Tag: Hadi Prayitno

  • Mengenal Batik Banyumasan di Galeri Batik Hadi Prayitno

    Mengenal Batik Banyumasan di Galeri Batik Hadi Prayitno

    7cloud.asia – Meski tak setenar batik Solo atau Yogyakarta, batik Banyumasan turut memperkaya khazanah batik Indonesia.

    Awalnya batik banyumasan yang termasuk batik pedalaman ini banyak dikembangkan di kawasan Sokaraja, dibawa oleh para mantan pengikut Pangeran Diponegoro yang melarikan diri setelah Diponegoro ditangkap pada 1830.   

    Batik banyumasan bertahan hingga kini, meski diakui produksinya tak semassal batik Solo dan Yogyakarta.

    Salah satu pemasok batik banyumasan bisa ditemukan di galeri batik Hadi Priyanto di Jalan Mruyung di sudut kota Banyumas, Jawa Tengah.

    Baca: Kenali lima museum batik di Indonesia

    Batik Hadi Priyanto merupakan salah satu produsen batik banyumasan yang menyimpan sejarah panjang karena sudah berdiri sejak tahun 1957.

    Batik banyumasan Hadi Prayitno kini dilanjutkan oleh generasi ketiga. Uniknya, rumah Batik Hadi Priyanto masih mempertahankan cara tradisional dalam produksinya, sehingga menghasilkan rasa yang beda.

    Rumah batik ini memiliki mesin pintal untuk membuat bahan (kain) batik dengan 3.600 benang yang saat ini dikelola oleh keturunan ke-3 dan memiliki 30 pegawai. 

    Tak hanya dengan canting, proses pembuatan batik Hadi Priyanto juga ada yang dicetak dan digambar.

    Baca: Penataan Malioboro sesuai posisi dan perannya dalam sumbu filosofi

    Memiliki ciri khas motif warna cerah, batik Banyumasan di galeri tersebut membutuhkan proses waktu sekitar dua minggu untuk setiap helai kainnya.

    Ketua DPR, Puan Maharani saat mengunjungi rumah batik ini pada Jumat (1/2/2024) mengatakan pentingnya regenerasi untuk melestarikan batik ini.

    “Perlu diperhatikan regenerasi dari para pengrajin batik agar karya budaya ini dapat terus dilestarikan,” ujar Puan seperti dikutip Parlementaria. 

    Puan yang datang bersama sejumlah anggota DPR lainnya mengaku terkesan dengan pmbuatan batik di galeri ini.

    Baca: Mengenal tradisi mudik yang sudah ada sejak zaman Majapahit

    Ia mendorong agar ada regenerasi untuk para pembatik. Dengan begitu, keunikan masing-maing darah dan budaya lama Indonesia tidak akan terkikis zaman.

    “Keunikan batik tiap daerah perlu diangkat reputasinya secara setara, agar semuanya bisa berbarengan terkenalnya,” imbuhnya.

    Puan menambahkan, sebagai ikon Indonesia, batik sudah menjadi warisan budaya tak benda UNESCO.

    Karena itu menjadi kewajiban kita untuk menjaga dan melestarikannya.