Foto: detiksaga.com
7cloud.asia – Tika Bisono tak bisa menyembunyikan kegemasannya saat mengikuti diskusi untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup yang diselenggarakan Ikatan Alumni UI (Iluni) pada Sabtu (3/6/2023) di Kampus UI Depok, Jawa Barat.
Tanpa dipersilakan, Tika yang didapuk menjadi salah satu juri lomba terkait peringatan Hari Lingkungan Hidup ini langsung mengambil alih mic untuk bicara.
“Apa yang dibicarakan hari ini nothing, tak ada kemajuan berarti dalam aksi menyelamatkan lingkungan dibanding 30 tahun lalu,” ujar Tika tanpa tedeng aling-aling.
Baca: Perlu tindakan nyata, bukan hanya kata-kata untuk hadapi perubahan iklim
Kenapa Tika Bisono yang juga tercatat sebagai anggota Iluni dari Fakultas Psikologi UI bisa gemas terhadap paparan para narasumber di Hari Lingkungan Hidup ini?
Karena ia menilai, apa yang dibicarakan oleh para pembicara di Hari Lingkungan Hidup lebih banyak pada kebijakan dan teori di atas kertas.
Anggota Iluni yang juga dikenal sebagai penyanyi tenar di tahun 90an ini menegaskan, untuk melestarikan lingkungan langkah nyata jauh lebih penting.
Baca: Simak aneka produk ramah lingkungan berikut ini
Tika Bisono yang sejak lama dikenal sebagai pencinta lingkungan ini, mengatakan semua kebijakan tidak ada artinya jika tidak penerapannya nol besar.
Telah dilakukannya untuk ikut aktif dalam melestarikan lingkungan. Selain mengajak anak muda untuk memunguti sampah di Gunung Gede, ia juga coba memediasi Pemprov DKI Jakarta-Pemkot Bekasi dan sebuah perusahaan di Jerman soal pengolahan sampah di Jakarta.
Namun sayangnya hingga kini tak kelanjutan apalagi realisasinya.
“Untuk melestarikan lingkungan dibutuhkan perubahan perilaku baik dari masyarakat, pengambil kebijakan, maupun pelaku usaha,” tandasnya di depan ratusan anggota Iluni.
Baca: Berbagai produk isi ulang dari Siklus
Untuk itu, Tika Bisono menegaskan, pentingnya psikolog dilibatkan dalam pengambilan kebijakan untuk melestarikan lingkungan.
“Harus ada intervensi untuk mengubah perilaku masyarakat dalam memperlakukan lingkungan,” ujarnya.
Tika yang saat muda hobi naik gunung ini lantas memaparkan bahwa intervensi itu harus dilakukan secara masif dan dikenalkan pada anak sejak dini.
Baca: Nasib nelayan terombang-ambing perubahan iklim
Tika lantas memaparkan bagaimana menularkan rasa peduli lingkungan yang bisa diawali dengan membuang sampah di tempatnya.
Kemudian secara bertahap dengan cara memilah sampah, mengolah sampah dan akhirnya mengurangi sampah dengan cara cerdas dalam mengonsumsi.
Tak hanya itu, Tika juga menyebarkan virus untuk lebih mencintai tanaman.
”Orang semakin sadar kalau mencintai tanaman juga ada kegunaannya. Tanaman memberi oksigen yang kita butuhkan. Hal itu hanya bisa dilakukan kalau kita mau menanam tanaman. Sekecil apa pun rumahnya. Enggak ada cerita deh rumah lahannya enggak cukup. Pokoknya harus ditanami,” tutur Tika Bisono mengingatkan.