7cloud.asia – Aktivitas pertambangan galian C –tanah dan batuan– di Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga pada kesehatan masyarakat setempat.
Pertambangan galian C mengakibatkan tingginya kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di wilayah tersebut.
Aspek keselamatan masyarakat di Rumpin juga teramcam dengan hilir mudiknya armada truk-truk tambang yang melintas di jalan raya Rumpin hingga ke wilayah Parung Panjang
Belum lama ini telah terjadi peristiwa yang menewaskan 3 orang siswa sekolah yang bertabrakan dengan armada dum truk besar yang melintas membawa tambang galian C, berupa pasir dan batu belah.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Kecamatan Rumpin pernah tercatat sebagai wilayah dengan kasus ISPA terbanyak, yaitu lebih dari 6.000 kasus pada tahun 2016-2017.
Kondisi ini diperburuk oleh aktivitas pertambangan galian C yang menurunkan kualitas udara dan memicu keluhan masyarakat terkait polusi debu.
Baca: Belasan orang tewas akibat longsor di lokasi tambang galian C Gunung Kuda Cirebon
Hingga tahun 2023, Kabupaten Bogor masih mencatat ratusan kasus ISPA setiap tahunnya. Sehingga pencegahan dan edukasi kesehatan sebagai kebutuhan mendesak bagi masyarakat, termasuk di Desa Cipinang.
Alasan inilah yang mendorong Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (BEM FF UI) menyelenggarakan program pengabdian masyarakat bertajuk Pharmacy Care 2025 di Cipinang.
Kegiatan bertema “Paru Kita Jaga, Napas Sehat Milik Bersama” berlangsung beberapa waktu lalu, disusun berlandaskan Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ketiga (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta poin keempat (Pendidikan Berkualitas).
Tim Pharmacy Care 2025 melakukan tiga kali kunjungan lapangan untuk melihat kondisi asli desa sebelum menjalankan program.
Hasilnya, sebagian besar warga Desa Cipinang belum sepenuhnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Baca: Bagi-bagi izin tambang ke Ormas merusak tata kelola minerba
Banyaknya area pertambangan di sepanjang jalan, sehingga banyak truk galian yang berlalu Lalang, menimbulkan debu yang berterbangan menjadi salah satu alasan kami untuk intervensi di desa ini.
Melalui Pharmacy Care 2025, BEM FKUI melakukan intervensi ISPA di Desa Cipinang. Pharmacy Care 2025 menargetkan siswa-siswi SDN Cipinang 04 melalui edukasi kesehatan yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.
Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan para kader kesehatan serta PKK dan mengedukasi siswa-siswi SDN Cipinang 04 dengan media pembelajaran yang menarik.
“Harapannya, warga dan seluruh elemen Desa Cipinang dapat berkolaborasi untuk saling menjaga kesehatan diri,” kata Ketua Pelaksana Pharmacy Care 2025 Adhika Febryana.
Selain itu, kader kesehatan dan anggota PKK Desa Cipinang juga mendapat pelatihan promotif dan preventif yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi edukasi tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), intervensi komunitas untuk menekan risiko ISPA, serta pemberdayaan kader kesehatan agar dapat berperan sebagai agen perubahan di lingkungannya.
Baca: Izin tambang untuk perguruan tinggi bisa pengaruhi independensi
Tim pelaksana Pharmacy Care 2025 juga akan melakukan monitoring dan evaluasi setelah kegiatan berakhir, termasuk kunjungan lanjutan satu bulan pasca-program untuk meninjau hasil intervensi.
Program ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat desa, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa.
Dengan turun langsung ke lapangan, mahasiswa Farmasi UI dapat memahami kondisi riil masyarakat, melatih keterampilan komunikasi, serta menumbuhkan empati dan rasa tanggung jawab sosial.
Tim Pharmacy Care 2025 juga berbincang langsung dengan warga, guru, hingga perangkat Desa Cipinang. Dari kesempatan tersebut, para mahasiswa mendengar berbagai pendapat serta harapan warga Desa Cipinang untuk ke depannya.
Mukhlis, seorang warga Desa Cipinang mengungkapkan harapannya agar kondisi ini bisa berubah menjadi lebih baik, terutama dengan berkurangnya polusi yang selama ini mengganggu aktivitas warga.
”Dengan lingkungan yang lebih sehat, saya berharap seluruh masyarakat, khususnya anak-anak, bisa tumbuh dan beraktivitas tanpa terganggu masalah kesehatan,” ujar Mukhlis selaku guru wali kelas 6 SDN Cipinang 04.
Baca: Aktivitas tambang di pulau kecil tidak diizinkan
