7cloud.asia – Survei terbaru yang dilakukan Lembaga Indikator Politik Indonesia menunjukkan Ganjar Pranowo menjadi bakal capres dengan elektabilitas tertinggi.
Survei Indikator Politik Indonesia ini dilakukan pada tanggal 25 Agustus-3 September 2023 di seluruh wilayah Indonesia melibatkan sebanyak 4.090 respoden.
Dengan menggunakan multistage random sampling, margin of error yang diterapkan Survei Indikator Politik Indonesia ini sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca: Survei SMRC ungkap pasangan Anies-Muhaimin belum geser Ganjar Pranowo di Jawa Timur
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyampaikan hasil ini terlihat ketika pihaknya melakukan simulasi pertarungan tiga calon yang berpotensi menjadi capres.
Mereka yaitu Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
“Dari tiga nama besar, Ganjar unggul atas Prabowo dan Anies,” kata Burhanuddin dalam paparan hasil surveinya secara daring, Sabtu (30/9/2023).
Baca Juga: G30S, G30S/PKI, Gestapu, Gestok, Mengapa Gerakan 30 September Punya Beragam Nama?
Dalam hasil survei Indikator terlihat Ganjar Pranowo memperoleh elektabilitas sebesar 37,4 persen.
Mantan gubernur Jawa Tengah itu menduduki peringkat teratas. Baca Juga Ganjar Tegaskan Pemberantasan Korupsi Prioritas Utama usai Terpilih Jadi Presiden di 2024
Kemudian, peringkat kedua ditempati oleh Prabowo Subianto dengan elektabilitas sebesar 33 persen.
Di peringkat terakhir ditempati Anies Baswedan dengan perolehan elektabilitas sebesar 21,5 persen.
“Sementara yang menjawab Tidak tahu/tidak jawab sebesar 8,2 persen,” ujarnya.
Sementara pada simulasi head to head, Prabowo unggul atas Ganjar Pranowo dengan perolehan 45,3 persen dibanding 41.2 persen).
Prabowo juga unggul signifikan atas Anies, 52.3 persen vs 30.5 persen lebih dominan ketimbang Ganjar Pranowo Vs Anies, 49.7 persen Vs 33.2 persen
Pada simulasi daftar 18 lambang dan nama partai, PDIP paling banyak didukung dengan 26 persen.
Kemudian berturut-turut disusul Gerindra 12.6 persen, Golkar 9.2 persen, PKB 7.5 persen, PKS 5.2 persen, Demokrat 5.1 persen, NasDem 4.8 persen,
PAN 4.5 persen, PPP 2.4 persen, Perindo 1.9 persen dan partai Lainnya kurang dari 1 persen.
“Sementara sekitar 19 persen sisanya belum menentukan pilihan” terang Muhtadi.
