Tag: geopark

  • Berpetualang Sambil Belajar di Geopark Anggota UNESCO Global Geoparks

    7cloud.asia – Beberapa waktu lalu Kawah Ijen ditetapkan menjadi anggota UNESCO Global Geoparks bersama sekitar 190an geopark yang tersebar di seluruh dunia.

    UNESCO Global Geoparks adalah penghargaan khusus bagi geopark terbaik di seluruh dunia yang direkomendasikan untuk dikunjungi sekaligus dilestarikan.

    Apresiasi tinggi ini dari lembaga yang mengurusi budaya dan pendidikan ini sangat wajar diberikan, mengingat geopark merupakan lokasi strategis untuk pariwisata.

    Di geopark juga tersimpan artefak yang bersejarah dan sangat bermanfaat untuk ilmu pengetahuan.

    Mungkin kamu bertanya-tanya apa itu geopark. Konsep geopark adalah kawasan yang memiliki unsur geologi terkemuka. Di sebuah geopark tersimpan batuan purba yang usianya ribuan tahun

    Dengan ditetapkannya sebuah kawasan menjadi geopark maka masyarakat setempat juga berperan serta melindungi warisan alam tersebut. 

    Baca: Kawah Ijen ditetapkan menjadi UNESCO Global Geoparks

    Melakukan wisata ke geopark memberikan banyak manfaat, selain menikmati keindahan alam kita juga bisa belajar budaya dan sejarah alam khususnya jejak geologi kawasan tersebut.

    Pengembangan geopark sama halnya dengan mengembangkan aspek ilmu pengetahuan di Indonesia. Kawasan geopark sering menjadi lokasi untuk penelitian geologi hingga flora dan fauna.

    Hingga saat ini ada sejumlah geopark di Indonesia yang telah dinobatkan menjadi UNESCO Global Geoparks. Di mana sajakah itu, berikut daftarnya yang kami rangkumkan dari berbagai sumber:

    1. Geopark Batur

    Batur adalah geopark pertama di Indonesia yang ditetapkan sebagai UNESCO Global Geoparks pada 2012. Geopark Batur memamerkan keindahan alam berkat letusan besar gunung berapi yang membentuk kaldera ganda dan danau purba.

    Sampai saat ini Gunung Batur masih aktif dan menghasilkan beragam batuan yang dapat dimanfaatkan warga untuk membangun rumah. Total ada 21 situs warisan alam yang tersebar di kawasan Geopark Batur, tepatnya di Kecamatan Kintamani dan Kabupaten Batur.

    Saat berkunjung ke Geopark Batur, kita juga dapat melihat-lihat peninggalan bersejarah hebatnya letusan Gunung Batur di Museum Geopark Batur.

    Baca: Wisata pohon raksasa usia ratusan tahun

    2. Gunung Sewu

    Geopark Gunung Sewu telah diakui sebagai UNESCO Global Geoparks sejak 2015. Letaknya membentang di antara tiga kabupaten, yakni Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan. Geopark Gunung Sewu menyimpan kekayaan arkeologis warisan budaya manusia masa lalu.

    Ada berbagai peninggalan budaya paleolitikum-neolitikum di geopark ini. Jika ditotal Geopark Gunung Sewu memiliki 33 situs warisan alam yang tersebar di Gunung Kidul (13 geosite), Wonogiri (7 geosite), dan Pacitan (13 geosite).

    Kawasan karst di Pegunungan Sewu ini juga menyuguhkan panorama keindahan alam dari gugusan bebatuan nan indah. Memiliki sekitar 40 ribu bukit karst membuat Geopark Gunung Sewu menjadi kawasan karst terpanjang di Jawa.

    3. Geopark Ciletuh

    Geopark Ciletuh ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2018, sekaligus menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.

    Geopark Ciletuh dikelilingi oleh hamparan aluvial dengan bebatuan unik dan pemandangan yang indah. Tidak hanya perbukitan batu, Geopark Ciletuh juga memiliki pantai dengan ombak yang disukai para peselancar dunia.

    Kawasan ini memiliki luas 126.000 hektar yang mencakup delapan kecamatan. Ada belasan objek wisata eksotis yang terdapat di kawasan Geopark Ciletuh, antara lain Air Terjun Awang, Taman Purba, Bukit Panenjoan.

    Baca: Langgar aturan, puluhan pendaki masuk daftar hitam pendakian Gunung Gede Pangraro

    4. Geopark Gunung Rinjani

    Geopark Rinjani masuk sebagai Global Geoparks setelah dinobatkan oleh UNESCO pada 2018. Memenuhi separuh Pulau Lombok bagian utara, geopark membentang di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, dan Kabupaten Lombok Timur.

    Geopark ini memiliki kombinasi keanekaragaman hayati, fenomena kegunungapian, dan keragaman budaya masyarakat di dalamnya. Geopark Gunung Rinjani memiliki keragaman flora dan fauna yang sebagian besar merupakan endemik.

    5. Geopark Danau Toba

    Kawasan geopark Danau Toba ditetapkan sebagai UNESCO Global Geoparks pada 2021. Prestasi Kaldera Danau Toba ini tidak bisa dilepaskan dari keragaman hayati dan budaya di kawasan ini.

    Pengembangan ekonomi kreatif dan kelembagaan kepariwisataan juga menjadi salah satu alasan terpilihnya Geopark Danau Toba ke dalam UGG. Selain itu, Kaldera Danau Toba juga memiliki bentang alam yang beragam.

    Baca: 9 Tips asyiik wisata ramah lingkungan

    6. Geopark Kawah Ijen 
    Kawah Ijen ditetapkan menjaid UNESCO Global Geoparks pada Mei 2023 lalu. Ijen Geopark memiliki sejumlah situs yang tersebar di dua wilayah, yakni Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.
     

    Karakteristik utama yang diunggulkan dari situs Geopark Ijen adalah keelokan kawasan Gunung Ijen yang mengedepankan tiga komponen pariwisata, yaitu geologi, biologi dan budaya.
  • UNESCO Beri Kartu Kuning pada Pengelola Geopark Kaldera Toba

    UNESCO Beri Kartu Kuning pada Pengelola Geopark Kaldera Toba

    7cloud.asia – Badan pendidikan dan kebudayaan PBB, UNESCO memberi kartu kuning kepada Indonesia terkait status Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geoprak.

    Peringatan dari UNESCO kepada pengelola geopark ini diberikan  setelah tim penilai yang beranggotakan dua orang berkunjung ke Kaldera Toba pada 31 Agustus-4 September 2023.

    Peringatan itu dikeluarkan karena pemerintah Indonesia dinilai kurang aksi untuk terus mempromosikan Kaldera Toba. Kartu kuning UNESCO ini membatasi pembaruan setiap empat tahun untuk status Kaldera Toba sebagai UNESCO Geopark.

    Jika tidak ada perbaikan, status Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geoprak akan dicabut. Masa berlaku status Kaldera Toba sebagai UNESCO Geopark hingga Juli 2024.

    Kaldera Toba di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara terpilih sebagai UNESCO Global Geopark dalam sidang Dewan Eksekutif UNESCO di Ibu Kota Paris, Prancis, 7 Juli 2020.

    Baca: Daftar geopark yang ada di Indonesia

    Salah satu pertimbangan UNESCO untuk memilih Kaldera Toba adalah karena memiliki kaitan geologis dan warisan tradisi yang tinggi dengan masyarakat setempat, khususnya dalam hal budaya dan keanekaragaman hayati.

    UNESCO Global Geopark adalah sebuah wilayah geografis di mana situs dan lanskap yang menjadi aset geologi internasional dikelola dengan konsep konservasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu.

    Dengan konsep ini, sebuah taman Bumi yang mendapat pengakuan UNESSCO akan dikembangkan dengan pendekatan konservasi dan pembangunan berkelanjutan dengan melibatkan komunitas lokal.

    Dilansir VOA Indonesia, Kepala Badan Pengelola Kaldera Toba UNESCO Geopark Zumri Sulthony mengatakan ada tujuh rekomendasi yang diberikan UNESCO untuk lembaganya, antara lain terkait geological heritage atau warisan geologi.

    Kajian tim UNESCO mendapati pemetaan warisan geologi di kawasan Toba masih kurang. Sebenarnya, tambah Zumri, pihaknya telah memiliki peta tentang biological and culture.

    Baca: Kawah Ijen masuk dalam UNUESCO Global Geopark

    Namun, menurut UNESCO belum sesuai seperti yang mereka inginkan.

    “Kemarin (pada 5 September 2023) di Maroko ada sidang umum Dewan Eksekutif UNESCO untuk menyatakan pada akhirnya kita (Kaldera Toba) dimasukkan kategori kartu kuning,” kata Zumri.

    Selain itu tim UNESCO juga menilai pihak manajemen – dalam hal ini Badan Pengelola – kurang representatif sehingga perlu dilakukan perubahan manajemen.

    Visibilitas kawasan itu dengan pengadaan gerbang, monumen dan panel interpretasi dinilai kurang dan harus diperbaiki sehingga memudahkan pengunjung menjelajahi kawasan tersebut.

    Kaldera Toba diminta menggunakan logo-logo geopark di seluruh bagian dalam yang ada, misalnya di brosur, buku maupun peta; dan memperkuat kegiatan kemitraan secara lokal, nasional maupun internasional.

    Penguatan komunitas terhadap jaringan ataupun perwakilan UNESCO yang ada di Indonesia maupun di Paris dinilai harus semakin digiatkan.

    Baca: Kiat asyik wisata ramah lingkungan

    Badan Pengelola Kaldera Toba UNESCO Geopark memiliki strategi agar status Kaldera Toba sebagai UNESCO Geopark dapat diperpanjang sampai 2026.

    Langkah yang dilakukan yakni dengan memperkuat kembali data geologi sesuai empat kali letusan dan menyusun kembali peta geologi Kaldera Toba di 16 situs di kawasan Danau Toba.

    Badan Pengelola Kaldera Toba juga akan membuat panel-panel informasi di 16 situs, melalui cerita geologi menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan memakai tiga bahasa, yaitu bahasa lokal, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

    Strategi selanjutnya adalah melakukan konservasi situs-situs geologi dan menata menjadi tujuan wisata berbasis geopark.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan kartu kuning yang diberikan UNESCO merupakan sebuah pelajaran sekaligus peringatan bagi pemerintah.

    Untuk itu Kemenparekraf bersiap untuk meningkatkan sinergitas di antara para pemangku kepentingan.

    Baca: Daftar Kebun Raya yang ada di Indonesia

    Namun demikian anggota Komisi X, Muhammad Nur Purnamasidi, menilai pemberian kartu kuning oleh UNESCO merupakan hal yang tidak masuk akal.

    Dia menduga para pengelola Kaldera Toba kurang komunikasi dan koordinasi dengan UNESCO sehingga badan dunia itu justru mendapat informasi dari mitra badan pengelola, seperti organisasi non-pemerintah.

    Dia menduga, sumber informasi yang masuk ke UNESCO berasal dari kemitraan, dari LSM.

    “Mereka kurang dilibatkan bagaimana mengembangkan Geopark Danau Toba ini. Kalau sumber resmi setiap tahun memberikan laporan dan itu bagus sekali, tapi pasti ada sumber lain,” kata Nur.

     

    Danau Toba dan Kaldera toba menjadi salah satu destinasi populer di Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Asia Tenggara dengan luas sekitar 1130 kilometer persegi dengan kedalaman 505 meter.

    Sumber: VOA Indonesia

     

  • Jalan-jalan ke Kawah Ijen yang Sudah Diakui sebagai Anggota UNOESCO Global Geopark

    7cloud.asia – Beberapa waktu lalu dataran tinggi Ijen, atau yang lebih dikenal dengan ‘Kawah Ijen’ masuk menjadi salah satu anggota UNESCO Global Geopark.

    Salah satu alasan mengapa Kawah Ijen diakui sebagai anggota UNESCO Global Geopark adalah karena keunikannya.

    Karakter yang diunggulkan dari Kawah Ijen sebagai situs geopark adalah keelokan kawasan Gunung Ijen yang mengedepankan tiga komponen pariwisata, yaitu geologi, biologi dan budaya.

    Dengan keunggulan itu, maka Kawah Ijen sangat direkomendasikan untuk dikunjungi, terutama bagi para penggemar dan pendaki gunung.

    Baca: Kawah Ijen diakui sebagai anggota UNESCO Global Geopark

    Dataran tinggi atau Kawah Ijen ini merupakan kawah aktif yang berukuran sangat besar dengan luas 134 kilometer persegi.

    Kawah Ijen merupakan gunung berapi yang tenang namun aktif dengan bentang alam yang didominasi oleh puncak gunung berapi Ijen (2.368 dpl), Merapi (2.800 mdpl) di sisi timur laut dari dataran ini, dan Raung (3.332 mdpl) di sudut barat daya.

    Vent pada gunung berapi merupakan sumber belerang. Untuk mengumpulkannya, para pekerja membuat jalur menuju kawah dan turun ke danau, setiap hari.

    Aktivitas para penambang belerang di Kawah Ijen ini menjadi atraksi menarik yang bisa kamu nikmati. 

    Baca: UNESCO global geopark di Indonesia

    Akses Menuju Ijen
    Kawah Ijen dapat dicapai melalui Bondowoso dan Banyuwangi. Dari Bondowoso, kita bisa mencapai Kawah Ijen baik dari jalur pantai utara maupun pantai selatan.

    Tapi Kawah Ijen lebih dekat ke Banyuwangi. Meskipun begitu, jalan yang harus dilewati sangatlah curam dan rusak parah.

    Jika kamu hendak melakukan trip ke kawah Ijen, dianjurkan untuk menggunakan kendaraan 4WD meskipun harganya sangat mahal.

    Sebagian besar pengunjung berjalan sepanjang 8 kilometer terakhir (dari total keseluruhan 64 km) di sepanjang jalan menuju Pos Paltuding (Pos PHPA, titik awal atau jalur awal pendakian menuju kawah Ijen dari Bondowoso).

     

    Baca: Kiat asyik wisata ramah lingkungan

    Jika memilih berangkat dari Banyuwangi, kamu bisa menyambangi sejumlah tempat wisata unik di Banyuwangi seperti desa wisata suku Osing, perkebunan kopi dan masih banyak lainnya.

    Khusus di Banyuwangi, pengelola menyiapakn sejumlah program  seperti kegiatan edukasi di sekolah-sekolah, pemberdayaan masyarakat, pelatihan geowisata, geo-produk, hingga aspek konservasi.

    Transportasi publik  bagi para wisatawan menuju situs geopark Kawah Ijen juga cukup memadai. 

    Untuk kamu yang ingin merasakan keindahan dan eksotisme yang dimiliki Kawah Ijen, kamu dapat berjalan kaki selama 1 – 1.5 jam untuk mencapai tepi kawah. Jadi siapkan stamina dan sedikit uang untuk menikmati eksotisme Kawah Ijen.

  • Kawasan Bonjol Akan Diusulkan sebagai Geopark Equatorial ke UNESCO

    Kawasan Bonjol Akan Diusulkan sebagai Geopark Equatorial ke UNESCO

    7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan mengusulkan Kecamatan Bonjol di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat sebagai Geopark Equatorial ke UNESCO.

    “Mudah-mudahan usulan ini diterima dan Kecamatan Bonjol segera menjadi Geopark Equatorial yang ditetapkan UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa),” kata Sekretaris Utama BMKG Dwi Budi Sutrisno di Kabupaten Pasaman, Sabtu.

    Hal tersebut disampaikan Dwi Budi Sutrisno saat menghadiri perayaan titik kulminasi matahari dan Hari Meteorologi Dunia Ke-74 yang dipusatkan di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman.

    Baca: Kawah Ijen masuk dalam Geopark dunia

    Dwi optimistis usulan Kecamatan Bonjol sebagai Geopark Equatorial dapat terwujud mengingat sejumlah faktor penunjang di antaranya keberadaan garis khatulistiwa yang melintas di daerah tersebut.

    Selain itu, di lokasi yang sama atau titik garis khatulistiwa juga berdiri kokoh Museum Tuanku Imam Bonjol yang merupakan pahlawan nasional pada masa penjajahan kolonial Belanda.

    Keberadaan museum tersebut diyakini bisa menjadi daya tarik tersendiri atau menjadi pertimbangan oleh UNESCO sebelum memutuskan status Geopark Equatorial di Kecamatan Bonjol.

    Baca: UNESCO Global Geopark yang ada di Indonesia

    Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno menyambut baik usulan BMKG yang ingin menjadikan Kecamatan Bonjol sebagai kawasan Geopark Equatorial ke UNESCO.

    “Ini ide yang sangat luar biasa karena keunikannya,” kata Menparekraf.

    Sandiaga menyebut Bonjol Geopark Equatorial ini akan menambah UNESCO Global Geopark di tanah air yang saat ini tercatat sudah ada 10  buah.

    Baca: Kaldera Toba, salah satu UNESCO global geopark di Indonesia  

    Apabila usulan BMKG yang ingin menjadikan Kecamatan Bonjol sebagai Geopark Equatorial diterima, maka hal itu akan berdampak signifikan terhadap ekonomi dan pariwisata nasional.

    “Kalau mau diajukan lagi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif siap memfasilitasi dan bekerja sama dengan BMKG,” ucap Sandiaga Uno.

    Sumber: Antaranews.com

  • Langkah Pengelola Kaldera Toba Geopark Hadapi Peringatan dari UNESCO

    Langkah Pengelola Kaldera Toba Geopark Hadapi Peringatan dari UNESCO

    7cloud.asia – General Manager Badan Pengelola Kaldera Toba UNESCO Global Geopark, Azizul Kholis dalam diskusi di Kemenpar menjelaskan kronologis dan update yellow card atau peringatan yang dikeluarkan oleh UNESCO.

    Diskusi ini merupakan upaya Kemenpar untuk memberikan asistensi terkait peringatan yellow card yang diberikan oleh UNESCO kepada pengelola Geopark Kaldera Toba.

    Menurut Azizul, pihaknya butuh waktu dua bulan untuk berbenah, dengan assessment baru yang disampaikan pihak UNESCO yang akan dilakukan pada 15 Juli 2025 mendatang.

    Tapi pihak pengelola Geopark Kaldera Toba optimistis, bahwa ini akan terselesaikan dengan kolaborasi semua pihak mulai dari pemerintah pusat dan daerah.

    Sebagai informasi dalam rapat UNESCO Global Geopark di Maroko pada 4-5 September 2023, kawasan taman bumi (Geopark) Kaldera Toba mendapat kartu kuning dari UNESCO.

    Kartu kuning merupakan peringatan dari UNESCO, yang berarti badan pengelola wilayah tersebut tidak memenuhi beberapa kriteria yang ditetapkan.

    Baca: Kartu kuning untuk pengelola Geopark Kaldera Toba

    Selain Kaldera Toba, sejumlah Geopark lainnya juga mendapat kartu serupa, yakni Gua Zhijindong di Tiongkok, Taman Nasional Regional Luberon di Prancis, Madonie di Italia, dan Colca y Volcanes de Andagua di Peru.

    Menyikapi peringatan yellow card yang diberikan oleh UNESCO kepada Geopark Kaldera Toba, Deputi Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto mengatakan Kemenpar telah mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan bahwa rekomendasi UNESCO dapat segera dipenuhi.

    Geopark Kaldera Toba, yang memiliki potensi luar biasa sebagai tujuan wisata yang berkelanjutan, harus dikelola dengan hati-hati dan sesuai dengan standar internasional yang ditetapkan oleh UNESCO.

    Kemenpar juga telah melakukan komunikasi intensif dengan Gubernur Sumatera Utara untuk memastikan bahwa Pemprov Sumatera Utara, sebagai ketua Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BPTCUGP), mendukung penuh langkah-langkah yang diambil dalam mengelola geopark ini.

    Beberapa rekomendasi utama dari UNESCO untuk perbaikan agar bisa kembali ke green card adalah mencakup hal-hal sebagai berikut:

    1. Warisan geologi dan interpretasinya — diversifikasi cerita geologi dan memperluas survey.

    Baca: Kawah Ijen masuk daftar UNESCO Global Geopark

    2. Warisan alam, budaya, dan buatan — identifikasi dan inventarisasi lebih lanjut.

    3. Visibilitas dan kemitraan — peningkatan panel interpretasi dan visibilitas geopark.

    4. Jejaring dan pelatihan — meningkatkan kerja sama dengan geopark Indonesia lainnya.

    Geopark Kaldera Toba diusulkan sebagai UNESCO Global Geopark melalui Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba.

    Proses pengusulan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), serta Kementerian Pariwisata, yang berperan dalam mendukung dan mengkoordinasikan upaya untuk memastikan bahwa Geopark Toba memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh UNESCO.

    Pada tahap awal, pemerintah daerah melalui Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba, yang ditunjuk untuk mengelola kawasan geopark tersebut, menyusun rencana dan dokumen pengusulan yang mencakup aspek geologi, warisan budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

    Pengusulan ini kemudian diserahkan kepada Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh standar dan kriteria UNESCO Global Geoparks dipenuhi, sebelum dokumen tersebut diajukan kepada UNESCO.

    Baca: Kenali 12 geopark di Indonesia anggota UNESCO Global Geopark

  • Kartu Hijau UNESCO untuk Geopark Kaldera Toba Bantu Gerakkan Perekonomian

    Kartu Hijau UNESCO untuk Geopark Kaldera Toba Bantu Gerakkan Perekonomian

    7cloud.asia – Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menyebut kartu hijau dari UNESCO yang diberikan pada Taman Bumi atau Geopark Kaldera Toba membantu menggerakkan perekonomian warga setempat sehingga perlu dipertahankan.

    “Tentu berdampak baik, status (kartu hijau) dari UNESCO berfungsi sebagai motor ekonomi baru bagi Sumatera Utara,” kata Direktur Destinasi Pariwisata BPODT Fritz Rudolf Nababan dilansir Antaranews.com, Rabu (23/7/2025).

    Fritz mengatakan penetapan status Geopark Kaldera Toba akan membantu pariwisata Indonesia mempromosikan geopark dan berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara.

    Status tersebut juga akan mendorong kepercayaan internasional dalam memelihara lingkungan, dan juga menciptakan kepercayaan internasional akan produk UMKM, sehingga menambah lapangan kerja, serta memperkuat identitas lokal sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis budaya dan alam.

    “Sertifikasi hijau dari UNESCO sangat penting bagi Pariwisata Danau Toba, karena penilaian hijau bisa membuat promosi pariwisata dan produk lokal menjadi terkenal di dunia internasional. Kami percaya dengan meningkatnya kunjungan akan menciptakan pertumbuhan ekonomi di masyarakat,” ucap dia.

    Baca: Empat rekomendasi UNESCO untuk pengelola Geopark Kaldera Toba

    Bersama dengan Kementerian Pariwisata, ia melanjutkan BPODT saat ini tengah berupaya meraih kembali kartu hijau tersebut. Sejumlah upaya yang telah dilakukan yaitu mengawal persiapan hingga proses revalidasi UNESCO.

    Ia membeberkan baik Menteri maupun Wakil Menteri Pariwisata sudah membantu BPODT untuk melakukan rapat koordinasi dengan pemda dan pemkab dalam mempersiapkan revalidasi.

    Terakhir, Kementerian Pariwisata sudah membantu melaksanakan seminar internasional pengelolaan Geopark pertama untuk Danau Toba, serta memfasilitasi kebutuhan proses pra-revalidasi hingga revalidasi yang dilakukan tanggal 21-25 Juli 2025.

    Terpisah, Direktur Sumber Daya Energi Mineral Pertambangan Bappenas Togu Santoso Pardede memberikan pendapat serupa

    Bahwa pengakuan UNESCO terhadap warisan geologi, budaya dan hayati di kawasan geopark tentunya memberikan dampak positif pada perputaran ekonomi masyarakat khususnya melalui peningkatan sektor pariwisata berkelanjutan, ekonomi kreatif dan budaya.

    “Penetapan tersebut meningkatkan daya tarik pariwisata, membuka peluang kerja kepada masyarakat lokal, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Togu.

    Baca: UNESCO beri kartu kuning pada pengelola Geopark Kaldera Toba

    Togu menyampaikan ada beberapa hasil dari praktik baik dari UNESCO global bagi Geopark di Indonesia.

    Di antaranya, ​​​​pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangli tumbuh rata-rata sebesar 35,49 persen per tahun selama periode 2012 hingga 2016 setelah Geopark Batur ditetapkan menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp).

    Dalam menyukseskan kegiatan revalidasi UGGP Toba, pihaknya melakukan kolaborasi antar kementerian bersama dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian ESDM, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

    Ia menyampaikan sebagai Sekretaris Dewan Pengarah Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Bappenas ikut​​​​​​​ memberikan pendampingan penyusunan dokumen revalidasi

    Bappenas juga mendukung penyempurnaan penyampaian dokumen revalidasi​​​​​​​, serta berkoordinasi lintas sektor dengan K/L dan pemerintah daerah terkait untuk mendiskusikan langkah-langkah yang akan dilakukan dan telah dilakukan oleh pemerintah daerah sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh UNESCO pada sidang Council yang digelar pada tahun 2024 lalu.

    Pendampingan kegiatan pra-revalidasi juga diberikan untuk mengevaluasi kesiapan lapangan dan dokumen geopark sebelum kunjungan resmi asesor UNESCO yakni Jose Brilha dari Portugal dan Jeon Yongmun dari Korea Selatan.

    Baca: Daftar geopark yang ada di Indonesia