Tag: feng shui

  • Mengenal Apa Itu Desain Berdasarkan Feng Shui

    Mengenal Apa Itu Desain Berdasarkan Feng Shui

    7cloud.asia – Feng shui, mungkin kamu sudah sering mendengar istilah ini. Tapi mungkin juga kita selama ini salah memaknai kata feng shui.

    Untuk itu, di tulisan ini kami ingin mengajak anda untuk mengenal apa itu feng shui dan bagaimana konsep ini bekerja dalam hidup kita.  

    Kata feng shui dapat dipecah menjadi kata Cina “feng” yang berarti angin, dan “shui” yang berarti air.

    Dilansir thespruce.com, konsep feng shui berasal dari sebuah puisi kuno China yang menceritakan tentang kehidupan manusia yang terhubung dan mengalir dengan lingkungan di sekitarnya.

    Apa itu Feng Shui? Secara definisi, feng shui adalah praktik menata benda-benda di ruang hidup untuk menciptakan keseimbangan dengan alam.

    Inilah arti feng shui rumah Anda, yaitu memanfaatkan kekuatan energi dan membangun keharmonisan antara individu dan lingkungannya.

    Baca: Sederhanakan hidup dengan minimalisme

    Dalam budaya Asia, filosofi ini disebut Tao, yang diterjemahkan berarti “jalan”. Taoisme adalah jalan alam, dan semua aturan dasar feng shui mencerminkan alam.

    Feng Shui hubungkan dengan Alam
    Konsep Feng Shui dapat digunakan untuk merancang dan menciptakan ruang dengan tujuan agar Anda dapat mengalir, berkembang, dan mulai sadar akan dunia.

    Seperti halnya meditasi, feng shui adalah tentang menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan Anda.

    Feng shui mendorong Anda untuk memperlambat dan memperhatikan semua detail sehari-hari dalam kehidupan dan ruang Anda.

    Luangkan waktu sejenak dan bayangkan diri Anda mengintip ke luar jendela besar modern sebuah apartemen penthouse di kota yang sibuk.

     

    Baca: 10 prinsip gaya hidup slow living

    Saat itu malam dan Anda dapat melihat gedung pencakar langit kaca dan logam di sekitar Anda. Anda melihat ke bawah dan melihat pepohonan yang berubah warna menjadi berapi-api. Ada sirene ambulan dan klakson mobil.

    Ada desas-desus dan energi dari ratusan orang dan mobil yang melaju di jalan. Bagaimana perasaan Anda tentang ruang ini?

    Sekarang, mari kita terbang ke pantai terpencil di pulau Yunani di tengah musim panas. Sinar matahari yang menyilaukan dan cerah menyinari Anda.

    Anda dapat melihat air biru cemerlang dan langit sejauh bermil-mil. Panasnya sangat lembab sehingga Anda harus berenang. Bagaimana perasaan Anda tentang ruang ini?

    Tidak ada keraguan bahwa ruang kita sangat mempengaruhi kita secara fisik, emosional, psikologis, dan energi.

    Saya pikir sebagian besar dari kita setuju—kehidupan kita tampaknya semakin kompleks dan cepat setiap harinya.

    Baca: Cara sederhana memulai slow living

    Hal ini sering kali menimbulkan lebih banyak stres dan kesulitan—lebih banyak daripada yang pernah kita alami pada generasi-generasi sebelum kita. Kta hanya ingin pulang ke rumah, istrahat dan memulihkan badan yang penat.

    Kita butuh ruang yang beresonansi dan nyaman. Untungnya, feng shui menawarkan alat yang kita cari untuk mulai menciptakan ruang yang menjawab kebutuhan itu.

    Dengan seni feng shui, kita bisa terhubung kembali dan menyatu dengan alam, karena sejatinya kita adalah bagian dari alam.

    Ada dua konsep yang mendasari praktik feng shui: peta bagua dan lima elemen. Prinsip-prinsip ini membimbing kita sehingga kita dapat kembali bersentuhan dengan siklus alam.

    Sebagai catatan, pada sebagian besar praktik, ada lusinan aliran feng shui yang berbeda, namun kedua prinsip ini adalah dasar di semua aliran tersebut.

    Baca: Desain ramah lingkungan

    Peta Energi Bagua. Peta energi bagua (atau feng shui) adalah peta konseptual yang terdiri dari delapan area di sekitar sebuah pusat.

    “Ba” diterjemahkan menjadi “delapan” dan “gua” berarti “area” dalam bahasa Cina. Delapan area bagua berhubungan dengan berbagai aspek kehidupan kita.

    Setiap area juga terhubung dengan banyak kualitas dan energi, seperti lima elemen, yin dan yang, warna, simbol, musim, bentuk, pola, organ, hewan zodiak Asia, waktu, dan sebagainya.

    Paling umum, kami menerapkan bagua pada denah rumah atau ruangan. Peta tersebut juga membentang dan meluas hingga mencakup seluruh properti, lingkungan, kota, negara, dan seterusnya.

    Sebagai alternatif, kita juga dapat mengecilkan bagua agar muat di satu ruangan, sebuah perabot, pada suatu benda, atau bahkan pada wajah atau tangan Anda.

    Baca: Manfaat desain biofilik

    Lima Elemen dalam Feng Shui
    Bagua juga saling terkait dengan teori lima elemen. Lima elemen, juga dikenal sebagai lima fase, muncul dari filsafat Asia kuno yang disebut Taoisme.

    Lima unsur tersebut adalah: tanah, logam, air, kayu, dan api. Seperti halnya bagua, kelima elemen ini memiliki makna dan aspek yang lebih dalam.

    Setiap elemen terkait dengan area bagua, warna, organ, musim, dll. Dalam praktik feng shui, praktisi sering kali memperhatikan dan mengevaluasi lima elemen dalam ruang dan energi pribadi penghuninya.

    Bagaimana memulai feng shui? Cara pertama adalah mulai memperlambat hidup dan menjadi lebih sadar dan penuh perhatian terhadap rumah dan tempat kerja kita.

    Tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan ini: Bagaimana perasaan saya pada lingkungan ini? Bagaimana perasaan saya berada di lingkungan saya?

    Dan renungkan: Bidang kehidupan apa yang ingin saya seimbangkan? Apa yang lebih saya inginkan dan apa yang bisa saya lepaskan?

    Baca: Slow living juga menjalin ikatan dengan lingkungan sekitar

    Setelah Anda mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan ini, selami peta bagua dan/atau lima elemen.

    Periksa area dan elemen mana yang sesuai dengan Anda dan mulailah bekerja dengan maksimal tiga.

    Lalu terapkan dan amati bagaimana perubahan kecil feng shui ini mulai terwujud dalam hidup Anda. Selamat mencoba

     

     

  • Menata Kamar Tidur Berdasar Feng Shui

    Menata Kamar Tidur Berdasar Feng Shui

    7cloud.asia – Dalam skala mikro, feng shui bisa diterapkan di setiap rumah kita seperti di kamar tidur, ruang makan, dapur, ruang keluarga dan sebagainya.

    Adapun inti dari pengaturan menurut feng shui adalah mengatur keseimbangan energi yang ada. Karena itu dikenal lah feng shui rumah, feng shui di ruang kerja, feng shui di tempat kerja atau feng shui di kamar tidur.

    Dalam artikel ini kita akan membahas feng shui di kamar tidur, karena barangkali di antara pembaca ada yang sedang ingin menata kamar tidurnya. 

    Jika kamu penasaran, menurut feng shui, tempat tidur sebaiknya menghadap ke mana simak artikel ini sampai habis yak.

    Satu hal yang harus diperhatikan saat menata kamar tidur berdasar feng shui adalah saat sedang tidur, kita butuh  merasa aman serta terlindungi. Kita harus merasa nggak khawatir dan nggak mudah diserang.

    Seperti dilansir The Spruce, letak yang bagus pertama adalah posisi memerintah. Ini berarti tempat tidur berada di posisi di mana kamu bisa melihat pintu kamar saat lagi berbaring.

    Baca: Mengenal apa itu desain berdasar feng shui

    Karena itu kamu harus memperhatikan posisi pintu di kamar tidur. Hindari pintu kamar tidur yang secara langsung terbuka ke bagian tempat tidur mana aja. Letak seperti ini juga biasa disebut posisi peti mati.

    Di samping itu, headboard atau kepala tempat tidur itu wajib menempel ke dinding secara solid, yang mengartikan bahwa ada yang mendukung kamu dari belakang.

    “Kalau bisa, hindari menempatkan headboard di posisi depan jendela,” tulis the spruce.

    Hindari juga memposisikan headboard ke dinding pemisah antara kamar tidur dan kamar mandi. Kalau nggak memungkinkan, alternatifnya, kamu bisa menggantung cermin pada dinding dan pas di belakangnya tempat tidur.

    Pastikan juga untuk memberi ruang di sebelah kiri dan kanan tempat tidur. Jadi, nggak ideal kalau sisi tempat tidur menempel pada dinding.

    Baca: Mengenal apa itu desain biofilik

    Ruang di kedua sisi tempat tidur itu tak hanya sebagai ruang sirkulasi tetapi juga memungkinkan Yin dan Yang jadi seimbang.

    Bagi mereka yang berpasangan, ruang itu bisa digunakan masing-masing saat menggunakan tempat tidur tersebut, kanan dan kiri.

    Oh iya, satu lagi, disarankan tempat tidur ditempatkan di area yang plafonnya nggak miring, atau bebas dari soffit atau baok, karena penataan ini bisa memunculkan tekanan yang nggak sharusnya nggak ada.

    Soalnya, tekanan ini bisa memengaruhi kualitas tidur kita jadi perhatian benar-benar prinsip ini.

    Dalam feng shui juga ada larangan untuk menempatkan tempat tidur ke arah tertentu, tetapi ini tentu sulit diterapkan. Jadi poin yang satu ini kita lewatkan saja ya.

    Baca: Sederhanakan hidup dengan gaya hidup minimalis  

     

    Selain larangan arah mata angin, ada satu lagi yang perlu kamu hindari, tapi lebih tepatnya posisi yang nggak boleh dipilih, yaitu menempatkan tempat tidur dengan menghadap ke pintu.

    Kalau menurut feng shui, menempatkan tempat tidur di posisi yang sejajar dengan pintu sebagai tata letak yang terburuk.

    Orang-orang yang menerapkan feng shui biasa menyebut penataan tersebut sebagai “posisi orang mati” atau “posisi peti mati”.

    Hal tersebut karena apabila kaki atau kepala kamu menghadap ke pintu, ini seperti ketika kita membawa orang mati lewat pintu terbuka keluar dari rumah.

    Maka, posisi ini harus dihindari, apapun caranya, dengan segala daya dan upaya yang kamu bisa. Kalau dalam feng shui, Chi atau energi kehidupan itu masuk ke kamar tidur lewat jendela serta pintu.

    Baca: 10 prinsip slow living yang membuat hidup lebih tenang

    Jadi, kalau kamu tidur dengan posisi sejajar langsung dengan pintu, ini bisa memposisikan kamu pas di tengah jalur di mana semua kekuatan melaluinya buat masuk ke kamar tidur.

    Saat sedang tidur, kamu perlu merasa aman serta terlindungi. Kamu pun harus merasa nggak khawatir dan nggak mudah diserang.

    Sementara, kalau kamu berada di posisi tidur yang tempatnya ada di seberang pintu, bisa kamu tambahkan footboard atau sandaran kaki di ujung tempat tidur.

    Tujuan dengan adanya footboard ini adalah untuk membuat kamu merasa lebih nyaman dan aman.

    Akan tetapi, footboard nggak selalu cocok buat kondisi ini. Bisa saja kamu justru merasa terjebak dengan adanya footboard, atau memang nggak ada cukup ruang buat penempatannya.

    Mungkin juga footboard ini bukan gaya kamu dan nggak cocok sama desain kamar tidurmu. Alternatifnya, kamu bisa menempatkan lemari berisi selimut tebal di ujung tempat tidur sebagai “perisai”.

    Baca: Indahnya tinggal di kota yang menerapkan konsep slow city

     

  • Fengshui untuk Menata Rumah, Ilmiah atau Takhayul?

    Fengshui untuk Menata Rumah, Ilmiah atau Takhayul?


    7cloud.asia – Feng shui telah lama dikenal di Indonesia sebagai bagian dari teknik menganalisis rumah agar penghuninya nyaman saat menempati. Melalui fengshui, bahkan beberapa orang percaya dapat memaksimalkan rumah sebagai pembawa keberuntungan.

    Menilik dari sejarahnya, feng shui dikenal sebagai bagian dari ajaran agama Khonghucu. Kitab Yijing gua nomor 59 menyebut adanya fengshui huan.

    Kata huan bunyinya sama dengan huan yang berarti bencana, feng shui huan berarti bencana yang ditimbulkan oleh angin dan air.

    Feng shui sendiri terdiri dari 2 kata, yakni kata ‘Feng‘ (风) yang berarti angin dan kata ‘Shui‘ (水) yang berarti air. Jadi sebenarnya ini merupakan sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana cara manusia dapat hidup selaras dengan alam dan lingkungan sekitar.

    Feng shui bisa juga diartikan sebagai suatu cara yang bisa meningkatkan energi positif dan meminimalkan energi negatif.

    Misalnya dalam pengaturan tempat tinggal atau rumah agar menjadi lebih baik untuk ditempati, atau bagaimana memajukan bisnis/usaha yang akan digeluti.

    Baca: Mengenal apa itu desain feng shui

    Prinsip Feng shui pada dasarnya sederhana, karena mengikuti pola yin yang atau keseimbangan.Namun banyak yang mempertanyakan fengshui ini ilmiah atau sekadar takhayul belaka.

    Faktanya dalam feng shui ada yang memang cenderung sulit untuk dijelaskan dengan logika dan ilmu pengetahuan sehingga kerap dianggap takhayul belaka. Di sisi lain ada sebagian teori dalam fengshui yang mudah sekali dijelaskan dengan logika dan ilmu pengetahuan.

    Feng shui takhayul tidak memiliki dasar ilmiah sedangkan yang kedua memiliki dasar ilmiah yang dapat diverifikasi melalui praktik.

    Contoh feng shui dalam kasus yang dapat dijelaskan secara ilmiah di antaranya analisis fengshui untuk rumah yang terletak di puncak gunung tanpa adanya penghalang apapun, dipercaya bisa membuat penghuni rumah tersebut mudah terkena penyakit karena angin yang kencang.

    Contoh lainnya adalah rumah yang dibangun di bawah tebing yang curam juga dianggap tidak baik bagi penghuninya karena secara logika mudah terkena longsor.

    Baca: Menata tempat tidur berdasar feng shui

    Sedangkan ada feng shui yang memang belum bisa dijelaskan secara logika di antaranya tentang aturan tangga di dalam rumah yang menghadap keluar atau menghadap pintu utama dipercaya mempunyai kecenderungan penghuni rumah tersebut sulit mendapat kekayaan.

    Atau rumah yang posisi letaknya lebih rendah dibanding jalan raya, mempunyai kecenderungan penghuninya juga sulit mendapat kekayaan.

    Home Feng shui
    Home feng shui merupakan teknik menganalisis aliran energi yang bisa memancarkan energi positif maupun negatif di dalam rumah. Hal itu tergantung dari arah letak rumah, posisi pintu, struktur bangunan rumah, dan letak furnitur.

    Dalam menentukan tata letak rumah perlu diketahui dari awal arah mata anginnya. Arah selatan, timur, barat, barat daya, timur laut, dan segala macam.

    Arah ini tentu memiliki perbedaan hitungan. Misalnya, arahnya sama-sama ke selatan tetapi derajatnya berbeda sehingga efek rumahnya akan berbeda.

    Contohnya peletakan pintu utama, jika arahnya tepat maka akan menentukan pintu dan segalanya akan sangat mudah.

    Sebaliknya, arah yang salah akan menyulitkan dalam menentukan pintu dan segala macam. Setelah arahnya tepat, paling penting ialah pintu utama. Alasannya, pintu utama diibaratkan mulut seseorang. Segala macam hal yang baik dan buruk masuk melalui mulut.

    Kendati jika peletakan pintu utama salah maka belakangnya tidak akan bisa bagus meskipun sudah dalam posisi yang benar. Sebab, pintu utama inilah yang juga sangat mempengaruhi energi positif.

    Baca: Sederhanakan hidup dengan minimalisme

    Jika pintu utamanya sudah benar, barulah pintu kamar. Setelah itu, kasur, meja kerja, dan kompor. Unsur-unsur ini sangat penting bagi seseorang karena penghuni rumah banyak menghabiskan waktu di tempat-tempat tersebut.

    Seperti halnya kasur. Penataan kasur harus benar karena seseorang minimal 6-8 jam di tempat itu. Begitu juga meja kerja dimana penghuninya bisa menghabiskan waktu berjam-jam.

    Fengshui menekankan pentingnya peletakan yang benar-benar sesuai di tempat-tempat tersebut. Kalau peletakannya benar, rumahnya bagus, efeknya keluarga akan harmonis.

    Bisnisnya bisa bagus, pendapatan, pengelolaan keuangan pasti bagus. Bahkan anak-anak yang tinggal di dalamnya mudah mencapai sukses.

    Sebaliknya, apabila rumah itu negatif efeknya berimbas pada bisnis yang mudah hancur. Sebab, rumah bisa berpengaruh bisnis seseorang.

    Selain itu efek buruk dari rumah yang negatif dipercaya dapat memicu permasalahan rumah tangga seperti terjadi perselingkuhan, KDRT, tidak harmonis, dan saling tidak memahami satu sama lain.

    Peletakan pintu hingga kasur yang salah juga dipercaya akan menyebabkan seseorang mudah sakit hingga perdebatan akan pengeluaran uang.

    Artikel ini telah terbit di Antaranews.com, Penulis: Rezza Anggara, pakar feng shui