7cloud.asia – Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan hidrogen geologis sebagai sumber energi rendah emisi yang ramah lingkungan. Dalam pemetaan Pertamina, terdapat 17 titik sumber hidrogen yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Hidrogen geologis adalah gas hidrogen yang ditemukan secara alami di bawah permukaan bumi, terbentuk melalui proses geokimia dan biologis tanpa campur tangan manusia.
Hidrogen geologis juga disebut hidrogen alami, hidrogen putih, atau hidrogen emas, dan berpotensi menjadi sumber energi primer rendah karbon untuk menggantikan energi fosil.
Hidrogen geologis dinilai memiliki prospek biaya yang kompetitif dibandingkan jenis hidrogen lainnya, sehingga berpotensi menjadi salah satu pilar utama dalam transisi energi nasional.
Meski demikian, realisasi potensi energi hidrogen geologis tersebut masih memerlukan riset lanjutan serta dukungan kuat dari berbagai pihak.
Pemerintah, industri, akademisi, dan organisasi profesi diharapkan dapat bekerja sama secara berkesinambungan dalam mengembangkan teknologi eksplorasi dan pemanfaatan hidrogen geologis.
Baca: Pengembangan energi hidrogen yang berkelanjutan
Hal ini terungkap dalam diskusi bertema “Potensi Hidrogen Geologis: Energi Masa Depan yang Bersih Emisi” yang diselenggarakan ITB bersama Badan Keahlian Teknik Kebumian dan Energi Persatuan Insinyur Indonesia (BK TBE PII), Sabtu (25/10/2025) di Gedung CRCS ITB.
Kegiatan ini menjadi forum penting bagi para ahli, akademisi, dan profesional teknik kebumian untuk membahas potensi hidrogen geologis sebagai sumber energi bersih di masa depan.
Ketua Umum PII, Dr. Ilham Akbar Habibie, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengembangan energi bersih berbasis hidrogen merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Menurutnya, PII bersama BK TBE berkomitmen untuk aktif berkontribusi melalui riset dan inovasi di bidang energi berkelanjutan.
“Hidrogen geologis dapat menjadi game changer dalam transisi energi di Indonesia. Namun, hal itu hanya dapat terwujud jika ada sinergi antara para pemangku kepentingan,” ujarnya seperti dikutip itb.ac.id.
BK TBE PII menegaskan kesiapannya untuk menjadi garda terdepan dalam riset dan pengembangan hidrogen geologis di Indonesia, sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung agenda transisi energi nasional menuju masa depan yang berkelanjutan.
Baca: Mengenal sumber energi bersih bernama hidrogen hijau
Peran ITB dalam transisi energi nasional
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ITB berperan penting dalam memperkuat riset dan inovasi di bidang energi baru dan terbarukan.
Melalui kegiatan ini, ITB tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis dalam mempertemukan akademisi, industri, dan pembuat kebijakan untuk bersama-sama mencari solusi terhadap tantangan transisi energi.
ITB turut mendorong penguatan kapasitas riset di bidang kebumian dan energi melalui kolaborasi lintas disiplin serta dukungan terhadap pengembangan teknologi hidrogen geologis guna mencapai emisi nol pada 2060.
Melalui kolaborasi yang kuat antara ITB, PII, dan seluruh pemangku kepentingan, Indonesia diharapkan mampu menjadi salah satu pemain utama dalam pengembangan energi hidrogen di kawasan Asia Tenggara.
