Tag: Global Sumud Flotila

  • Angkatan Laut Israel Hadang Global Sumud Flotilla di Perairan Internasional

    Angkatan Laut Israel Hadang Global Sumud Flotilla di Perairan Internasional

    ruangkotacom – Delapan hari setelah memulai pelayarannya, kapal-kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla mulai menghadapi halangan.

    Kru kapal Greenpeace Internasional Arctic Sunrise melaporkan bahwa pasukan militer Israel menaiki dan mengganggu pelayaran kapal-kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla di perairan internasional, 45 mil laut barat Pulau Kythira, Yunani, dan 600 mil laut dari Gaza.

    Kapal Global Sumud Flotilla menerima peringatan radio pada 18.43 UTC (21.43 waktu setempat atau 01.43 WIB) di saluran internasional umum (16).

    Pengirim pesan mengidentifikasi diri mereka sebagai Angkatan Laut Israel dan memaksa flotilla untuk mengubah arah pelayarannya.

    Mereka juga mengganggu saluran komunikasi yang dapat membahayakan armada kapal di perairan lepas. Gangguan komunikasi terjadi pada saluran komunikasi SOS darurat maritim VHF, saluran VHF untuk koordinasi flotilla, Sistem Satelit Navigasi Global (GNSS), dan sistem komunikasi Iridium band.

    ”Pada pukul 03:47 UTC (10.47 WIB), kami mengonfirmasi beberapa kapal flotilla telah dinaiki secara ilegal oleh pasukan Israel dan sejak itu kehilangan kontak,” demikian Greenpeace Indonesia dalam pernyataan tertulis yang dirilis di laman resminya.

    Global Sumud Flotilla adalah gerakan internasional aksi tanpa kekerasan dan terkoordinasi yang berlayar untuk menghentikan blokade ilegal Israel atas Gaza, melawan keterlibatan berbagai pihak yang memungkinkan penjajahan, dan bersolidaritas dengan warga Palestina.

    Bersama Arctic Sunrise, Greenpeace memberikan dukungan logistik bagi kapal-kapal flotilla.

    Greenpeace menyerukan semua pemerintahan di dunia untuk segera mengambil sikap untuk menegakkan hukum internasional dan memastikan perlindungan bagi Global Sumud Flotilla dengan langkah konkret untuk memastikan pelayaran yang aman untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

    Pujarini Sen, Kepala Proyek yang ikut berlayar di kapal Arctic Sunrise mengatakan, Greenpeace bersolidaritas dengan warga Gaza dan individu-individu pemberani yang mempertaruhkan kebebasan dan keselamatan mereka, yang ada dalam flotilla.

    ”Bantuan kemanusiaan harus dihormati dan lindungi setiap saat dan dengan segala cara,” tandasnya.

    “Kami kembali memanggil para pemimpin dunia untuk segera mengambil langkah konkret di tengah genosida yang dilakukan Israel terhadap warga Gaza. Kegagalan mereka untuk menegakkan hukum internasional membuat mereka bertanggung jawab atas perbuatan Israel.

    Pemerintah Israel terus melakukan blokade darat dan laut untuk bantuan dan makanan dari organisasi internasional. Memblokade bantuan dan melakukan serangan yang ditargetkan kepada pembawa bantuan tersebut adalah pelanggaran hukum humaniter internasional.”

    Arctic Sunrise berangkat dari Barcelona untuk bergabung dalam aksi perlawanan sipil tanpa kekerasan yang bersejarah.

    Pujarini mengatakan, pihaknya merasa terhormat untuk menjawab seruan solidaritas global dari rakyat di Gaza, yang terus menanggung pengepungan ilegal Israel yang secara sistematis menghalangi pasokan makanan dan bantuan medis yang esensial.

    Meskipun berita utama global telah meredup, genosida terus berlanjut. Sebagai tanggapan, Global Sumud Flotilla (GSF), sebuah gerakan perlawanan sipil di laut yang terdiri dari 70 kapal, berlayar untuk menantang pembatasan ini dan membuka rute maritim bagi pasokan penyelamat nyawa.

    Greenpeace turut serta dalam peran pendukung, dengan mengerahkan keahlian maritim kami selama puluhan tahun untuk mendukung misi ini.

    Kapal Greenpeace & Kru, Arctic Sunrise, akan memberikan dukungan teknis dan operasional yang sangat penting bagi armada ini agar dapat melintasi Laut Mediterania dengan aman.

    Ini bukanlah protes simbolis, melainkan intervensi sipil langsung untuk mengantarkan dokter, perawat, dan bantuan agar dapat bekerja bersama rakyat Palestina saat mereka membangun kembali sistem kesehatan dan infrastruktur yang hancur selama dua setengah tahun terakhir.

    Dari Kutub Utara hingga Laut Mediterania, kapal-kapal Greenpeace selalu menjadi alat keadilan. Kami bersolidaritas menentang kejahatan perang, kelaparan yang disengaja, dan ekosida.

    Misi kami adalah memastikan 70 kapal yang berlayar mencapai tahap akhir perjalanan mereka sehingga mereka dapat menuntut akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan ke pantai Gaza.

    “Kami berdiri bersama Global Sumud Flotilla dalam menyerukan kepada pemerintah untuk mengakhiri kebisuan mereka dan menegakkan hukum internasional,“ demikian Pujarini memungkasi pernyataannya.