Tag: guru besar

  • Guru Besar dan Mahasiswa Akan Turun ke Jalan Suarakan Keprihatinan Atas Mundurnya Demokrasi

    Guru Besar dan Mahasiswa Akan Turun ke Jalan Suarakan Keprihatinan Atas Mundurnya Demokrasi

    7cloud.asia – Sejumlah guru besar dan akademisi lintas kampus di Jabodetabek menyatakan siap turun ke jalan menyuarakan keprihatinan mereka atas mundurnya demokrasi di Indonesia.

    Para guru besar ini menilai mundurnya demokrasi di Indonesia tak lepas dari kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam 9 tahun terakhir.

    Soroti mundurnya demokrasi, pada Kamis (14/3/2024) mereka telah menggelar kegiatan Temu Ilmiah Universitas Memanggil di Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat.

    Selain melahirkan Seruan Salemba, dalam pertemuan ini para guru besar juga menyatakan komitmennya untuk mendukung aksi unjukrasa mendukung DPR menggunakan fungsi pengawasannya.

    Baca: Guru Besar se Jabodetabek menilai Jokowi telah mempolitisasi hukum demi kekuasaan 

    Guru Besar Universitas Negeri Jakarta Hafid Abbas mengatakan yang turun ke jalan bukan hanya mahasiswa, tetapi juga para dosen bahkan para guru besar juga akan turun.

    “Guru besarnya juga turun! Dosennya juga turun, ilmuwan-ilmuwan kampus juga turun. Karena apa? Situasi ini adalah persoalan hidup atau hancurnya bangsa kita,” kata Hafid Abbas.

    Ia menambahkan, kalau semua elemen bangsa tidak turun dan  bergandengan tangan dengan semua kekuatan, Indonesia tak bisa melawan segala macam penyimpangan demokrasi yang terjadi selama ini.”

    Adapun kegiatan Temu Ilmiah-Universitas Memanggil bertujuan mengumpulkan berbagai lapisan masyarakat dan akademisi dari kampus di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

    Baca: Gerakan kampus memanggil dimulai dari UGM Yogyakarta 

    Mereka berkumpul mengingatkan pemerintah menghentikan proses merusak  demokrasi yang diperlihatkan tanpa malu pada akhir-akhir ini.

    Para akademisi dan guru besar yang hadir dan Seruan Salemba menilai, Jokowi menyalahgunakan kekuasaan dengan rekayasa hukum (politisasi yudisial).

    Iqbal Cheisa, selaku perwakilan dari mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia, mengatakan mereka telah sepakat bakal turun ke jalan sebelum pengumuman hasil Pemilihan Presiden 2024 pada 20 Maret mendatang.

    Baca: Sivitas akademika dari puluhan perguruan tinggi telah ingatkan Jokowi

    Mahasiswa hingga elemen masyarakat lain masih terus menggalang kekuatan untuk menggelar aksi turun ke jalan.

    “Buat turun ke jalan tentu dan pastinya itu akan menjadi opsi kami saat nantinya demokrasi ini membutuhkan kami untuk turun ke jalan. Turun ke jalan pasti akan jadi opsi pertama kami nantinya,” katanya.

    Para guru besar hingga akademisi yang terlibat dalam kegiatan Temu Ilmiah Kampus Memanggil sepakat akan terus menyuarakan pendapat mereka soal bobroknya demokrasi yang mewarnai Pemilu 2024 ini.

    Baca: Aktivis perempuan nilai Jokowi layak diadili

    Salah satu yang disorot adalah putusan kontroversi Mahkamah Konstitusi yang memberikan karpet merah untuk putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, menjadi calon wakil presiden.

    Putusan tersebut telah dinyatakan cacat etika karena melibatkan Ketua MK Anwar Usman, yang merupakan paman Gibran.

    DKPP juga telah menyatakan KPU melanggar etika karena mengesahkan pendaftaran Gibran sebagai cawapres.