7cloud.asia – Target dunia internasional untuk menurunkan emisi global menjadi net zero pada 2050 terancam gagal jika tidak dilakukan tindakan cepat.
Bayang-bayang kegagalan mewujudkan net zero atau emisi nol ini juga dialami sejumlah negara maju, termasuk Inggris.
Dilansir BBC Environment pada Juni 2023 lalu, penasihat iklim independen pemerintah mengatakan target net zero atau emisi nol pada tahun 2050 adalah bagian penting dari komitmen internasional Inggris.
Komitmen untuk mewujudkan net zero atau emisi nol ini dirancang untuk menghindari dampak terburuk perubahan iklim yang kini mengancam planet bumi.
Baca: Perdagangan karbon untuk dorong ekonomi hijau
Apa yang dimaksud dengan ‘net zero’ atau emisi nol? Net zero atau emisi nol berarti tidak lagi menambah jumlah total gas rumah kaca di atmosfer.
Gas rumah kaca termasuk karbon dioksida (CO2) dan metana. CO2 dilepaskan ketika minyak, gas, dan batu bara dibakar, baik di rumah, pabrik, dan untuk menggerakkan transportasi.
Emisi gas rumah kaca juga bersumber dari metana yang dihasilkan melalui pertanian dan pembuangan sampah. Gas-gas ini meningkatkan suhu global dengan memerangkap energi matahari.
Di sisi lain, deforestasi atau penebangan hutan secara besar-besaran di seluruh dunia berarti semakin sedikit pohon yang dapat menyerap CO2 dan mengubahnya menjadi Oksigen. Kondisi ini memicu laju pemanasan global.
Baca: Masukan pakar terkait perdagangan karbon
Berdasarkan perjanjian iklim Paris tahun 2015, 197 negara sepakat untuk mencoba membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5C pada tahun 2100.
Untuk mencapai hal ini, para ilmuwan mengatakan bahwa net zero atau emisi nol bersih harus dicapai pada tahun 2050.
Namun, PBB kini ingin negara-negara memajukan target nol bersih mereka dalam satu dekade untuk menghindari apa yang mereka sebut sebagai “bencana iklim yang semakin meningkat”.
Apakah net zero berarti berakhirnya emisi gas rumah kaca?
Tidak semua emisi dapat dikurangi menjadi nol, sehingga emisi yang tersisa perlu diimbangi dengan secara aktif menghilangkan gas rumah kaca dari atmosfer.
Baca: Manfaat hutan mangrove sebagai penyerap karbon
Hal ini dikenal sebagai “pengimbangan” atau metode kompensasi alami. Metode kompensasi alami itu mencakup penanaman pohon dan restorasi lahan gambut.
Salah satu metode industri adalah penangkapan dan penyimpanan karbon yang melibatkan penggunaan mesin untuk menghilangkan CO2 dari udara dan menyimpannya, seringkali jauh di bawah tanah.
Namun, teknologi yang disebutkan terakhir ini masih dalam penyempurnaan dan membutuhkan biaya yang sangat mahal.
Meskipun penyeimbangan ini penting, hal ini hanya dapat menghilangkan sebagian kecil emisi gas rumah kaca yang ada saat ini.
Jadi para ilmuwan mengatakan pengurangan drastis penggunaan bahan bakar fosil sangat penting untuk mencapai tujuan net zero.
Sumber: BBC.com, baca artikel asli di sini



