Tag: hamas

  • Lebih 1000 Orang Tewas Akibat Konflik Israel-Hamas, Dunia Serukan Perang Diakhiri

    Lebih 1000 Orang Tewas Akibat Konflik Israel-Hamas, Dunia Serukan Perang Diakhiri

    7cloud.asia – PBB dan sejumlah negara di dunia bereaksi terhadap gelombang serangan kelompok militan Palestina, Hamas, ke wilayah Israel yang dilaporkan telah memakan korban lebih dari 600 jiwa.

    Sebaliknya, kelompok Hamas yang merupakan salah satu faksi di Palestina itu pun memberikan tanggapan terhadap serangan balasan yang dilakukan Israel dengan menargetkan Jalur Gaza.

    Menurut pihak berwenang Palestina, serangan udara dan operasi militer lainnya oleh Israel telah menewaskan 413 orang.

    Saling serang antara tentara Israel dan kelompok Hamas terjadi, setelah penguasa Hamas melepaskan serangan mendadak pada Sabtu (7/10/2023) waktu setempat.

    Baca: Lebih dari 1000 orang tewas akibat gempa di Herat, Afghanistan

    PBB dan sejumlah negara  menyerukan konflik antara Israel dan kelompok militan Hamas segera diakhiri, saat korban tewas di kedua belah pihak mencapai lebih dari 1.000 orang, berikut rangkuman reaksinya seperti dilansir Kompas.com: 

    PBB

    Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak upaya diplomatik di Timur Tengah untuk mencegah konflik yang lebih luas.

    Program Pangan Dunia (WFP) PBB pada Minggu (8/10/2023) mengatakan, mereka “sangat prihatin” mengenai dampak perang antara Israel dan Hamas terhadap warga sipil yang berjuang untuk mendapatkan pasokan makanan penting.

    Arab Saudi 

    Sebagaimana dikutip dari AFP, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyerukan “penghentian segera eskalasi antara kedua belah pihak, perlindungan warga sipil, dan pengendalian diri”.

    Baca: Gempa 7.2 SR tewaskan ribuan orang di Maroko

    Indonesia

    Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri pada Minggu meminta konflik Israel-Palestina segera diakhiri untuk menghindari korban jiwa lebih lanjut.

    “Indonesia sangat prihatin dengan meningkatnya eskalasi konflik antara Palestina-Israel. Indonesia mendesak agar tindakan kekerasan segera dihentikan untuk menghindari semakin bertambahnya korban manusia,” tulis Kemenlu RI di media sosial X.

    China

    “China sangat prihatin dengan meningkatnya ketegangan dan kekerasan antara Palestina dan Israel saat ini,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri China pada Minggu.

    “Kami menyerukan semua pihak terkait untuk tetap tenang dan menahan diri, segera menghentikan tembakan, melindungi warga sipil dan mencegah memburuknya situasi”, tambahnya.

    Rusia

    Kementerian luar negeri Rusia menyerukan “gencatan senjata segera” dan negosiasi menuju “perdamaian yang komprehensif, abadi, dan telah lama ditunggu-tunggu,” kata juru bicara Maria Zakharova.

    Baca: Bendungan jebol di Libya Timur, lebih dari 20.000 orang tewas

    Turkiye

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu mendesak Israel dan kelompok militan Palestina Hamas “untuk mendukung perdamaian” dan menahan diri untuk tidak menyakiti warga sipil.

    “Tidak ada gunanya (menyerang) warga sipil,” kata Erdogan. “Kami siap melakukan segalanya untuk mengurangi ketegangan,” tambahnya.

    Perancis 

    Menteri Luar Negeri Perancis Catherine Colonna mengadakan pembicaraan melalui telepon dengan beberapa rekannya di Timur Tengah pada Minggu, dalam upaya untuk “mencegah memburuknya konflik” dengan menyebar ke wilayah lain di kawasan itu.

    Kementerian luar negeri Perancis juga menyerukan pembebasan segera para sandera yang disandera oleh Hamas.

    Baca: Kebakaran lahan di Hawaii tewaskan hampir 100 orang

    Jepang 

    Menteri Luar Negeri Jepang Yoko Kamikawa pada Minggu menyampaikan, Jepang “mengutuk keras” serangan lintas batas tersebut, serta penyanderaan oleh Hamas.

    “Sementara itu, kami sangat prihatin dengan banyaknya korban jiwa di Jalur Gaza akibat serangan Pasukan Pertahanan Israel,” lanjut pernyataannya. Jepang menyerukan kedua belah pihak untuk menahan diri.

    Vatikan

    Paus Fransiskus pada hari Minggu mengatakan bahwa “terorisme dan perang tidak menghasilkan resolusi apa pun, tetapi hanya menyebabkan kematian dan penderitaan begitu banyak orang yang tidak bersalah.

    “Perang adalah sebuah kekalahan! Setiap perang adalah sebuah kekalahan! Mari kita berdoa agar ada perdamaian di Israel dan Palestina,” katanya.

    Baca: Gelombang panas di India tewaskan hampir 100 orang

    Afrika Selatan

    Kongres Nasional Afrika yang berkuasa mengeluarkan pernyataan pada hari Minggu yang mengatakan:

    “Tidak dapat lagi dibantah bahwa sejarah Apartheid Afrika Selatan adalah realitas Palestina yang diduduki.

    “Sebagai hasilnya, keputusan Palestina untuk menanggapi kebrutalan rezim apartheid Israel tidaklah mengejutkan.”

    Pernyataan itu menambahkan bahwa jelas bahwa “situasi keamanan yang memburuk secara langsung terkait dengan pendudukan Israel yang melanggar hukum”.

    Sumber: Kompas.com

     

  • Playboy Pecat Mia Khalifa Karena Unggahannya yang Mendukung Palestina

    Playboy Pecat Mia Khalifa Karena Unggahannya yang Mendukung Palestina

    7cloud.asia – Majalah dewasa Playboy mengatakan telah memutus kontrak dengan Mia Khalifa karena mantan bintang porno itu dianggap mengunggah konten media sosial yang mendukung serangan Hamas (milisi Palestina) terhadap Israel.

    Mia Khalifa – salah satu model Playboy paling populer – mengunggah sejumlah pernyataan mendukung kelompok milisi Palestina tersebut di media sosial X – dulu bernama Twitter.

    Postingan Mia Khalifa yang membuatnya akhirnya dipecat oleh Playboy ini dilakukan sejak Hamas memulai serangan terhadap Israel pada Sabtu (07/10/2023) silam.

    Baca: Supermodel Gigi Hadid Kutuk Perang Israel

    Mantan bintang porno keturunan Amerika-Lebanon ini menulis dalam sebuah unggahan:

    “Jika Anda melihat situasi di Palestina dan Anda tidak berada di pihak Palestina, Anda berada di pihak yang salah, berada di pihak [pendukung] apertheid dan sejarah akan menunjukkan hal ini.”

    Dilansir BBC News, dalam unggahan lainnya, ia menyarankan kelompok milisi Hamas untuk “memutar ponsel mereka dan mengambil gambar secara horizontal.”

    Baca: Dunia serukan perang Israel – Palestina diakhiri

    Alasannya adalah agar lebih mudah memutar klip video dengan format itu di televisi.

    Namun, mengacu pada pernyataan Mia Khalifa, majalah Playboy mengatakan bahwa “meskipun menghormati kebebasan berekspresi”, majalah tersebut tidak menoleransi “perkataan yang mendorong kebencian”.

    Pengelola majalah Playboy itu telah mengumumkan pemecatan Mia Khalifa dan mengatakan bahwa keputusan itu mencakup penghentian kontrak podcast dengan majalah tersebut.

    Baca: Akar konflik Israel Palestina sudah berumur 100 tahun

    Sejak awal serangan Hamas ke Israel pada Sabtu (07/10/2023) silam, Kementerian Kesehatan Hamas menyebut sedikitnya 830 warga Palestina tewas akibat serangan balasan Israel.

    Pada saat yang sama, Kedutaan Besar Israel di Amerika mengumumkan jumlah warga Israel yang tewas sedikitnya 1.200 orang.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mengatakan bahwa sejauh ini lebih dari 380.000 mengungsi akibat konflik terbaru antara Palestina dan Israel tersebut.

    Baca: Indonesia kembali terpilih menjadi anggota Dewan HAM PBB

    Yang terburuk adalah Israel memutus aliran listrik, aliran air dan pasokan makanan ke Gaza sehingga dikhawatirkan Gaza akan menjadi kuburan bagi ribuan warga yan bertahan. 

    Israel mengancam akan melakukan hal ini sampai warga Israel yang disandera dibebaskan.

  • Korban Tewas Akibat Perang Israel dan Hamas Palestina Dekati 4000 Orang

    Korban Tewas Akibat Perang Israel dan Hamas Palestina Dekati 4000 Orang

    7cloud.asia – Jumlah korban tewas perang Hamas, Palestina dan Israel mendekati angka 4.000 orang di kedua belah pihak pada Minggu (15/10/2023).

    Kementerian Kesehatan Gaza pada Minggu melaporkan, serangan Israel di Jalur Gaza, Palestina telah menewaskan sedikitnya 2.450 orang.

    Baca: Wartawan peliput perang Israel-Palestina turut jadi korban

    Israel memborbardir Gaza, Palestina menyusul serangan mendadak kelompok Hamas ke Israel selatan dimulai pada Sabtu (7/10/2023).

    Kementerian yang dikuasai Hamas itu menambahkan, sebanyak 9.200 orang lainnya juga terluka ketika Israel melanjutkan kampanye udara terhadap target-target di wilayah Jalur Gaza.

    Baca: Konten soal Palestina di medsos dibatasi

    Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel pada Minggu, menyebut lebih dari 1.400 orang telah tewas di Israel sejak Hamas menyerang.

    “Lebih dari 1.400 orang tewas (dan) lebih dari 120 orang Israel diculik oleh Hamas sejak serangan 7 Oktober,” kata Tal Heinrich, Juru bicara kantor PM Israel kepada para wartawan, dikutip dari AFP.

    Baca: 

    Dengan demikian, hingga Minggu (15/10/2023) jumlah korban tewas dalam perang Hamas-Israel di kedua belah pihak sudah mencapai 3.850 orang.

    Sejumlah negara termasuk Sekjen PBB telah menyerukan agar perang antara Hamas dan Israel dihentikan, karen penduduk Palestina yang tidak bersalah yang akan menjadi korban. 

    Baca: Akar perang Israel – Palestina sudah berlangsung ratusan tahun

    Namun, seruan ini tidak digubris baik oleh Israel maupun Hamas. Hingga Minggu malam serangan masih dilancarkan oleh kedua belah pihak.

    Sumber: Kompas.com

  • Setidaknya 15 Jurnalis Tewas Saat Meliput Perang Israel – Hamas

    Setidaknya 15 Jurnalis Tewas Saat Meliput Perang Israel – Hamas

    7cloud.asia – Setidaknya 15 jurnalis atau wartawan terbunuh di pekan pertama peliputan perang Israel – Hamas.

    Jurnalis yang tewas saat meliput perang Israel – Hamas yang meletus sejak Sabtu (7/10/2023) termasuk jurnalis video kantor berita Reuters.

    Redaksi dan spesialis keamanan sedang mendiskusikan cara menjaga para jurnalis tetap aman dalam meliput perang Israel – Hamas.

    Dilansir VOA Indonesia, Pemimpin Redaksi Reuters, Alessandra Galloni memberi penghormatan kepada jurnalis video Issam Abdallah, yang tertembak dan terbunuh pada 13 Oktober saat meliput perang Israel – Hamas

    Ia menjadi korban serangan saat sedang merekam baku tembak di perbatasan, antara tentara Israel dan Hezbollah, kelompok militan di Lebanon.

    “Dia hanya sedang melakukan pekerjaannya ketika terbunuh. Membuat laporan terkait berbagai peristiwa dunia dengan akurasi, integritas, independensi dan bebas dari bias, adalah inti dari apa yang kami perjuangkan di Reuters.”

    Baca: Korban tewas akibat perang Israel – Hamas capai 4000 orang

    Peluru itu, yang dilaporkan berasal dari Israel, melukai enam jurnalis lain. Galloni menuntut Israel agar transparan dalam penyelidikan insiden ini.

    Dia menggarisbawahi pentingnya media untuk melakukan pelaporan terkait perang, termasuk perang Israel – Hamas ini

    “Dan sangat penting bagi jurnalis kita untuk bisa melakukan itu secara aman,” tambahnya.

    Keamanan adalah kata kunci bagi redaksi ketika mengirim jurnalis tim liputan ke Israel dan Gaza.

    Dalam pekan pertama konflik Israel – Hamas ini, setidaknya sudah 15 jurnalis, termasuk Abdallah, terbunuh, kata Komite untuk Perlindungan Jurnalis.

    Sejumlah jurnalis lain terluka atau terhambat dalam bekerja, dalam apa yang disebut UNESCO sebagai pekan pertama paling mematikan bagi jurnalis dalam konflik terakhir.

    Baca: Konten tentang Palestina di medsos dibatasi

    Tetapi kehadiran media di lapangan pada saat perang adalah sesuatu yang sangat penting.

    Rachel Oswald dari National Press Club mengatakan, keberadaan jurnalis yang bisa berada di lokasi untuk merekam berbagai peristiwa, sangat penting untuk memahami apa yang sedang terjadi.

    “Dan agar ada akuntabilitas di sana, terutama karena jumlah warga sipil yang terlibat,” ujarnya.

    Sangat penting bahwa jurnalis memberikan liputan yang terverifikasi dan faktual terkait perang Israel dan Hamas, kata Oswald.

    “Kita melihat semua pihak yang terlibat di dalam konflik mencoba untuk mendominasi layar informasi dengan kebohongan, dengan misinformasi, dengan gambar-gambar yang dimanipulasi.

    “Jurnalis ada di sana untuk mengatakan bahwa apa yang menjadi fakta adalah penting.” imbuhnya.

    Baca: Akar perang Israel – Palestina telah berumur 100 tahun

    Dengan meningkatnya risiko yang dihadapi jurnalis secara global, pembahasan dan pelatihan terkait keamanan perlu dilakukan sejak tahap awal, termasuk di sekolah-sekolah dan program jurnalistik perguruan tinggi.

    Yayasan James W Foley Legacy, yang mengadvokasi keselamatan jurnalis dan warga negara Amerika Serikat yang secara keliru ditahan di luar negeri, telah membentuk gugus tugas kurikulum keselamatan jurnalis untuk melatih dan mendukung generasi jurnalis masa depan.

    Kunci untuk pelatihan, dan persiapan untuk meliput dalam situasi berbahaya, harus direncanakan.

    Itu mencakup memiliki sumber daya manusia dengan pengetahuan terkait kawasan itu di dalam tim dan berkoordinasi dengan editor di ruang redaksi.

    Spesialis keselamatan mengatakan, penting juga untuk memiliki perencanaan jalan keluar jika situasi menjadi terlalu berbahaya.

    Baca: Dunia serukan aperang Israel – Palestina diakhiri

    “Jika seseorang berada dalam situasi berbahaya di suatu tempat, mereka memiliki pemahaman dengan segera, gambaran terbaik tentang apa yang sedang terjadi.”

    “Jadi, itu tidak bergantung pada saya untuk mengatakan, baiklah, ini yang harus kamu lakukan. Itu semua terserah kepada reporter untuk membuat keputusan, mematuhinya. Dan memberi tahukannya kepada kami.”

    Dengan jumlah warga sipil yang terbunuh dan luka-luka dalam perang Israel-Hamas terus naik setiap hari, dan semakin banyak jurnalis hadir di sana untuk meliput perang.

    Dengan kondisi seperti itu maka keselamatan adalah bagian penting dari perencanaan di ruang redaksi dalam mengirim jurnalis meliput perang Israel – Palestina.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Israel: Gencatan Senjata dengan Hamas Tidak Akan Terjadi

    Israel: Gencatan Senjata dengan Hamas Tidak Akan Terjadi

    7cloud.asia – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, gencatan senjata dalam perang Gaza dengan Hamad “tidak akan terjadi,”.

    Netanyahu yang kembali memimpin Israel sejak Desember 2022 ini menilai, gencatan senjata sama saja dengan menyerah pada kelompok militan Hamas di Palestina.

    Netanyahu juga mengatakan dalam konferensi pers bahwa negara-negara lain harus memberikan lebih banyak bantuan dalam upayanya membebaskan lebih dari 230 warga Israel yang diculik Hamas dalam serangan 7 Oktober.

    Baca: Majelis Umum PBB setujui resolusi gencatan senjata Israel-Hamas

    Pemimpin Israel itu mengatakan bahwa komunitas internasional harus menuntut agar para sandera “dibebaskan sesegera mungkin, tanpa syarat.”

    Ia mengatakan, di antara para sandera adalah 33 anak dan Hamas “meneror mereka, tetap menawan mereka.”

    Tank-tank dan kendaraan militer Israel tampak bergerak di wilayah Jalur Gaza, terlihat dari Israel selatan, Minggu 29 Oktober 2023.

    Baca: Baik Israel dan Palestina kesulitan kuburkan jenazah korban perang

    “Seruan gencatan senjata adalah seruan agar Israel menyerah pada Hamas, menyerah pada terorisme, menyerah pada kebiadaban. Ini tidak akan terjadi,” ungkapnya Senin (30/10/20230

    Netanyahu bersumpah bahwa Israel akan “berjuang hingga pertempuran itu dimenangkan,”.

    Netanyahu mengatakan bahwa tentara Israel melakukan segala cara untuk “mencegah jatuhnya korban sipil” di Gaza, Palestina.

    Baca: Organisasi negara Islam diminta segera bersikap soal serangan ke Gaza

    Kementerian kesehatan di Gaza, yang dikuasai Hamas, mengatakan bahwa sedikitnya 8.306 orang – sebagian besarnya warga sipil – telah tewas dalam serangan Israel sejak perang pecah pada 7 Oktober.

    Hamas melancarkan serangan dadakan dan besar-besaran ke Israel selatan, yang menewaskan 1.400 orang, sebagian besarnya warga sipil.

    Sejumlah upaya telah dilakukan dunia agar perang di Gaza segera diakhiri, namun hingga hari ini tidak membuahkan hasil.

    Baca: Belasan jurnalis turut menjadi korban dalam perang Israel-Hamas

    Israel dan Hamas masih saling melancarkan serangan yang mengakibatkan korban dari masyarakat sipil berjatuhan. 

    Sumber: VOA Indonesia

  • Israel Buka Kemungkinan Jeda Taktis Agar Bantuan Bisa Masuk Jalur Gaza

    Israel Buka Kemungkinan Jeda Taktis Agar Bantuan Bisa Masuk Jalur Gaza

    7cloud.asia – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu akan mempertimbangkan jeda jangka pendek dalam operasi militernya agar bantuan kemanusiaan dapat mencapai Jalur Gaza.

    Jeda ini juga dipertimbangkan Israel agar para sandera yang ditawan militan Hamas dapat dibebaskan. Namun, Netanyahu mengesampingkan gencatan senjata umum dalam perang satu bulan antara Israel melawan Hamas.

    Berbicara kepada ABC News, Netanyahu mengatakan ia membayangkan Israel akan “memiliki tanggung jawab keamanan secara menyeluruh” di Gaza untuk periode yang tidak ditentukan setelah mencapai targetnya menyingkirkan Hamas.

    “Kalau kita tidak memiliki tanggung jawab keamanan, apa yang kita alami adalah meletusnya teror Hamas dalam skala yang tidak dapat kita bayangkan,” kata Netanyahu.

    Gedung Putih pada Senin (6/11/2023 ) mengatakan bahwa Presiden AS, Joe Biden dan Netanyahu membahas kemungkinan jeda taktis untuk memungkinkan warga sipil meninggalkan Gaza secara aman dari daerah-daerah pertempuran.

    Baca: Gaza telah menjadi ‘kuburan’ bagi anak-anak

    Jeda ini untuk memastikan bantuan menjangkau warga sipil yang memerlukan, dan mengenai bagaimana para sandera mungkin dapat dibebaskan.

    Biden menegaskan lagi dukungannya untuk Israel dalam perangnya melawan Hamas sambil menekankan pentingnya melindungi warga sipil dan mengurangi kerugian sipil selama operasi militer.

    Ia juga membahas situasi di Tepi Barat dan perlunya menuntut pertanggungjawaban para pemukim ekstremis atas tindakan kekerasan.

    Kantor kemanusiaan PBB mengatakan 93 truk yang mengangkut bahan makanan, obat-obatan, pasokan medis dan air telah menyeberang dari Mesir ke Gaza pada Senin (6/11/2023).

    Dikatakan sejak pengiriman dimulai pada 21 Oktober, total ada 593 truk yang memasuki Gaza, dibandingkan dengan rata-rata 500 truk per hari yang memasuki daerah itu sebelum perang dimulai.

    Baca: Israel tegaskan tidak akan ada gencatan senjata dengan Hamas

    Konflik Israel-Hamas masuk agenda pembahasan pertemuan para menteri luar negeri dari kelompok tujuh negara industri maju G7 di Jepang.

    Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan ia akan memberi pengarahan kepada para sejawatnya mengenai kunjungan empat hari ke Timur Tengah yang mencakup persinggahan di Israel, Tepi Barat, Yordania, Siprus, Irak dan Turki.

    Berbicara kepada Menteri Luar Negeri Jepang Yoko Kamikawa, Blinken mengatakan hari Selasa bahwa

    “ini merupakan momen sangat penting bagi G7 untuk bersatu dalam menghadapi krisis ini dan berbicara seperti yang kami lakukan dengan satu suara yang jelas.”

    Pada pengarahan virtual pada Senin (6/11/2023), juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih menyatakan harapan jeda kemanusiaan akan diberlakukan sesegera mungkin di Gaza.

    Baca: Advokasi buah semangka bagi perjuangan rakyat Palestina

    Ia mengatakan AS akan melanjutkan dialognya dengan Israel selama diperlukan dan mengatakan ada sejumlah indikasi bahwa upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalkan kerusakan lebih besar di Gaza.

    Namun ia memperingatkan, “Saya tidak ingin membesar-besarkan hal itu.”

    Kirby mengatakan ribuan orang tak bersalah telah tewas, seraya menambahkan bahwa “kematian setiap orang adalah tragedi” dan “kami tidak ingin melihat ada nyawa tak berdosa yang terenggut.”

    Ia mengatakan AS melakukan semua cara untuk mendesak para pemimpin Israel agar sedapat mungkin berhati-hati dalam operasi militernya.

    Namun, ia mengingatkan bahwa Israel juga menghadapi musuh yang bersembunyi di belakang warga sipil.

    Baca: Akar konflik Israel dan Palestina

    Kementerian Kesehatan di Gaza yang dijalankan oleh Hamas mengatakan bahwa korban tewas akibat serangan Israel telah melampaui 10 ribu orang.

    Israel telah membantah sengaja menargetkan orang-orang Palestina tak bersalah di Gaza, seraya mengatakan Hamas menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia, menggali terowongan di bawah rumah sakit-rumah sakit dan mengangkut para anggota Hamas di dalam ambulans.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Presiden Turki Sebut Banyak Bukti untuk Seret Israel ke Mahkamah Internasional

    Presiden Turki Sebut Banyak Bukti untuk Seret Israel ke Mahkamah Internasional

    7cloud.asia – Tindakan brutal yang dilakukan Israel terhadap Palestina mengundang kecaman berbagai tokoh. Salah satunya Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan yang akan membawa Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

    “Ada banyak bukti untuk mengadili pemerintah Israel di Mahkamah Pidana Internasional. Kita akan melakukan segala daya upaya kita untuk memastikan kejahatan ini dihukum secara setimpal,” jelas Erdogan setelah kembali dari kunjungan sehari ke Jerman.

    Melansir Antaranews, Erdogan menyoroti PM Benjamin Netanyahu karena dianggap gagal mencegah serangan Hamas pada 7 Oktober. “Netanyahu akan hancur, kita akan menyingkirkannya,” katanya

    baca:israel gencatan senjata dengan hamas tidak akan terjadi

    “Mudah-mudahan, Israel akan menyingkirkannya, dan semua Yahudi di dunia menyingkirkan dia. Saat ini, 60-70 persen warga negaranya menentang Netanyahu,” kata Erdogan lagi.

    Erdogan menegaskan pemerintah dan rakyat Turki mendukung rakyat tertindas di Gaza dan akan terus melakukan hal yang sama. 

    “Israel berusaha menghalangi bantuan dan membuat warga Gaza kelaparan dan kekurangan makanan dan air. Tapi, kami tidak menyerah,” ujar Erdogan.

    “Apa pun hambatannya, kami akan terus menghidupkan Gaza. Seluruh dunia, terutama negara-negara Islam, harus bergerak memberikan bantuan,” lanjutnya.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, Israel terus melancarkan serangan udara dan daratnya di Gaza sejak Hamas melancarkan serangan  mengejutkan pada 7 Oktober lalu. 

    baca: setidaknya 15 jurnalis tewas saat meliput perang israel hamas

    Akibat serangan Israel tersebut, sedikitnya 12 ribu warga Palestina tewas. Sementara itu, jumlah korban tewas pihak Israel mencapai 1.200 orang.

    Selain itu, serangan Israel juga menghancurkan ribuan bangunan, termasuk rumah sakit, masjid dan gereja, juga rusak atau hancur.

    Israel menentang seruan internasional untuk gencatan senjata kecuali semua sandera yang ditangkap Hamas dibebaskan.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kesepakatan Gencatan Senjata Tercapai, 14.100 Orang Tewas dalam 46 Hari Konflik Israel-Hamas

    Kesepakatan Gencatan Senjata Tercapai, 14.100 Orang Tewas dalam 46 Hari Konflik Israel-Hamas

    7cloud.asia – Sejumlah badan bantuan internasional dan pemimpin dunia menyambut baik gencatan senjata sementara antara Israel dan kelompok militan Hamas.

    Gencatan senjata antara Israel dan Hamas ini disertai pembebasan sandera yang ditahan kedua belah pihak, dan masuknya bantuan kemanusiaan di daerah-daerah yang paling membutuhkan. 

    Tak kurang dari Perdana Menteri India, Inggris, Turki dan Paus menyambut baik gencatan senjata antara Israel dan Hamas ini.

    Mereka berharap gencatan senjata sementara antara Israel dan Hamas ini bisa diperpanjang, untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban.   

    Kementerian Kesehatan Palestina dan Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), seperti dikutip Al Jazeera, mencatat setidaknya ada 14.100 korban tewas akibat perang antara Israel dan Hamas sejak 7 Oktober lalu.

    Baca: UE tegaskan pengakuan Palestina kunci perdamaian di Timur Tengah

    Korban tewas ini termasuk 5.300 anak-anak dan 3.550 wanita. Angka ini naik 800 jiwa dari hari sebelumnya.

    Korban luka-luka 33.000 orang, dengan sekitar 70% diantaranya adalah anak-anak dan perempuan. Setidaknya 6.800 warga dilaporkan hilang di Gaza.

    Selain menyampaikan harapan pembebasan seluruh sandera, Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell bersama Direktur Eksekutif UN Women Sima Sami Bahous menyoroti kematian lebih dari 5.300 anak Palestina dalam 46 hari ini.

    “Lebih dari 5.300 anak Palestina dilaporkan tewas dalam hanya 46 hari terakhir ini. Atau berarti lebih dari 115 orang setiap hari,” ujarnya

    Berdasarkan angka ini, tampak jelas bahwa 40 persen korban tewas di Gaza adalah anak-anak.

    Baca: Israel kekeuh kelola Gaza usai perang dengan Hamas

    Ini, lanjut Sima,  tidak pernah terjadi sebelumnya. Dengan kata lain, Jalur Gaza saat ini merupakan daerah paling berbahaya di dunia bagi anak-anak,” katanya.

    Paus Ajak Semua Berdoa

    Paus Fransiskus secara terpisah melakukan pertemuan dengan keluarga sandera di Gaza dan keluarga Palestina yang hidup di tengah kesengsaraan perang antara Israel dan Hamas ini.

    Dia memohon diakhirinya apa yang disebutnya sebagai terorisme, dan “hasrat untuk membunuh siapa pun.”

    “Tadi pagi saya menerima dua delegasi, satu dari Israel yang anggota keluarganya menjadi sandera di Gaza, dan lainnya dari Palestina yang anggota keluarganya ditahan di Israel. Mereka sama-sama sangat menderita,” ujar Paus.

    Baca: Gaza telah jadi kuburan bagi anak-anak

    Saya, lanjut Paus, mendengar penderitaan yang mereka rasakan. Perang yang mengakibatkan semua ini. Tetapi sekarang ini bukan perang lagi, ini terorisme. Mohon wujudkan perdamaian.

    Berdoalah bagi perdamaian. Banyak lah kita berdoa demi perdamaian. Semoga Tuhan membantu kita menyelesaikan masalah ini dan tidak ada lagi hasrat untuk membunuh siapa pun.

    “Mari berdoa bagi warga Palestina. Mari berdoa bagi warga Israel. Agar perdamaian dapat segera terwujud,” harapnya.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Gencatan Senjata Israel-Hamas Berlaku, Israel Bebaskan 150 Perempuan dan Anak Palestina yang Ditahan

    Gencatan Senjata Israel-Hamas Berlaku, Israel Bebaskan 150 Perempuan dan Anak Palestina yang Ditahan

    7cloud.asia – Gencatan senjata selama empat hari antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Jumat (24/11/2023 ) pukul 07.00 waktu setempat (pukul 12.00 WIB).

    Gencatan senjata tersebut diperkirakan akan diikuti pembebasan puluhan sandera yang ditawan Hamas dan 150 warga Palestina yang ditahan Israel.

    Gencatan itu mencakup gencatan senjata komprehensif di bagian utara dan selatan Gaza, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al-Ansari kepada wartawan di Doha sebelumnya.

    Menurut kesepakatan, 50 perempuan dan anak-anak yang diculik dari Israel oleh Hamas pada 7 Oktober lalu akan dibebaskan sebagai pertukaran bagi 150 perempuan dan anak-anak Palestina yang dipenjarakan di Israel.

    Baca: Kesepakatan gencatan senjata dicapai, tercatat lebih dari 14.000 orang tewas dalam 46 perang Israel-Hamas

    Tiga belas sandera akan dibebaskan dari Gaza pada hari Jumat, dan kelompok sandera tambahan akan dibebaskan setiap hari selama gencatan senjata hingga total 50 orang bebas.

    “Kami semua berharap gencatan senjata ini akan mengarah pada kesempatan bagi dimulainya tugas yang lebih luas untuk mencapai gencatan permanen,” kata Al-Ansari.

    Para pakar soal penganiaya anak dari Institut Haruv Yerusalem telah mengembangkan pedoman mengenai bagaimana tentara Israel harus menangani anak-anak di bawah umur begitu mereka dibebaskan dari Gaza.

    Hal ini dilakukan atas permintaan pemerintah Israel. 

    Baca: Uni Eropa tegaskan pengakuan Palestina untuk perdamaian Timur Tengah

    Israel telah menerima daftar awal para sandera yang akan dibebaskan dari Gaza pada hari Jumat, kata kantor perdana menteri Israel, Kamis (23/11/2023).

    “Otoritas terkait sedang memeriksa detail daftar itu dan sekarang ini sedang berhubungan dengan seluruh keluarga,” kata kantor perdana menteri dalam sebuah pernyataan.

    Berdasarkan kesepakatan itu, Israel akan menghentikan untuk sementara serangan-serangannya terhadap Gaza selama empat hari.

    Selain itu, Hamas mengukuhkan di saluran perpesanan Telegram bahwa serangan-serangan dari pasukannya juga akan dihentikan untuk sementara.

    Baca: Israel bersikukuh kelola Gaza jika perang berakhir

    Israel mengatakan jeda pertempuran selama empat hari akan diperpanjang ekstra satu hari untuk setiap 10 sandera tambahan yang dibebaskan Hamas.

    Juru bicara Qatar mengatakan Doha berharap akan memperantarai kesepakatan lainnya untuk membebaskan lebih banyak sandera dari Gaza pada hari keempat gencatan senjata.

    Komite Palang Merah Internasional mengatakan akan membantu apapun pembebasan sandera.

    Ke-50 sandera itu semula diperkirakan akan dibebaskan pada hari Kamis (23/11/2023).

    Baca: Gaza berubah jadi kuburan saat berlangsungnya perang Israel-Hamas

    Penasihat keamanan nasional Israel, Tzachi Hanegbi, mengatakan dalam sebuah pernyataan Rabu malam bahwa perundingan masih terus berlangsung.

    Sandera-sandera awal yang ditawan Hamas di Gaza tidak akan dibebaskan setidaknya hingga Jumat (23/11/2023).

    Tidak satu pun identitas para sandera yang dibebaskan pada Jumat (24/11/2023) telah diungkapkan.

    Tapi para pejabat AS mengatakan mereka yakin beberapa dari sembilan orang Amerika yang diduga disandera Hamas akan termasuk yang dibebaskan.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Gencatan Senjata Israel-Hamas Diperpanjang 2 Hari, UE Serukan Pengakuan Dua Negara

    Gencatan Senjata Israel-Hamas Diperpanjang 2 Hari, UE Serukan Pengakuan Dua Negara

    7cloud.asia – Gencatan senjata antara Israel-Hamas akan diperpanjang dua hari, kata mediator Qatar pada hari Senin (27/11/2023).

    Kesepakatan ini diambil, seiring berakhirnya gencatan senjata empat-hari di Gaza yang disepakati sebelumnya.

    “Negara Qatar mengumumkan bahwa, sebagai bagian dari mediasi yang sedang berlangsung, telah tercapai sebuah kesepakatan untuk memperpanjang jeda kemanusiaan atau gencatan senjata selama dua hari di Jalur Gaza,” cuit Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari di X.

    Dilansir VOA Indonesia, Gedung Putih menyambut baik perpanjangan gencatan senjata antara Israel-Hamas tersebut.

    Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby berharap warga Amerika akan termasuk ke dalam 20 sandera yang rencananya akan dibebaskan dalam masa perpanjangan gencatan senjata ini.

    Baca: gencatan senjata Israel – Hamas mulai diberlakukan

    Saat ini, masih ada delapan hingga sembilan warga AS yang diyakini masih disandera.

    “Kami akan terus berupaya memperpanjang jeda itu lagi. Pasti, itu yang kami inginkan. Kami ingin membebaskan semua sandera dan ini adalah cara terbaik untuk melakukannya,” kata Kirby.

    Pada hari yang sama, pejabat senior Hamas Osama Hamdan mengatakan bahwa kelompoknya tengah menyusun daftar baru sandera yang akan dibebaskan “untuk memperpanjang gencatan senjata” dengan Israel.

    Sebelumnya, seorang sumber Hamas mengatakan bahwa kelompok itu terbuka pada gagasan memperpanjang gencatan senjata “dua hingga empat hari” dengan imbalan pembebasan “20 sampai 40 tahanan Israel” pada saat itu.

    Israel juga memberikan isyarat kesediaannya memperpanjang jeda pertempuran dan mengamankan lebih banyak pembebasan sandera, di tengah tekanan dari keluarga sandera dan negara-negara sekutunya.

    Baca: 14.100 warga Palestina tewas dalam 46 hari pertempuran Israel-Hamas

    Juru bicara pemerintah Israel, Eylon Levy, mengatakan kepada wartawan hari Senin bahwa mereka berharap “dapat menerima 50 sandera lagi selepas malam ini dalam upaya untuk membawa semua orang pulang.”

    Sementara itu, pada hari Senin di Kota Barcelona, Spanyol, para menteri luar negeri yang menghadiri pertemuan anggota Uni Eropa dengan negara-negara Timur Tengah dan Afrika, yang berfokus pada upaya diplomatik untuk menghentikan perang Israel-Hamas.

    Pertemuan ini menyerukan pembebasan lebih banyak sandera Israel ketika jeda pertempuran di Gaza hampir berakhir.

    Negara-negara itu juga sepakat bahwa solusi dua negara adalah jawaban dari konflik Israel-Palestina. Kepala urusan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, mengatakan bahwa Otoritas Palestinalah yang sebaiknya memerintah Gaza.

    Solusi dua negara adalah gagasan berdirinya sebuah negara bagi bangsa Palestina di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza, berdampingan dengan Israel.

    Baca: UE tegaskan pengakuan negara Palestina kunci perdamaian di Timur Tengah

    “Mereka (Otoritas Palestina) bisa dan perlu memperbaiki fungsinya dan harus ada pemilu sesegera mungkin.”

    Israel juga harus bekerja sama untuk mewujudkannya, tidak seperti yang mereka lakukan di Yerusalem Timur ketika mereka (penduduk Palestina) mencoba menggelar pemilu.

    Tentu saja kita perlu melakukan semua ini, tentu saja kita perlu memperkuat, melegitimasi dan mendukung Otoritas Nasional Palestina, dan tentu saja mereka tidak bisa melakukannya sendiri.

    “Mereka membutuhkan dukungan dari komunitas internasional dan itulah tujuan keberadaan PBB,” ujar Borrell.

    Borrell menambahkan, dukungan komunitas internasional krusial untuk menghindari terjadinya kekosongan kekuasaan di Gaza.

    Borrelli menilai kekosongan akan menjadi lahan subur bagi berkembangnya organisasi yang sarat kekerasan dan menimbulkan ancaman ketidakamanan.

    Baca: Palestina tolak sikap Israel yang ingin kelola Gaza pasca perang

    Dalam forum itu, Menlu Yordania Ayman Safadi menuduh Israel melakukan genosida dengan mengebom Gaza selama enam minggu terakhir.

    Ia juga mengatakan, pembahasan tentang masa depan bangsa Palestina harus berfokus pada Tepi Barat dan Gaza sebagai satu kesatuan.

    Otoritas Palestina, yang diwakili Menteri Luar Negeri Riad al-Maliki, mengatakan bahwa pemerintahannya tidak akan pernah meninggalkan Gaza.

    Ia mengatakan, mereka memiliki 60.000 pegawai publik yang melayani masyarakat Gaza. Sebagai informasi, Jalur Gaza saat ini diperintah oleh kelompok Hamas, salah satu faksi di wilayah Palestina.

    “Saya rasa sekarang, setelah perang mengerikan di Gaza dan kehancuran yang terjadi, akan ada peningkatan layanan yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

    Otoritas Palestina harus merespons hal ini dengan menambah lebih banyak pegawai publik di Gaza. Tapi kami telah mengambil tanggung jawab dengan serius selama 17 tahun ini dan kami akan terus melakukan hal yang sama.

    Baca: Netanyahu syaratkan pembebasan sandera untuk gencatan senjata

    “Kami, tidak akan pernah berhenti bertanggung jawab dan memberikan layanan yang diperlukan, karena kami otoritas yang bertanggung jawab. Kami memberikan layanan di seluruh wilayah pendudukan Palestina, baik di Jalur Gaza maupun di Tepi Barat,” kata al-Maliki.

    Sejak berminggu-minggu sebelum dan selama berlangsungnya gencatan senjata sementara, Qatar, dengan dukungan AS dan Mesir, telah terlibat dalam proses negosiasi intensif untuk mewujudkan dan memperpanjang jeda pertempuran di Gaza.

    Para penengah mengatakan bahwa jeda tersebut memang dirancang agar dapat diperluas dan diperpanjang.

    Selama gencatan senjata pertama, sebanyak 50 sandera warga sipil – perempuan dan anak-anak – rencananya akan dibebaskan oleh Hamas.

    Sebagai imbalan, 150 tahanan Palestina yang dikurung Israel juga akan dibebaskan dan bantuan kemanusiaan akan diizinkan memasuki Gaza.

    Baca: Gaza telah menjadi kuburan

    Dalam tiga hari pertama, 39 sandera Israel dibebaskan Hamas dengan imbalan 117 tahanan Palestina yang dikurung Israel sebagai bagian dari kesepakatan.

    Sementara itu, melalui negosiasi lain yang secara paralel dilakukan oleh Qatar, sebanyak 17 warga Thailand, satu warga Filipina dan satu warga berkewarganegaraan ganda Rusia-Israel juga telah dibebaskan kelompok militan tersebut.

    Jumlah sandera yang akan dibebaskan sejauh ini merupakan yang terbanyak sejak militan Hamas melancarkan serangan ke Israel selatan secara mendadak pada 7 Oktober lalu dalam serangan paling mematikan dalam sejarah Israel.

    Israel mengatakan serangan itu menewaskan 1.200 orang, sebagian besarnya adalah warga sipil. Selain itu, sekitar 240 orang disandera, termasuk warga lansia dan anak-anak.

    Menanggapi hal itu, Israel melancarkan serangan bom tanpa henti dan serangan darat ke wilayah Gaza yang dikuasai Hamas.

    Pemerintahan Hamas menyatakan bahwa serangan Israel telah menewaskan 15.000 orang, ribuan di antaranya anak-anak.

    Sumber: VOA Indonesia