Tag: hujan es

  • Hujan Es di Sragen, 137 Rumah Rusak

    Hujan Es di Sragen, 137 Rumah Rusak

    7cloud.asia – Hujan es mengguyur sejumlah kecamatan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada  Minggu (22/10) sore selama beberapa saat sehingga menyebabkan 137 rumah rusak ringan hingga berat.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen, Raden Triono Putra mengatakan beberapa lokasi yang diguyur oleh hujan es antara lain Kecamatan Sumberlawang dan Kecamatan Mondokan.

    “Betul, hujan es dan hujan lebat dengan intensitas tinggi disertai angin kencang terjadi di Desa Kacangan di Kecamatan Sumberlawang, dan Desa Gemantar serta Desa Sumberejo di Kecamatan Mondokan,” katanya Senin (23/10/2023).

    Sesuai dengan laporan yang masuk, kata dia,  hujan es terjadi pada pukul 17.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, lanjutnya, rumah sejumlah warga mengalami kerusakan ringan hingga berat.

    BPBD mencatat ada sebanyak 137 rumah mengalami rusak ringan dan dua rumah mengalami rusak berat. Meski demikian, kata dia, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

    “Kalau kerugian diperkirakan sampai Rp137,5 juta. Kalau yang rumah rusak berat, salah satu pemilik mengalami luka, namun saat ini sudah dirujuk ke Rumah Sakit Assalam Gemolong,” katanya.

    Terkait penanganan awal yang dilakukan, kata dia, salah satunya adalah pembersihan rumah roboh dengan melibatkan relawan.

    Sementara itu kondisi tersebut juga mengakibatkan terganggunya aktivitas warga dan akses jalan terhambat.

    “Beberapa pohon menimpa rumah, banyak genteng yang rusak. Kami mengimbau kepada instansi terkait agar menyampaikan ke masyarakat untuk memangkas ranting pohon yang berpotensi patah dan dapat membahayakan pengguna jalan,” katanya.

    Sumber: Antaranews

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Hujan Es Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Hujan Es Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Jawa Barat berpotensi terjadi hujan es pada hari ini, Sabtu (10/08/2024) hingga Minggu (11/08/2024). Masyarakat diimbau waspada.

    “Masyarakat diminta tetap tenang, waspada namun jangan kaget. Karena hal itu fenomena alam biasa. Dan sebaiknya berteduh menghindar karena tetesnya es tentu beda dengan tetes air,” jelas kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam unggahannya di instagram BMKG.

    Wilayah yang berpotensi terjadi hujan es adalah Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten  Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Cianjur.

    Baca: Hujan es di Sragen rusak ratusan rumah warga

    “Untuk wilayah antara lain di Sukabumi, Bogor, Depok. Wilayah Jawa Barat bagian barat,” katanya.

    Meski berpotensi terjadi hujan es, namun hal ini tidak akan berlangsung lama. Dia memperkirakan hujan es berlangsung maksimal selama satu jam.

    “Kami akan mengeluarkan peringatan dini, bukan peringatan hujan es, tapi peringatan hujan. Biasanya (lama waktu turun hujan) nggak sampai berjam-jam, kemungkinan Insyaallah 1 jam atau kurang,” jelasnya.

    Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak mengonsumsi bongkahan es yang jatuh dari langit. Sebab bongkahan es tersebut dikhawatirkan mengandung zat beracun.

    Baca: Mengenal embun es di Dieng dan dampak buruknya

    Berdasarkan laman resmi BMKG, hujan es adalah fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi. Kejadian hujan es disertai kilat dan angin kencang berdurasi singkat akan terjadi pada masa transisi atau pancaroba musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menjelaskan hujan es terjadi akibat labilitas udara yang menyebabkan adanya pertumbuhan awan konvektif berupa awan Cumulonimbus.

    “Hujan es terjadi apabila ada pertumbuhan awan, terutama awan Cumulonimbus. Awan ini terbentuk ketika udara dipaksa naik. Dan, pada saat terjadinya labilitas atmosfer. Karena itu, potensi ini dapat dikatakan berlangsung dalam 2-3 hari ke depan. Namun, potensi pembentukan awan itu juga bisa saja kemudian tidak terjadi. Karena itu tadi disebut, labilitas udara itu sangat memengaruhi,” jelas Guswanto seperti yang dilansir CNBC Indonesia.

    Bongkahan es yang jadi hujan es terjadi karena tekanan udara. Saat pembentukan awan Cumulonimbus yang membumbung tinggi, semakin ke atas, suhu akan semakin rendah.

    Baca: Musim kemarau 2024 tak separah tahun lalu

    Sementara itu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara.

    Wilayah lain yang berpotensi hujan sedang hingga lebat adalah sebagian  Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo.

    Kondisi cuaca serupa diprediksi terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

    Untuk wilayah DKI Jakarta, seluruh wilayah diperkirakan berawan pada pagi hari. Peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi pada siang hari di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

    Kemudian pada malamnya, hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.