Tag: gempa

  • Gempa 7,2 SR Guncang Maroko, Tewaskan Lebih 1000 Orang

    Gempa 7,2 SR Guncang Maroko, Tewaskan Lebih 1000 Orang

    7cloud.asia – Gempa dengan kekuatan 7,2 Skala Richter (SR) yang terjadi di Maroko pada Jumat (8/9/2023) malam merupakan gempa terbesar sepanjang
    sejarah negara tersebut.

    Kepala pusat gempa bumi dan tsunami BMKG, Daryono seperti yang dilansir Antaranews mengatakan gempa ini merupakan yang terbesar di Maroko sejak gempa menghancurkan kota Meknes dengan magnitudo Mw 6,5-7,0 yang terjadi pada 27 November 1755. 

    Daryono menjelaskan gempa yang terjadi sekarang merupakan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar aktif di Zona Pegunungan Atlas, Maroko.

    Morfologi jalur pegunungan ini berarah Baratdaya-Timurlaut, dari Agadir hingga Ait Ahmadou Haddou, Maroko.

    Baca: Gempa guncang Bantul, ratusan rumah rusak

    Episentrum gempa terletak pada koordinat 31.01 derajat lintang utara dan 8.46 derajat bujur barat. Tepatnya di darat dengan kedalaman hiposenter sangat dangkal yaitu 28 kilometer.

    “Ini merupakan gempa utama (mainshock) dan yang terbesar dalam catatan sejarah yang pernah terjadi di Maroko. Laporan terkini menunjukkan bahwa gempa tersebut menimbulkan kerusakan dengan korban jiwa meninggal,” jelas Daryono.

    Hasil analisis BMKG terhadap mekanisme sumber, menunjukkan bahwa gempa yang terjadi memiliki mekanisme sumber pergerakan naik (thrust fault) yang mencerminkan adanya gaya tekan (compressional) yang terjadi pada zona tektonik sumber gempa tersebut.

    “Gempa ini terjadi di wilayah jalur sumber gempa sesar aktif yang sudah  terpetakan. Namun demikian, zona ini dikenal dengan riwayat kegempaan yang relatif rendah,” paparnya.

    Baca: Kelompok disabilitas saat bencana

    Gempa ini berdampak sangat merusak mencapai skala intensitas VII-IX MM hingga menimbulkan kerusakan dan korban jiwa meninggal di Kota
    Tua Marrakesh.

    Kota Marrakesh merupakan kota terbesar keempat di Maroko serta salah satu pusat populasi paling besar. Kota ini mengalami kerusakan paling parah karena dekat dengan sumber gempa.

    Di kota ini juga terdapat bangunan-bangunan tua yang rentan runtuh akibat guncangan gempa karena struktur bangunannya sudah lemah.

    Kota-kota besar disekitar Marrakesh yang ikut terdampak gempa adalah  Ouarzazate, Essaouira, Safi, Agadir, Casablanca dan Errachidia. Gempa ini
    juga dirasakan hingga Portugal, Spanyol dan Aljazair.

    Sebelumnya diwartakan gempa kuat mengguncang pegunungan High Atlas di Maroko pada Jumat (08/09/2023) sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Hingga Sabtu (09/09/2023) sore tercatat 632 orang tewas dan 329 orang terluka.

    Baca: Peran masyarakat adat atasi perubahan iklim

    Badan geofisika Maroko melaporkan kekuatan gempa sebesar 7,2 magnitudo ini berlangsung selama 20 detik dengan menghancurkan berbagai bangunan.

    Sejumlah warga Marakesh, kota besar yang paling dekat dengan pusat gempa mengatakan sejumlah bangunan yang runtuh di kota tua merupakan situs Warisan Dunia UNESCO.

    “Gempa itu berlangsung selama sekitar 20 detik. Pintu-pintu terbuka dan menutup dengan sendirinya waktu saya cepat-cepat turun dari lantai
    dua,” ungkap seorang warga daerah Taroudant, Hamid Afkar.

    Seorang pejabat wilayah setempat mengatakan sebagian besar mereka
    yang tewas berada di daerah pegunungan dan sulit dijangkau.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan untuk Korban Maroko

    Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan untuk Korban Maroko

    7cloud.asia – Berbagai negara di dunia berbondong-bondong memberikan bantuan kemanusiaan ke Maroko usai gempa sebesar 7,2 SR mengguncang negara tersebut pada Sabtu (09/09/2023).

    Tak terkecuali Indonesia. Pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk menangani korban gempa bumi di Maroko.

    Indonesia mengirimkan 50 orang paramedis dan personil dari unit khusus serta anjing pencari perangkat pemantauan thermal tercanggih untuk mencari korban di bawah reruntuhan dan rumah sakit lapangan.

    Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga akan mengirimkan tim kemanusiaan untuk membantu menangani para korban yang terdampak gempa.

    Baznas juga berupaya menggalang dana dan menyalurkannya seperti yang telah dilakukan untuk membantu korban gempa di Turki dan Suriah.

    Baca Juga: Gempa 7,2 SR Guncang Maroko, Tewaskan Lebih 1000 Orang

    “Dimasa-masa sulit ini para korban gempa Maroko tentu membutuhkan banyak dukungan dan bantuan. Untuk itu Baznas segera mempersiapkannya baik dari tim pengumpulan maupun tim penyaluran,” jelas Ketua Baznas RI, Noor Achmad seperti yang dilansir Antara pada Senin (11/09/2023).

    Sebelumnya gempa bumi yang mengguncang Maroko telah meluluhlantakkan berbagai bangunan serta infrastruktur. Akibatnya 2.122 orang tewas dan 2400 orang terluka.

    Otoritas Maroko mengatakan jumlah korban masih akan terus bertambah menyusul masih banyak data korban yang hilang belum ditemukan. Selain itu, masih banyak bangunan-bangunan yang roboh dan belum tersisir tim SAR.

    Saat ini anggota penyelamat berpacu dengan waktu berupaya mencari para korban yang terjebak pasca gempa mematikan di Amizmiz, Maroko.

    Dalam upaya mempermudah pencarian korban, tim SAR menggunakan anjing pelacak.

    Baca Juga: Banjir Kepung Hong Kong, Terparah dalam 139 Tahun

    Beberapa jam kemudian, gempa susulan magnitudo 4,5 juga melanda Maroko. Hal ini memperburuk kondisi di lapangan terutama bagi tim SAR yang masih berjuang mencari korban selamat.

    Setelah diberi pengarahan oleh para pejabat, Raja Mohammed VI memerintahkan segera membentuk “komisi yang bertanggung jawab atas penerapan program rehabilitasi dan bantuan darurat untuk membangun kembali perumahan yang hancur di daerah bencana”.

    Jumlah korban meninggal terbanyak ada di dua desa berada di provinsi Al-Haouz, lokasi pusat gempa, yaitu 1.351 orang. Menurut televisi publik Maroko, lebih dari 18 ribu keluarga terkena dampak bencana ini di Al-Haouz.

    Dampak gempa juga membuat desa pegunungan Tafeghaghte, 60 kilometer dari Marrakesh, hampir seluruhnya hancur. Di tempat ini, hanya sedikit bangunan yang masih berdiri.

    Atas bencana ini, pemerintah Maroko mengumumkan tiga hari berkabung nasional.

    Penulis: Nurakhmayani dari berbagai sumber.

  • Baru Diguncang Gempa, Pertemuan Tahunan IMF Tetap Digelar di Maroko

    Baru Diguncang Gempa, Pertemuan Tahunan IMF Tetap Digelar di Maroko

    7cloud.asia – Meski sempat diguncang gempa bumi dahsyat yang menewaskan lebih dari 2.900 orang, Maroko tetap bersedia menjadi tuan rumah pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF).

    Kepastian ini diumumkan Presiden Bank Dunia Ajay Banga, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dan Menteri Ekonomi Maroko Nadia Fettah Alaoui dalam pernyataan bersama pada Senin (18/09/2023).

    Pertemuan tersebut akan berlangsung pada 9-15 Oktober mendatang di Marrakesh, hanya 45 mil (72 km) dari lokasi gempa yang terjadi pada 8 September lalu, dengan beberapa perubahan untuk menyesuaikan konten “dengan keadaan”.

    Baca: Gempa 7,2 SR guncang Maroko

    Keputusan ini atas permintaan langsung dari otoritas Maroko yang telah menekan lembaga-lembaga global untuk melanjutkan pertemuan.

    Otoritas Maroko mperkirakan dari pertemuan nanti dapat mendatangkan sekitar 10.000-15.000 orang ke pusat wisata Maroko.

    “Saat kami menantikan pertemuan tersebut, sangat penting bagi kami untuk melaksanakannya dengan cara yang tidak menghambat upaya bantuan yang sedang dilakukan dan menghormati para korban dan rakyat Maroko,” jelas ketiga pejabat tersebut.

    Baca: Korban tewas akibat bendungan jebol di India diperkirakan capai 20.000an orang

    “Pada masa yang sangat sulit ini, kami percaya bahwa Pertemuan Tahunan ini juga memberikan kesempatan bagi komunitas internasional untuk mendukung Maroko dan rakyatnya, yang menunjukkan ketahanan dalam menghadapi tragedi.” ujar ketiga pejabat tersebut. 

    Ditambahkan, pihak penyelenggaran juga tetap berkomitmen untuk memastikan keselamatan seluruh peserta.

    Georgieva kepada Reuters pada Jumat (15/9/2023) mengungkapkan perdana menteri Maroko mengatakan kepadanya bahwa akan “sangat menghancurkan” bagi sektor perhotelan Maroko jika pertemuan dipindahkan ke lokasi lain.

    Baca: Kebakaran lahan di Hawaii hancurkan kota bersejarah

    Sebelumnya diwartakan gempa kuat mengguncang pegunungan High Atlas di Maroko pada Jumat (08/09/2023) sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Akibatnya hampir 3000 orang tewas dan ratusan lainnya terluka.

    Badan geofosika Maroko melaporkan kekuatan gempa sebesar 7,2 magnitudo ini berlangsung selama 20 detik dengan menghancurkan berbagai bangunan.

    Sejumlah warga Marrakesh, kota besar yang paling dekat dengan pusat gempa mengatakan sejumlah bangunan yang runtuh di kota tua merupakan situs Warisan Dunia UNESCO.

    Baca: Kebkaaran lahan di Yunani tewaskan puluhan orang

    “Gempa itu berlangsung selama sekitar 20 detik. Pintu-pintu terbuka dan menutup dengan sendirinya waktu saya cepat-cepat turun dari lantai dua,” ungkap seorang warga daerah Taroudant, Hamid Afkar.

    Seorang pejabat wilayah setempat mengatakan sebagian besar mereka yang tewas berada di daerah pegunungan dan sulit dijangkau.

    Reporter: Nurakhmayani

  • 5 Tahun Gempa Palu: Masyarakat Hijaukan Teluk Palu dengan Pohon Bakau

    5 Tahun Gempa Palu: Masyarakat Hijaukan Teluk Palu dengan Pohon Bakau

    7cloud.asia – Lima tahun pasca bencana gempa yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah Mangrovers Palu menanami bibit bakau di Teluk Palu.

    Acara penanaman bakau di Teluk Palu ini digelar Kamis (28/9/2023) dan diikuti sekitar 30 orang. Sedikitnya seribu bibit bakau ditanam di hari itu.

    Penanaman bibit pohon bakau antara lain dilakukan di tepi pantai dupa di Kelurahan Layana, kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

    Muhammad Najib, relawan dari Mangrovers Palu kepada VOA mengatakan kegiatan itu dilakukan untuk memperingati bencana alam gempa bumi, yang juga menyebabkan tsunami di pesisir Teluk Palu pada 28 September 2018 silam.

    Baca: Hutan bakau menyimpan manfaat ekologis dan ekonomis

    Menurut Najib, dengan menanam bakau maka pesisir teluk Palu akan memiliki pertahanan menghadapi ancaman tsunami di masa mendatang.

    Jika bercermin dari kejadian 2018, ujarnya, yang paling sederhana contohnya ada di Kabonga. Bagaimana beberapa pohon mangrove yang ada berhasil melindungi kawasan di di belakangnya.

    “Itu tidak rusak sedikit pun. Tapi yang di samping-sampingnya itu habis oleh tsunami,” kata Najib. 

    Gempa bumi magnitudo 7,4 pada 28 September 2018 menyebabkan tsunami dengan ketinggian gelombang mencapai 0,5 hingga 3 meter di Teluk Palu.

    Baca: Kenali beragam bakau di Kebun Raya Bakau Surabaya

    Berdasarkan data pemerintah, tsunami setinggi 11,3 meter terjadi di desa Tondo, Palu Timur, Kota Palu; sedangkan tinggi gelombang terendah tercatat 2,2 meter terjadi di Desa Mapaga, Kabupaten Donggala.

    Hutan mangrove atau bakau di Donggala terbukti melindungi masyarakat kelurahan Kabonga di Kabupaten Donggala dari ombak tinggi tsunami ketika bencana terjadi lima tahun lalu.

    Hal ini membangkitkan kesadaran warga akan pentingnya hutan mangrove untuk meredam terjangan tsunami di masa depan.

    “Iya, sangat penting sih, apalagi setelah kejadian 28 September itu kan ya, pas waktu ada kejadian gempa, itu terjadi tsunami di sini, jadi mangrove itu sangat membantu sekali untuk meminimalisir dampak dari gelombang yang naik,” kata Ira Kusuma Dani.

    Baca: Mengenal habitat lamun yang bisa jernihkan pesisir

    Hari itu menjadi hari pertama untuk Ira ikut melakukan kegiatan menanam bibit pohon bakau.

    Bagi Ira, selain memitigasi tsunami, dengan menanam mangrove dirinya juga ingin ikut meminimalisir dampak perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan.

    Hal senada juga diungkapkan Stanley Gilbert, pegiat lingkungan asal Kabupaten Sigi yang berharap hutan mangrove akan semakin banyak bermunculan di pesisir Teluk Palu.

    “Dengan ada yang konservasi mangrove ini, maka teluk Palu akan lebih bagus ke depannya. Nah, harapannya sendiri, kiranya masyarakat kota Palu dan siapapun yang datang ke kota Palu menikmati mangrove dan bisa merawat mangrove itu sendiri,” kata Gilbert.

    Baca: Kebijakan ekspor pasir laut ancam ekosistem pesisir

    Dihubungi secara terpisah, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Kota Palu, Ridwan Lapasere menilai kegiatan menanam bibit pohon bakau itu akan berkontribusi besar bagi upaya pengurangan risiko bencana tsunami di Teluk Palu.

    Namun demikian masih dibutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk pemerintah, untuk mendukung inisiatif masyarakat yang ingin memulihkan ekosistem mangrove di Teluk Palu dengan penyediaan bibit.

    Pemanfaatan mangrove lebih baik dan murah ketimbang membangun tanggul tsunami yang terbuat dari beton di pesisir Teluk Palu.

    Menurutnya, pengetahuan dan juga literasi soal bagaimana pentingnya mangrove juga penting, karena pada level pengambil kebijakan melihat ini juga bukan sesuatu yang penting menurut mereka.

    Baca: Nasib nelayan terombang-ambing perubahan iklim

    “Karena kita melihat dari kebijakan yang keluar misalnya. Kenapa membuat tanggul, tapi membuat tanggul yang direkayasa secara teknis, tapi justru tidak mendorong secara ekologis,” papar Iwan.

    Pengamat Kebencanaan dari Universitas Tadulako, Abdullah MT mengatakan pelajaran penting dari tsunami di Teluk Palu ketika itu adalah bahwa tsunami datang lebih cepat atau kurang dari tiga menit dibandingkan dengan peringatan dini yang dikeluarkan pasca gempa bumi.

    Sehingga sangat penting untuk membangun kemandirian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan mitigasi dalam memahami bagaimana menyelamatkan diri dari tsunami.

    Keberadaan tanggul tsunami yang dibangun pemerintah sepanjang 7,2 kilometer di empat kelurahan di Kota Palu yang dikombinasikan dengan vegetasi mangrove yang penanamannya terus dilanjutkan oleh masyarakat dapat berfungsi untuk mengurangi energi tsunami.

    Baca: Ekonomi biru untuk wujudkan pembangunan berkelanjutan

    “Semuanya ini bisa berfungsi untuk mengurangi energi tsunami ketika tiba di pantai sehingga keselamatan manusia yang ada di sekitar pantai itu bisa lebih terjamin,” tambah Abdullah MT dalam webinar “Refleksi 5 Tahun Pascabencana 28 September 2018.”

    Selain itu, menurut Abdullah, juga dilakukan kegiatan simulasi gempa bumi berpotensi tsunami secara rutin sehingga masyarakat tahu cara menyelamatkan diri ketika terjadi bencana.

  • Lebih 1000 Orang Tewas Akibat Gempa yang Mengguncang Afghanistan

    Lebih 1000 Orang Tewas Akibat Gempa yang Mengguncang Afghanistan

    7cloud.asia – Setidaknya seribu orang tewas dan terluka dalam serangkaian gempa yang melanda wilayah barat laut Afghanistan pada Sabtu (8/10/2023), menurut sejumlah pejabat.

    Juru bicara Otoritas Manajemen Bencana Afghanistan Mullah Janan Saiq mengatakan jumlah korban jiwa akibat gempa dapat bertambah, karena masih banyak warga yang dilaporkan hilang.

    Baca: Gempa Maroko tewaskan lebih 1000 warga

    Saiq menambahkan bahwa getaran yang dipicu gempa menyebabkan kerusakan berat di barat laut provinsi Herat dan Badghis yang berada di Afghanistan barat laut.

    “Tiga desa di provinsi Herat rusak total, ratusan warga masih terjebak di bawah reruntuhan,” ungkap Saiq kepada Anadolu melalui sambungan telepon.

    Dia menambahkan, sulit untuk mengetahui jumlah pasti korban jiwa, namun sejauh ini pejabat setempat melaporkan 1.000 orang tewas.

    Baca: Gempa Bantul akibatkan ratusan rumah rusak

    Menurut Survei Geologi (USGS), gempa kuat dengan magnitudo 5,5-5,9-dan 6,2 telah mengguncang provinsi-provinsi Afghanistan.

    Dikatakan USGS, pusat gempa berada 40 kilometer barat laut kota Herat.

    Organisasi Kesehatan Dunia wilayah Afghanistan mengatakan timnya berada di rumah sakit-rumah sakit memberikan bantuan perawatan bagi mereka yang terluka dan memeriksa kebutuhan tambahan.

    Sumber: Anadolu

     

     

  • Puluhan Rumah Rusak Akibat Gempa Sumedang

    Puluhan Rumah Rusak Akibat Gempa Sumedang

    7cloud.asia – Puluhan rumah rusak akibat gempa magnitudo (M) 4,8 mengguncang wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (31/12) pukul 20.34 WIB.

    Penjabat Bupati Sumedang Herman Suryatman melaporkan Daerah yang paling parah terdampak Gempa Sumedang tersebar di beberapa tempat seperti Babakan Hurip, Tegalsari dan Cipameungpeuk.

    “Untuk di Tegalsari dan Cipameungpeuk ada beberapa rumah terdampak retak, sedangkan untuk Babakan Hurip ada 53 rumah,” kata Herman di Sumedang, Senin (1/1/2024) dini hari.

    Baca Juga: 5 Tahun Gempa Palu: Masyarakat Hijaukan Teluk Palu dengan Pohon Bakau

    Dilansir Antaranews.com, pihaknya telah berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mendirikan tenda sementara.

    Tenda sementara ini diperuntukan bagi masyarakat yang rumahnya yang mengalami keretakan imbas dari bencana tersebut.

    “Kami mengevakuasi warga yang rumahnya retak dan kami sudah bangun beberapa tenda yang kami tempatkan di tenda tersebut hingga petugas melakukan assessment,” katanya.

    Baca: Mengenang 19 tahun gempa Aceh

    Herman memastikan dari kejadian gempa bumi tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa.

    Namun terdapat tiga orang luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

    Terkait kondisi pasien di RSUD Sumedang, lanjut Herman, pihaknya telah mengevakuasi seluruh pasien ke luar gedung dikarenakan terdapat bangunan yang retak yang dapat membahayakan apabila terjadi gempa susulan.

    Baca: Lebih seribu orang tewas akibat gempa Afghanistan

    “Sehingga 248 pasien rawat inap dan 83 pasien UGD sudah kami evakuasi dan telah dibangun lima tenda di area rumah sakit,” kata dia.

    Hingga kini pihaknya masih menunggu arahan BPBD untuk memastikan kapan pasien untuk dapat kembali ke ruangannya masing-masing.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tiga kali gempa bumi dangkal terjadi di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menjelang Tahun Baru 2024.

    Baca: Dahsyatnya gempa Maroko

    Gempa terakhir tercatat pada pukul 20.34 WIB, BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan 4,8 magnitudo yang berpusat pada 6,85 Lintang Selatan, 107,93 derajat Bujur Timur atau sekitar 1,5 kilometer timur Kota Sumedang, Jawa Barat pada kedalaman 5 kilometer.

     

     

  • Gempa 7,4 M Guncang Jepang, WNI Mengungsi ke Masjid

    Gempa 7,4 M Guncang Jepang, WNI Mengungsi ke Masjid

    7cloud.asia – Seorang WNI di Jepang, Dian Novitasari, melalui pesan singkat kepada Antara di Tokyo pada Senin mengatakan bahwa dia dan keluarganya memutuskan untuk mengungsi karena alarm peringatan terus menyala.

    “(Peralatan) dapur tumpah semua, kaca rias pecah,” katanya.

    Dian mengatakan dia dan keluarganya tidak berada di rumah saat gempa yang berpotensi tsunami itu melanda. Ketika tiba di tempat tinggal mereka di lantai 3, dia melihat barang-barang sudah berjatuhan ke lantai.

    “Tadi saya pulang, mixer menyala berputar-putar, kaca-kaca terbuka sebagian, televisi semua jatuh ke lantai,” tambah dia.

    Saat ini, dia bersama keluarga dan 12 orang lainnya mengungsi ke masjid tersebut yang lokasinya lebih tinggi daripada kawasan lainnya.

    Baca: Lebih dari 1000 orang tewas akibat gempa di Afganistan

    Ada juga WNI yang mengungsi di aula-aula publik milik pemerintah setempat, katanya.

    Menurut Dian, karena tidak banyak barang di masjid tersebut, hanya buku-buku dan Al Quran yang jatuh ke lantai.

    Guncangan dahsyat juga sempat dirasakan WNI di prefektur lain seperti Tottori. Sejumlah WNI di Prefektur Toyama juga tengah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

    Pemerintah setempat mengimbau agar pengungsi tetap di area pengungsian dan tidak boleh pergi ke tempat yang lebih rendah. Kapal-kapal terpantau sudah meninggalkan pelabuhan.

    Saat ini masih terjadi gempa susulan dan berpotensi tsunami. Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa tinggi tsunami bisa mencapai lima meter.

    Baca: Gempa 7,2 SR guncang Maroko

    Gelombang tsunami akibat gempa tersebut kemungkinan bisa menjangkau 300 kilometer dari pusat gempa.

    Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui KBRI Tokyo dan KJRI Osaka telah mengeluarkan imbauan agar WNI di Jepang tetap waspada atas gempa susulan dan tsunami.

    “Kami mengimbau WNI agar selalu memantau informasi dan arahan otoritas setempat,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha melalui pesan singkat, Senin.

    “Peringatan tsunami di sepanjang pesisir barat Jepang masih belum dicabut hingga malam hari ini waktu Jepang,” katanya, menekankan.

    Kemlu, ujarnya, saat ini sedang berkoordinasi dengan KBRI Tokyo dan KJRI Osaka untuk mengetahui dampak gempa dan tsunami.

    Baca: Gempa guncang Sumedang

    KBRI dan KJRI juga tengah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan simpul masyarakat Indonesia.

    “Sistem lapor diri KBRI Tokyo mencatat terdapat 1.315 WNI yang menetap di Prefektur Ishikawa,” kata Judha.

    Bagi WNI yang menghadapi situasi darurat, KBRI Tokyo dan KJRI Osaka telah mengaktifkan nomor hotline yaitu KBRI Tokyo +818035068612 dan KJRI Osaka +818031131003.

    Gempa bumi yang terjadi pada pukul 16.10 waktu Jepang atau 14.10 WIB itu juga dirasakan di wilayah Prefektur Niigata, Toyama, dan Fukui, Nagano, Gifu, Tokyo, Yamagata, Fukushima.

    Selain itu, gempa juga dirasakan di wilayah Ibaraki, Tochigi, Gunma, Saitama, Shizuoka, Aichi, Mie, Shiga, Kyoto, Osaka, Hyogo, Nara, Tottori, Iwate, Miyagi, dan Akita.

    Gempa tersebut telah menyebabkan gelombang tsunami di beberapa wilayah.

    Sumber: Antaranews

  • Gempa Susulan di Sumedang Rusak 400 Rumah dan 500 Orang Mengungsi

    Gempa Susulan di Sumedang Rusak 400 Rumah dan 500 Orang Mengungsi

    7cloud.asia – Sebanyak 400 rumah rusak dan sekitar 500 orang mengungsi ke tempat aman akibat gempa susulan yang terjadi di Sumedang pada 1 Januari 2024 pukul 20.46 WIB dengan magnitudo 4,5.

    “Ya kemarin gempa lagi dan ada beberapa kerusakan lagi pada bangunan rumah dan dan total pengungsi 518 orang,” ujar Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar), Bey Triadi Machmudin di Kabupaten Bandung, Selasa (02/01/2023).

    gempa yang terjadi awal tahun 2024 itu menyebabkan rumah rusak ringan 303 unit, 92 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat.

    Selain itu terdapat kerusakan pada 14 fasilitas pendidikan serta tujuh tempat ibadah dan sarana umum.

    “Itu sementara, dan kini kan sudah status tanggap darurat. Jadi artinya nanti pemerintah lebih leluasa dalam penanganan, termasuk support anggaran,” jelas Bey Machmudin seperti yang dilansir Antaranews.

    Baca: Gempa Sumedang rusak puluhan rumah

    Pemprov Jabar dan Pemkab Sumedang bekerja sama menangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) serta fasilitas lainnya yang dikabarkan mengalami keretakan struktur bangunan akibat gempa.

    Dari hasil asesmen tersebut, para pasien bisa kembali ke ruang opname dan sebagainya. Tapi karena terjadi gempa lagi, banyak pasien yang merasa trauma walaupun secara teknis rumah sakit dalam kondisi baik.

    Pada kesempatan itu, Bey juga mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar segera mengirimkan bantuan tenda standar kesehatan untuk perawatan dan operasi.

    “Mereka 48 pasien kembali ke tenda. Dan hari ini Kemenkes akan mengirimkan dua tenda untuk opname dan satu untuk tenda ruang operasi yang memang standarnya kesehatan, bukan tenda pengungsi, digunakan untuk pasien, tenda khusus rumah sakit,” paparnya.

    Baca: Satu orang tewas akibat gempa di Bantul

    Mengenai terowongan Tol Cisumdawu yang mengalami keretakan akibat gempa, Bey mengatakan tidak ada laporan susulan mengenai kerusakan terbaru.

    Pihaknya masih menggunakan asesmen dari Kementerian PUPR yang menyatakan terowongan aman digunakan.

    “Tidak, tidak ada (kerusakan baru) dan itu sudah bisa dipastikan dan Kementerian PUPR menjamin bahwa itu aman dan sudah bisa dilewati,” katanya.

    Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gempa dangkal kembali mengguncang Kabupaten Sumedang dengan kekuatan magnitudo 4,5 pada kedalaman 10 km.

    Gempa yang terjadi pada pukul 20.46.48 WIB itu berpusat pada koordinat 6,82 Lintang Selatan (LS) dan 107,92 Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 4 km utara Kabupaten Sumedang. 

    Baca: Ratusan rumah rusak akibat gempa di Bantul

    Gempa dirasakan di Rancakalong, Jatinangor, Bandung, dalam skala intensitas III MMI (Modified Mercally Intensity). Artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

    Gempa juga terasa di Cirebon, Garut, dan Subang, dalam Skala Intensitas II MMI dimana getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

    Gempa ini adalah gempa keenam di Sumedang sejak 31 Desember 2023 malam gempa berkekuatan 4,8 magnitudo mengguncang wilayah ini.  

    Kemudian terjadi beberapa kali gempa susulan yang saat itu menyebabkan 138 rumah rusak ringan, 110 rumah rusak berat, 456 warga mengungsi.

    Selain itu, 11 orang mengalami luka ringan dengan dua orang diantaranya dirawat di RSUD Sumedang dan RS Santosa Bandung.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Indonesia Masuk Negara yang Paling Sering Dilanda Gempa, Tapi Literasi Masyarakat Masih Rendah

    Indonesia Masuk Negara yang Paling Sering Dilanda Gempa, Tapi Literasi Masyarakat Masih Rendah

    7cloud.asia – Tahukah kamu kalau Indonesia termasuk salah satu negara yang paling banyak dilanda gempa?

    Mengutip data STATISTA Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono menyebut Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara yang paling sering dilanda gempa.  

    Ia menyampaikan bahwa berdasarkan data STATISTA periode 1990 sampai dengan 2024, Indonesia berada di urutan kedua dengan 166 kali gempa besar setelah China yang sebanyak 186 kali gempa.

    Baca: Ratusan rumah rusak akibat gempa Sumedang

    Ia mengemukakan di Indonesia terdapat 13 segmen subduksi lempeng, lebih dari 295 sesar aktif termasuk yang belum terpetakan.

     

    “Banyaknya aktivitas gempa di berbagai tempat akhir-akhir ini masih wajar dan bukan berarti saling picu antar gempa karena memang sumber gempa kita banyak,” katanya, Kamis (4/1/2023) sebagaimana dikutip Antaranews.com.

    Ia mengimbau warga waspada dengan kawasan perbukitan dengan tebing curam karena gempa susulan yang signifikan dapat memicu longsor (land slide) dan runtuhan batu (rock fall).

    “Apalagi pasca hujan ketidakstabilan lereng mudah terjadi sehingga dapat memicu longsor,” katanya.

    Baca: Satu orang meninggal akibat gempa Bantul

    Daryono mengatakan hingga tahun 2023 BMKG terus melakukan kegiatan penguatan Literasi Kebencanaan Gempabumi dan Tsunami dengan menyusun buku-buku sains populer bertemakan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami.

    BMKG juga melakukan kegiatan penguatan kapasitas Mitra BMKG dan masyarakat di daerah rawan bencana gempa bumi tsunami.

    Langkah ini diambil melalui program Sekolah Lapangan Gempabumi dan Tsunami (SLG) untuk stakeholder/masyarakat dan BMKG Goes to School (BGTS) untuk siswa sekolah.

    “Capaian kegiatan edukasi mitigasi SLG sudah melibatkan sebanyak 37.293 peserta dari 26 lokasi dan kegiatan BGTS mencapai sebanyak 39.157 peserta siswa sekolah di 35 Unit Pelaksana Teknis BMKG di daerah,” paparnya.

    Baca: Lima tahun pasca gempa Palu, hutan mangrove di teluk Palu direhabilitasi

    Hingga tahun 2023, kata dia, BMKG juga telah berhasil memfasilitasi sembilan Komunitas Masyarakat Siaga Tsunami di delapan Kabupaten untuk mendapatkan Pengakuan Internasional dari UNESCO sebagai Tsunami Ready Community.

    Di samping itu, BMKG juga telah berhasil memfasilitasi 10 Komunitas Masyarakat Siaga Tsunami di empat Kabupaten/Kota untuk mendapatkan pengakuan Masyarakat Siaga Tsunami Level Nasional.

    Pengakuan di Level internasional akan dilanjutkan di Tahun 2024.

     

  • Seminggu Setelah Gempa Bumi di Jepang, Korban Tewas Capai 161 Orang

    Seminggu Setelah Gempa Bumi di Jepang, Korban Tewas Capai 161 Orang

    7cloud.asia – Jumlah korban tewas bertambah menjadi 161 orang di Ishikawa, Jepang tengah, hingga Senin (8/1) pukul 09.00 waktu setempat.

    Media lokal melaporkan jumlah korban tewas tersebut sepekan setelah serangkaian gempa bumi bermagnitudo hingga 7,6 mengguncang prefektur tersebut dan wilayah sekitarnya.

    Sebanyak 103 warga saat ini belum ditemukan dan sedikitnya 565 orang menderita luka-luka, menurut lembaga penyiaran nasional Jepang NHK.

    Dari jumlah korban tewas tersebut, 70 orang terkonfirmasi di kota Wajima dan Suzu, 11 orang di Kota Anamizu, lima orang di Kota Nanao, masing-masing dua orang di Kota Noto dan Shika, serta satu orang di Kota Hakui.

    Baca: Gempa 7,4 M guncang Jepang

    Sementara itu, massa udara dingin membawa salju ke Ishikawa dan bagian-bagian lain di wilayah Hokuriku serta Prefektur Niigata, menurut Badan Meteorologi Jepang.

    Hingga Senin pukul 06.00 waktu setempat, akumulasi salju di Ishikawa mencapai 13 cm di Suzu, 11 cm di Nanao, dan 9 cm di Wajima.

    Badan pengawas cuaca tersebut meminta warga di daerah yang terdampak bencana agar lebih berhati-hati terhadap bangunan yang rusak akibat gempa, yang berpotensi runtuh karena bobot salju.

    Selain itu, warga juga diimbau menjaga tubuh tetap hangat guna mencegah hipotermia di tengah cuaca yang sangat dingin.

    Sumber: Antaranews