7cloud.asia – Beberapa waktu lalu Kawah Ijen ditetapkan menjadi anggota UNESCO Global Geoparks bersama sekitar 190an geopark yang tersebar di seluruh dunia.
UNESCO Global Geoparks adalah penghargaan khusus bagi geopark terbaik di seluruh dunia yang direkomendasikan untuk dikunjungi sekaligus dilestarikan.
Apresiasi tinggi ini dari lembaga yang mengurusi budaya dan pendidikan ini sangat wajar diberikan, mengingat geopark merupakan lokasi strategis untuk pariwisata.
Di geopark juga tersimpan artefak yang bersejarah dan sangat bermanfaat untuk ilmu pengetahuan.
Mungkin kamu bertanya-tanya apa itu geopark. Konsep geopark adalah kawasan yang memiliki unsur geologi terkemuka. Di sebuah geopark tersimpan batuan purba yang usianya ribuan tahun
Dengan ditetapkannya sebuah kawasan menjadi geopark maka masyarakat setempat juga berperan serta melindungi warisan alam tersebut.
Baca: Kawah Ijen ditetapkan menjadi UNESCO Global Geoparks
Melakukan wisata ke geopark memberikan banyak manfaat, selain menikmati keindahan alam kita juga bisa belajar budaya dan sejarah alam khususnya jejak geologi kawasan tersebut.
Pengembangan geopark sama halnya dengan mengembangkan aspek ilmu pengetahuan di Indonesia. Kawasan geopark sering menjadi lokasi untuk penelitian geologi hingga flora dan fauna.
Hingga saat ini ada sejumlah geopark di Indonesia yang telah dinobatkan menjadi UNESCO Global Geoparks. Di mana sajakah itu, berikut daftarnya yang kami rangkumkan dari berbagai sumber:
1. Geopark Batur
Batur adalah geopark pertama di Indonesia yang ditetapkan sebagai UNESCO Global Geoparks pada 2012. Geopark Batur memamerkan keindahan alam berkat letusan besar gunung berapi yang membentuk kaldera ganda dan danau purba.
Sampai saat ini Gunung Batur masih aktif dan menghasilkan beragam batuan yang dapat dimanfaatkan warga untuk membangun rumah. Total ada 21 situs warisan alam yang tersebar di kawasan Geopark Batur, tepatnya di Kecamatan Kintamani dan Kabupaten Batur.
Saat berkunjung ke Geopark Batur, kita juga dapat melihat-lihat peninggalan bersejarah hebatnya letusan Gunung Batur di Museum Geopark Batur.
Baca: Wisata pohon raksasa usia ratusan tahun
2. Gunung Sewu
Geopark Gunung Sewu telah diakui sebagai UNESCO Global Geoparks sejak 2015. Letaknya membentang di antara tiga kabupaten, yakni Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan. Geopark Gunung Sewu menyimpan kekayaan arkeologis warisan budaya manusia masa lalu.
Ada berbagai peninggalan budaya paleolitikum-neolitikum di geopark ini. Jika ditotal Geopark Gunung Sewu memiliki 33 situs warisan alam yang tersebar di Gunung Kidul (13 geosite), Wonogiri (7 geosite), dan Pacitan (13 geosite).
Kawasan karst di Pegunungan Sewu ini juga menyuguhkan panorama keindahan alam dari gugusan bebatuan nan indah. Memiliki sekitar 40 ribu bukit karst membuat Geopark Gunung Sewu menjadi kawasan karst terpanjang di Jawa.
3. Geopark Ciletuh
Geopark Ciletuh ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2018, sekaligus menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.
Geopark Ciletuh dikelilingi oleh hamparan aluvial dengan bebatuan unik dan pemandangan yang indah. Tidak hanya perbukitan batu, Geopark Ciletuh juga memiliki pantai dengan ombak yang disukai para peselancar dunia.
Kawasan ini memiliki luas 126.000 hektar yang mencakup delapan kecamatan. Ada belasan objek wisata eksotis yang terdapat di kawasan Geopark Ciletuh, antara lain Air Terjun Awang, Taman Purba, Bukit Panenjoan.
Baca: Langgar aturan, puluhan pendaki masuk daftar hitam pendakian Gunung Gede Pangraro
4. Geopark Gunung Rinjani
Geopark Rinjani masuk sebagai Global Geoparks setelah dinobatkan oleh UNESCO pada 2018. Memenuhi separuh Pulau Lombok bagian utara, geopark membentang di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, dan Kabupaten Lombok Timur.
Geopark ini memiliki kombinasi keanekaragaman hayati, fenomena kegunungapian, dan keragaman budaya masyarakat di dalamnya. Geopark Gunung Rinjani memiliki keragaman flora dan fauna yang sebagian besar merupakan endemik.
5. Geopark Danau Toba
Kawasan geopark Danau Toba ditetapkan sebagai UNESCO Global Geoparks pada 2021. Prestasi Kaldera Danau Toba ini tidak bisa dilepaskan dari keragaman hayati dan budaya di kawasan ini.
Pengembangan ekonomi kreatif dan kelembagaan kepariwisataan juga menjadi salah satu alasan terpilihnya Geopark Danau Toba ke dalam UGG. Selain itu, Kaldera Danau Toba juga memiliki bentang alam yang beragam.
Baca: 9 Tips asyiik wisata ramah lingkungan



