Tag: give back sale

  • Belanja Sambil Berbagi lewat Acara Give Back Sale Pundi Perempuan

    Belanja Sambil Berbagi lewat Acara Give Back Sale Pundi Perempuan

    7cloud.asia – Ingin belanja sambil donasi? Coba datangi acara Give Back Sale (GBS) “Berbagi untuk Berdaya” yang dihelat Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan.

    Acara Give Back Sale (GBS) “Berbagi untuk Berdaya” ini merupakan acara tahunan untuk menggalang dana publik untuk program Pundi Perempuan.

    Acara Give Back Sale (GBS) ini akan berlangsung selama empat hari, mulai Rabu 6 Desember 2023 berlokasi di Ke:kini ruang bersama, Jalan Cikini Raya No. 45 Menteng, Jakarta Pusat.

    Give Back Sale atau GBS merupakan inisiatif untuk memanfaatkan penjualan barang-barang preloved dan baru dari donasi publik yang hasilnya disalurkan untuk mendukung Lembaga Pengada Layanan atau Women Crisis Centre (WCC) yang melakukan kerja-kerja pendampingan perempuan korban kekerasan.

    Baca: Toko pakaian bekas untuk amal

    Spirit Give Back Sale GBS adalah perwujudan komitmen kolektif dari berbagai kalangan masyarakat, baik secara individu maupun berkelompok untuk dukungan penguatan proses-proses pendampingan hukum.

    Dana yang terkumpul juga akan digunakan untuk pemulihan psikososial maupun psikologis bagi perempuan korban kekerasan melalui Lembaga Pengada Layanan.

    “Give Back Sale Pundi Perempuan bukan sekadar kegiatan penggalangan dana biasa, namun lebih dari itu adalah sebuah strategi menggerakkan publik untuk berkontribusi dalam upaya-upaya penguatan dan membuka jalan buat perempuan korban kekerasan mendapatkan keadilan,” ucap pegiat GBS Pundi Perempuan, Sekar Pireno Ks.

    Inisiatif ini juga merupakan respon atas meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia dari tahun ke tahun.

    Baca: Ini alasan mengapa banyak anak muda gemari thrifting

    Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan melaporkan data kekerasan seksual mengalami kenaikan sepanjang 2022.

    Pengaduan kasus kekerasan seksual kepada Komnas Perempuan berada di angka 4.322 kasus pada 2021. Angka ini kemudian meningkat menjadi 4.371 kasus di sepanjang 2022.

    Di situasi di mana upaya pemerintah dalam memberikan keadilan terhadap perempuan korban kekerasan masih menyisakan kesenjangan, GBS hadir menjadi perwujudan kekuatan perubahan berbasis solidaritas masyarakat sipil.

    Dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia pada Senin (4/12/2023) disebutkan, Give Back Sale telah menjadi event penggalanan dana publik tahunan.

    Baca: Perjuangan buruh untuk kerja layak

    “Dalam perjalanannya GBS Pundi Perempuan telah menjelma menjadi simbol kekuatan, kepedulian dan solidaritas untuk sesama dan terkhusus bagi perempuan korban kekerasan,” sambung Sekar.

    Pelaksanaan GBS sejalan dengan kampanye global “16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan” yang berlangsung selama 25 November hingga 10 Desember.

    Kampanye ini menekankan perlunya upaya berkelanjutan untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan mendukung pemulihan serta akses keadilan bagi korban.

    IKa mengundang masyarakat luas untuk hadir dan berdonasi melalui GBS.
    Dukungan publik sangat berarti untuk menyelamatkan rasa keadilan korban.

  • Belanja, Berbagi Sekaligus Merawat Lingkungan di Give Back Sale Pundi Perempuan

    Belanja, Berbagi Sekaligus Merawat Lingkungan di Give Back Sale Pundi Perempuan

    7cloud.asia – Buat kamu yang peduli dan ingin berkontribusi dalam memerangi kekerasan, kamu dapat meramaikan Give Back Sale ini digelar di Ke:Kini Ruang Bersama, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat.

    Give Back Sale (GBS) merupakan inisiatif penggalangan dukungan publik untuk kerja-kerja pendampingan perempuan korban kekerasan yang digagas Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) bersama Komnas Perempuan.

    Give Back Sale Pundi Perempuan ini mulai dihelat pada Rabu-Sabtu, 24-27 Juli 2024 pukul 10.00 – 20.00 WIB.

    Di acara Give Back Sale ini, kamu bisa belanja aneka benda fesyen preloved, baik pakaian, tas dan aneka asesories berkualitas lainnya.

    Barang-barang preloved yang terkumpul di Give Back Sale merupakan barang kebutuhan sehari-hari yang masih layak pakai dan dijual kembali.

    “Dukungan ini bukan semata-mata pada hari penyelenggaraan GBS, namun sejak awal barang preloved didonasikan ke IKa hingga pelaksanaan GBS.“ ucap Sekar Pireno Ks, Komunitas Pemberdaya IKa yang selama ini setia mengelola pelaksanaan kegiatan GBS.

    Baca: Give Back Sale Pundi Perempuan

    Dengan mendonasikan atau membeli barang-barang tersebut, lanjut Sekar, berarti kita mendukung kerja-kerja pendampingan korban kekerasan

    “Kegiatan ini sekaligus mengurangi gaya hidup konsumtif dan mendukung upaya menjaga lingkungan hidup yang nyaman serta mengurangi limbah sampah, terutama sampah rumah tangga,” imbuh Sekar.

    Hasil dari penjualan Give Back Sale Pundi Perempuan disalurkan kepada Lembaga Pengada Layanan atau Woman Crisis Centre (WCC) di berbagai daerah di Indonesia.

    ”Pundi Perempuan adalah strategi IKa untuk senantiasa hadir, mendukung dan menguatkan kerja kawan-kawan Lembaga Pengada Layanan atau Women Crisis Centre (WCC) sebagai garda depan dalam upaya menekan angka kekerasan,” ucap Sita Supomo, Direktur Eksekutif IKa.

    “Setiap tahun IKa membuka dua kali kesempatan bagi lembaga pengada layanan di tingkat lokal untuk mengakses dana Pundi Perempuan.

    Sejak tahun 2013 hingga tahun ini IKa sudah menyalurkan dukungan kepada 173 WCC di seluruh Indonesia.

    Baca: Toko amal bekas, cara belanja yang lebih ramah lingkungan

    Dukungan ini memang belum dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan pendampingan perempuan korban kekerasan di Indonesia.

    ”Namun kami berbesar hati karena disisi lain individu yang semakin beragam menunjukan bahwa masih banyak orang yang ternyata ingin turut ambil bagian dalam upaya ini,” tambah Sita.

    Penyelenggaraan Give Back Sale tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-9, dalam setahun kami mengadakan dua kali.

    Pada tahun kemarin, IKa berhasil mengumpulkan dana hampir 100 juta dalam sekali
    penyelenggaraan Give Back Sale.

    “Give Back Sale menunjukkan bahwa setiap dukungan sangat berarti bagi perempuan korban kekerasan. Jangan lupa, ajaklah kawan, kolega dan kerabatmu untuk hadir dan meramaikan GBS Pundi Perempuan,“ tutup Sekar.

  • Jangan Lewatkan! Give Back Sale Pundi Perempuan Kembali Digelar Pekan Ini

    Jangan Lewatkan! Give Back Sale Pundi Perempuan Kembali Digelar Pekan Ini

    7cloud.asia – Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan,  setiap tahun berlangsung pada 25 November hingga 10 Desember.

    Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) bersama Komnas Perempuan turut mendukung kampanye tersebut melalui Kampanye NyataNyala: ”Nyata Aksi Nyata Semangat” untuk mencegah dan menghapus kekerasan terhadap perempuan.

    Caranya, dengan kembali mengadakan Give Back Sale (GBS) Pundi Perempuan pada Rabu-Sabtu, 11-14 Desember 2024 di Ke:kini ruang bersama, Jalan Cikini Raya No. 43-45 Menteng, Jakarta Pusat, pukul 10.00 – 20.00 WIB.

    GBS Pundi Perempuan yang diselenggarakan secara rutin dua kali setiap tahunnya merupakan upaya penggalangan dana publik untuk dukungan terhadap kerja-kerja pendampingan perempuan korban kekerasan yang dilakukan oleh Lembaga Pengada Layanan/ Women Crisis Centre (WCC).

    GBS Pundi Perempuan kali ini menekankan pentingnya peran pendamping yang dengan setia terus menempuh ‘jalan sunyi’, mengambil pilihan yang tidak populer.

    “Mereka tanpa lelah dan tanpa pamrih dengan segala resiko yang tidak mudah untuk mendampingi para perempuan korban kekerasan agar mendapatkan keadilan seutuhnya,“ ucap Sekar Pireno Ks, Komunitas Pemberdaya IKa –pengelola GBS Pundi Perempuan.

    Sekar menegaskan, GBS Pundi Perempuan hadir bukan sekedar sebuah penggalangan dana publik biasa.

    Tapi lebih dari itu adalah sebuah statement kuat dan konsisten untuk dukungan nyata terhadap kerja-kerja para pendamping dalam proses memperjuangkan keadilan bagi perempuan korban kekerasan dan dukungan buat korban untuk terus berani bersuara.

    “Hal ini juga sebagai upaya mendorong terwujudnya penghapusan kekerasan terhadap perempuan yang sejalan dengan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) yang diperingati setiap tahunnya.“ tambah Sekar.

    Pada tahun 2023, Komnas Perempuan mencatat 289.111 kasus kekerasan berbasis gender (KBG) di Indonesia. Sebagian besar kekerasan terjadi di ranah personal, termasuk kekerasan psikis, fisik, seksual, dan ekonomi.

    Untuk tahun 2024, data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menunjukkan bahwa sudah terdapat 12.576 kasus kekerasan berbasis gender, dengan mayoritas korban adalah perempuan.

    Angka-angka tersebut tentunya akan terus meningkat jika upaya pendampingan tidak dilakukan secara terus menerus, tidak melulu oleh lembaga pengada layanan, tapi juga seluruh pihak.

    ”Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) sebagai Organisasi Sumber daya Masyarakat Sipil mengambil peran untuk mendukung dan menguatkan kerja kawan-kawan Lembaga Pengada Layanan atau Women Crisis Centre (WCC) sebagai ujung tombak dalam upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan melalui hibah kecil “Pundi Perempuan”, ”ucap Sita Supomo, Direktur Eksekutif IKa.

    “Hingga tahun ini, IKa sudah memberikan dukungan bagi 173 WCC di seluruh Indonesia. Dukungan tersebut belum menjangkau seluruh WCC yang ada dan melalui penggalangan dana publik, salah satunya GBS Pundi Perempuan, IKa masih terus berusaha agar dapat memperluas dukungannya,” tambah Sita.

    Penyelenggaraan GBS Pundi Perempuan tahun ini merupakan penyelenggaraan tahun ke-9 setelah pada bulan Juli 2024 kemarin berhasil mengumpulkan donasi sebesar 121 juta.

    Kami, imbuh Sekar, terus mengharapkan dukungan masyarakat dengan hadir di GBS Pundi Perempuan yang diselenggarakan pada 11-14 Desember 2024, Pkl. 10.00-20.00 WIB.

    “Seberapapun dukungan Anda sangat berarti buat perempuan korban kekerasan. Ajaklah kawan, kolega dan kerabat untuk turut mendukung GBS Pundi Perempuan,“ tutup Sekar.

  • Digelar Pekan Ini, Give Back Sale Mendukung Kerja-kerja Pemulihan bagi Perempuan Korban Kekerasan

    Digelar Pekan Ini, Give Back Sale Mendukung Kerja-kerja Pemulihan bagi Perempuan Korban Kekerasan

    7cloud.asia – Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) bersama Komnas Perempuan kembali menghadirkan Give Back Sale (GBS) pada pekan ini.

    Give Back Sale adalah kegiatan penggalangan dana publik dengan menghimpun barang preloved yang hasil penjualannya disalurkan untuk mendukung kerja-kerja pemulihan bagi perempuan korban kekerasan.

    Memasuki tahun ke-9 penyelenggaraannya, Give Back Sale kali ini akan berlangsung pada 18–21 Juni 2025 di Kekini Ruang Bersama, Jl. Cikini Raya No. 43, Menteng, Jakarta Pusat.

    Give Back Sale merupakan bagian dari inisiatif Pundi Perempuan, wadah solidaritas publik yang sejak lama menggalang dukungan bagi lembaga pengada layanan yang memberikan pendampingan psikososial dan hukum kepada perempuan korban kekerasan.

    Sekar Pireno Ks, Komunitas Pemberdaya IKa yang juga Pengelola Give Back Sale melalui upaya penggalangan dana publik ini, Pundi Perempuan mengajak masyarakat dapat secara berkelanjutan memberikan dukungannya agar kerja-kerja pendampingan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dapat terus berjalan.

    Baca: Belanja, berbagi sekaligus merawat lingkungan di Give Back Sale

    Ratusan ribu kasus kekerasan yang dialami perempuan setiap tahunnya bukan sekadar statistik, setiap kasus mewakili cerita nyata tentang luka, perjuangan, dan harapan para korban untuk pulih.

    Di sinilah pentingnya peran lembaga pengada layanan untuk menjadi ruang aman pertama bagi perempuan korban kekerasan. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan publik agar lembaga layanan dapat terus memberikan pendampingan terhadap korban.

    “Kekerasan terhadap perempuan yang terus menerus terjadi adalah sebuah realita yang mendesak untuk segera diatasi bersama. Dukungan terhadap korban adalah bagian penting dari upaya pencegahan dan mewujudkan pemulihan dan pemberdayaan korban,“ ujar Sekar dalam pernyataan tertulis yang diterima Senin (16/6/2025).

    Di tengah keterbatasan sumber daya yang dimiliki lembaga pengada layanan yang bekerja mendampingi para korban akan menjadi sulit diwujudkan tanpa dukungan masyarakat.

    Melalui Give Back Sale, diharapkan masyarakat turut ambil bagian dalam mendukung forum pengada layanan agar terwujud bukan hanya pendampingan yang dibutuhkan para korban.

    Baca: Bagaimana toko amal bekas bekerja untuk komunitas

    Lebih dari itu, terciptanya ekosistem yang layak dan nyaman untuk para pendamping menjalankan tugas mereka. Semakin banyak masyarakat atau publik yang mendukung, semakin banyak pula korban yang mendapatkan pendampingan.

    Data Forum Pengada Layanan (FPL) menunjukkan penurunan jumlah forum pengada layanan dari 115 menjadi sekitar 87 lembaga yang terdaftar, karena terbatasnya sumber daya yang dimiliki.

    Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) mengundang masyarakat luas untuk hadir dan berbelanja sekaligus berdonasi di Give Back Sale.

    Seberapapun dukungan yang diberikan, akan sangat berarti untuk pemulihan korban serta keberlangsungan kerja-kerja pendampingan.

    “Dukungan masyarakat yang luas untuk langkah kecil ini, dapat berdampak terhadap hidup banyak perempuan, sebagai upaya membuka jalan perempuan korban kekerasan mendapatkan keadilan” tutup Sekar.

    Baca: Thrifting jadi cara untuk kurangi sampah dan polusi

  • Give Back Sale Pundi Perempuan Kembali Digelar: Seberapapun Dukunganmu Sangat Membantu Para Korban

    Give Back Sale Pundi Perempuan Kembali Digelar: Seberapapun Dukunganmu Sangat Membantu Para Korban

    7cloud.asia – “Seberapapun dukunganmu akan sangat berarti untuk hidup korban. Yuk hadir, berbelanja sambil berdonasi!“ demikian penutup pernyataan tertulis dari Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa).

    Dalam pernyataan itu, IKA mengundang masyarakat luas untuk hadir sekaligus berdonasi melalui Give Back Sale Pundi Perempuan yang akan dihelat mulai Rabu (17/12/2025) hingga 20 Desember 2025 yang berlokasi di Kekini Ruang Bersama, Jl. Cikini Raya No. 43, Menteng, Jakarta Pusat.

    Tahun ini merupakan tahun ke-10 bagi gelaran Give Back Sale. Hampir satu dekade, Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan kembali menghadirkan Give Back Sale (GBS) “Berbagi untuk Berdaya,” sebuah inisiatif penggalangan dana publik program Pundi Perempuan, dana hibah perempuan (women’s fund).

    Pelaksanaan Give Back Sale yang menjadi ruang keterlibatan publik untuk berbagi daya dan membangun solidaritas nyata bagi perempuan korban kekerasan sejalan dengan kampanye global “16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP)” yang diperingati setiap 25 November sampai dengan 10 Desember.

    Perayaan 16 HAKTP tahun ini mengusung tema besar “UNiTE to End Digital Violence against All Women and Girls”. Seruan untuk bersatu mengakhiri kekerasan digital terhadap
    perempuan.

    Kampanye ini kembali menyerukan urgensi perlindungan perempuan dan menekankan
    perlunya upaya berkelanjutan untuk memperkuat gerakan penghentian berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan akses keadilan bagi perempuan korban kekerasan di Indonesia.

    Baca: Give Back Sale mendukung kerja-kerja pemulihan bagi perempuan korban kekerasan

    Tentang Give Back Sale
    Give Back Sale adalah penggalangan dana yang berbasis solidaritas publik dengan menghimpun donasi barang baru maupun preloved untuk dijual kembali.

    Seluruh hasil penjualannya disalurkan untuk mendukung Lembaga Pengada Layanan atau Women Crisis Center (WCC) yang melakukan kerja pendampingan perempuan korban kekerasan.

    Give Back Sale digelar sebagai perwujudan komitmen kolektif dari berbagai kalangan masyarakat untuk dukungan penguatan proses pendampingan hukum, pemulihan psikososial maupun psikologis bagi perempuan korban kekerasan.

    “Give Back Sale Pundi Perempuan bukan sekadar kegiatan penggalangan dana pada umumnya, namun lebih dari itu adalah pengejahwantahan spirit komitmen publik untuk ikut berperan dalam upaya membuka jalan menyelamatkan rasa keadilan korban.

    Secara konsisten menguatkan proses pemulihan dan terus menyuarakan kebenaran dan solidaritas kepada perempuan korban kekerasan.

    “Lebih jauh, publik turut berkontribusi dalam upaya pencegahan dan mengakhiri segala bentuk kekerasan terhadap perempuan di tanah air,” ucap Sekar Pireno Ks, Komunitas Pemberdaya IKa/Pengelola GBS Pundi Perempuan.

    Baca: Toko Amal Bekas jadi alternatif pilihan selain fast fashion

    Keberadaan Give Back Sale sekaligus untuk merespon meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan setiap tahunnya.

    Angka peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia dapat terlihat dalam Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan sepanjang 2024, yang menunjukkan sebanyak 445.502 kasus kekerasan terhadap perempuan.

    Dari jumlah tersebut, 330.097 kasus merupakan kekerasan berbasis gender, hal ini menunjukkan terjadinya kenaikan kasus sebesar 14,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Sayangnya, peningkatan jumlah kasus tidak diiringi dengan ketersediaan layanan pendampingan yang memadai.

    Data Forum Pengada Layanan (FPL) menunjukkan jumlah Lembaga Pengada Layanan atau
    Women Crisis Centre (WCC) di Indonesia justru menurun signifikan, dari 115 menjadi 87 lembaga yang masih aktif.

    Baca: Slow Fashion jadi solusi dampak lingkungan yang ditimbulkan fast fashion

    Padahal, WCC merupakan garda terdepan dalam menyediakan pendampingan komprehensif bagi korban, mulai dari dukungan psikososial, pendampingan hukum, hingga pemulihan
    jangka panjang.

    Dalam situasi ini, dukungan publik menjadi semakin krusial. Ketika layanan pendampingan masih terbatas, solidaritas masyarakat menjadi penopang utama agar lembaga pengada layanan dapat terus bertahan dan menjadi ruang aman bagi perempuan korban kekerasan.

    Give Back Sale hadir sebagai ajakan bagi publik untuk terlibat langsung, memastikan korban tidak berjuang sendirian dan layanan pemulihan tetap berjalan.

    Give Back Sale Pundi Perempuan secara konsisten menyuarakan pesan penting melibatkan partisipasi publik sebagai dukungan nyata untuk memastikan bahwa para pendamping memiliki sumber daya yang memadai.

    “Sehingga mereka dapat secara berkelanjutan memberikan layanan pendampingan, memastikan hak perempuan korban kekerasan mendapat perlindungan dan melanjutkan hidup secara bermartabat,” tutup Sekar.