7cloud.asia – Revitalisasi Gereja Immanuel yang menjadi salah salah satu cagar budaya di Jakarta akan terus dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dan pihak gereja.
Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Jakarta, Pendeta Abraham R. Persang mengatakan, pihaknya selalu berupaya untuk meningkatkan pembangunan dan pelestarian Gereja Immanuel.
Kegiatan pelestarian yang dilakukan pihak Gereja Immanuel tersebut terbagi menjadi tiga kegiatan, antara lain pelestarian dokumen dengan bekerjasama dengan pihak terkait.
Konservasi semua dokumen terkait Gereja Immanuel ini dimulai sejak tahun 2000-an dan dilakukan secara teknis dan tersusun.
Baca: Mengenal Taman Literasi Cristina Martha Tiahahu
Selanjutnya, melestarikan fisik bangunan gereja dengan melakukan pemantauan terhadap setiap bangunan bahkan setelah dilakukan revitalisasi.
“Orang mungkin berpikir gereja ini setelah revitalisasi selesai, padahal tidak. Gereja ini harus kami pantau terus. Semua jemaat di sini berkomitmen melestarikan, sehingga mulai 2006 apapun kegiatan terkait bangunan kami minta konfirmasi,” jelas Pendeta Abraham di Gereja GPIB Immanuel Jakarta Pusat, Sabtu (24/2/2024).
Abraham menambahkan, pihaknya juga berupaya melestarikan pengetahuan jemaat gereja dengan sering melakukan sosialisasi sehingga jemaat mendapatkan pengetahuan secara luas.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyebut revitalisasi Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel Jakarta menjadi salah satu wujud kepedulian pemprov terhadap pelestarian cagar budaya dan bangunan bersejarah.
Baca: Jalan-jalan ke Monas, ini yang bisa dilakukan
Kepala Pusat Konservasi Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta Norviadi Setio Husudo mengatakan revitalisasi gereja Immanuel contoh yang baik terkait dengan pelestarian bangunan cagar budaya khususnya tempat ibadah.
“Gereja Immanuel dan gereja lain mendapatkan dukungan rakyat dan pemerintah ini wujud kepedulian Pemprov DKI dalam melestarikan cagar budaya,” katanya dalam kesempatan yang sama.
Norviadi menyebut, ke depannya Pemprov DKI juga siap mendukung revitalisasi tempat ibadah lainnya mulai dari masjid, vihara, gereja, sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Gereja Immanuel Jakarta merupakan salah satu gereja tertua di DKI Jakarta dan merupakan salah satu gereja yang banyak dikunjungi wisatawan lokal dan menjadi ikon Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB).
Baca: Daftar lokasi CFD di Jakarta
Gereja Immanuel ini dibangun pada tahun 1839 dan berlokasi di Kecamatan Gambir yang berada di dalam zona pemerintahan nasional.
Dengan desain gaya baroq yang kental, Gereja Immanuel kini terdaftar menjadi salah satu cagar budaya dari total 134 cagar budaya yang ada di DKI Jakarta.
Bentuk spasial dari denah dari Gereja Immanuel memiliki aksis yang simetris dan bertemu pada ruang ibadah sebagai ruang utama pada bangunan tersebut.
Segi visual dari gereja tersebut sangat kental dengan ciri arsitektur kolonial Belanda dengan adanya pilar kolom dan pilaster berskala monumental untuk sebuah tempat ibadah.
Baca: Vihara Dharma Bakti salah satu vihara tertua di Jakarta
Pilar-pilar di sekeliling gereja yang menimbulkan kesan vertikalitas ini berada di ke empat sisi bangunan Gereja Immanuel.
Gereja Immanuel memiliki sistem struktur utama berupa dinding penopang bermaterial batu bata di seluruh badan bangunannya.
Banyaknya bangunan modern yang dibangun di kawasan Gambir berpotensi menggeser keberadaan bangunan bersejarah.
Karena itu perlu adanya pelestarian terhadap bangunan-bangunan bersejarah yang merupakan cagar budaya seperti yang dilakukan pihak Gereja Immanuel ini.
