Tag: hari anak nasional

  • Sambut Hari Anak Nasional, Cerianya Gerak Anak di Bakul Budaya FIB UI

    Sambut Hari Anak Nasional, Cerianya Gerak Anak di Bakul Budaya FIB UI

    7cloud.asia – Berbagai cara yang dapat dilakukan dalam menyambut Hari Anak Nasional (HAN) ke-40, 23 Juli 2024 mendatang. Salah satunya dengan menumbuhkan kecintaan anak terhadap kebudayaan nasional.

    Seperti yang dilakukan anak-anak yang tengah bermain dengan ceria permainan tradisional ini. Mereka bermain, bernyanyi, menari dan bercerita ini tampak asyik mengikuti kegiatan.

    Acara yang digagas oleh Komunitas Bakul Budaya tersebut memang dilakukan dalam rangka menyambut HAN dengan tema “Gerak Anak di Bakul Budaya”.

    Komunitas Bakul Budaya sengaja menempatkan anak sebagai subjek dan bukan sebagai objek dalam kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (20/07/2024) di pelataran Kampus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI, Depok.

    Baca: Pendidikan lingkungan hidup dimulai dari keluarga

    Ketua Umum Bakul Budaya FIB UI, Dewi Fajar Marhaeni menjelaskan kegiatan ini bertujuan memberi kesempatan kepada anak untuk bergerak, berekspresi,mengenal permainan lokal/tradisional

    Selain itu juga dengan berbagai kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan anak terhadap kebudayaan nasional.

    “Menurut kami, anak sebagai aset kemajuan Bangsa Indonesia berhak untuk bergerak dalam konteks positif dan kreatif, bahkan di dalam alam pikiran dan perasaan, baik personal maupun sosial,” jelas Dewi dalam rilis yang diterima 7cloud.asia.

    “Mereka berhak mengungkapkan dan mewujudkannya melalui ucapan, gerak raga, sikap, dan tindakan. Untuk itu, anak harus mendapatkan kesempatan, termasuk dalam kesejahteraan dan perlindungan,” lanjutnya lagi.

    Baca: Daerah khusus Jakarta upayakan perda ramah anak

    Dalam kegiatan ini, Rasia Kayla Kalyani (16) dan Indonesiana Ayuningtyas (13) dengan ceria menjadi pembawa acara sejak pembukaan hingga selesai.

    Keduanya juga ditemani oleh  Iskandar Mathondang,, mantan anggota Lenong Bocah pada era 1990-an. Pada kesempatan itu, para peserta yang hadir membawakan tarian Kaluhuran Nuswantara.

    Lagu tari dari Omah Cangkem Yogyakarta, itu dicipta oleh Pardiman Djoyonegoro dan koreografinya merupakan karya dari Anter Admorotedjo.

    Lirik lagu untuk gerak tari mirip gerakan para tokoh punakawan yang jenaka itu mengandung pesan mencintai Indonesia nan kaya akan keindahan alam dan keragaman suku, agama, dan budaya, namun tetap satu nusa dan satu bangsa.

    Baca: Anak-anak di Gaza habiskan 8 jam sehari untuk mendapatkan makanan

    Hal itu tergambar dan diperkuat dengan aneka pakaian berwarna cerah yang dipadu dengan balutan kain batik juga tenun dari semua peserta.

    Puluhan anak yang hadir usia 4 hingga 17 tahun tersebut juga mengikuti berbagai permainan lokal sesuai dengan usia dan minatnya.

    Seperti permainan Wak Wak Gung yang diperagakan oleh Namiyah dan sembilan temannya. Permainan ini mirip dengan permainan Ular Naga. Cuma lagunya yang berbeda.

    Selanjutnya permainan Ular Naga, Gobak Sodor, yang juga dikenal dengan Galah Asin atau Galasin,  Engklek, Lompat Karet dan Pancasila 5 Dasar.

    Baca: Polusi udara tinggi, anak-anak diimbau perbanyak makan buah

    Komunitas Bakul Budaya dengan misi merawat bumi serta melestarikan budaya dan merajut kebhinnekaan meminta Bakul Budaya juga meminta semua yang hadir membawa tumbler untuk wadah isi ulang air minum.

    Anak-anak yang hadir juga mendapatkan bingkisan satu set peralatan makan dan minum serta snack yang dimasukkan dalam tas dari kain perca sisa produksi pakaian.

    “Bakul Budaya kan punya misi melestarikan budaya, merawat bumi, dan merajut kebhinnekaan sebagai bagian dari misi merawat bumi. Kami secara berkelanjutan melakukan aksi ramah dari rumah. Salah satunya dengan mengurangi timbulan sampah dari kemasan sekali pakai. Dan di Hari Anak Nasional ini, kami mengajak anak-anak untuk lebih peduli terhadap lingkungan hidup. Dimulai dengan rajin menggunakan tumbler dan wadah makan sendiri,” terang Dewi.

     

  • Hari Anak Nasional 2024: DPR Tekankan Peran Penting Ayah Cegah Fatherless dalam Pengasuhan Anak

    Hari Anak Nasional 2024: DPR Tekankan Peran Penting Ayah Cegah Fatherless dalam Pengasuhan Anak

    7cloud.asia – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2024 yang jatuh pada Rabu 23 Juli 2024, Komisi VIII DPR menekankan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak.

    Kehadiran sosok ayah dalam pengasuhan anak merupakan hal yang perlu diperhatikan agar membuat anak memiliki kesehatan mental yang baik dan kuat.

    “Selamat Hari Anak Nasional untuk seluruh anak Indonesia. Di tahun ini saya berharap masyarakat dapat memperhatikan pentingnya peran ayah bagi tumbuh kembang anak,” kata Anggota Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina dalam keterangan persnya, Selasa (23/7/2024).

    Di Hari Anak Nasional Selly menyinggung soal DPR yang telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan (UU KIA).

    UU KIA ini saat ini tinggal menunggu aturan turunannya dari Pemerintah agar dapat diimplementasikan di lapangan.

    Baca Juga: Hari Anak Nasional 2023: Negara Diminta Hadir dalam Perlindungan Anak

    “Undang-Undang ini harus menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga di Indonesia,” tuturnya.

    Adapun UU KIA diinisiasi DPR sebagai upaya membangun kesejahteraan ibu dan anak pada tingkatan terkecil agar menjadi tanggung jawab bersama.

    Bukan hanya keluarga saja, namun juga lingkungan karena tumbuh kembang anak merupakan tanggung jawab kolektif bersama, termasuk Pemerintah.

    UU KIA hadir tak hanya mengatur soal cuti melahirkan bagi ibu pekerja saja, tapi juga tentang cuti pendampingan bagi pekerja pria yang istrinya baru saja melahirkan.

     

    Baca Juga: Mengapa Laki-laki Harus Mengambil Peran dalam Pengasuhan Anak

    Lewat UU KIA, ayah dimungkinkan untuk memperpanjang cuti untuk mendampingi istrinya merawat anak yang baru lahir.

    Selly mengatakan, peran ayah sangat diharapkan dalam mengasuh anak terutama karena 1.000 hari fase kehidupan anak merupakan masa kritis di mana anak bertumbuh dan berkembang dengan sangat cepat dan signifikan.

    Dia menegaskan, 1000 hari pertama atau golden period ini tidak bisa terulang dan tidak terjadi pada kelompok usia lain.

    “Perpanjangan cuti ayah ini bisa menjadi langkah krusial untuk memastikan hak tersebut dapat diakses secara merata oleh pekerja. Peran ayah sangatlah dibutuhkan baik untuk ibu maupun anak,” sambungnya.

    Baca Juga: Orang tua yang Terlatih Akan Lebih Mampu Meningkatkan Kualitas Pengasuhan Anak

    Dalam UU KIA memang ada klausul yang menegaskan bahwa mengasuh anak adalah tanggung jawab bersama ayah dan ibu.

    Mulai dari mempersiapkan segala hal sebelum kehamilan seperti menjaga dan memeriksakan kondisi saat perencanaan kehamilan, lalu ketika ibu hamil, sampai saat ibu melahirkan dan pasca melahirkan hingga ibu menyusui.