Tag: indikasi geografis

  • Salak Condet Diusulkan untuk Mendapatkan Indikasi Geografis dari Kemenkum

    Salak Condet Diusulkan untuk Mendapatkan Indikasi Geografis dari Kemenkum

    7cloud.asia – Setelah tanaman Duku Condet mendapatkan Indikasi Geografis dari Kementerian Hukum (Kemenkum) Republik Indonesia, Pemprov DKI Jakarta akan mengajukan Salak Condet mendapat pengakuan serupa.

    Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto dilansir jakartago.id mengatakan, tim dari Kemenkum telah berkunjung ke Kebun Bibit Condet di Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati untuk melihat tanaman Salak Condet.

    “Kehadiran tim dari Kemenkum RI ini sangat bermanfaat bagi kami karena menjadi kesempatan untuk berdiskusi agar Salak Condet bisa mendapatkan indikasi geografis,” ujarnya, Senin (24/5/2025).

    Menurutnya, Suku Dinas KPKP Jakarta Timur bersama Dinas KPKP DKI Jakarta saat ini sedang berupaya agar keinginan tersebut dapat terwujud secepatnya.

    Ia menambahkan, pengajuan Indikasi Geografis sangat bermanfaat untuk mendukung pelestarian Salak Condet yang kian langka sekaligus menjaga identitas Betawi.

    “Salak Condet merupakan maskot DKI Jakarta yang belum mendapat hak paten dari Kemenkum RI. Kita akan terus perjuangkan,” terangnya.

    Baca: 10 Hotel bintang lima di Jakarta tampilkan budaya Betawi

    Taufik menjelaskan, Salak Condet memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari jenis salak lainnya, antara lain daging buahnya yang tebal, berwarna agak kuning, kelat, dan tidak berair.

    “Ciri khas lain adalah kulitnya yang lebih tipis dan mudah dikupas. Selain itu, salak Condet juga memiliki aroma yang wangi, meskipun ukuran dan tingkat kemanisannya bervariasi,” ucapnya.

    Ia berharap, jika Salak Condet sudah mendapatkan Indikasi Geografis dari Kemenkum RI maka pelestarian buah yang menjadi kearifan lokal Jakarta ini bisa lebih maksimal.

    “Kami tentunya juga akan terus membantu merawat, menjaga, dan melestarikan agar tanaman khas ini agar tidak punah,” tandasnya.

    Meski telah ditetapkan menjadi maskot DKI Jakarta, Salak Condet kini makin sulit ditemukan di pasaran.

    Beruntungnya, saat ini masih terdapat pusat budidaya Cagar Buah Condet, Kelurahan Balekambang, Condet, Kramat Jati Jakarta Timur. 

    Baca: 8 Karya Budaya Betawi diajukan menjadi warisan budaya takbenda

    Di atas lahan seluas 3,5 hektare, ratusan pohon Salak Condet tumbuh berdampingan dengan pohon duku Condet.

    Pengajuan duku dan salak Condet merupakan upaya menjaga kearifan lokal di Condet yang tidak hanya terkait seni dan budaya saja tapi juga kuliner dan tanaman khas.

    Sebelumnya, tokoh masyarakat Condet, Arifin menginginkan agar Condet sebagai Kawasan Strategis Sosial Budaya bisa masuk dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

    “Ini sangat penting agar Condet dengan kearifan lokalnya bisa terus terjaga. Kalau ada wilayah lain di Jakarta menjadi sentra bisnis, kita ingin di sini menjadi sentra seni budaya yang menunjang sektor pariwisata di Jakarta,” tandasnya.

    Pelestarian Kebudayaan Betawi diatur dalam Perda 4 Tahun 2015, dan saat ini terus didorong agar betul-betul terlaksana dengan baik meskipun secara bertahap.

    Baca: Belajar budaya Betawi Pesisir di Museum Rumah si Pitung