Tag: gunung merapi

  • Seharian Kemarin 17 Kali Guguran Lava dari Gunung Merapi, Masyarakat Diimbau Waspada

    Seharian Kemarin 17 Kali Guguran Lava dari Gunung Merapi, Masyarakat Diimbau Waspada

    7cloud.asia – Seharian kemarin, Rabu (14/12/2023) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat 17 kali guguran lava dari Gunung Merapi.

    Guguran lava tersebut terjadi sejak Rabu pukul 00.00 hingga 24.00 WIB mengarah ke Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.

    “Teramati 17 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter,” kata petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi, Yulianto seperti yang dikutip Antaranews pada Kamis (14/12/2023).

    Selain guguran lava, PVMBG juga mencatat ada 109 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 23 milimeter dan lama gempa 19,48 hingga 197,64 detik yang terjadi di Gunung Merapi.

    Baca: Gunung Marapi meletus, 11 orang tewas

    Tak hanya itu, PVMBG juga merekam ada tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 6 hingga 80 milimeter dan lama gempa 45,36 hingga 118,56 detik.

    Dengan kondisi seperti ini, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

    Di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer, sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

    Karena itu, PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

    Baca: Gunung Dukono meletus, warga diimbau waspada

    Sebelumnya pada 8 Desember 2023, gunung yang berada di Kabupaten Magelang, Klaten, Boyolali (Jawa Tengah) dan Kabupaten Sleman (DI Yogyakarta) ini mengeluarkan delapan kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 3.500 meter mengarah ke Kali Krasak.

    Selain itu, terjadi pula 19 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke arah kali di bagian barat daya.

    Namun, saat itu awan panas guguran terjadi bersamaan dengan turunnya hujan, sehingga mengakibatkan hujan air berwarna kecokelatan di wilayah Desa Krinjing dan Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

    Hujan air bercampur dengan abu vulkanik juga melanda Desa Stabelan, Desa Klakah, dan Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

    Sejak 5 November 2020 hingga saat ini, status Gunung Merapi berada pada level III atau siaga karena aktivitas vulkanik masih cukup tinggi berupa erupsi efusif.

     Reporter: Nurakhmayani

  • Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas 7 Kali, Masyarakat Diimbau Waspada

    Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas 7 Kali, Masyarakat Diimbau Waspada

    7cloud.asia – Gunung Merapi pada Senin (04/03/2024) sore tujuh kali mengeluarkan awan panas guguran secara beruntun ke arah barat daya. Masyarakat diimbau waspada.

    Menurut Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, rentetan awan panas guguran Gunung Merapi terjadi kurun waktu pukul 16.03 WIB hingga pukul 16.32 WIB.

    “Teramati tujuh kali Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 2.600 meter,” kata Agus seperti yang dilansir Antaranews.

    Baca: Gunung Merapi muntahkan lava 18 kali

    Selama periode pengamatan pukul 12.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB, BPPTKG juga mencatat tujuh kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 42-48 mm, selama 115.44-258.4 detik.

    Selain itu terpantau pula 46 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-42 mm, selama 24.6-176.6 detik.

    Berikutnya empat kali gempa hibrid atau fase banyak dengan amplitudo 3-6 mm selama 6.12-8.6 detik dan satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 40 mm selama 9,88 detik.

    Selanjutnya Agus menjelaskan ada sedikit perubahan secara morfologi Gunung Merapi periode 23-29 Februari 2024.

    Baca: Literasi masyarakat hadapi bencana masih rendah

    Kubah barat daya Gunung Merapi mengalami perubahan akibat seringnya aktivitas guguran lava, sedangkan untuk morfologi kubah tengah relatif tetap.

    Sementara itu analisis foto udara pada 10 Januari 2024 menunjukkan volume kubah barat daya Gunung Merapi terukur sebesar 2.663.300 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.358.400 meter kubik.

    Dengan kondisi Gunung seperti ini, status gunung yang berada pada perbatasan Jawa Tengah dan DIY pada Level III atau Siaga.

    Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

    Guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area dalam sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal lima kilometer) serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (sejauh maksimal tujuh kilometer).

    Reporter: Nurakhmayani

  • Langgar Larangan Mendaki, Empat Pendaki Dijatuhi Sanksi Bersihkan Lokasi Wisata Alam

    Langgar Larangan Mendaki, Empat Pendaki Dijatuhi Sanksi Bersihkan Lokasi Wisata Alam

    7cloud.asia – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menjatuhkan sanksi kepada empat pendaki yang nekat masuk kawasan puncak Merapi secara ilegal saat gunung itu masih berstatus Siaga (Level III).

    Sanksi yang dijatuhkan berupa membersihkan kawasan Obyek Wisata Alam (OWA) Kalitalang, Klaten, Jawa Tengah selama tiga bulan kepada empat pendaki ilegal di Gunung Merapi.

    “Sanksi yang kita berikan tentunya juga harus memiliki asas mendidik supaya pelaku tidak mengulangi lagi,” kata Kepala Balai TNGM Muhammad Wahyudi dalam keterangan tertulis di Yogyakarta, Selasa (17/6/2025)

    Empat pendaki ilegal itu terlibat dalam dua kasus berbeda. Dua orang pertama, Y (42) warga Magelang dan F (22) warga Sragen, Jawa Tengah diketahui mendaki Merapi pada 8 Juni 2025.

    Aksi mereka terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial TikTok.

    Baca: Pendakian Gunung Semeru wajib gunakan pendamping

    Berdasarkan pemeriksaan, keduanya saling mengenal melalui media sosial dan berkomunikasi lewat WhatsApp sebelum melakukan pendakian.

    Keduanya telah dipanggil dan menjalani pemeriksaan di kantor Balai TNGM pada Selasa (17/6/2025). Berdasarkan hasil pemeriksaan itulah, TNGM menyiapkan sanksi pembinaan berupa pembersihan kawasan OWA Kalitalang.

    Dua pendaki lainnya, A (20) dari Bantul dan N (17) dari Ambarawa, tertangkap tangan oleh petugas saat turun dari jalur pendakian Merapi pada Minggu (15/6/2025).

    Menurut Wahyudi, mereka diamankan di Bangsal Pecaosan, jalur atas New Selo, setelah petugas mencurigai dua sepeda motor terparkir di area tersebut.

    Pemeriksaan terhadap keduanya kemudian dilanjutkan di Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Selo.

    Baca: Aktivitas wisatawan membuat kawasan wisata Bromo rawan banjir

    “Menurut keterangan kedua anak ini termotivasi naik Merapi setelah melihat TikTok dengan akun Chandra Kusuma yang viral sebelumnya,” ujar dia.

    Wahyudi menegaskan bahwa seluruh aktivitas pendakian Gunung Merapi ditutup sejak November 2020 menyusul penetapan status Siaga (Level III) berdasarkan rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

    Penutupan bertujuan mencegah jatuhnya korban akibat potensi bahaya guguran lava, awan panas, maupun lontaran material vulkanik yang bisa menjangkau radius 3-7 kilometer dari puncak.

    “Penutupan pendakian semata-mata untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Untuk itu seluruh masyarakat dihimbau untuk taat terhadap ketentuan larangan pendakian Gunung Merapi,” ujar Wahyudi.

    Baca: Langgar aturan, 20 pendaki Gunung Gede masuk daftar hitam