7cloud.asia – Meski sempat diguncang gempa bumi dahsyat yang menewaskan lebih dari 2.900 orang, Maroko tetap bersedia menjadi tuan rumah pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF).
Kepastian ini diumumkan Presiden Bank Dunia Ajay Banga, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dan Menteri Ekonomi Maroko Nadia Fettah Alaoui dalam pernyataan bersama pada Senin (18/09/2023).
Pertemuan tersebut akan berlangsung pada 9-15 Oktober mendatang di Marrakesh, hanya 45 mil (72 km) dari lokasi gempa yang terjadi pada 8 September lalu, dengan beberapa perubahan untuk menyesuaikan konten “dengan keadaan”.
Baca: Gempa 7,2 SR guncang Maroko
Keputusan ini atas permintaan langsung dari otoritas Maroko yang telah menekan lembaga-lembaga global untuk melanjutkan pertemuan.
Otoritas Maroko mperkirakan dari pertemuan nanti dapat mendatangkan sekitar 10.000-15.000 orang ke pusat wisata Maroko.
“Saat kami menantikan pertemuan tersebut, sangat penting bagi kami untuk melaksanakannya dengan cara yang tidak menghambat upaya bantuan yang sedang dilakukan dan menghormati para korban dan rakyat Maroko,” jelas ketiga pejabat tersebut.
Baca: Korban tewas akibat bendungan jebol di India diperkirakan capai 20.000an orang
“Pada masa yang sangat sulit ini, kami percaya bahwa Pertemuan Tahunan ini juga memberikan kesempatan bagi komunitas internasional untuk mendukung Maroko dan rakyatnya, yang menunjukkan ketahanan dalam menghadapi tragedi.” ujar ketiga pejabat tersebut.
Ditambahkan, pihak penyelenggaran juga tetap berkomitmen untuk memastikan keselamatan seluruh peserta.
Georgieva kepada Reuters pada Jumat (15/9/2023) mengungkapkan perdana menteri Maroko mengatakan kepadanya bahwa akan “sangat menghancurkan” bagi sektor perhotelan Maroko jika pertemuan dipindahkan ke lokasi lain.
Baca: Kebakaran lahan di Hawaii hancurkan kota bersejarah
Sebelumnya diwartakan gempa kuat mengguncang pegunungan High Atlas di Maroko pada Jumat (08/09/2023) sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Akibatnya hampir 3000 orang tewas dan ratusan lainnya terluka.
Badan geofosika Maroko melaporkan kekuatan gempa sebesar 7,2 magnitudo ini berlangsung selama 20 detik dengan menghancurkan berbagai bangunan.
Sejumlah warga Marrakesh, kota besar yang paling dekat dengan pusat gempa mengatakan sejumlah bangunan yang runtuh di kota tua merupakan situs Warisan Dunia UNESCO.
Baca: Kebkaaran lahan di Yunani tewaskan puluhan orang
“Gempa itu berlangsung selama sekitar 20 detik. Pintu-pintu terbuka dan menutup dengan sendirinya waktu saya cepat-cepat turun dari lantai dua,” ungkap seorang warga daerah Taroudant, Hamid Afkar.
Seorang pejabat wilayah setempat mengatakan sebagian besar mereka yang tewas berada di daerah pegunungan dan sulit dijangkau.
Reporter: Nurakhmayani

