7cloud.asia – Pada 7 Oktober mendatang Kota Jogja akan merayakan hari jadinya yang ke-267.
Banyak orang yang menyebut kota ini dengan nama kota Yogyakarta, tetapi warga setempat lebih suka menyebut kota tempat tinggalnya sebagai kota Jogja.
Saat ini kota Jogja memiliki beragam julukan, selain disebut sebagai kota pendidikan, Jogja juga sering disebut sebagai kota budaya.
Sebutan kota budaya yang disematkan ke Kota Jogja berkaitan erat dengan peninggalan-peninggalan budaya bernilai tinggi semasa kerajaan Mataram yang masih lestari hingga kini.
Baca: Makna sumbu filosofi dalam tata kota Jogja
Peninggalan budaya inilah yang menjadikan Kota Jogja sebagai salah satu tujuan wisata budaya.
Tapi, mari kita lupakan dulu beragam julukan untuk kota Jogja. Kali ini kita akan membahas tentang bagaimana hari jadi Kota Jogja ditetapkan?
Mengutip situs Pemkot Jogja, hari jadi kota Jogja yang diperingati setiap tanggal 7 Oktober berasal dari Perjanjian Gianti yang diteken pada 13 Februari 1755 atau pada masa penjajahan Belanda.
Bisa dikatakan, lahirnya kota Jogja tak lepas dari politik pecah belah penjajah Belanda kala itu.
Baca: Jalan Malioboro ditataulang sesuai posisi dan maknanya dalam sumbu filosofi kota Jogja
Isi Perjanjian Gianti menyatakan Negara Mataram dibagi dua, yaitu keraton Kasunanan Surakarta dan Kraton Kesultanan yang menjadi hak Pangeran Mangkubumi yang selanjutnya menjadi cikal bakal kraton Yogyakarta.
Selanjutnya Pangeran Mangkubumi mendapatkan gelar Gelar Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing Alega Abdul Rachman Sayidin Panatagama Khalifatullah atau Hamengku Buwono
Kala itu Sultan Hamengku Buwono akhirnya menetapkan ibukota dan pusat pemerintahan di hutan yang disebut Beringin yang telah memiliki desa kecil bernama Pachetokan.
Di desa ini ada pesanggrahan yang bernama Garjitowati, yang dibuat Susuhunan Paku Buwono II dan namanya kemudian diubah menjadi Ayodya.
Baca: Mengenal asal muasal Kota Manado
Peresmian istana baru atau keraton di Ayodya itu terjadi pada 7 Oktober 1756. Lantas dari mana nama Yogyakarta?
Detik.com mengutip situs Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY, nama Yogyakarta berasal dari nama Yogya yang kerta. Yogya yang makmur.
Sementara itu, Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki makna Yogya yang makmur dan yang paling utama.
Baca: Sejarah panjang kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia
Sumber lain menyebut nama Yogyakarta diambil dari nama (ibu) kota Sanksrit Ayodhya dalam epos Ramayana.
Dalam penggunaannya sehari-hari, Yogyakarta lazim diucapkan Jogja(karta) atau Ngayogyakarta (bahasa Jawa).
Dalam perjalanannya, Jogja pernah menjadi pusat kerajaan baik Kerajaan Mataram (Islam), Kasultanan Yogyakarta maupun Kadipaten Pakualaman.
Seperti itulah asal usul dan makna nama Kota Jogja yang pekan depan akan merayakan hari jadinya yang ke-267.
