Tag: Genetika

  • Genetika Memang Berperan Penting Agar Orang Panjang Umur, Tapi Bukan Satu-satunya Faktor

    Genetika Memang Berperan Penting Agar Orang Panjang Umur, Tapi Bukan Satu-satunya Faktor

    7cloud.asia – Dalam tulisan sebelumnya bagaimana genetika menjadi faktor utama yang menyebabkan seseorang memiliki umur panjang. Tapi genetika bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan seseorang panjang umur .

    Walaupun APOE telah tervalidasi sebagai gen penentu panjang umur seseorang, faktor eksternal khususnya gaya hidup sepertinya tetap berperan krusial.

    Misalnya, ketika dua kelompok masyarakat dengan gen APOE3 dan APOE4 menjalani gaya hidup yang sehat, maka manfaat ataupun efek positifnya akan serupa untuk kedua kelompok tersebut.

    Penelitian lain yang melibatkan populasi lebih besar dan melacak sampelnya selama 20 tahun juga menemukan bahwa manfaat gaya hidup sehat konsisten baik pada mereka dengan risiko genetik tinggi maupun rendah.

    Artinya, meskipun memiliki gen APOE4, efek buruk gen ini tetap dapat kita kurangi secara signifikan melalui modifikasi gaya hidup.

    Baca Juga: Genetik atau Gaya Hidup: Mana yang Lebih Menyebabkan Umur Panjang

    Fenomena menarik juga ditemukan di masyarakat Sisilia yang mendiami bagian selatan Italia. Dalam masyarakat tersebut, manfaat gen APOE2 ataupun efek berbahaya dari gen APOE4 tidak begitu terlihat.

    Namun, keturunan masyarakat Sisilia yang bermigrasi dan tinggal di AS merasakan dampak buruk gen APOE4.

    Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang terkait dengan tinggal di Italia Selatan dapat mengurangi efek merugikan dari APOE4.

    Secara khusus, kebiasaan masyarakat Sisilia menerapkan diet Mediterania yang kaya akan sayur, buah, dan ikan segar sepertinya telah berkontribusi pada perbedaan tersebut.

    Dengan munculnya fakta-fakta tersebut, beberapa studi—yang melibatkan ribuan bahkan puluhan ribu sampel penelitian—mengidentifikasi peran genetik hanya di angka 10-30%.

    Baca Juga: Tidur Cukup Menjadi Salah Satu Rahasia Kesehatan Mental dan Panjang Umur

    Secara biologi, peranan gen sebenarnya dapat kita aktifkan atau nonaktifkan melalui mekanisme yang disebut sebagai epigenetik.

    Contohnya, berolahraga secara teratur dapat mengubah profil epigenetik kita. Pada akhirnya, kebiasaan ini menonaktifkan gen yang berbahaya bagi tubuh dan mengaktifkan gen yang bermanfaat.

    Artinya, gen yang telah melekat pada diri kita sejak lahir bukan sesuatu yang mutlak menentukan kondisi kita di masa mendatang.

    Gaya hidup tetap penting
    Saat ini, belum ada data komprehensif untuk memeriksa peranan gen dan gaya hidup dalam menentukan panjang umur seseorang.

    Namun, beberapa studi yang telah didiskusikan pada tulisan ini telah menunjukkan bahwa orang-orang yang dianugerahi “gen panjang umur” (misalnya APOE2) memang memiliki umur yang lebih panjang dan sehat apapun gaya hidup yang mereka jalani.

    Baca Juga: Menyambut Hari Lanjut Usia Nasional: Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat

    Meski demikian, jumlah mereka sangatlah kecil (sekitar 1-2%) dalam populasi. Anugerah umur panjang dan sehat yang dialami oleh Helen dan 700 centenarian lainnya yang menjadi subjek penelitian Nir Barzilai tampaknya bersifat kasuistik.

    Kualitas kesehatan dan panjangnya umur sebagian besar dari kita tetap sangat ditentukan oleh gaya hidup. Bahkan, ketika kita memiliki gen yang meningkatkan risiko berbagai penyakit, efek buruk gen tersebut tetap dapat kita cegah dengan bergaya hidup sehat.

    Mengingat sebagian besar dari kita membawa gen netral (APOE3), peranan gaya hidup menjadi semakin penting dalam menentukan tingkat kesehatan dan angka harapan hidup kita.

    Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Rais Reskiawan, Post Doctoral Researcher at Buck Institutue for Research on Aging and Lecture at Faculty of Medicine, Universitas Hasanuddin