Tag: Gamahumat

  • Gamahumat: Inovasi Peneliti UGM untuk Memperbaiki Lahan Pertanian yang Rusak

    Gamahumat: Inovasi Peneliti UGM untuk Memperbaiki Lahan Pertanian yang Rusak

    7cloud.asia – Inovasi tim peneliti Universitas Gadjah Mada berhasil menghasilkan Gamahumat, produk pembenah tanah untuk lahan pertanian yang mengalami penurunan kualitas kesuburan.

    Inovasi ini dikembangkan dari batubara berkalori rendah yang diolah menjadi bahan aktif humat (senyawa organik alami yang terbentuk dari dekomposisi materi tumbuhan dan hewan dalam waktu lama, merupakan komponen utama humus, dan kaya akan asam humat).

    Pengembangan Gamahumat dipimpin oleh Prof. Ferian Anggara dari Fakultas Teknik UGM bersama tim lintas disiplin ini diarahkan untuk membantu lahan pertanian dapat kembali mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

    Senyawa humat yang dihasilkan berfungsi memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah agar lebih stabil. Dilansir ugm.ac.id, Ferian mengungkapkan bahwa pendekatan ini menempatkan tanah sebagai sistem hidup yang perlu dipulihkan sebelum ditanami.

    “Gamahumat kami kembangkan sebagai pembenah tanah yang bekerja pada sistem tanahnya,” ungkapnya.

    Uji coba Gamahumat dilakukan pada berbagai kondisi lahan yang tergolong marginal, seperti lahan pasiran, tanah masam, dan area bekas tambang menjadi lokasi pengujian di lapangan.

    Baca: Ilmuwan gunakan tanaman dan jamur untuk membersihkan tanah yang tercemar

    Hasilnya menunjukkan perbaikan struktur tanah yang berdampak pada pertumbuhan tanaman. “Tanah yang sebelumnya sulit ditanami mulai menunjukkan respons yang lebih baik,” kata Ferian.

    Ferian menjelaskan pemanfaatan Gamahumat berdampak pada peningkatan efisiensi penggunaan pupuk. Dengan kondisi tanah yang lebih stabil, penyerapan unsur hara oleh tanaman berlangsung lebih optimal.

    Hal ini membantu petani menekan ketergantungan pada input kimia dalam jangka panjang. “Ketika tanahnya membaik, tanaman bisa bekerja lebih efektif,” tuturnya.

    Dalam konteks ketahanan pangan, Gamahumat dipandang relevan untuk pengembangan pertanian di lahan ekstrem. Banyak wilayah di Indonesia memiliki keterbatasan kualitas tanah yang selama ini menghambat produktivitas.

    Ferian meyakini kehadiran pembenah tanah berbasis humat membuka peluang pemanfaatan lahan tersebut secara berkelanjutan. “Lahan ekstrem seharusnya dipulihkan agar kembali berfungsi untuk produksi pangan,” ujar Ferian.

    Gamahumat juga dikembangkan melalui kerja sama dengan sektor industri agar dapat diterapkan dalam skala lebih luas. Kolaborasi ini mempercepat hilirisasi riset dari laboratorium ke lapangan.

    Baca: Sepertiga tanah di planet Bumi sudah rusak

    Salah satu fokus penerapannya adalah pada program reklamasi dan rehabilitasi lahan. “Kerja sama dengan industri membuat inovasi kampus lebih mudah diakses pengguna,” katanya.

    Pendekatan ilmiah dalam pengembangan Gamahumat menggabungkan riset material, teknik, dan ilmu tanah. Sinergi ini memastikan produk yang dihasilkan sesuai dengan karakteristik lahan dan kebutuhan tanaman.

    UGM menempatkan inovasi ini sebagai bagian dari agenda pertanian berkelanjutan. “Pendekatan lintas disiplin menjadi kunci agar aplikasinya tepat sasaran,” ujar Ferian.

    Ke depan, UGM terus mendorong pengembangan Gamahumat untuk mendukung pertanian nasional. Inovasi ini menjadi contoh penerapan riset perguruan tinggi dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat.

    Melalui pemulihan tanah, produktivitas pertanian diharapkan tumbuh lebih stabil. “Tujuan akhirnya adalah tanah yang pulih dan pertanian yang berdaya,” pungkas Ferian.

    Baca: Dampak negatif penggunaan pupuk secara berlebihan