7cloud.asia – PDI Perjuangan menyatakan Siaga l menyikapi hasil hitung cepat atau quick count dari berbagai lembaga survei yang sangat anomali (menyimpang atau aneh).
Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto di Jakarta.
Menurut Hasto, PDIP tetap berpedoman menunggu proses rekapitulasi suara secara berjenjang dari bawah, TPS (Tempat Pemungutan Suara) hingga tabulasi nasional di KPU.
“Pedoman kami sangat jelas, kita menunggu proses rekapitulasi secara berjenjang dari bawah. Tetapi hasil quick count ini membuat kami menyatakan Siaga l untuk melihat kembali keseluruhan proses dari hulu ke hilir,” jelas Hasto.
Untuk menyelidiki anomali hasil quik count ini, PDIP dan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud akan membentuk tim khusus yang terdiri ahli hukum, ahli forensik dan ahli investigasi.
Baca: Perolehan suara PDIP masih teratas
Lebih jauh, Hasto menerangkan anomali quick count mengindikasikan adanya exersive shooting (penembakan berlebihan) dari berbagai operasi gabungan mulai dari hulu ke hilir hingga akhirnya menciptakan hasil yang sangat anomali.
Selanjutnya Hasto mengungkapkan jauh hari sebelum pemungutan suara, PDIP telah menandai adanya desain dari hulu ke hilir dalam penyelenggaraan pemilu 2024.
Hasto menjelaskan dari hulu tersebut ditandai dengan merancang atau merekayasa hukum di Mahkamah Konstitusi (MK).
Kemudian ditengahnya terjadi intimidasi yang masif, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang merupakan kantong suara PDIP.
Baca: Jokowi inginkan Parbowo-Gibran menang dan suara PDIP turun
Kemudian, lanjut Hasto di hilir ada banyak hal yang mencurigakan. Salah satunya website KPU beberapa kali shutdown termasuk pada sistem kalkulasi suara dari KPU.
“Makanya sangat anomali hasilnya (quick count), terlihat aneh karena gap-nya jauh sekali. Bahkan Pak Rosan Roeslani (ketua TKN Prabowo-Gibran) sendiri mengatakan kaget dengan hasil quick count,” terangnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh calon presiden nomor urut 03, Ganjar Pranowo.
Ia mempertanyakan, hasil quick count perolehan PDI Perjuangan yangmasih tinggi bahkan masih nomor satu, agak anomali dengan perolehan suara Ganjar-Mahfud.
“Maka, hari ini sedang diselidiki oleh kawan-kawan. Mudah-mudahan nanti ketemu apa faktornya sepertinya split ticket-nya agar terlalu lebar,” ujarnya setelah rapat bersama TPN 03 di Gedung HighEnd, Jakarta.
Baca: PDIP bentuk tim khusus menyelidiki kecurangan
Split ticket voting merupakan fenomena yang lahir akibat adanya bermacam pemilihan.
Misalnya, perbedaan pilihan dalam Pemilu Anggota DPR RI terhadap partai politik A, sedangkan pemilihan eksekutif (presiden) justru memilih paslon yang bukan berasal dari kelompok yang didukung oleh parpol pilihannya.
Berdasarkan penghitungan cepat sejumlah lembaga survei, PDI Perjuangan memperoleh suara tertinggi di kisaran 15—16 persen ke atas hingga saat ini.
Namun, suara paslon nomor urut 3 justru hanya meraih sekitar 15—16 persen atau berada di urutan terakhir.
Oleh karena itu, pihaknya hendak menelaah penyebab dari split ticket voting seiring dengan menunggu hasil resmi rekapitulasi suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Prinsip kami, menunggu keputusan dari KPU. Apa pun yang diputuskan oleh KPU, kami akan ikuti. Kami menghormati semua proses,” katanya.
Reporter: Nurakhmayani
