Tag: Gowes 79 Tahun Indonesia

  • Lewat Gowes 79 Tahun Indonesia: Pesepeda Ini Ingatkan Ancaman Tenggelamnya Desa-desa di Pantura

    Lewat Gowes 79 Tahun Indonesia: Pesepeda Ini Ingatkan Ancaman Tenggelamnya Desa-desa di Pantura

    7cloud.asia – Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-79, peseda asal Depok Jawa Barat, Iman Sulaeman akan memulai perjalanan Gowes 79 Tahun Indonesia dari Jakarta menuju Kota Semarang.

    Dengan menunggangi sepeda kesayangannya, Iman akan memulai start Gowes 79 Tahun Indonesia dari Tugu Pancoran Jakarta dan akan finish di Tugu Muda Semarang dengan menempuh jarak sejauh 474 kilometer.

    Gowes 79 tahun Indonesia Merdeka ini dilakukan Iman dengan menyusuri rute pesisir pantai utara Jawa atau yang lebih dikenal dengan Pantura.

    Dari Jakarta, Iman yang mantan jurnalis ini akan menyusuri jalur pantura yakni Bekasi-Karawang-Indramayu-Cirebon-Tegal-Brebes-Pekalongan-Batang lalu Semarang.

    “Ini sebagai upaya untuk terus mengingatkan masyarakat akan “kiamat pantura” atau ancaman tenggelamnya kawasan pesisir Pantura yang kian nyata akibat amblesnya tanah dan semakin naiknya permukaan laut,” terang Iman.

    Baca: Pemerintah diminta dengarkan warga pesisir dalam menyusun Second NDC

    Kampanye lewat aksi gowes yang dilakukan Iman kali ini sekaligus untuk mengingatkan kondisi geologis pantura yang terus lesak akibat turunnya berkurannya air tanah.

    Permukaan tanah di pesisirPantura yang terus turun setiap tahun, telah lama menjadi keprihatinannya.

    Mengutip data dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), pegowes berusia 53 tahun itu menjelaskan, kondisi geologis kawasan di Asia Tenggara memang sangat rentan terhadap kenaikan permukaan air laut.

    Menurunnya permukaan tanah di kawasan ini, diprediksi lebih cepat terjadi dibandingkan daerah lain yang diperparah oleh pergeseran tektonik dan turunnya surutnya air tanah.

    Hal ini didasarkan hilangnya wilayah pesisir dan kemunduran garis pantai di Asia Tenggara yang telah diamati para ahli dalam rentang 1984 – 2015.

    Baca: Desa di pesisir utara Jawa ini terancam tenggelam

    “Proyeksi menunjukkan permukaan laut regional rata-rata terus meningkat. Ini membuat kejadian banjir rob lebih sering terjadi di daerah pantai,” ujarnya.

    Kondisi diperparah dengan Tingkat Total Ekstrem Air (Extreme Total Water Level/ETWL) lebih tinggi di daerah dataran rendah dan erosi pantai mulai terjadi di sepanjang pantai berpasir.

    Hasil pemantauan citra satelit menunjukkan, permukaan tanah di Jakarta turun antara 0,1 – 8 centimeter per tahun, Cirebon antara 0,3 – 4 centimeter per tahun.

    Pekalongan antara 2,1 – 11 cm per tahun, Semarang antara 0,9 – 6 cm per tahun, sementara Surabaya antara 0,3 – 4,3 cm per tahun.

    Fenomena turunnya permukaan tanah di pesisir Utara Pulau Jawa lebih mengkhawatirkan dibandingkan dengan pantai selatan Jawa yang struktur geologinya cenderung berbukit.

    Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyebut, Cirebon, Pekalongan, Semarang, dan Surabaya adalah kota-kota pesisir utara Jawa yang paling rawan terhadap penurunan tanah ekstrem hingga tahun 2050.

  • Peringati Hari Kemerdekaan: Laki-laki Ini Lakukan Gowes 79 Tahun Indonesia Jakarta-Semarang

    Peringati Hari Kemerdekaan: Laki-laki Ini Lakukan Gowes 79 Tahun Indonesia Jakarta-Semarang

    7cloud.asia – Hari ini, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-79,  peseda asal Depok Jawa Barat, Iman Sulaeman akan memulai perjalanan Gowes 79 Tahun Indonesia dari Jakarta menuju Kota Semarang.

    Dengan menunggangi sepeda kesayangannya, Iman akan memulai start Gowes 79 Tahun Indonesia dari Tugu Pancoran Jakarta dan akan finish di Tugu Muda Semarang.

    Aksi bersepeda yang diberi tajuk Gowes 79 Tahun Indonesia ini akan menempuh jarak sejauh 474 kilometer.

    Iman yang mantan jurnalis ini telah mengatur sendiri etape Gowes 79 Tahun Indonesia berdasarkan kecintaannya pada Indonesia yang tengah merayakan Hari Kemerdekaannya yang ke-79 ini.

    “Jarak 474 kilometer dibagi 79 (peringatan HUT ke-79 RI), maka hasilnya 6. Jadi saya atur menjadi 6 etape,” ujar Iman Sulaeman, dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia pada Sabtu (17/8/2024).

    Baca Juga: Hari Sepeda Sedunia: Membangun Kesadaran Mewujudkan Transportasi Sehat dan Ramah Lingkungan

    Rencananya, Gowes 79 Tahun Indonesia ini akan memakan waktu enam hari, mulai tanggal 17hingga 22 Agustus 2024 mendatang.

    Gowes 79 tahun Indonesia Merdeka ini dilakukan Iman dengan menyusuri rute pesisir pantai utara Jawa atau yang lebih dikenal dengan Pantura.

    “Ini sebagai upaya untuk terus mengingatkan masyarakat akan “kiamat pantura” atau ancaman tenggelamnya kawasan pesisir Pantura yang kian nyata akibat amblesnya tanah dan semakin naiknya permukaan laut,” terang Iman.

    Ini merupakan kali keempat, Iman melakukan aksi gowes keliling Jawa. Gowes menjadi cara yang dipilih Iman untuk mengampanyekan isu tertentu.

    Sebelumnya pada Agustus 2021, Iman Sulaeman dengan dilepas Menteri Pariwisata Sandiaga Uno melakukan gowes Jakarta-Denpasar, Bali untuk melihat secara langsung kondisi Bali yang sangat terdampak Covid-19.

    Baca Juga: Menilik Kondisi Fasilitas untuk Pejalan Kaki dan Pengguna Sepeda di Kota-kota di Indonesia

    Saat itu Iman bergowes ria untuk membuktikan bahwa Bali aman didatangi oleh siapa saja asalkan mereka memiliki kondisi fisik yang baik.

    Gowes Jakarta – Bali ditempuh Iman seorang diri dengan menempuh rute 1.500 kilometer selama 15 hari.

    “Jadi tidak perlu ada kekhawatiran untuk datang ke Bali meski Denpasar dan sekitarnya ketika itu dinyatakan “merah”,” ujar Iman saat itu.

    Dua tahun kemudian atau tepatnya di tahun 2023, Iman dan dua temannya kembali melakukan gowes untuk memeriahkan event “Iron Man” pertama di Indonesia dengan menempuh rute Jakarta – Lombok.

    Pada tahun ini atau tepatnya awal Agustus 2024, Iman dan Rahman Andi Mangunsara yang tergabung dalam Center for Financial literacy Digital (CFDL) melakukan gowes edukasi akan bahaya judi online.

    Sambil gowes mereka mengkampanyekan cerdas digital kepada masyarakat Jawa Barat yang ditemuinya mulai dari Ciwidey, Cidaun, Pangandaran hingga Tasikmalaya.