Tag: Gunung Lewotobi Laki-laki

  • Aktivitas Meningkat, Status Gunung Lewotobi Laki-laki Naik Menjadi Awas

    Aktivitas Meningkat, Status Gunung Lewotobi Laki-laki Naik Menjadi Awas

    7cloud.asia – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Rabu pukul 07.34 WITA mengalami erupsi. status gunung naik menjadi level IV atau awas.

    Pada erupsi kali ini Gunung Lewotobi Laki-laki tampak melontarkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 2.000 meter dari kawahnya.

    “Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki Herman Yosef S Mboro dalam laporannya.

    Menurut Herman, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada Rabu pagi terekam di seismograf memiliki amplitudo maksimum 47 milimeter dan durasi sementara lebih kurang 16 menit 40 detik.

    Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status level IV atau awas yang mulai berlaku sejak 9 Januari 2024 pukul 23.00 WITA.

    Level IV merupakan status tertinggi gunung api yang mengindikasikan erupsi atau letusan dapat mengancam permukiman di sekitar gunung api tersebut.

    Sebelumnya status Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada level III atau siaga. Namun, status kini naik menjadi level IV seiring dengan adanya peningkatan aktivitas gunung.

    Baca: Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi

    “Tremor menerus cenderung mengalami peningkatan amplitudo yang menunjukkan terjadinya peningkatan energi erupsi,” jelas Kepala PVMBG Hendra Gunawan seperti yag dikutip Antaranews.

    Berdasarkan catatan PVMBG, sejak 1 hingga 9 Januari 2024, terjadi peningkatan tinggi kolom erupsi maksimum 1.500 meter dari pusat erupsi yang berada pada area sebelah barat laut-utara kawah Gunung Lewotobi Laki-laki.

    Selama kurun waktu sembilan hari tersebut, tercatat gempa letusan sebanyak 3 kali, gempa guguran 1 kali, gempa hembusan 90 kali, gempa frekuensi rendah 1 kali.

    Selain itu juga terjadi gempa vulkanik dangkal 45 kali, gempa vulkanik dalam 150 kali, gempa tektonik lokal 4 kali, gempa tektonik jauh 14 kali, dan gempa tremor menerus 5 kali.

    PVMBG juga mencatat tampak sinar api dan lontaran material pijar di bagian puncak serta aliran lava di bagian rekahan mengarah barat laut hingga utara dari puncak juga terlihat dari pos pengamatan.

    Baca: Ahli geologi imbau masyarakat patuh aturan di kawasan rawan bencana

    “Erupsi menerus Gunung Lewotobi Laki-laki menandakan aktivitas masih tinggi,” katanya.

    Dengan kenaikan status ini, ia meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi dan perluasan sektor 5 kilometer pada arah barat laut hingga utara.

    Masyarakat juga harus mewaspadai banjir lahar dingin pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki di saat intensitas hujan tinggi.

    Selain itu, ia mengimbau masyarakat mengenakan masker untuk menghindari gangguan pernafasan akibat abu vulkanik.

    “Masyarakat yang terdampak hujan abu agar memakai masker untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,” katanya.

    Baca: Gunung Marapi meletus

    Gunung Lewotobi yang memiliki ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut tersebut adalah gunung berapi kembar yang terletak di bagian tenggara Pulau Flores.

    Gunung itu terdiri dari dua puncak, yaitu Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Lewotobi Perempuan.

    PVMBG memantau secara visual dan instrumental dari pos pengamatan yang berlokasi di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

    Sementara itu Tim SAR Gabungan Pos SAR Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki mengevakuasi 11 warga Desa Dulipali yang masih bertahan setelah kenaikan status gunung menjadi Level IV atau Awas.

    Baca: Gunung Anak Krakatau meletus hingga 8 kali

    “Kami evakuasi malam hari, ada orang tua dan usia rentan kurang lebih enam orang, lalu bapak-bapak ibu sekitar empat orang, anak satu orang,” ujar Koordinator Operasi Basarnas Gunung Lewotobi Laki-laki, Yudha Pradana Putra pada Rabu (10/01/2024) dini hari.

    Tim SAR Gabungan melakukan proses evakuasi setelah koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki.

    Pos pengamatan memberi rekomendasi agar desa tersebut harus dikosongkan karena menjadi desa paling terdampak erupsi magmatik pada Rabu dini hari.

    Secara umum, menurut Yudha warga desa itu telah melakukan evakuasi mandiri karena melihat dampak dari erupsi yang terjadi terus menerus. Namun, masih ada 11 warga yang memilih bertahan di sana.

    Yudha menyebut proses evakuasi 10 warga Desa Dulipali dapat berjalan dengan lancar, sedangkan satu warga rentan yang merupakan tuan tanah tidak bersedia meninggalkan rumah yang ia tempati.

    Baca: Gunung Dukono meletus

    Oleh karena itu, upaya untuk mengevakuasi orang tua lanjut usia (lansia) itu dilakukan sebanyak dua kali.

    Pada upaya kedua, Tim SAR Gabungan melakukan pendekatan humanis melalui seorang anggota yang juga warga lokal.

    Setelah upaya negosiasi berjalan 10 menit, pria lansia itu mau dibawa ke posko pengungsian di Kecamatan Wulanggitang.

    “Semua proses evakuasi dilakukan bersama seluruh Tim SAR Gabungan yakni Basarnas, PMI Sikka, Brimob Polda NTT, Polairud Polda NTT, dan potensi SAR lainnya,” terangnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Aliran Lava Sejauh Hingga 2 Kilometer

    Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Aliran Lava Sejauh Hingga 2 Kilometer

    7cloud.asia – Dalam enam jam terakhir Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat adanya aliran lava erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Aliran lava tersebut jauhnya berkisar antara 1,5 kilometer hingga dua kilometer ke arah timur laut.

    “Teramati aliran lava dengan jarak luncur 1.500 sampai 2.000 meter ke arah timur laut,” ucap Pengamat Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Fransiskus Desales Molo pada Senin (15/01/2024) malam.

    Melansir Antaranews, berdasarkan pengamatan visual yang dilakukan oleh petugas, asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna putih dan kelabu.

    Baca: Status Gunung Lewotobi Laki-laki naik menjadi awas

    Asap tersebut dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 300 meter di atas puncak kawah.

    Selain luncuran aliran lava, teramati pula tiga kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.000 hingga 1.500 meter mengarah ke utara.

    Tampak pula guguran dengan jarak luncur 1.500 hingga 2.000 meter ke arah timur laut. “Tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki Level IV atau Awas,” ujarnya.

    Sebelumnya pada Senin siang sekitar pukul 13.21 WITA terjadi luncuran awan panas sejauh 1.500 meter ke arah utara.

    Karena itu, PVMBG meminta agar masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi dan sektoral lima kilometer ke arah Barat Laut-Utara dan Timur Laut.

    Baca: Gunung Marapi meletus, warga diminta waspada

    Masyarakat diimbau agar tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

    Apabila terjadi erupsi dan hujan abu, kata dia, masyarakat diingatkan untuk tetap berada di dalam rumah.

    “Kalau di luar rumah gunakan pelindung hidung, masker, dan kacamata,”katanya.

    Sejak 1 hingga 15 Januari 2024 PVMBG mencatat terjadi 25 kali letusan dari Gunung Lewotobi Laki-laki.

    Dengan aktivitas vulkanik yang tinggi tersebut, Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada peringkat pertama sebagai gunung api paling banyak meletus tahun ini.

    Baca: Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi

    Gunung Lewotobi yang memiliki ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut tersebut adalah gunung berapi kembar yang terletak di bagian tenggara Pulau Flores.

    Gunung api aktif tersebut terdiri dari dua puncak yaitu Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Lewotobi Perempuan.

    PVMBG memantau secara visual dan instrumental dari pos pengamatan yang berlokasi di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT.  

    Reporter: Nurakhmayani

  • Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Tewaskan 8 Warga, ESDM Tetapkan Batas Zona Bahaya Sejauh 7 Kilometer

    7cloud.asia – Dinas Kominfo Kabupaten Flores Timur melaporkan bahwa delapan orang meninggal dunia akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang.

    “Saat ini sesuai identifikasi ada delapan orang dilaporkan meninggal dunia akibat terkena material letusan gunung api,” kata Kadis Kominfo Flores Timur Hery Lamawuran saat dihubungi dari Kupang, Senin (4/11/2024) pagi.

    Hal ini disampaikannya berkaitan dengan perkembangan dampak erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur.

    Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) gunung Lewotobi Laki-Laki tersebut erupsi pada Senin dini hari pukul 02.48 waktu Indonesia tengah.

    Erupsi disertai semburan material namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 17 milimeter dan durasi kurang lebih tiga menit lima detik.

    Dia menanmbahkan bahwa selain menimbulkan korban jiwa yang meninggal dunia, erupsi tersebut juga mengakibatkan sejumlah rumah dan gedung sekolah ikut terbakar.

    “Tetapi saat ini kita belum terima data resmi berapa rumah atau gedung yang rusak akibat erupsi gunung berapi, tetapi ada satu sekolah yang dilaporkan terbakar,” ujar dia.

    Masyarakat diminta untuk tetap waspada dengan erupsi gunung api tersebut, mengingat saat ini statusnya telah naik dari Level III (awas) menjadi Level IV (siaga).

    Baca: Gunung Lewotobi Laki-Laki erupsi pada Januari 2024

    Sebelumnya PVMBG telah menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari level III Siaga menjadi Level IV awas mulai Minggu (3/11/2024) pukul 24.00 WITA.

    Peningkatan status tersebut berdasarkan hasil evaluasi aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki periode 23 Oktober 3 November 2024 pukul 18.00 WITA, kata Kepala PVMBG P Hadi Wijaya dalam keterangan yang dilaporkan di Kupang, Senin.

    “Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas vulkanik pada Gunung Lewotobi Laki-laki yang cukup signifikan,” katanya.

    Untuk mencegah kembali jatuhnya korban, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan batas zona bahaya untuk aktivitas masyarakat berada pada radius tujuh kilometer dari puncak Gunung Lewotobi Laki-laki.

    “Kami rekomendasikan untuk tidak ada aktivitas apapun dalam radius tujuh kilometer dari pusat erupsi,” kata Kepala Badan Geologi M Wafid dalam keterangan di Jakarta.

    Badan Geologi menjabarkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Lewotobi dalam beberapa hari terakhir, hingga Jumat (1/11/2024) terjadi erupsi dengan tinggi kolom erupsi mencapai 1.500-2.000 meter di puncak.

    Pada periode ini juga terekam gempa getaran banjir yang terjadi di Desa Dulipali, Kecamatan Ille Bura, Flores Timur.

    Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Badan Geologi di Desa Pululera, Kecamatan Walanggitang mendapati adanya tumpukan material lava pada bagian timur laut yang pergerakannya sangat lambat.

    Baca: Status Gunung Lewotobi Laki-Laki naik menjadi awas

    Dari citra satelit Sentinel 2 juga terlihat material yang berpotensi menjadi lahar di area utara dan timur kawah Gunung Lewotobi Laki-laki.

    Bahkan terbaru hasil pengukuran petugas menggunakan drone tercatat jarak aliran lava berada di sekitar 4,3 kilometer dari pusat kawah gunung api itu.

    Pengaruh kemiringan lereng dan suhu lava yang masih tinggi memungkinkan lava dapat bergerak meskipun sangat perlahan.

    Di saat yang sama juga tercatat kenaikan gempa vulkanik dalam dan dangkal, yakni sebanyak 119 kali gempa vulkanik dalam, 19 gempa vulkanik dangkal dan 6 kali gempa tremor harmonik yang berlanjut sampai Sabtu (2/11/2024).

    Sebelumnya jumlah vulkanik dalam rata-rata 10-12 kali dalam sehari. Gempa frekuensi rendah masih terekam pada periode ini mengindikasikan adanya aliran magma menuju permukaan.

    Masyarakat yang berada di radius tujuh kilometer atau lebih dekat, juga patut mewaspadai potensi banjir lahar dingin pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Desa Dulipali, Padang Pasir dan Nobo.

    Sumber:Antaranews.com

  • Pasca Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Badan Geologi Ingatkan Potensi Banjir Lahar

    7cloud.asia – Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    “Masyarakat agar waspada terhadap potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, utamanya di daerah Dulipali, Padang Pasir, dan Nobo,” katanya dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Senin (4/11/2024).

    Wafid menegaskan tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki hingga kini telah dinaikkan dari level III (siaga) menjadi level IV (awas) terhitung mulai Senin (4/11/2024) pukul 24:00 WITA.

    Ia memaparkan berdasarkan pengamatan Badan Geologi pada Sabtu (2/11/2024), terekam getaran banjir yang memungkinkan terjadinya aliran lahar di daerah sekitar sungai di Dulipali.

    “Hal ini terjadi karena intensitas hujan yang tinggi sehingga material yang menumpuk di area puncak terbawa aliran menuju area yang lebih rendah,” ucapnya.

    Namun, menurut Penyelidik Bumi Madya dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Sofyan Primulyana, hingga Minggu (3/11/2024) belum terdapat informasi mengenai banjir lahar.

    Baca: Erusi Gunung Lewotobi Laki-laki mengakibatkan 10 orang tewas

    Banjir lahar, kurang lebih seminggu atau dua minggu yang lalu pernah terjadi, dan kalau ada hujan di bagian puncak, biasa terjadi banjir lahar ke arah utara.

    “Sedangkan di awal tahun juga pernah terjadi banjir lahar ke arah timur laut, namun untuk saat ini pascaerupsi tanggal 3 November 2024 belum terdengar informasi banjir lahar,” tuturnya.

    Badan Geologi juga mengimbau masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki agar memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.

    Sementara Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia Cabang Kupang melaporkan ada empat bandara di Pulau Flores NTT tidak beroperasi sementara akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

    “Ada empat bandara yang ditutup dengan adanya erupsi Gunung Lewotobi,” kata General Manager Airnav Cabang Kupang I Nyoman Oka Wiraman saat dihubungi di Kupang, Senin.

    Empat bandara yang ditutup sementara itu adalah Bandara H Hasan Aroeboesman di Kabupaten Ende, Soa Bajawa, Gewayantana Larantuka dan Bandara Frans Seda Maumere Kabupaten Sikka.

    Baca: Gunung Lewotobi Laki-laki beberapa kali erupsi

    Untuk Bandara Frans Seda Maumere menurut dia, sudah tidak beroperasi selama kurang lebih dua bulan lebih sebagai dampak dari erupsi gunung tersebut.

    Kemudian tiga bandara lainnya diputuskan tidak beroperasi sementara setelah adanya surat dari pihak maskapai yakni Wings Air yang membatalkan sejumlah penerbangan ke tiga lokasi tersebut.

    Ia mengatakan, pihak maskapai khawatir adanya debu vulkanik berdampak pada keselamatan penerbangan.

    Sementara Kepala Bandara Ende Patah Atabri dihubungi dari Kupang mengatakan pada dasarnya Bandara Ende tidak melakukan penutupan, namun maskapai yang membatalkan penerbangan ke Ende karena erupsi.

    Ia mengatakan, pihak maskapai melaporkan erupsi yang terjadi pada pukul 4.30 WITA pagi tadi mengakibatkan abu vulkanik beterbangan hingga abu tersebut menutup ruang pandang pilot.

    “Penerbangan yang dibatalkan mulai hari ini hingga beberapa hari ke depan hingga cuaca normal kembali,” ujar dia. (Sumber: Antaranews.com)

  • Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meningkat

    Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meningkat

    7cloud.asia – Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat pada Kamis (7/11/2024).

    Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki melaporkan bahwa sejak pukul 09.30 Wita, gunung itu mengalami erupsi menerus. Tinggi kolom abu teramati lebih kurang 8 kilometer.

    Dilansir Kompas.com, kolom abu mengarah ke arah barat daya, barat, dan barat laut. Terdengar suara gemuruh.

    “Terjadi awan panas guguran dengan amplitudo 47.3 mm sejauh 3 kilometer ke arah utara timur laut,” ujar Petugas Pos PGA Lewotobi Laki-laki, Boby Lamanepa, di Wulanggitang, Kamis.

    Baca: Pasca erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, ESDM tetapkan zona bahaya dalam radius 7 kilometer

    Boby mengimbau masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 7 kilometer dari pusat erupsi dan untuk mengenakan masker atau alat pelindung guna menghindari bahaya abu vulkanik.

    Dia menambahkan bahwa sampai saat ini status gunung tersebut berada di level IV awas.

    Pantauan Kompas.com, gunung Lewotobi Laki-laki terus memuntahkan abu tebal dan hitam. Terdengar suara gemuruh yang kuat.

    Abu tebal mengarah ke sejumlah desa yakni Klatanlo, Pululera, Hokeng Jaya, Boru Kedang, dan Nawakote. Sejumlah warga di Desa Pululera mulai mengungsikan diri ke lokasi aman, meski mereka berada di luar radius 7 kilometer.

    Baca: Operasional empat bandara terganggu akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

    Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki.

    Potensi banjir lahar itu terutama di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, utamanya di daerah Dulipali, Padang Pasir, dan Nobo.

    Tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki hingga kini telah dinaikkan dari level III (siaga) menjadi level IV (awas) terhitung mulai Senin (4/11/2024) pukul 24:00 WITA.

    Berdasarkan pengamatan Badan Geologi pada Sabtu (2/11/2024), terekam getaran banjir yang memungkinkan terjadinya aliran lahar di daerah sekitar sungai di Dulipali.

  • Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Masih Fluktuatif, BNPB Perluas Tempat Pengungsian

    Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Masih Fluktuatif, BNPB Perluas Tempat Pengungsian

    7cloud.asia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperluas sebaran tempat pengungsian untuk menampung semua warga korban terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Jumlah pengungsi semakin bertambah seiring dengan masih fluktuatifnya erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan ada beberapa lokasi yang disiapkan untuk menjadi tempat pengungsian di Flores Timur, salah satunya dengan memanfaatkan ruang kelas SD Katolik Etobi di Kecamatan Titehena.

    “Sebanyak 1.049 warga dari tujuh desa sudah mulai menempati pengungsian di SD Katolik Etobi sejak Sabtu (9/11/2024) pagi,” katanya dikutip Antaranews.com Minggu (11/11/2024).

    Ia menjelaskan penambahan atau perluasan lokasi pengungsian dilakukan karena pos pengungsi di Flores Timur yang disediakan sebelumnya sudah tidak mampu lagi menampung jumlah korban yang terus meningkat.

    Baca: ESDM Tetapkan batas zona bahaya dalam radius 7 Kilometer dari puncak Gunung Lewotobi Laki-laki

    Tercatat ada sekitar 8.431 warga yang mengungsi memanfaatkan pos-pos pengungsian di Kecamatan Titihena, Wulanggitang, Ile Bura, Demon Pagong, Larantuka, Ile Mandiri, dan Adonara Timur, sejak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki berlangsung pada Senin (4/11/2024).

    “Karena sudah tidak mampu lagi menampung pengungsian kami perluas bekerja sama dengan pihak terkait lainnya,” kata dia.

    BNPB memastikan akan terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi para pengungsi, termasuk menyiapkan tenda tambahan jika ruang sekolah atau bangunan yang disiapkan sebelumnya sudah tidak mencukupi.

    Hal ini sebagai respons BNPB terhadap rekomendasi dari Badan Geologi Kementerian ESDM yang memperluas radius zona bahaya erupsi menjadi sembilan kilometer di sektor barat daya-barat laut dan tujuh kilometer dari puncak kawah.

    Baca: Gunung Lewotobi Laki-laki beberapa kali erupsi di tahun ini

    Perluasan radius zona bahaya tersebut memungkinkan ada penambahan jumlah warga yang harus dipindahkan sementara ke pengungsian.

    Abdul menjamin semua fasilitas kebutuhan pokok, seperti makanan, obat-obatan, hingga perlengkapan pengungsian tambahan sudah mulai disiapkan termasuk air bersih dan toilet portable untuk menjamin kebutuhan sanitasi pengungsi.

    Dengan demikian BNPB mengimbau masyarakat di Flores Timur dan sekitarnya untuk tetap tenang dan terus mengikuti arahan pemerintah.

    Masyarakat diminta supaya tidak mudah terpengaruh oleh informasi dari sumber yang tidak jelas terkait erupsi Gunung Lewotobi yang masih fluktuatif sampai hari ini, kecuali informasi resmi dari pemerintah. (Sumber: Antaranews.com)

  • Layanan Penerbangan Belum Sepenuhnya Pulih Pasca Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Kapal Perbantuan Diminati

    Layanan Penerbangan Belum Sepenuhnya Pulih Pasca Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Kapal Perbantuan Diminati

    7cloud.asia – Mobilitas jalur laut menjadi alternatif pilihan pasca ditutupnya sejumlah bandara akibat dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Hingga Rabu (13/11/2024) tercatat sebanyak 1.668 orang penumpang menggunakan kapal perbantuan untuk mobilitas keluar dari Labuan Bajo.

    “Berdasarkan data dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Bandara Kelas III Labuan Bajo, sejak 10 November hingga 12 November pukul 08.00 WITA, sebanyak 73 kapal perbantuan sudah dikerahkan,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Budi Rahardjo, di Jakarta, Rabu (13/11).

    Terdapat lima pelabuhan yang menjadi destinasi kapal perbantuan. Empat diantaranya adalah pelabuhan yang berlokasi di Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni Pelabuhan Sape , Pelabuhan Labuhan Lombok, Pelabuhan Pelabuhan Lembar, dan Pelabuhan Bima.

    Sementara, satu pelabuhan tujuan lainnya merupakan Pelabuhan Benoa yang terletak di Provinsi Bali.

    Baca Juga: Layanan Penerbangan Terganggu Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Kemenhub Siapkan Alternatif Angkutan Laut

    Budi Rahardjo mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan mengutamakan keselamatan dalam mengakses transportasi dari dan menuju Labuan Bajo, baik itu melalui jalur udara, darat, maupun laut.

    Akses laut dan darat dapat digunakan sebagai alternatif menunggu dibukanya kembali jalur udara.

    “Masyarakat dapat memanfaatkan kapal perbantuan terlebih dahulu menuju NTB dan Bali. Setelah itu, mengambil penerbangan melalui dua lokasi tersebut,” jelas Budi.

    Sementara itu, Bandara Labuan Bajo kembali ditutup per pagi ini, Rabu (13/11/2024). Empat bandara lainnya juga masih ditutup akibat terdampak sebaran abu vulkanik serta belum memenuhi aspek keselamatan untuk penerbangan.

    Baca Juga: Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Masih Fluktuatif, BNPB Perluas Tempat Pengungsian

    Empat bandara tersebut adalah Bandara Frans Sales Lega,Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Bandara H. Hasan Aroeboesman, dan Bandara Soa.

    Sebagai tambahan informasi, sejumlah penerbangan rute Jakarta – Bali dan Jakarta – Lombok serta rute Bali-Australia juga mengalami pembatalan.

    Hal ini disebabkan arah penyebaran abu vulkanik yang mempengaruhi penerbangan rute tersebut.

    “Demi alasan keselamatan, sejumlah maskapai membatalkan penerbangan pada rute-rute tersebut pada hari ini dan kami terus memantau perkembangan terkait hal ini,” pungkas Budi Rahardjo.

  • BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Ancaman Banjir Lahar Hujan di Lereng Gunung Lewotobi Laki-Laki

    BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Ancaman Banjir Lahar Hujan di Lereng Gunung Lewotobi Laki-Laki

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi terjadinya banjir lahar hujan dari Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) seiring datangnya musim hujan dan cuaca ekstrem akibat fenomena La Nina.

    Dalam pernyataannya, pada Senin (18/11/2024), BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di sekitar lereng dan jalur aliran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari bantaran sungai yang berhulu di Puncak Gunung Lewotobi Laki-laki.

    “Belajar dari Gunung Marapi di Sumatra Barat, kami meminta seluruh pihak dan masyarakat untuk mewaspadai banjir lahar hujan yang bisa sewaktu-waktu terjadi karena sangat berbahaya,” ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Jakarta,

    Dwikorita menerangkan bahwa banjir lahar hujan adalah banjir besar dan cepat yang terjadi ketika air hujan bercampur dengan material vulkanik dari erupsi gunung berapi.

    Material vulkanik tersebut bisa berupa pasir, abu, dan bebatuan yang juga bercampur dengan kayu atau pohon. Banjir lahar hujan, seperti yang terjadi di Sumatra Barat, bisa mengancam nyawa, menutup pemukiman, dan mengangkut batu-batu besar di sungai.

    “Saat erupsi, tidak semua material ikut meluncur ke bawah, melainkan tertumpuk di atas. Apabila hujan lebat terjadi, maka potensi banjir lahar hujan pun semakin meningkat,” imbuhnya.

    Menurut Dwikorita, ancaman tersebut semakin meningkat karena di musim hujan saat ini Indonesia juga dilanda fenomena La Nina. Fenomena ini, kata dia, akan berlangsung mulai akhir tahun 2024 hingga setidaknya Maret atau April 2025.
    Sebagai informasi, La Nina adalah fenomena iklim global yang akibat anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang menjadi lebih dingin dibandingkan biasanya.

    Di Indonesia, fenomena ini menyebabkan peningkatan curah hujan di hampir sebagian besar wilayah hingga 20 – 40 persen.

    Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengungkapkan berdasarkan pantauan BMKG, selama sepekan terakhir kondisi cuaca di NTT cukup bervariasi. Wilayah NTT terpantau cerah berawan hingga hujan ringan, dengan hujan disertai petir terjadi di beberapa wilayah seperti Pulau Timor, Manggarai, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Flores Timur.

    Sedangkan, berdasarkan hasil pengamatan terkini pada 16 November 2024, curah hujan tercatat sebesar 45,2 mm/hari di Stasiun Meteorologi Eltari Kupang, 31,4 mm/hari di Stasiun Meteorologi Gewayantana Flores Timur, dan 2,6 mm/hari di Stasiun Meteorologi Frans Seda Maumere.

    “Hingga awal November 2024, sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mulai memasuki awal musim hujan. Namun, wilayah di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki diprediksi baru akan memasuki musim hujan pada awal Desember. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko banjir lahar hujan di sekitar lereng gunung tersebut,” imbuhnya.

    Selama sepuluh hari kedepan, cuaca di wilayah NTT secara umum diprakirakan cerah berawan hingga hujan ringan.

    Namun, terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah seperti Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, sebagian Sikka, sebagian Alor, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.

    “Potensi hujan yang masih tinggi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi basah, termasuk banjir lahar hujan di sekitar wilayah terdampak bencana, khususnya di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki,” terangnya, dengan cara terus memonitor informasi perkembangan cuaca oleh BMKG, melalui berbagai kanal yang ada.

    BMKG mengimbau masyarakat di kawasan tersebut untuk tetap tenang, tetapi terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

    Direktur Meteorologi Publik, Andri Ramdhani menambahkan dari pantauan dinamika atmosfer terkini menunjukkan potensi peningkatan intensitas cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.

    Suhu muka laut yang hangat di perairan sekitar Indonesia, termasuk di utara Nusa Tenggara, memberikan suplai kelembapan yang cukup tinggi ke atmosfer, mendukung pembentukan awan hujan yang lebih intens.

    Selain itu, faktor labilitas atmosfer lokal, meningkatkan peluang terjadinya hujan lebat, petir, dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

    Potensi pertumbuhan awan hujan kategori tinggi (>70%) juga terdeteksi di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

    Dengan kondisi ini, intensitas hujan diperkirakan lebih dominan di wilayah-wilayah yang sudah memasuki musim hujan.

  • Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Mereda, Layanan Penerbangan Kembali Normal

    Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Mereda, Layanan Penerbangan Kembali Normal

    7cloud.asia – Sejumlah bandara dan penerbangan di sekitar wilayah erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kembali beroperasi normal menyusul berkurangnya penyebaran abu vulkanik.

    Hingga Senin (18/11/2024), beberapa bandara yang sebelumnya sempat ditutup akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki telah berangsur beroperasi seperti sebelumnya.

    Bandara yang telah beroperasi antara lain Bandara Frans Sales Lega Ruteng dan Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Bandar Udara Soa Bajawa, Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Wunopito Lembata.

    Juga Bandara Gewayantana Larantuka, Bandara Waingapu, Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, dan Bandar Udara Lede Kalumbang Tambolaka. Sedangkan bandara yang masih belum beroperasi yakni Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere.

    Baca: Pasca erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Kemenhub siapkan kapal perbantuan

    Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Budi Rahardjo mengatakan bahwa aktivitas sejumlah penerbangan di bandara yang telah dibuka juga sudah kembali normal.

    “Di Bandara Komodo Labuan Bajo, misalnya, maskapai penerbangan melayani penumpang dengan normal,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (18/11/2024).

    Di samping itu, kondisi pelayaran di sekitar wilayah erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki juga terpantau aman. Hal ini terlihat dari kondisi gelombang, angin dan arus serta jarak pandang yang aman untuk pelayaran.

    Terkait dampak erupsi gunung Lewotobi Laki-laki, evakuasi wisatawan telah berlangsung sejak tanggal 10 hingga 18 November 2024, dengan jumlah penumpang 5.282 orang dan dilayani 132 kapal.

    Baca: Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki masih fluktuatif 

    “Saat ini KNP. Chundamani sandar Labuan Bajo untuk standby keadaan kedaruratan,” imbuh Budi.

    Adapun untuk angkutan penyeberangan rute Larantuka – Kupang pada kurun 1 hingga 11 November 2024 telah memberangkatkan 1.538 orang penumpang.

    Penyeberangan Larantuka-Kupang ini juga telah memberangkatkan 74 unit kendaraan roda dua, 21 unit kendaraan roda empat dan 33 unit kendaraan roda enam yang dilayani 5 kapal.

    Sedangkan rute Kupang-Larantuka pada periode 3-14 November 2024 memberangkatkan 1.798 orang, 96 unit kendaraan roda dua, 30 unit kendaraan roda empat dan 54 unit kendaraan roda enam, yang dilayani oleh 5 kapal.