7cloud.asia – Di sela gelaran Festival Pesisir Paloh 2024, ratusan ekor tukik atau anak penyu (Chelonioidea sp) dilepasliarkan di Pantai Paloh, Desa Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar).
“Ada 200 tukik jenis penyu sisik dan penyu hijau yang dilepasliarkan di Pantai Paloh yang merupakan habitat bertelur penyu,” kata Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL KKP) Syarif Iwan Taruna Alkadrie, Sabtu (29/6/2024).
Ia mengatakan kawasan perairan Paloh seluas 168 ribu hektare merupakan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD). Kawasan ini menjadi habitat penyu. Penyu-penyu itu bertelur di wilayah pantai sepanjang 63 kilometer.
Menurutnya, terdapat empat jenis penyu yang rutin naik ke Pantai Paloh untuk bertelur, yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea).
Baca: Pelepasliaran orang utan
Syarif mengatakan konservasi penyu di KKPD Paloh telah dimulai sejak 2009 berkolaborasi dengan organisasi internasional World Wildlife Fund (WWF).
Kolaborasi ini telah berhasil membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan (Pokmaswas) yang rutin mengawasi dan patroli perlindungan penyu di sepanjang 12 kilometer di Pantai Paloh.
Syarif mengatakan pelepasliaran tukik ini menjadi bagian dari serangkaian Festival Pesisir Paloh 2024 yang berlangsung empat hari sejak 28 Juni hingga 1 Juli 2024.
Festival Pesisir Paloh digelar setiap tahun di Pantai Paloh Kabupaten Sambas Kalimantan Barat untuk mengkampanyekan pelestarian laut.
“Festival ini menjadi ajang untuk memotivasi masyarakat luas khususnya pemuda untuk terlibat dalam konservasi atau pelestarian laut, termasuk spesies dilindungi yaitu penyu,” kata Syarif Iwan Taruna Alkadrie saat membuka Festival Pesisir Paloh.
Baca: Burung nuri sitaan dilepasliarkan
Ada sejumlah agenda yang meramaikan Festival Pesisir Paloh antara lain bersih pantai dări sampah plastik, gerakan makan ikan, pelepasan tukik atau anak penyu hingga pameran fotografi tentang konservasi laut.
Festival ini juga dikolaborasikan dengan Kemah Pemuda Pesisir Internasional yang diikuti perwakilan pramuka dari seluruh kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat dan juga dihadiri perwakilan pemuda dari negara tetangga, Malaysia.
“Peserta kemah ini juga didominasi pemuda yang kami harapkan bisa menjadi duta dalam mengkampanyekan konservasi laut,” ucapnya.
Festival ini merupakan agenda tahunan dan digelar oleh BPSPL terakhir kali pada 2018, kemudian vakum akibat pandemi COVID-19.
Ia berharap agenda ini menjadi agenda tahunan yang mengedukasi dan mengkampanyekan konservasi laut sekaligus mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Sambas.
Sumber:Antaranews.com
