Tag: Forum Pemred

  • Forum Pemred: Sikap Jokowi Soal Pemilu 2024 Berpotensi Picu Kegoncangan dan Ketidakstabilan Politik

    Forum Pemred: Sikap Jokowi Soal Pemilu 2024 Berpotensi Picu Kegoncangan dan Ketidakstabilan Politik

    7cloud.asia – Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) terus mencermati jalannya pemerintahan Jokowi, sejak pertama (2014-
    2019) hingga saat ini.

    Berbagai masukan diberikan Forum Pemred selama periode ini. Pada 2018 misalnya, Forum Pemred juga menyerukan kepada pemerintah dan semua pihak untuk menyukseskan Pemilu 2019 uang jurdil. 

    Dalam peringatan ulang tahun ke-10, pada Agustus 2022, Forum Pemred juga
    menyampaikan seruan terkait kondisi bangsa menjelang 1,5 tahun Pemilu 2024.

    Seruan Forum Pemred, antara lain mengingatkan para tokoh bangsa pada
    kewajiban mematuhi, menjaga, dan merawat konstitusi UUD NKRI tahun 1945.

    “Seruan ini dilakukan karena makin masifnya sejumlah pihak, termasuk dari
    lingkaran kekuasaan, mendorong Jokowi menjadi presiden tiga periode atau
    memperpanjang jabatannya dengan menunda Pemilu 2024,” demikian pernyataan tertulis yang diterima Selasa (14/11/2023).

    Forum Pemred mendorong agar Pemilu 2024 digelar dengan aman, damai, tertib, adil, jujur dan demokratis dan mengingatkan penyelenggara Pemilu dan penegak hukum untuk menjalankan tugasnya dengan jujur, bersih dan seadil-adilnya.

    Baca: Lewat pidatonya, Megawati tegaskan PDIP tidak berada di belakang langkah Jokowi yang melanggar konstitusi

    Selama 9 tahun kepemimpinannya, Presiden Jokowi diakui telah melakukan
    banyak hal positif, terutama dalam perbaikan ekonomi dan infrastruktur. Dalam berbagai survei, tingkat kepuasan terhadap pemerintah masih tinggi, di atas 75%.

    Namun, dalam penegakan hukum dan demokrasi, masih banyak catatan. Antara lain, makin banyak orang/pihak yang tidak berani bersuara. Bagi yang bersuara negatif dan mengritik, dianggap sebagai lawan dan berseberangan.

    Pemilu 2024 merupakan bagian penting dari proses demokrasi di Indonesia. Karena itu, proses pemilu harus berjalan secara demokratis, transparan, dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

    Mendekati pelaksanaan Pemilu 2024, Forum Pemred melihat banyak hal yang mengejutkan publik.

    Terutama dalam penegakan hukum oleh lembaga penegak hukum dan juga dalam menjalankan etika-etika demokrasi, terutama yang dilakukan Presiden, para menteri, dan juga para ketua umum partai politik.

    “Kondisi ini berpotensi menimbulkan goncangan dan ketidakstabilan politik dan keamanan serta perekonomian nasional,” tandas Forum Pemred.

    Baca: Tokoh bangsa ingatkan langkah Jokowi yang ciderai prinsip demokrasi lukai masyarakat

    Mencermati situasi politik dan situasi negara ini, pada Kamis (9/11/2023) para anggota Forum Pemred yang beranggotakan para pendiri dan para pemimpin redaksi media arus utama, telah berkumpul dan menyamakan persepsi.

    Dalam pertemuan selama 2,5 jam itu, Forum Pemred menyimpulkan bahwa saat ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja, dengan melihat indikasi dan fakta-fakta sebagai berikut:

    1. Usulan 3 periode untuk Presiden Jokowi dan perpanjangan jabatan yang
    disuarakan beberapa menteri, sejumlah ketua umum partai politik, dan
    sejumlah pendukung Jokowi telah mengancam demokrasi. Padahal, UUD
    1945 mengamanatkan jabatan presiden dibatasi 2 periode. 

    2. Ada dugaan politik penyanderaan dengan mengedepankan kasus hukum/pidana kepada seseorang maupun pimpinan partai politik yang
    dianggap berseberangan dengan penguasa terkait Pemilu 2024.

    Dugaan penyanderaan ini yang kemudian membuat para pimpinan partai politik
    tidak berdaya, tidak memliki jalan lain, kecuali menyetujui skenario yang
    disusun pihak penguasa.

    3. Banyak pihak, termasuk dunia internasional, menilai ada penurunan nilai
    demokrasi di Indonesia. 

    Baca: Maklumat Juanda nilai dinasti politik Jokowi mengkhianati reformasi

    4. Masih maraknya kasus korupsi, yang bahkan melibatkan para menteri.Bahkan, Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pun, yang seharusnya
    menjadi teladan, juga terseret dalam tindak pemerasan. 

    5. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memberi jalan bagi putra Presiden
    Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menjadi bakal cawapres memperlihatkan upaya perekayasaan hukum dengan memanfaatkan intervensi dari pihak penguasa dan mempertontonkan upaya kolusi, nepotisme, dan membangun politik dinasti. 

    6. Ada indikasi penggunaan alat negara oleh Pemerintah, baik dari
    penegak hukum, militer, hingga sumber daya ekonomi yang ada, untuk
    menekan pihak yang tidak sejalan, dan bahkan untuk mendukung pasangan capres dan cawapres tertentu.

    Hal ini berpotensi pada ketidakadilan dalam pelaksanaan Pemilu 2024, yang seharusnya dilandasi asas jujur, adil, bebas, dan rahasia dan berpotensi membuat kecurangan dalam Pemilu 2024,” demikian pernyataan bersama Forum Pemred.

    Ini memperlihatkan ada sekelompok kepentingan yang menghalalkan segala cara untuk bisa menduduki tampuk kekuasaan.

    “Indikasi ini sekarang sudah terlihat dengan nyata, dan patut dikhawatirkan,
    bakal merusak tatanan demokrasi yang telah dibangun sejak era Reformasi,” demikian pernyataan sikap bersama Forum Pemred.

    Baca: Merasa dibodohi, GM ajak masyarakat melawan pencawapresan Gibran

    7. Di tengah manuver politik jelang Pemilu 2024, pemerintah perlu lebih
    fokus dalam memperhatikan kondisi sosial ekonomi yang cukup berat di
    tengah konflik geopolitik dan geoekonomi dunia. 

    Dengan melihat kondisi ini, Forum Pemred menyampaikan seruan agar Presiden Jokowi melakukan konsolidasi nasional, agar kehidupan bernegara kembali
    normal dan kualitas demokrasi Indonesia makin membaik.

    Jokowi juga didesak untuk menjaga integritas dan netralitas terhadap semua calon kontestan pemilu, menghindari potensi konflik kepentingan (conflict of interest), berlaku adil dan mengayomi semua peserta pemilu, khususnya dalam pemilihan presiden dan wakil presiden.

    “Dan menghentikan manuver dalam upaya memenangkan salah satu calon, demi suksesnya pelaksanaan Pemilu 2024 yang jujur, adil, bebas dan rahasia.” 

  • Retno Pinasti Terpilih Menjadi Ketua Forum Pemred Periode 2024-2027

    Retno Pinasti Terpilih Menjadi Ketua Forum Pemred Periode 2024-2027

    7cloud.asia – Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar Retno Pinasti terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pengurus Forum Pemred (pemimpin redaksi) periode 2024–2027

    Sementara Direktur Utama Perum Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA Akhmad Munir sebagai Ketua Dewan Pengawas Forum Pemred.

    “Mudah-mudahan bersama-sama kami bisa mengelola paguyuban ini supaya bisa mendatangkan kemanfaatan dan dampak yang optimal,” ujar Retno Pinasti ketika menyampaikan sambutannya pada Rapat Anggota Tahunan Forum Pemred Indonesia di Jakarta, Jumat (27/9/2024).

    Retno Pinasti menyampaikan bahwa rapat tahunan tersebut juga menghasilkan pengurus baru, yakni terpilihnya Dirut LKBN ANTARA Akhmad Munir sebagai Ketua Dewan Pengawas dan Pemimpin Redaksi Kumparan Arifin Asydhad sebagai Ketua Dewan Penasihat.

    Pada kesempatan itu, Akhmad Munir menyampaikan bahwa mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Dewan Pengawas merupakan bagian dari upaya menjadikan kehidupan pers semakin baik.

    Baca: Forum Pemred kritisi sikap Jokowi di Pilpres 2024

    Cak Munir, sapaan akrabnya, juga mengajak siapa pun yang merasa sebagai bagian dari kehidupan pers untuk turut mendukung perjalanan Forum Pemred.

    “Ayo bersama-sama membesarkan paguyuban Forum Pemred ini,” kata Cak Munir.

    Arifin Asydhad mengingatkan Retno Pinasti hanya memiliki waktu paling lama dua pekan untuk menyusun kepengurusan Forum Pemred. Ia berharap di bawah kepemimpinan Retno Pinasti, Forum Pemred dapat menjadi lebih baik.

    “Agar membuat Forum Pemred lebih bagus, lebih maju, dan lebih punya pengaruh yang luar biasa kepada publik,” kata Arifin yang merupakan Ketua Dewan Pengurus Forum Pemred periode 2021–2024.

    Forum Pemred didirikan pada Juli 2012, beranggotakan pemimpin redaksi (pemred) dari berbagai media massa di Indonesia.

    Baca: Teror terhadap jurnalis Bocor Alus mengancam kebebasan pers

    Saat didirikan, Forum Pemred beranggotakan 50 pemimpin redaksi berbagai media massa, baik cetak, daring, televisi, dan radio.

    Ketua pertama Forum Pemred, Wahyu Muryadi, mengatakan terbentuknya forum ini atas dasar kesepahaman ide, misi, dan visi untuk menekankan cita-cita menjaga independensi dan integritas para pemimpin redaksi di Indonesia.

    Pasalnya, penentu kebijakan tertinggi termasuk pemberitaan di redaksi media massa berada di tangan pemimpin redaksi.

    “Tujuan kami meningkatkan profesionalisme dan komitmen menjaga independensi media dari kepentingan siapa dan apapun,” kata Wahyu Muryadi dalam konferensi persnya usai deklarasi Forum Pemimpin Media Massa, di Atlet Century, Jakarta, Rabu, 18 Juli 2012 dikutip Tempo.co