Tag: HMPV

  • Penularan Penyakit HMPV Meningkat, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

    Penularan Penyakit HMPV Meningkat, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

    7cloud.asia – Pejabat kesehatan di seluruh dunia berada dalam siaga tinggi karena China melaporkan lonjakan infeksi yang disebabkan oleh human metapneumovirus (HMPV).

    HMPV adalah virus yang menyerang pernapasan dan sangat menular dengan potensi komplikasi parah hingga kematian.

    Dilansir dari Medical Daily, Jumat (3/1/2025) HMPV menyebar melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, percikan dari batuk atau bersin, atau melalui permukaan yang terkontaminasi.

    Meskipun infeksi HMPV dapat menyerang individu dari segala usia, anak kecil, orang dewasa lanjut usia, dan orang dengan kekebalan tubuh yang lemah berisiko mengalami komplikasi serius seperti pneumonia.

    Data dari Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional China melaporkan adanya lonjakan infeksi pernapasan termasuk infeksi HMPV di provinsi utara pada Minggu 16-22 Desember.

    Infeksi tersebut meliputi rhinovirus dan human metapneumovirus, dengan peningkatan kasus HMPV yang nyata di antara mereka yang berusia di bawah 14 tahun, seperti yang dilaporkan oleh Reuters.

    Baca: Deforestasi picu penyebaran penyakit zoonosis

    Di Amerika Serikat, musim HMPV biasa mulai muncul pada musim dingin dan berlangsung hingga musim semi.

    Infeksi HMPV menyumbang sekitar lima persen hingga 10 persen dari rawat inap pada anak-anak dan hingga 16 persen dari kasus ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia.

    Gejala HMPV
    Seseorang yang tertular HMPV dapat mengalami gejala dalam seminggu, yang umumnya meliputi batuk, demam, hidung tersumbat, dan sesak napas. Virus ini dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas dan bawah.

    Sementara kasus ringan biasanya sembuh dalam beberapa hari tanpa intervensi, infeksi terkadang dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih parah seperti bronkitis atau pneumonia.

    Cara pencegahan
    Tidak ada vaksinasi untuk mencegah infeksi, dan karenanya mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan dapat mengurangi risiko penularan.

    Beberapa langkah sederhana seperti menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi, dan membersihkan permukaan yang terkontaminasi dapat mencegah penyebaran.

    Baca: Cemas atau stres berkepanjangan memicu penyakit Jantung

    Bagi mereka yang mengalami gejala seperti pilek, praktik utama meliputi menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, mencuci tangan secara menyeluruh, menahan diri dari berbagi peralatan makan atau cangkir, dan menghindari berciuman dengan orang lain.

    Tetap di rumah saat sakit dan membersihkan permukaan yang sering disentuh dapat lebih mengurangi risiko penularan.

    Pengobatan
    Tidak ada terapi antivirus khusus untuk infeksi HMPV. Pengobatan terutama difokuskan pada pengurangan gejala, termasuk penggunaan obat bebas seperti asetaminofen atau ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit dan demam, serta dekongestan untuk melegakan hidung tersumbat.

    Orang dengan PPOK, asma, dan fibrosis paru mungkin mengalami gejala parah dan mungkin memerlukan obat untuk mengendalikan mengi dan batuk.

  • HMPV Dilaporkan Telah Masuk Indonesia, Warga Diimbau Kembali Terapkan Protokol Kesehatan

    HMPV Dilaporkan Telah Masuk Indonesia, Warga Diimbau Kembali Terapkan Protokol Kesehatan

    7cloud.asiaVirus Human Metapneumovirus (HMPV), yang baru-baru ini merebak di China, dilaporkan telah ditemukan di Indonesia. Semua kasus yang ditemukan melibatkan anak-anak.

    Menanggapi kondisi ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat untuk tidak panik, karena HMPV bukanlah virus baru dan sudah dikenal dalam dunia medis.

    “HMPV sudah lama ditemukan di Indonesia, kalau dicek apakah ada, itu ada. Saya sendiri kemarin melihat data di beberapa lab, ternyata beberapa anak ada yang terkena HMPV,” kata Menkes dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (6/1/2025).

    Menkes menjelaskan, virus HMPV berbeda dengan virus Covid-19. Menurutnya, Covid-19 merupakan virus baru, sedangkan HMPV adalah virus lama yang sifatnya mirip dengan flu.

    Sistem imunitas manusia sudah mengenal virus HMPV ini sejak lama dan mampu meresponsnya dengan baik.

    Baca: Gejala dan cara mencegah penularan HMPV

    “Berbeda dengan Covid-19 yang baru muncul beberapa tahun lalu, HMPV adalah virus lama yang sudah ada sejak 2001 dan telah beredar ke seluruh dunia sejak 2001. Selama ini juga tidak terjadi apa-apa juga,” ujar Menkes.

    Menanggapi meningkatnya kasus HMPV di China, Menkes menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh pemerintah Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Menurutnya, peningkatan kasus flu biasa di negara empat musim seperti Cbina sering terjadi saat memasuki musim dingin.

    “Saya sudah lihat datanya, yang naik di China itu virusnya bukan HMPV tapi melainkan tipe H1N1 atau virus flu biasa. HMPV itu ranking nomor tiga di China dari sisi prevalensi, jadi itu tidak benar),” kata Menkes.

    Menkes Budi juga menegaskan bahwa HMPV bukanlah virus yang mematikan. Virus ini memiliki karakteristik mirip dengan flu biasa, dengan gejala seperti batuk, demam, pilek, dan sesak napas.

     

    Baca: Deforestasi picu penyebaran penyakit zoonosis

    Sebagian besar orang yang terinfeksi akan pulih dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus.

    Penularan virus HMPV serupa dengan virus flu lainnya, yaitu melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi.

    Meskipun umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada.

    Karena itu, Menkes mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, seperti cukup istirahat, mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat merasa tidak enak badan, dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala yang mencurigakan.

    “Yang terpenting adalah tetap tenang dan waspada. Dengan mengikuti protokol kesehatan 3M, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker, sama Seperti Covid-19, kita dapat mengatasi virus ini dengan baik,” tutup Menkes.

  • Masih Bingung? Ini Dia Perbedaan dan Persamaan HMPV dan Covid-19

    Masih Bingung? Ini Dia Perbedaan dan Persamaan HMPV dan Covid-19

    7cloud.asia – Beberapa anak di Indonesia saat ini diketahui telah terpapar Virus Human Metapneumovirus (HMPV). Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat tidak panik.  Karena virus ini berbeda dengan Covid-19.

    HMPV merupakan virus pernapasan yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas dan bawah. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada 2001 di Belanda, meskipun bukti menunjukkan keberadaannya sejak 1958.

    “Berbeda dengan Covid-19 yang baru muncul beberapa tahun lalu, HMPV adalah virus lama yang sudah ada sejak 2001 dan telah beredar ke seluruh dunia sejak 2001. Selama ini juga tidak terjadi apa-apa juga,” jelas Budi.

    Baca: Kenali gejala dan cara mencegah HMPV

    Melansir The Economic Times dan Deccan Herald, ada beberapa perbedaan dan persamaan HMPV dan Covid-19.

    Perbedaan HMPV dan Covid-19

    Pertama, jenis virusnya. HMPV disebabkan oleh metapneumovirus dari famili Pneumoviridae HMPV yang juga mencakup Respiratory Syncytial Virus (RSV). sementara COVID-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dari famili Coronavirus.

    Kedua, gejalanya. HMPV cenderung memiliki gejala ringan hingga sedang. Meski demikian gejala ini berpotensi menjadi parah pada kelompok berisiko tinggi. Komplikasinya dapat seperti bronkiolitis atau pneumonia.

    Sedangkan gejala COVID-19 memiliki spektrum yang lebih luas. Bahkan penderita Covid-19 bisa tertular tanpa gejala.

    Gejala Covid-19 dapat memicu terjadinya komplikasi berat seperti sindrom distres pernapasan akut (ARDS) dan kegagalan multi-organ.

    Baca: HMPV telah masuk ke Indonesia

    Ketiga, penularannya. HMPV penularannya lebih rendah dibandingkan Covid-19. Virus ini tidak bertahan lama di udara.

    Sedangkan SARS-CoV-2 dapat menyebar melalui aerosol di ruang tertutup. Seperti varian baru Covid-1, yakni Omicron bahkan memiliki kemampuan penularan yang sangat tinggi.

    Keempat, vaksin. Hingga kini belum ada vaksin untuk HMPV. Sebaliknya, COVID-19 memiliki berbagai vaksin, seperti vaksin mRNA dan vektor virus.

    Baca: Varian baru Covid-19 landa Australia

    Persamaan HMPV dan Covid-19

    Pertama, gejala yang timbul sama. Kedua virus yang berasal dari keluarga berbeda ini memiliki gejala yang sama seperti demam, batuk, sesak napas, dan hidung tersumbat.

    Kedua, sasarannya sama. Kedua virus tersebut akan menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan imunitas lemah.

    Ketiga, proses penyebarannya. Baik HMPV maupun Covid-19, sama-sama menular melalui droplet pernapasan, kontak langsung atau permukaan yang terkontaminasi.

    Keempat, kasus akan meningkat pada musim tertentu. Kasus HMPV mencapai puncaknya di akhir musim dingin hingga awal musim semi. Lalu COVID-19 akan meningkat selama bulan-bulan dingin.

     

  • Dinkes Jakarta Timur Temukan Empat Kasus HMPV, Semua Sudah Sembuh

    Dinkes Jakarta Timur Temukan Empat Kasus HMPV, Semua Sudah Sembuh

    7cloud.asia – Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur (Jaktim) telah mengidentifikasi empat kasus Human Metapneumovirus (HMPV) yang ditemukan pada Januari 2025, di mana seluruh kasusnya sudah dinyatakan sembuh.

    “Berdasarkan laporan surveilans, terdapat empat kasus dimana kasus berusia 5, 8, 31, dan 40 tahun. Semua kasus sudah dinyatakan sembuh,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Herwin Meifrendy dikutip Antaranews.com di Jakarta, Selasa (14/1/2025).

    Warga yang terkena kasus HMPV berusia 31 tahun ditemukan di wilayah Ciracas, lalu yang berusia 8 dan 40 tahun di Cipayung, sedangkan yang 5 tahun ditemukan di Pasar Rebo.

    Herwin menyebut, kelompok rentan yang mudah terpapar virus ini yakni anak-anak di bawah usia lima tahun, orang dewasa berusia 65 tahun ke atas, orang yang memiliki sistem imun lemah, dan seseorang dengan penyakit pernapasan kronis.

    Cara Penularan HMPV ini bisa kontak langsung dengan penderita, melalui udara (droplet) dan sentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi.

    Baca: Perbedaan dan persamaan HMPV dan Covid-19

    “Pengobatan bagi penderita, cukup banyak istirahat, hidrasi, mengonsumsi obat antivirus (untuk kasus berat). Selain itu pemberian oksigen dan perawatan pendukung,” ucap Herwin.

    Menurut Herwin, gejala HMPV ini berupa flu biasa, tidak seperti Covid-19 yang memang merupakan kasus virus baru. Sehingga tidak ada penanganan khusus untuk kasus HMPV, kecuali jika orang tersebut mengalami kesulitan bernapas.

    “Biasanya paling cepat tiga hari sudah sembuh, paling lama kurang dari 14 hari. Kalau ada kesulitan bernapas, baru ada penanganan khusus,” ujar Herwin.

    Herwin menambahkan, pihaknya terus memperkuat sosialisasi dan pemantauan peningkatan kasus Human Metapneumovirus (HMPV) di wilayahnya berdasarkan surveilans berbasis laporan penderita melalui website dan saluran lainnya.

    “Tentu kita melakukan sosialisasi dan pemantauan atas perkembangan kasus berdasarkan laporan surveilans berbasis website dan saluran lainnya seperti laporan yang ada di Sistem Kewapadaan Dini dan Respon (SKDR),” katanya.

    Baca: HMPV dilaporkan telah ditemukan di Indonesia

    Herwin menyebut, pihaknya juga memantau kasus HMPV melalui Surveilans Dinas Kesehatan Jakarta dan laporan berbasis laboratorium untuk mendeteksi kasus awal dan memberikan respons cepat dalam mencegah penyebaran lebih lanjut.

    Lalu, Sudinkes Jaktim juga terus menyosialisasikan dan mengomunikasikan ke masyarakat terkait risiko dan penyebaran virus HMPV.

    “Sosialisasi dan komunikasi risiko terkait HMPV ini melalui penyebaran informasi seperti melalui seminar, zoom (webinar), dan koordinasi terkait pelaporan,” ujar Herwin.

    Herwin menjelaskan, HMPV merupakan salah satu dari banyak mikroorganisme atau agen penyebab penyakit infeksi saluran napas akut (ISPA), baik pada saluran napas atas maupun bawah, yang ditemukan hampir sepanjang tahun.

    Gejala virus HMPV antara lain batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan. Sedangkan pada kasus yang sudah kronis maka akan mengalami kesulitan bernapas, bronkiolitis jika adanya peradangan saluran udara kecil, dan pneumonia.

    Baca: Gejala dan cara mencegah penularan HMPV 

    Herwin mengimbau kepada warga setempat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah dan mengantisipasi penularan HMPV.

    Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta memaparkan, dari data hasil pemeriksaan, kasus ISPA yang disebabkan oleh HMPV sudah ada sejak 2022 di Jakarta.

    Virus penyebab ISPA selain HMPV yang saat ini beredar dan dominan yakni virus influenza tipe A H1N1 pdm2009, Rhinovirus dan Respiratory Syncytial Virus.

    Sebanyak 214 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang diakibatkan oleh Human Metapneumovirus (HMPV) sejak 2023 hingga Januari 2025.

    Angka ratusan itu yakni 13 kasus pada 2023, 121 kasus pada 2024, dan 79 kasus pada 2025.