Tag: jaki

  • Dengan JAKI, Warga Jakarta Dapat Memantau Kualitas Udara Setiap Saat

    Dengan JAKI, Warga Jakarta Dapat Memantau Kualitas Udara Setiap Saat

    7cloud.asia – Warga Jakarta kini dapat selalu memantau kualitas udara Jakarta dengan mengakses informasi secara real-time melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) dan website resmi udara.jakarta.go.id.

    Selain memantau kualitas udara Jakarta, lewat aplikasi JAKI ini, warga Jakarta juga dapat mengetahui langkah yang perlu diambil saat akan beraktivitas di luar ruang.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, informasi kualitas udara yang disajikan melalui JAKI dan udara.jakarta.go.id menggunakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2020.

    “ISPU ini merupakan indeks atau angka tanpa satuan, yang digunakan untuk menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu dan didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika dan makhluk hidup lainnya,” ujar Asep, Minggu (20/4/2025).

    Asep menjelaskan, saat ini terdapat 111 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di Jakarta.

    Data dari SPKU ini dapat diakses masyarakat melalui laman resmi milih Pemprov DKI Jakarta yang dilengkapi fitur-fitur unggulan, seperti peta lokasi SPKU secara geospasial.

    Baca: Libur Lebaran membuat kualitas udara Jakarta membaik

    Juga pemeringkatan kualitas udara dari yang terbaik hingga terburuk, serta panduan langkah-langkah yang perlu diambil saat kualitas udara memburuk.

    “Saya mengimbau warga Jakarta untuk mengakses platform resmi karena fitur-fitur yang tersedia sudah terstandarisasi, lengkap, dan mudah dipahami. Dengan data yang valid dan akurat, platform ini bisa menjadi panduan utama masyarakat dalam mengambil keputusan saat beraktivitas di luar ruangan,” jelas Asep.

    Sementara itu, Direktur Indonesia untuk Clean Air Asia, Ririn Radiawati Kusuma menjelaskan, setiap negara memiliki standar kualitas udara yang berbeda, disesuaikan dengan karakteristik lokal masing-masing.

    Indeks kualitas udara di China, ujarnya, berbeda dengan Amerika Serikat, dan tentunya juga berbeda dengan Indonesia.

    “Indeks ini biasanya disertai dengan rekomendasi aktivitas luar ruangan yang relevan dengan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah tersebut,” ucapnya.

    Sementara Badan Kesehatan Dunia (World Health Organisation/WHO) menerbitkan panduan kualitas udara Global (WHO global air quality guidelines) secara periodik sejak tahun 1987.

    Baca: Kebijakan pembatasan kendaraan bermotor di Jakarta

    Panduan ini bertujuan untuk menjadi alat bantu bagi pemerintah negara-negara di dunia dalam mengurangi paparan polusi udara terhadap manusia. Panduan ini juga disusun untuk digunakan oleh peneliti dan pemangku kepentingan lainnya dalam topik kualitas udara.

    Panduan kualitas udara WHO disusun berdasarkan peneltian dampak polusi udara bagi kesehatan manusia.

    Pada panduannya yang diterbitkan tahun 2015, WHO menyarankan kadar tertinggi terhadap beberapa parameter polusi udara yaitu kadar partikulat PM2.5 dan PM10, serta kadar ozon, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan karbon monoksida.

    WHO juga menerbitkan basis data kualitas udara sekitar (WHO Ambient Air quality database) untuk kadar nitrogen dioksida, PM2.5, dan PM10 berdasarkan laporan pengukuran di lapangan dari negara-negara anggotanya

    Ririn juga mengapresiasi inisiatif berbagai institusi yang memasang sensor pemantauan kualitas udara, khususnya untuk parameter PM2.5, sebagai bentuk peningkatan kesadaran publik terhadap isu udara.

    Namun, dia menyarankan agar masyarakat tetap merujuk pada data resmi dari pemerintah setempat.

    Ririn menambahkan, sebagian besar sensor pada platform internasional seperti IQAir dipasang oleh sebagian besar individu dan sistem perawatan serta validasinya belum tentu diketahui.

    Karena itu, selain memperhatikan data dari pihak swasta atau perorangan, warga Jakarta disarankan membandingkan juga dengan data resmi milik pemerintah.

    “Yang terpenting, informasi ini menjadi panduan penting agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman setiap harinya,” tandas Ririn.

    Baca: Langkah untuk mengatasi polusi udara di Jakarta dan sekitarnya