Tag: flu

  • Masih Bingung Membedakan Flu Singapura, Cacar Air dan Sariawan? Ini Perbedaannya

    Masih Bingung Membedakan Flu Singapura, Cacar Air dan Sariawan? Ini Perbedaannya

    7cloud.asia – Jumlah kasus flu singapura saat ini tengah meroket. Masih banyak orang yang belum dapat membedakan antara flu singapura, cacar air dan sariawan. Ketiganya memang menimbulkan lesi.

    Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga pekan ke 11 tahun 2024 tembus hingga 5.461 kasus flu singapura. Mayoritas menyerang anak berusia dibawah 5 tahun.

    Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo Sp.A(K) menjelaskan tingginya kasus ini karena kurangnya kepekaan orang tua pada penyakit ini.

    Orangtua kerap tidak dapat membedakan penyakit flu singapura, sariawan dan cacar air.

    Baca: Mencegah penyakit flu singapura

    Akibatnya saat anak demam, sulit makan, dan muncul bintik merah, orang tua tetap menyekolahkan anak dan tidak isolasi di rumah. Hal inilah yang membuat penyebaran pada anak sangat tinggi dan cepat.

    Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) atau lebih dikenal dengan flu singapura berbeda dengan sariawan biasa meskipun sama-sama menyebabkan lesi di mulut.

    “Sariawan biasa hanya di mulut, wujudnya hampir sama, maka kadang-kadang orang tua ke dokter anaknya nggak mau makan pas dilihat karena ada lesinya di mulutnya,” jelas Edi seperti yang dilansir Antaranews.

    Lesi dan lentingan juga bisa muncul di sekitar mulut dan bibir. Anak yang mengalami HFMD dan terdapat lesi dimulutnya akan malas dan kesulitan menelan.

    Hal yang sama juga terjadi jika terdapat sariawan pada anak.Tetapi, pada kasus flu singapura akan diikuti oleh gejala-gejala demam, pilek, batuk dan bersin-bersin.

    Selain sariawan, penyakit lain yang juga kerap disamakan dengan Flu Singapura adalah cacar air dan campak.

    Namun Edi menegaskan bahwa keduanya berbeda dengan flu singapura dilihat dari lokasi munculnya lesi.

    Baca: Gejala penyakit flu singapura

    “Cacar air, lesinya di badan baru keluar, lesi lentingan tepi kulitnya merah kalau flu singapura tidak, dari lokasinya flu singapura paling sering di telapak kaki, telapak tangan dan mulut, kalau cacar jarang di telapak tangan,” paparnya.

    Perbedaan lainnya adalah lesi atau luka pada kulit akibat lentingan pada kasus penyakit cacar bisa membekas pada kulit. Tetapi pada flu singapura, lesi akan hilang dengan sendirinya tanpa menyebabkan bekas.

    Menurut Edi, hal ini terjadi karena lesi lentingan pada flu singapura tidak sedalam cacar yang bisa menembus hingga lapisan kedua jaringan kulit.

    Selain itu, lanjut Edi, flu singapura tidak menyebabkan kekebalan dan bisa terkena kembali jika daya tahan tubuh menurun.

    Hal ini berbeda dengan cacar yang jika sudah terkena maka tubuh bisa membentuk kekebalan sehingga jarang cacar bisa terkena kembali di kemudian hari.

    Baca: Antisipasi lonjakan flu singapura saat mudik

    “Virus ini tidak menyebabkan kekebalan, beda dengan cacar atau campak bisa kebal tapi virus ini nggak, kalau musim ini kena besoknya bisa kena lagi kalau dia ada kontak, jadi masih bisa kena,” terangnya.

    Meski flu singapura tergolong penyakit ringan yang bisa sembuh dalam tujuh hari, Edi mengharapkan orang tua bisa mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebarannya.

    Orangtua harus mengisolasi anak jika demam dan muncul bintik merah pada telapak kaki, tangan dan mulut.

    “Kalau anak kena flu singapura di isolasi dan cegah kontak dengan anak lain karena ini menular, masa infeksius 3-5 hari, 7 hari dia sudah tidak menular walaupun lesinya dalam tahap penyembuhan tapi tidak menular,” terangnya.

     Reporter: Nurakhmayani

  • Penyebaran Flu di Inggris Catat Angka Tertinggi di Musim Dingin Kali Ini

    Penyebaran Flu di Inggris Catat Angka Tertinggi di Musim Dingin Kali Ini

    7cloud.asia – Berbagai rumah sakit di seantero Inggris berada dalam “siaga tinggi” setelah jumlah pasien flu yang dirawat di rumah sakit mencapai level tertinggi untuk periode ini, kata National Health Service (NHS) pada Kamis (18/12/2025).

    Menurut NHS England, total 3.140 pasien dirawat di rumah sakit karena flu pada akhir pekan lalu, naik 18 persen dibandingkan pekan sebelumnya dan merupakan angka tertinggi sepanjang musim dingin tahun ini.

    Jumlah pasien flu meningkat hingga 39 persen di wilayah East of England dan 40 persen di wilayah South West.

    Rumah sakit menghadapi tekanan terus-menerus seiring dengan merebaknya virus flu yang menyerang pernapasan ini.

    Baca: Perubahan iklim mendorong penyebaran penyakit menular

    Merebaknya flu mendorong tingkat keterisian ranjang pasien rata-rata harian mencapai 94,2 persen pekan lalu, menurut data yang tersedia.

    Terdapat sejumlah tanda bahwa peningkatan jumlah pasien flu yang dirawat di rumah sakit mulai melambat, terutama di North West, di mana jumlah kasus di rumah sakit turun sebesar 4 persen selama sepekan.

    Pejabat NHS mengatakan bahwa perlambatan ini diperkirakan mencerminkan tingkat vaksinasi yang lebih tinggi dan kewaspadaan masyarakat yang lebih besar dalam melindungi warga lansia dan kelompok rentan.

    Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UK Health Security Agency) pada Kamis dalam buletin mingguan terbarunya mengumumkan bahwa aktivitas flu nasional mulai stabil setelah beberapa pekan mengalami peningkatan tajam akibat dimulainya musim flu lebih awal

    Baca: Kondisi udara perburuk penyebaran ISPA yang disebabkan Influenza A

    Meskipun tingkat kemunculan hasil positif (positivity rate) mulai menurun, badan tersebut memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan apakah aktivitas flu telah mencapai puncaknya.

    Data NHS juga menunjukkan bahwa jumlah absensi staf meningkat lebih dari 1.100 dalam sepekan, dan meningkat 4.500, atau 9 persen, dibandingkan dengan pekan yang sama dua tahun lalu.

    Menteri Kesehatan dan Layanan Sosial Inggris Wes Streeting mengatakan bahwa aksi mogok yang dilakukan oleh Asosiasi Medis Inggris pada Kamis tanpa diragukan lagi menambah tekanan yang dihadapi rumah sakit pada musim dingin kali ini.

    Pewarta: Antaranews.com/Xinhua