Tag: gerd

  • GERD Beda dengan Maag, Seperti Ini Penjelasan Keduanya

    GERD Beda dengan Maag, Seperti Ini Penjelasan Keduanya

    7cloud.asia – Masih banyak orang yang sulit membedakan antara penyakit maag dan GERD karena keduanya merupakan penyakit lambung. Padahal ada perbedaan keduanya diantaranya adalah gejala penyakit maag dan GERD.

    Maag dengan istilah medis gastritis, adalah peradangan pada dinding asam lambung yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori. Sedangkan GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah salah satu kondisi penderita maag dimana asam lambung naik hingga kerongkongan.

    Dilansir dari laman Mitra Keluarga, penyebab penyakit maag berbeda dengan GERD.

    Baca: Ini bahayanya berlebihan konsumsi garam

    Banyak yang mengatakan maag disebabkan karena terlambat makan. Padahal penyebab maag bermacam-macam.

    Diantaranya stres, konsumsi alkohol, merokok, konsumsi minuman tinggi kafein (Teh, kopi), penyakit autoimun, obat-obatan tertentu (Misalnya aspirin dan ibuprofen), infeksi bakteri.

    Kondisi tersebut dapat membuat dinding lambung mengalami peradangan.

    Sementara GERD disebabkan oleh otot kerongkongan bawah yang mengerut, sehingga asam lambung mudah naik.

    Baca: Kualitas air minum bisa pengaruhi kesehatan

    Biasanya disebabkan oleh makan terlalu banyak, mengambil posisi tidur setelah makan, obat-obatan berefek samping jantung berdebar, dan tekanan perut penderita hernia hiatal.

    Baik penyakit maag maupun GERD sama-sama memiliki gejala nyeri perut. Tetapi sebenarnya memiliki ciri khas tersendiri.

    Jika penyakit maag, penderitanya biasanya merasalan tanda-tanda kembung, mual hingga muntah, hilang selera makan, feses berwarna gelap, nyeri pada ulu hati, sampai muntah darah jika sudah parah.

    Baca: Hindari kebiasaan ini setelah makan

    Meskipun GERD adalah penyakit yang berhubungan dengan asam lambung, tetapi gejalanya berbeda dengan maag.

    Penderita GERD sering merasakan jantung berdebar, rasa panas pada kerongkongan, muntah, nyeri dada, batuk, sakit tenggorokan, hingga sulit menelan.

    Jika maag tidak dicegah dan diobati dengan benar, maka akan berdampak pada GERD, anemia, hingga kanker perut.

    Baca: manfaat meditasi untuk kesehatan

    Karena itu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar maag dan GERD tidak kambuh, yaitu:

    • Menghindari makanan pedas, berlemak, asam.
    • Mengurangi makanan yang digoreng.
    • Menghindari makanan dan minuman tinggi kafein (Kopi, teh), alkohol, dan soda.
    • Makan dengan porsi sedikit, tetapi sering.
    • Tidak mengambil posisi tidur setelah makan.
    • Mengelola stres.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Penelitian Ungkap Ibadah Puasa Bisa Redakan GERD dan Maag

    Penelitian Ungkap Ibadah Puasa Bisa Redakan GERD dan Maag

    7cloud.asia – Sejumlah penelitian mengungkap ibadah puasa ramadhan dapat mengurangi keparahan dari maag atau GERD karena makan di waktu yang sama setiap harinya.

    Dokter spesialis Penyakit Dalam RS Cipto Mangunkusumo dr. Muhammad Firhat Idrus, SpPD, K-GEH mengatakan, yang seringkali tercetus maagnya adalah saat awal puasa yang tadinya makan tiga kali sehari jadi dua kali sehari

    ”Tapi setelah puasa berjalan itu gejalanya malah akan mengalami perbaikan,” kata Firhat dalam diskusi kesehatan yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.

    Firhat mengatakan puasa “memaksa” seseorang untuk makan secara teratur di jam yang sama yakni saat buka puasa dan makan sahur. Hal itu justru memperbaiki gejala maag atau GERD yang sering muncul di masyarakat.

    Baca: Beda maag dengan GERD

    Maag, atau dalam bahasa medis disebut dispepsia adalah suatu sindrom yang memiliki gejala khas seperti rasa tidak nyaman, mual, nyeri, muntah, kembung dan cepat kenyang.

    Di antara gejala tersebut, bisa semakin parah di mana asam lambung bisa naik ke kerongkongan yang disebut Gastroesophageal reflux disease (GERD).

    Dengan pola makan yang teratur, maka asam akan keluar dari lambung di jam yang tepat dengan asupan makanan yang cukup sehingga tidak menyebabkan nyeri atau rasa tidak nyaman.

    Meskipun makan sudah di jam yang tepat, jika mengonsumsi makanan terlalu berlebihan juga dapat menyebabkan asam lambung naik dan terjadi maag dan GERD berkepanjangan saat bulan puasa.

    Baca: Ini bahayanya terlalu banyak konsumsi garam

    Firhat mengatakan, maag pada bulan puasa sering kambuh, karena konsumsi semua jenis makanan penyebab maag dan GERD di waktu yang sama dalam jumlah yang banyak.

    Jadi lambung mendapatkan semua jenis pemicu asam lambung di waktu yang sama, itu bisa jadi penyebab utamanya,” katanya.

    Firhat menyarankan untuk tidak mengonsumsi berbagai jenis gorengan, santan, makanan pedas maupun berminyak saat berbuka puasa maupun sahur.

    Selain itu juga hindari makanan jeroan, gajih, dan kopi jika tidak ingin maag kambuh di tengah ibadah puasa.

    Baca: Kualitas air minum bisa picu masalah kesehatan

    Makanan pedas dan kopi dalam jumlah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko asam lambung naik ke kerongkongan.

    “Selain itu banyak yang suka coklat terutama anak muda, makan asam seperti jeruk, lemon atau anggur, minuman bersoda yang di anak muda, itu yang mayoritas (pemicunya),” tambah Firhat.

    Jika tergoda ingin mengonsumsi makanan tersebut, perlu kebijaksanaan untuk membagi porsinya pada salah satu jam makan yakni antara buka puasa atau sahur saja. Tingkatkan makanan rebus atau bakar dan perbanyak makan sayur.

    Kunyah makanan secara perlahan dan tidak terburu-buru juga bisa jadi cara lambung agar tidak bekerja keras dan asam lambung menjadi naik.

    Sumber: Antaranews.com