Tag: grab

  • Dengarkan Masukan Pelanggan, Grab Perketat Seleksi Pengemudi

    Dengarkan Masukan Pelanggan, Grab Perketat Seleksi Pengemudi

    7cloud.asia – Aplikasi layanan mobilitas Grab Indonesia mengumumkan sejumlah perbaikan layanan pada moda transportasi roda empat.

    Perbaikan yang dilakukan Grab Indonesia antaralain dengan memperketat seleksi Mitra Pengemudi dan berbagai pembaruan pada fitur-fitur dalam aplikasi, antara lain Trip Monitoring dan Audio Protect.

    Perbaikan layanan Grab ini sebagai wujud dari masukan konsumen terutama perempuan demi kenyamanan ke depannya.

    Director of Mobility & Logistics, Grab Indonesia Tyas Widyastuti, dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (30/7/2024) mengatakan, dalam kurun waktu satu minggu, Grab Indonesia telah menerima banyak masukan, termasuk perihal perekrutan Mitra Pengemudi.

    Selain pengetatan verifikasi data yang memastikan data identitas Mitra sesuai dengan data yang ada di sistem pemerintah, Grab Indonesia juga menerapkan kewajiban tes psikologi tatap muka.

    Baca Juga: Keterhubungan LRT Jabodebek dengan Moda Angkutan Umum Lainnya

    Dua hal ini merupakan tambahan persyaratan umum yang sudah dilakukan seperti penyertaan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

    Grab menerapkan tes psikologi tatap muka secara bertahap bagi Mitra Pengemudi kami. Bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki izin resmi, Grab melakukan validasi dan verifikasi seluruh dokumen identitas Mitra Pengemudi, baik yang akan bergabung maupun sudah bergabung, cocok dengan data kependudukan dari pemerintah.

    ”Tak berhenti sampai di situ, Mitra pengemudi juga diwajibkan untuk melakukan verifikasi wajah secara berkala,” ungkap Director of Trust & Safety and Grab Support, Indonesia Radhi Juniantino.

    Dalam semangat mendengarkan aspirasi konsumen, Grab juga meluncurkan dua inovasi baru, yaitu fitur Akun Keluarga dan layanan GrabCar Plus (NEW).

    Baca Juga: Menilik Kesiapan Mobil Listrik Jadi Angkutan Massal

    Adapun tambahan beberapa pembaruan fitur yang tersedia di layanan GrabCar antara lain Trip Monitoring untuk mendeteksi perjalanan secara real-time dan memperkecil kemungkinan terjadinya tindakan yang tidak diinginkan dengan adanya intervensi manual.

    Intervensi manual bersifat proaktif dimana tim Grab Support akan menghubungi penumpang dan pengemudi jika terjadi penyimpangan rute atau pemberhentian tidak wajar pada jam tertentu, terutama jika mereka tidak merespon notifikasi di aplikasi Grab.

    Fitur tambahan lainnya adalah Audio Protect, yaitu fitur perekaman suara dengan persetujuan penumpang (Audio Protect) hanya dimiliki Grab di industri ride hailing.

    Perekaman suara akan otomatis dilakukan sejak Mitra Pengemudi menerima pemesanan dari penumpang yang sudah memberikan persetujuan.

    Baca Juga: Pengamat: Transisi ke Kendaraan Listrik Harusnya Diprioritaskan untuk Perbaikan Angkutan Umum

    Selain itu, konsumen yang telah memberikan persetujuannya dapat mengakses Audio Protect melalui Pusat Keselamatan sehingga pengaturan perekaman dapat dilakukan dengan lebih mudah.

    Grab juga akan memindahkan lokasi Tombol Darurat di aplikasi penumpang agar lebih terlihat dan lebih mudah diakses dalam keadaan darurat di akhir 2024.

    Inovasi dalam keamanan konsumen lainnya adalah diluncurkannya Akun Keluarga, di mana saat admin menambahkan anggota keluarga ke Akun Keluarga, otomatis akan mendapatkan notifikasi dan kemampuan melihat posisi mobil secara real-time saat mereka melakukan perjalanan bersama Grab.

    Metode pembayaran juga bisa dibebankan pada admin sehingga pembayaran lebih terpusat.

    Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Targetkan 55 persen Warganya Gunakan Transportasi Publik

    Grab juga melakukan uji coba GrabCar Plus dengan standar baru untuk menjawab kebutuhan para pengguna yang menginginkan perjalanan dengan armada yang lebih besar, baru dan nyaman.

    Beberapa keunggulan yang ditawarkan di layanan GrabCar Plus (NEW) antara lain mobil non LCGC, tahun produksi lebih baru, seleksi kualitas kendaraan lebih ketat, dan implementasi identitas mitra pengemudi seperti seragam dan kartu identitas dalam mobil.

    Hal ini yang melatarbelakangi hadirnya GrabCar Plus (NEW) yang saat ini tersedia di berbagai wilayah di DKI Jakarta dan wilayah tertentu di Bali.

    “Tapi konsumen tidak perlu khawatir, apapun jenis layanan transportasi roda empat yang dipilih, semua fitur keamanan tetap dapat dimanfaatkan tanpa terkecuali,” tutup Tyas.

  • Kontroversi GrabBike Hemat: Menguntungkan Atau Justru Mengeksploitasi Mitra Driver?

    Kontroversi GrabBike Hemat: Menguntungkan Atau Justru Mengeksploitasi Mitra Driver?

    7cloud.asia – Para pengemudi atau driver ojek online (ojol) ramai-ramai menyambangi kantor pusat Grab di Cilandak, Jakarta, pada Jumat siang (25/4/2025).

    Aksi ini merupakan kelanjutan dari aksi demonstrasi para driver Grab di sejumlah daerah di Indonesia sepekan terakhir guna memprotes program GrabBike Hemat yang mulai diterapkan awal 2025.

    GrabBike Hemat adalah program Grab berupa Layanan Hemat yang mengharuskan driver untuk berlangganan untuk mendapatkan order. GrabBike Hemat ini dinilai menurunkan pendapatan para driver..

    Selain meminta Grab segera menghapus program GrabBike Hemat, para driver juga mendesak pihak Grab segera menghentikan eksploitasi terhadap mitranya.

    “Masalah utama dihadapi driver ojol yang menjadi mitra Grab hari ini berkaitan dengan kewajiban mitra pengemudi Grab membayar langganan untuk bisa mendapatkan order dari layanan GrabBike Hemat,” kata Koordinator Driver Grab Depok Edi Uchem dalam pernyataan tertulis yang dikutip media, Sabtu (26/4/2025)

    Baca: DPR soroti tingginya potongan biaya aplikasi ojek online

    Menurut dia, program GrabBike Hemat menambah beban bagi para pengemudi ojol yang sedang menghadapi kenaikan biaya operasional harian dan ketatnya persaingan akibat terus bertambahnya jumlah driver.

    “Kami sangat kecewa terhadap program ini. Bukannya membantu, sistem potongan dan langganan malah lebih memberatkan kami. Kalau tidak daftar atau tidak mengikuti program, akun kami anyep, tidak akan dapat konsumen,” kata Ahmad, salah satu perwakilan ojol Grab.

    Menurut Ahmad, saat ini konsumen lebih mencari harga yang lebih murah terlebih dulu, sehingga jika mitra driver tidak mengikuti program GrabBike Hemat, dipastikan mereka akan kehilangan penumpang.

    Hal yang sama diungkapkan Stefanus, driver Grab dari Tangerang Selatan yang akhirnya memutuskan tidak berlangganan GrabBike Hemat lagi. Meski risikonya, jumlah orderan yang diterimanya menurun drastis.

    Menanggapi protes terhadap GrabBike Hemat ini, Tyas Widyastuti Director Mobility & Logistics, Grab Indonesia menjelaskan, pihaknya senantiasa memberikan akses berbagai layanan bagi mitra pengemudi, misalnya GrabBike, GrabCar, hingga GrabFood.

    Baca: Driver ojek online minim perlindungan

    Menurutnya program Akses Hemat adalah program tambahan baru yang bersifat opsional.

    “Sementara untuk Program Akses Hemat adalah program tambahan baru yang bersifat opsional dengan memungkinkan Mitra Pengemudi mendapatkan akses pada layanan GrabBike Hemat,” ujarnya dikutip detikcom, Sabtu (26/4/2025).

    Ia menjelaskan ketentuan biaya langganan bersifat harian, dikenakan di akhir hari berdasarkan total pemesanan layanan GrabBike Hemat yang telah diselesaikan Mitra.

    Jumlah biaya ini diterapkan berbeda di setiap kota, dan telah diinformasikan pertama kali saat Mitra mendaftar program ini di aplikasi GrabDriver. Mitra juga dapat membatalkan penambahan Program Akses Hemat ini kapan saja tanpa biaya apapun.

    Tyas mengklaim program Akses Hemat yang diluncurkan sejak awal 2025 terbukti meningkatkan rata-rata pendapatan harian Mitra Pengemudi yang berpartisipasi.

    Tyas menyatakan, Grab akan terus meninjau program baru ini secara berkala dan akan menerapkan penyesuaian-penyesuaian, jika diperlukan, agar memberikan dampak positif bagi para Mitra Pengemudi di berbagai kota.

    Baca: Dampak kemitraan pada kesejahteraan driver ojek online