7cloud.asia – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Myanmar pekan lalu sudah mencapai 3.301 orang, dengan 4.792 lainnya terluka dan 221 lainnya masih hilang.
Demikian perkembangan terbaru gempa Myanmar dilaporkan China Central Television (CCTV) pada Jumat (4/4/2025) sebagaimana dikutip Antaranews.com.
Terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan lebih banyak dana internasional serta akses kemanusiaan yang cepat dan tanpa hambatan untuk korban gempa Myanmar.
“Myanmar saat ini adalah tempat yang benar-benar hancur dan penuh keputusasaan. Bencana ini menunjukkan kerentanan lebih dalam yang dihadapi masyarakat di seluruh negara itu,” kata Guterres dalam sebuah konferensi pers pada Kamis (3/4/2025)
Bahkan sebelum gempa, Myanmar sudah dilanda krisis politik dan kemanusiaan, ujarnya, seraya menambahkan gempa itu menambah penderitaan rakyat, dengan musim hujan monsun yang akan segera tiba.
Baca: Sebanyak 73 personel INASAR diberangkatkan ke lokasi gempa Myanmar
Guterres mengimbau masyarakat internasional untuk segera meningkatkan pendanaan yang sangat dibutuhkan agar sesuai dengan skala krisis.
Ia juga menyerukan akses kemanusiaan yang cepat, aman, berkelanjutan, dan tanpa hambatan guna menjangkau mereka yang paling membutuhkan di seluruh negara tersebut.
Guterres juga menyambut baik pengumuman gencatan senjata sementara dari pihak berwenang Myanmar dan menyebut langkah itu sangat penting untuk membantu aliran bantuan dan memungkinkan tim penyelamat melakukan pekerjaannya.
Guterres mengatakan bahwa dirinya telah mengirimkan Koordinator Bantuan Darurat Tom Fletcher ke Myanmar.
Baca: Masa berkabung nasional untuk korban gempa Myanmar
Sementara itu, Julie Bishop, utusan khusus Sekjen PBB untuk Myanmar akan mengunjungi negara tersebut dalam beberapa hari ke depan untuk memperkuat upaya-upaya perdamaian dan dialog.
“PBB akan terus mendorong perdamaian dan dukungan penyelamatan nyawa bagi rakyat Myanmar pada saat mereka sangat membutuhkan,” katanya.
Gempa bumi 7,7 magnitudo mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3/2025) dan getarannya dapat dirasakan hingga ke Bangladesh, India, Laos, China dan Thailand.
Gempa dangkal itu merusak jaringan pipa minyak bawah tanah dan memutus jaringan listrik, kata otoritas setempat, menambahkan tanker-tanker minyak untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar telah tiba di negara tersebut.
Sejumlah negara, termasuk Rusia dan Belarus, telah mengirim bantuan ke Myanmar, termasuk menerjunkan tim penyelamat.