seluas kurang lebih 2,7 hektare ini dilengkapi dengan embung, selain jadi area tangkapan air hujan juga menjadi tujuan wisata bagi warga,” ujar Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto saat meninjau lokasi, Jumat (12/9/2025).

    Baca: Pemkot Jakarta Selatan perbanyak untuk atasi banjir

    Ia meminta, warga maupun pengunjung untuk menjaga kebersihan Taman Salix, termasuk area embung agar dapat berfungsi optimal dan nyaman dikunjungi

    “Aliran air maupun embung ini harus bebas dari kotoran manusia maupun hewan. Tidak boleh ada kotoran dibuang sembarangan ke saluran air,” terangnya.

    Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas SDA Jakarta Timur, Puryanto menjelaskan bahwa selain pengerukan, pihaknya juga melebarkan dan memperbaiki turap sepanjang kurang lebih 360 meter dengan tinggi 2,5 meter.

    “Kondisi eksisting turap banyak kerusakan dan longsor. Kita perbaiki untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” ungkapnya.

    Baca: Kawasan Barito bakal menjadi tempat konservasi air

    Keberadaan embung yang terkoneksi langsung dengan Taman Salix ini merupakan salah satu ruang terbuka hijau (RTH) pengendali genangan di Jakarta Timur.

    Pemprov DKI Jakarta terus berupaya menambah ruang terbuka hijau dan mervitalisasi RTH yang sudah ada baik taman, hutan kota, jalur hijau dan pemakaman.

    Keberadaan ruang terbuka hijau ini tak hanya mengendalikan banjir tetapi juga menghadirkan fungsi ekologis yakni memperbaiki iklim mikro dan mendinginkan suhu udara sekitar.

    Ruang terbuka hijau juga dapat memperbaiki atau konservasi air tanah, memelihara ekosistem wilayah, melindungi keanekaragaman hayati serta berfungsi sebagai pelembut arsitektur bangunan.

  • Embung Lapangan Merah Diresmikan, Diharapkan Kurangi Intensitas Banjir di Jagakarsa

    Embung Lapangan Merah Diresmikan, Diharapkan Kurangi Intensitas Banjir di Jagakarsa


    7cloud.asia – Setelah melalui proses pembangunan selama sekitar 2 tahun, Embung Lapangan Merah di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan Selasa (9/12/2025) resmi dioperasikan

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meresmikan  Embung Lapangan Merah menyampaikan pentingnya untuk merawat fasilitas yang sudah dibangun.

    “Embung Lapangan Merah ini secara resmi akan kita manfaatkan, kita gunakan. Dan saya berharap bahwa jangan kita bisa membangun tetapi tidak bisa merawat dengan baik,” ujar Pramono seperti dilansir beritajakarta.id.

    Ia menjelaskan, Embung Lapangan Merah memiliki luas 4.945 meter persegi, dengan kedalaman empat meter, dan volume tampungan mencapai 9.890 meter kubik. 

    Embung ini memiliki catchment area atau kawasan tangkapan seluas 87,55 hektare yang berfungsi sebagai daerah resapan sekaligus pengendali banjir di wilayah Srengseng Sawah dan sekitarnya 

    Baca Juga: Pembangunan Embung Pemuda I Hampir Rampung, Diharapkan Mampu Kurangi Intensitas Banjir di Jakarta Selatan

    Embung Lapangan Merah merupakan salah satu dari puluhan embung di Jakarta yang juga ditujukan sebagai wilayah konservasi untuk mengantisipasi krisis air di ibu kota.

    Embung ini dirancang untuk mengurangi potensi banjir di Jagakarsa serta sebagian area Depok dengan efektivitas yang mencapai 35 hingga 50 persen. Di masa sebelumnya, tiga RW yakni RW 15, RW 16, dan RW 18, menjadi kawasan yang kerap terdampak banjir. 

    Dengan catchment area seluas 87,55 hektare, embung Lapangan Merah tercatat mampu menurunkan genangan di Jalan Kesatuan dan Jalan Lapangan Merah 3 antara 35 hingga 69 persen berdasarkan evaluasi teknis terbaru.

    Pemerintah berharap keberadaan embung dapat mengurangi genangan yang selama ini terjadi, terutama saat curah hujan tinggi.

    “Karena saya melihat ini perannya luar biasa, tempatnya sangat strategis, berbatasan dengan Universitas Indonesia dan juga dengan Depok, dan sebagainya,” kata Pramono.

    Baca Juga: Konservasi Air: DKI Jakarta Andalkan 147 Waduk dan Embung yang Ada

    Embung Lapangan Merah dibangun pada 2023, sedangkan arsitektur lanskap yang melengkapinya dibangun pada 2025 sebagai sarana rekreasi warga sekitar.

    Embung Lapangan Merah dilengkapi sejumlah fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat di antaranya outdoor gym, area bermain anak, jogging track, saung terapung, area batu refleksi, area pemancingan, toilet dan mushola.

    Pramono berharap, keberadaan embung ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi langkah awal untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik, bersih, sehat, dan nyaman.

    Dia menegaskan bahwa pembangunan embung menjadi bagian dari strategi besar Pemprov DKI dalam menambah ruang penyimpanan air serta memperluas ruang terbuka publik. Ia meminta seluruh wilayah Jakarta memaksimalkan peran embung sebagai ruang edukasi, rekreasi, hingga lokasi interaksi warga.

    “Saya meminta seluruh wilayah di Jakarta memanfaatkan embung dengan baik. Selain membangun lebih dari 300 RPTRA, kami juga mendorong PAM Jaya dan Dinas SDA untuk menemukan sumber-sumber air baru yang bisa dijadikan tampungan. Jumlah embung yang akan dibangun akan kami sampaikan pada waktunya,” jelasnya.