Tag: hemat energi

  • Gaya Hidup Ramah Lingkungan Nggak Cuma Suka Tanaman, Ini 17 Langkah yang Bisa Kamu Lakukan

    Gaya Hidup Ramah Lingkungan Nggak Cuma Suka Tanaman, Ini 17 Langkah yang Bisa Kamu Lakukan

    7cloud.asia – Beberapa tahun belakangan gaya hidup ramah lingkungan makin sering didengungkan untuk lingkungan yang lebih lestari.

    Baik sendiri maupun bergabung dalam komunitas, makin banyak anggota masyarakat yang coba menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Kamu juga bisa melakukan aksi nyata untuk melestarikan bumi dengan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.

    Gaya hidup ramah lingkungan tak hanya soal suka menanam tanaman, tetapi juga meliputi banyak aspek lainnya. Kamu tak harus melakukannya sekaligus, karena gaya hidup ramah lingkungan adalah perjalanan yang dilakukan secara konsisten.

    Kamu bisa memulainya dengan cara sederhana seperti mulai menggunakan tumbler untuk menggantikan minuman kemasan. Sebuah langkah kecil tapi berdampak besar bagi lingkungan jika dilakukan secara kolektif.

    Untuk itu, ada baiknya kita lebih dulu mengenal apa itu gaya hidup ramah lingkungan dan manfaatnya bagi lingkungan.  

    Baca: Dampak gaya hidup konsumtif untuk lingkungan

    Dilansir Indonesiabaik.com, gaya hidup ramah lingkungan adalah cara hidup yang berfokus pada pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan lewat aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

    Bisa dikatakan, inti dari gaya hidup ramah lingkungan adalah mengurangi sampah, mengurangi emisi gas rumah kaca dengan cerdas mengonsumsi sumber daya alam, dan selalu merawat lingkungan guna menjaga keseimbangan ekosistem.

    Salah satu aspek penting gaya hidup ramah lingkungan adalah mengurangi jejak karbon atau jumlah emisi gas rumah kaca yang kita hasilkan. Emisi karbon itu kita hasilkan dari penggunaan energi, transportasi, maupun cara kita mengonsumsi. 

    Jadi gaya hidup ramah lingkungan adalah tentang upaya untuk lebih bijak dalam mengonsumsi yang berujung pada pengurangan sampah dan emisi karbon yang dihasilkan dengan mengadopsi praktik-praktik baik. 

    Gaya hidup ramah lingkungan juga berarti mengurangi penggunaan sumber daya alam, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan mengurangi penggunaan sumber daya alam yang tidak terbarukan.

    Berikut 17 langkah yang bisa kamu lakukan untuk memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan

    1. Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

    Plastik sekali pakai adalah salah satu sumber polusi lingkungan. Mulailah dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, seperti kantong plastik, botol air, sedotan, dan wadah makanan.

    Gantilah dengan menggunakan tas belanja kain, botol air yang dapat diisi ulang, sedotan logam atau bambu, dan wadah makanan yang dapat digunakan kembali. 

    Baca: Sistem isi ulang dari Siklus efektif kurangi sampah plastik

    2. Hemat Energi

    Hemat energi berarti mengurangi emisi gas rumah kaca. Kamu bisa melakukannya dengan mematikan lampu dan peralatan listrik yang tak digunakan, mengganti lampu dengan LED, mengatur suhu pengatur udara dengan bijak.

    Jika memungkinkan, mulailah beralih ke panel surya untuk menghasilkan energi terbarukan di rumah kamu.

    3. Gunakan Transportasi Berkelanjutan

    Transportasi adalah sumber terbesar emisi karbon. Untuk itu kurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan memilih transportasi berkelanjutan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan angkutan umum.

    Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk menggunakan mobil listrik atau carpooling dengan teman atau tetangga.

    Baca: Berbagai produk daurulang dari DemiBumi

    4. Daur Ulang

    Daur ulang merupakan cara efektif untuk mengurangi limbah dan penggunaan sumber daya alam. Pisahkan limbahmu dan pastikan untuk mendaur ulang kertas, plastik, kaca, dan logam. Selain itu, perbaiki barang yang rusak daripada langsung membeli yang baru. Pilihlah produk daur ulang atau bahan ramah lingkungan.

    5. Menghemat Air

    Hemat air dengan memperbaiki keran yang bocor, menggunakan shower yang hemat air, dan mengumpulkan air hujan untuk keperluan taman. Ketika mencuci piring atau mencuci mobil, gunakan air secukupnya dan matikan keran saat tidak digunakan.

    6. Minimalkan Pemakaian Bahan Kimia 

    Bahan kimia dapat mencemari air dan tanah serta berdampak buruk pada kesehatan manusia. Pertimbangkan untuk menggunakan alternatif alami dan ramah lingkungan seperti cuka, baking soda, dan minyak esensial dalam kegiatan pembersihan dan perawatan pribadi kamu.

    Baca: Baking soda, benda yang serba guna lagi ramah lingkungan

    7. Kurangi Konsumsi Daging

    Produksi daging memiliki dampak besar terhadap lingkungan, termasuk deforestasi, polusi air, dan emisi gas rumah kaca. Mulai kurangi konsumsi daging dengan mengadopsi pola makan yang lebih berbasis tumbuhan. Cobalah untuk menjadikan hari-hari tertentu sebagai “hari tanpa daging” atau eksplorasi dengan hidangan nabati yang lezat dan bergizi.

    8. Budidaya Tanaman Sendiri

    Menanam tanaman di rumah tak hanya bisa menyediakan makanan segar dan sehat, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pertanian konvensional yang menggunakan pestisida dan penggunaan energi yang tinggi. Kamu dapat memulai dengan menanam tanaman herbal, sayuran, atau bahkan menanam pohon di halaman atau dalam pot.

    9. Gunakan Produk Ramah Lingkungan

    Beli produk yang memiliki label ramah lingkungan, seperti produk dengan sertifikasi organik, bebas dari bahan kimia berbahaya, atau yang menggunakan bahan daur ulang.

    Pertimbangkan juga untuk membeli produk dengan kemasan minimal atau kemasan yang dapat didaur ulang.

    10. Tidak boros makanan 

    Mulai sekarang beli makanan sesuai dengan kebutuhan, gunakan kembali sisa makanan, dan pelajari cara menyimpan makanan dengan baik agar tahan lebih lama. Kamu juga bisa berpartisipasi dalam inisiatif seperti berbagi makanan yang tidak terpakai kepada mereka yang membutuhkan.

    Baca: Seperti ini dampak sampah makanan

    11. Mendukung Komunitas Lokal

    Belilah produk-produk lokal yang dihasilkan dengan praktik ramah lingkungan. Dukung petani lokal, pedagang kecil, dan pengrajin lokal. Dengan melakukannya, kamu tidak hanya mengurangi jejak karbon transportasi, tetapi juga membantu perekonomian lokal.

    12. Kurangi konsumsi air mineral

    Mengurangi penggunaan air botol adalah langkah penting dalam mengurangi limbah plastik. Gantilah air botol sekali pakai dengan botol minum yang dapat diisi ulang.

    Jika kamu membutuhkan air minum di luar rumah, bawa botol minum sendiri atau gunakan tempat pengisian air minum umum. Dengan melakukan ini, kamu membantu mengurangi produksi sampah plastik.

    13. Gunakan Produk Keanekaragaman Hayati yang Bertanggung Jawab

    Ketika membeli produk seperti makanan, kosmetik, atau perawatan pribadi, pilihlah yang berasal dari sumber keanekaragaman hayati yang dikelola dengan bertanggung jawab.

    Perhatikan label dan sertifikasi yang menunjukkan produk tersebut dihasilkan dengan memperhatikan konservasi alam, keberlanjutan, dan hak asasi manusia.

    Baca: Konsumsi yang tak bertanggungjawab ancam keanekaragaman hayati di Indonesia  

    14. Gunakan Kertas Secara Bijak

    Gunakan kertas secara bijaksana dengan mencetak hanya ketika diperlukan, memanfaatkan sisi kertas yang kosong, dan mendaur ulang kertas yang tidak terpakai. Pertimbangkan pula untuk beralih ke penggunaan kertas daur ulang maupun produk yang terbuat dari kayu. 

    15. Kurangi Penggunaan Bahan Bakar Fosil

    Penggunaan bahan bakar fosil merupakan salah satu penyebab utama perubahan iklim. Kamu dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dengan mengadopsi transportasi berkelanjutan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum.

    Jika memungkinkan, gunakan kendaraan listrik atau berbagi kendaraan dengan orang lain. Selain itu, hemat energi di rumah dan gunakan sumber energi terbarukan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil.

    16. Mendukung Pengembangan Ramah Lingkungan

    Bergabung dengan gerakan yang mendukung pengembangan ramah lingkungan seperti Greenpeace Indonesia, WWF Indonesia, atau program pelestarian alam lainnya. Dengan memberikan dukunganm, kamu membantu mempercepat perubahan positif dan memberikan sumber daya bagi upaya keberlanjutan.

    17. Cerdas dalam Mengonsumsi Internet

    Konsumsi internet yang berlebihan dapat menyebabkan penggunaan energi yang tinggi dan dampak lingkungan yang negatif.

    Ajak teman-temanmu untuk sama-sama menjaga lingkungan hidup. Mulailah menggunakan produk ramah lingkungan, kurangi penggunaan plastik satu kali pakai, dan hematlah air maupun listrik di mana pun kamu berada.

  • Kiat Membangun Rumah yang Nyaman Lagi Hemat Energi

    Kiat Membangun Rumah yang Nyaman Lagi Hemat Energi

    7cloud.asia – Di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti dan melambungnya harga properti, mimpi Gen Z dan kaum milenial untuk bisa punya rumah sendiri semakin jauh dari jangkauan.

    Tapi, kalau kamu masih bisa punya ruang untuk berangan-angan, kira-kira seperti apa desain rumah idamanmu?

    Bagi anak muda yang sangat peduli dengan kualitas hidup, rumah tentu bukan sekadar bangunan tinggal. Rumah juga harus nyaman dan layak huni.

    Sayangnya, di negara tropis seperti Indonesia, terutama di kota-kota metropolitan, rasanya sulit untuk punya rumah adem tanpa pendingin udara atau AC. Akibatnya, konsumsi energi tinggi, begitu pula emisi gas rumah kaca yang dihasilkan.

    Ini menjadi dilema tersendiri bagi anak muda yang ingin tinggal nyaman, tapi juga peduli dengan Bumi. Lantas, adakah cara membangun rumah nyaman tapi tetap hemat energi? Jawabannya: ada.

    Riset yang penulis lakukan menunjukkan rumah hemat energi dan bersahabat dengan alam tetap memungkinkan dibangun di kawasan tropis seperti Indonesia. Keduanya bisa dicapai tanpa mengorbankan kenyamanan penghuni.

    Baca: Hunian dengan konsep micro living jadi pilihan masyarakat urban

    Pengurangan energi bisa dilakukan, terutama untuk penerangan dan pendinginan, dengan memanfaatkan sumber daya alam seperti cahaya matahari dan aliran udara.

    Konsep desain rumah ramah lingkungan
    Ada beberapa prinsip utama dalam desain rumah yang hemat energi sekaligus ramah alam, yakni:

    1. Jendela untuk pencahayaan alami
    Pastikan desain rumah kamu punya banyak jendela, sehingga daylighting atau cahaya matahari di siang hari bisa masuk optimal dan mengurangi kebutuhan lampu.

    Jangan lupa menyesuaikan ukuran jendela dengan luas ruangan. Ruangan yang bentuknya lebar bisa lebih hemat energi, karena jendelanya bisa efektif menerangi seluruh ruangan.

    2. Ventilasi untuk penyejuk udara
    Agar tetap segar tanpa pakai AC, pastikan rumah kamu punya banyak ventilasi. Sebaiknya ventilasi dibuat silang (depan dan belakang/kiri dan kanan) agar angin bisa masuk dari satu sisi dan keluar dari sisi lainnya, sehingga udara bisa terus mengalir.

    Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan posisi rumah dan jendela dengan arah angin dan pastikan kamu menyisakan sedikit lahan untuk halaman saat akan membangun rumah.

    Kamu juga sebaiknya menggunakan desain ventilasi malam yang bisa mengeluarkan panas dari dalam rumah saat malam hari, agar suhu lebih sejuk keesokan paginya.

    Baca: Gerakan rumah mungil sedang ngetren

    3. Pasang ‘overhang’ atap
    Banyak rumah modern di iklim tropis tidak memiliki overhang atau sun-shading, sehingga sinar matahari mudah masuk dan terperangkap di dalam rumah.

    Akibatnya, suhu ruangan menjadi panas dan membuat gerah. Untuk mengatasinya, kamu bisa memasang overhang sebagai pelindung atap dari cahaya matahari langsung.

    Untuk hasil yang lebih maksimal, kamu bisa memasang kanopi atau atap tambahan di atas jendela/pintu dan tanaman sebagai pelindung alami bangunan dari sengatan terik matahari.

    4. Pilih material bangunan yang tepat
    Material dinding/atap juga penting diperhatikan. Bahan bangunan berat seperti beton bata menyimpan panas sepanjang hari dan melepasnya di malam hari. Hal ini bisa membuat rumah panas saat malam hari.

    Oleh karena itu, sebaiknya pilih material dengan kemampuan insulasi panas yang baik agar suhu dalam rumah tetap nyaman, seperti busa polimer, wol, aluminium foil, dan berbagai jenis busa.

    Kebutuhan energi bisa ditekan drastis
    Dengan menerapkan prinsip-prinsip di atas, kebutuhan listrik untuk lampu dan pendingin udara bisa ditekan drastis.

    Baca: Konsep slow city yang lebih ramah lingkungan

    Kami menguji penerapan prinsip-prinsip desain yang sesuai dengan iklim lokal tropis ini di bangunan Universitas Shinawatra, Pathumthani, Thailand. Hasilnya, penghematan energi bisa mencapai 80 persen dibandingkan bangunan konvensional.

    Jika semua bangunan di kota-kota tropis, termasuk Indonesia menerapkan pola yang sama, tentu penghematan energi akan sangat besar.

    Prinsip nature-friendly house design atau desain rumah ramah lingkungan ini mungkin tampak sederhana, sehingga sering diabaikan. Padahal, ini penting untuk mengurangi konsumsi energi skala rumah tangga yang akumulasinya berdampak besar pada skala kota.

    Efisiensi energi kota-kota kawasan tropis seperti negara kita seharusnya dilakukan di setiap kesempatan yang ada, tanpa mengorbankan kenyamanan penghuni.

    Intinya, kalau kamu membangun atau membeli rumah, sebaiknya bukan cuma gaya-gayaan dan berfokus pada fasad (muka bangunan) atau tampak luarnya yang estetik saja.

    Hal terpenting adalah memilih material dan bentuk bangunan sesuai dengan cuaca untuk mencapai kenyamanan dengan minim energi.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Ariva Sugandi Permana, PhD (Assistant Professor at Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang, Thailand)

  • Pro Kontra Pembelajaran Jarak Jauh untuk Penghematan Energi

    Pro Kontra Pembelajaran Jarak Jauh untuk Penghematan Energi

    7cloud.asiaMenteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti  memastikan tidak ada rencana pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh bagi siswa sebagai bagian dari kebijakan penghematan energi.

    Pernyataan ini disampaikan Mu’ti menyikapi langkah pemerintah yang sedang menyiapkan aturan kerja dari rumah alias work from home satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN).

    Kebijakan itu bertujuan menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) imbas perang di wilayah Asia Barat.

    Menurut Mu’ti, aturan tersebut tidak diberlakukan untuk sektor pendidikan. “Pembelajaran akan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” kata Mu’ti ketika dihubungi pada Selasa, 24 Maret 2026.

    Ia membenarkan bahwa proses belajar bagi siswa sekolah dasar hingga menengah akan berlangsung secara normal, yakni dengan tatap muka selama lima hari dalam satu pekan.

    Sebelumnya, dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak. Prabowo juga mempertimbangkan kebijakan WFH sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.

    Sebagai tindak lanjut arahan Presiden, jajaran Kabinet Merah Putih kemudian menyusun strategi penghematan energi di sektor publik yang mencakup pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan umum. Pada pekan lalu, isu pembelajaran daring mencuat dalam Rapat Koordinasi Teknis Kebijakan Penghematan BBM. 

    Dalam rapat tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan kebijakan penghematan energi lintas sektor ini rencananya mulai berlaku pada April 2026.

    Dia menjelaskan, penghematan energi meliputi penerapan metode pembelajaran daring atau luring akan menyesuaikan dengan karakteristik substansi mata kuliah atau pelajaran. Namun belakangan, Pratikno menegaskan penyelenggaraan pendidikan dan kesehatan tetap berjalan normal.

    Dalam keterangan pers pada 24 Maret 2026, Pratikno mengatakan pemerintah mengutamakan pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka. Ia berujar, sektor pendidikan harus berjalan optimal.

    Ia juga mengingatkan jangan sampai timbul learning loss. Istilah learning loss merujuk pada hilangnya pengetahuan dan keterampilan, baik itu secara umum atau spesifik, atau terjadinya kemunduran proses akademik karena faktor tertentu.  

    Pratikno mengakui memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid dalam proses pembelajaran siswa. Namun pembicaraan lintas kementerian menyepakati saat ini tidak ada urgensi dalam pembelajaran daring bagi siswa. Hal tersebut mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan.

    Sebelumnya Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, menilai upaya penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran daring sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

    Dia menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak boleh dikorbankan oleh kebijakan tersebut. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan kajian komprehensif terkait dampak PJJ, khususnya terhadap capaian belajar siswa, kesenjangan akses pendidikan, serta kondisi psikososial peserta didik.

    Lebih lanjut, ia menyoroti masih adanya ketimpangan infrastruktur digital di berbagai daerah yang berpotensi memperlebar kesenjangan pendidikan jika kebijakan PJJ diterapkan secara luas. 

    “Karena itu, penerapan PJJ sebaiknya dilakukan secara selektif, bukan secara nasional, dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing daerah,” ujar Lalu Hadrian dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Selasa (24/3/2026). 

    Ia juga menekankan pentingnya dukungan yang memadai dari pemerintah, termasuk penyediaan akses internet, subsidi kuota, perangkat pembelajaran, serta pelatihan bagi para guru agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal.

    Lalu Hadrian mendorong adanya evaluasi berkala terhadap kebijakan ini. Evaluasi tersebut dinilai penting agar kebijakan PJJ dapat ditinjau ulang atau bahkan dihentikan apabila terbukti berdampak negatif terhadap mutu pendidikan.

    “Kami berharap upaya penghematan energi tetap dapat dilakukan tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran di Indonesia,” ucap Politisi PKB itu.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, metode PJJ akan disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran. Apabila terdapat pembelajaran praktikum, pemerintah mengarahkan agar pembelajaran tetap bersifat tatap muka.

    Pemerintah juga tengah mempertimbangkan sejumlah isu strategis yang memerlukan pembahasan lanjutan, antara lain penyesuaian distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembiayaan akses internet siswa.