Tag: indeks pembangunan manusia

  • Jokowi: Angka Stunting Turun ke 21,6 Persen sedangkan IPM Naik Jadi 72,9

    Jokowi: Angka Stunting Turun ke 21,6 Persen sedangkan IPM Naik Jadi 72,9

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, dalam sembilan tahun terakhir Indonesia telah berhasil menurunkan angka stunting atau kekurangan gizi kronis menjadi 21,6 persen.

    Meski masih di bawah standar WHO (20 persen), capaian untuk menurunkan angka stunting ini membuat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia naik menjadi 72,9 pada 2022.

    Pada tahun 2014 angka stunting Indonesia ada di kisaran 37 persen, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia berada di angka 68,90.

    “Menaikkan Indeks Pembangunan Manusia menjadi 72,9 di 2022, menaikkan Indeks Pemberdayaan Gender menjadi 76,5 di 2022, dan menyiapkan anggaran perlindungan sosial total sejak 2015 sampai 2023 sebesar Rp3.212 triliun,” kata Presiden Jokowi saat berpidato pada Sidang Tahunan MPR Tahun 2023 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (16/8/2023)

    Baca: Indonesia berpeluang wujudkan Indonesia Emas 2045

    Menurut Presiden Jokowi, sejumlah pencapaian tersebut merupakan hasil dari upaya penyiapan sumber daya manusia (SDM).

    Dalam anggaran perlindungan sosial pada tahun 2015—2023, kata Jokowi, terdapat sejumlah program seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP).

    Pemerintah juga menyelenggarakan KIP Kuliah, Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, serta perlindungan kepada lansia.

    Baca: Butuh solusi jangka panjang untuk atasi kekeringan dan kelaparan di Papua

    Dalam anggaran tersebut, Pemerintah juga menerapkan upaya kepada penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.

    Pemerintah, ujarnya, juga berupaya memberikan pelatihan dan penaikan kemampuan atau re-skilling dan up-skilling tenaga kerja melalui balai latihan kerja dan Program Kartu Pra-Kerja.

    Sejalan dengan itu, kata Jokowi, Pemerintah mempersiapkan SDM Indonesia untuk mendapatkan lapangan kerja sehingga bisa meningkatkan produktivitas nasional.

    Baca: Ketua MPR berharap Presiden terpilih lanjutkan pembangunan yang dilakukan Jokowi

    SDM Indonesia, kata Jokowi, juga dapat mengembangkan sektor-sektor ekonomi baru yang memberikan banyak lapangan kerja dan nilai tambah sebesar-besarnya.

    Berbagai upaya ini demi menyambut bons demografi dan menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

    Kepala Negara mengatakan bahwa penyiapan SDM yang unggul juga ditujukan agar Indonesia meningkatkan kredibilitasnya dan memperoleh kepercayaan internasional (international trust).

    Baca: Rencana strategis wujudkan Indonesia Emas

    Dengan keunggulan ini suara Indonesia akan lebih didengar sehingga memudahkan kita dalam bernegosiasi. Peluang (international trust) tersebut harus mampu kita manfaatkan.

    “Rugi besar kita jika melewatkan kesempatan ini karena tidak semua negara memilikinya dan belum tentu kita akan kembali memilikinya,” kata Presiden Jokowi.

    Sumber: Antaranews.com