7cloud.asia – Pemerintah Jepang akan menghancurkan sebuah kondominium yang hampir selesai di Tokyo Barat karena menghalangi pandangan ke arah Gunung Fuji.
Dalam pernyataan yang dilansir Senin (10/6/2024), pengembang kondominium menyatakan langkah ini diambil setelah mendengarkan keluhan warga soal pandangan ke Gunung Fuji yang terhalang.
Dilansir Kyodo News, pengembang yang berbasis di Osaka, Sekisui memberitahu pemerintah setempat mengenai keputusan mereka untuk membatalkan proyek dan menghancurkan gedung 10 lantai tersebut.
Baca Juga: Peneliti Jepang Temukan Mikroplastik Cemari Awan di Gunung Fuji
Kondominium ini memiliki 18 unit hunian dan terletak di kota Kunitachi yang berlokasi di sebelah barat Perfektur Tokyo.
Sekisui mengaku kurang mempertimbangkan nilai-nilai lokal, meski telah menurunkan ketinggian bangunan dan mengadakan pertemuan dengan warga.
Sebelumnya, layar hitam besar dipasang di kota lain di Jepang untuk mencegah wisatawan asing mengabadikan kunjungannya di Jepang dengan latar Gunung Fuji.
Baca Juga: Perkenalkan, Kamikatsu Kota Tanpa Sampah yang Menjadikan Tempat Daur Ulang Sebagai Pusat Komunitas
Gunung Fuji yang sudah diakui sebagai situs warisan dunia Organisasi Pendidikan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) itu selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Bagi penduduk lokal atau orang Jepang, Gunung Fuji memiliki tempat istimewa di hati mereka, bukan hanya karena keindahannya.
Dilansir web-japan.org, orang Jepang mempunyai keterikatan pada kualitas mistiknya, dan menganggapnya sebagai tempat sembahyang.
Baca Juga: Cara Pemerintah Jepang Siapkan Warganya Hadapi Bencana Gempa Bumi
Pada zaman kuno, muncul kepercayaan di kalangan warga Jepang bahwa setelah kematian, roh orang-orang yang telah meninggalkan wujud duniawinya mendaki gunung dan menjadi dewa (kami) di puncak.
Kemudian mereka menjelma menjadi dewa rumah tangga ( ujigami ), siap melindungi keluarganya.
Setelah agama Buddha masuk Jepang, gunung-gunung termasuk Gunung Fuji menjadi tempat tinggal para dewa dan Buddha, tempat tertinggi dan tersuci di dunia.
Esti Utami, dari berbagai sumber
