Tag: jalur gaza

  • Perang Dua Bulan Lebih, Hampir 100 Wartawan Palestina Tewas di Jalur Gaza

    Perang Dua Bulan Lebih, Hampir 100 Wartawan Palestina Tewas di Jalur Gaza

    7cloud.asia – Sebanyak 97 wartawan Palestina terbunuh akibat serangan tentara Israel selama perang di Jalur Gaza yang telah berlangsung sejak 7 Oktober 2023.

    “Jumlah wartawan yang mati syahid meningkat menjadi 97 korban sejak dimulainya agresi brutal (Israel) di Gaza,” kata kantor media pemerintah Gaza pada Selasa (19/12/2023).

    Jurnalis terakhir yang tewas dalam serangan udara Israel di Kota Rafah, selatan Gaza pada Senin malam (18/12), adalah Adel Zorob.

    Otoritas Gaza menuduh tentara Israel sengaja membunuh wartawan-wartawan Palestina dengan tujuan “untuk menghapus kebenaran.”

    Baca: Warga Palestina dikubur hidup-hidup oleh tentara Israel

    “Dengan membunuh wartawan, pasukan pendudukan Israel berusaha mengaburkan narasi warga Palestina dan berusaha mengaburkan kebenaran, namun mereka gagal total dalam menghancurkan tekad warga Palestina,” tambah kantor Palestina itu.

    Israel telah membombardir Jalur Gaza dari udara dan darat, melakukan pengepungan, dan melancarkan serangan darat sebagai balasan atas serangan lintas batas yang dilancarkan kelompok pejuang Hamas Palestina, pada 7 Oktober.

    Sedikitnya 19.453 warga Palestina, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah terbunuh dan 52.286 orang terluka akibat serangan Israel, menurut data otoritas kesehatan Gaza.

    Sementara itu, korban tewas di pihak Israel akibat serangan Hamas mencapai 1.200 orang, sementara lebih dari 130 sandera masih ditahan oleh Hamas di Gaza.

    Sumber: Anadolu

  • Lebih dari 4000 Siswa Terbunuh Akibat Serangan Israel di Jalur Gaza

    Lebih dari 4000 Siswa Terbunuh Akibat Serangan Israel di Jalur Gaza

    7cloud.asia – Kementerian Pendidikan Palestina menyebutkan bahwa 4.368 siswa terbunuh dan 8.101 lainnya terluka sejak agresi Israel 7 Oktober di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

    Lewat pernyataan yang dirilis pada Selasa, kementerian menjelaskan jumlah siswa yang terbunuh di Jalur Gaza mencapai 4.327 orang lebih dan 7.819 lainnya terluka.

    Di Tepi Barat, sebanyak 41 siswa tewas dan 282 lainnya terluka, sementara 85 siswa ditahan.

    Disebutkan pula bahwa 231 guru dan pengurus sekolah di Jalur Gaza tewas dan 756 orang lainnya terluka. Sedangkan di Tepi Barat, lima orang terluka dan lebih dari 71 lainnya ditahan.

    Menurut pernyataan itu, sebanyak 281 gedung sekolah negeri dan 65 sekolah yang berafiliasi dengan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Jalur Gaza dibom dan dirusak.

    Akibatnya, 83 sekolah rusak parah dan tujuh lainnya hancur lebur. Sebanyak 42 sekolah di Tepi Barat juga mengalami hal serupa.

    Baca: Serangan Israel tewaskan lebih dari 3 ribu pelajar

    Kementerian itu menegaskan penargetan sekolah oleh Israel berdampak pada 90 persen sekolah negeri dan gedung pendidikan, yang mengalami kerusakan langsung maupun tidak langsung.

    Selain itu, 29 persen gedung sekolah tidak dapat dioperasikan karena hancur total atau rusak parah dan 133 sekolah negeri digunakan sebagai pusat penampungan di Jalur Gaza.

    Kementerian pendidikan menggambarkan bahwa para siswa akan benar-benar bersekolah pada semester kedua.

    Sementara 55 sekolah akan menggunakan pembelajaran daring karena sekolah tersebut berlokasi di “zona jahitan”.

    Zona tersebut merupakan wilayah yang dipisahkan dari wilayah Tepi Barat lainnya oleh tembok apartheid Israel dan biasanya dikepung pasukan dan pemukim Israel.

    Sumber: WAFA

  • KTT ke-19 GNB Kecam Keras Agresi Militer Israel di Jalur Gaza

    KTT ke-19 GNB Kecam Keras Agresi Militer Israel di Jalur Gaza

    7cloud.asia – KTT ke-19 negara-negara Gerakan Non-Blok (GNB) berakhir Sabtu malam dengan mengeluarkan Deklarasi Kampala.

    Deklarasi ini mengecam agresi militer Israel di Gaza dan menyerukan implementasi resolusi Dewan Keamanan PBB yang meminta bantuan kemanusiaan masuk Jalur Gaza.

    Deklarasi 47 pasal itu “mengecam keras agresi militer ilegal Israel di Jalur Gaza, serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil dan objek-objek sipil Palestina, pemindahan paksa penduduk Palestina dan selanjutnya menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera dan langgeng.”

    GNB menegaskan lagi mencapai kemajuan substansial dan mendesak dalam upaya mengakhiri pendudukan Israel.

    Baca: Militer Israel akhiri ofensif darat di Gaza

    Termasuk pemenuhan  kemerdekaan dan kedaulatan Negara Palestina, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, demi solusi dua negara untuk masalah ini berdasarkan perbatasan sebelum 1967.

    KTT tersebut juga menegaskan dukungan kepada Negara Palestina agar diakui sebagai negara anggota PBB sehingga mendapatkan tempat selayaknya dalam masyarakat internasional.

    Deklarasi Kampala “mengecam semua  langkah yang diambil Israel, sang kuasa pendudukan, dalam  mengubah status hukum dan demografi wilayah Suriah di Golan  yang diduduki, dan sekali lagi menuntut  Israel mematuhi resolusi-resolusi DK PBB dan menarik diri dari Golan hingga perbatasan 4 Juni 1967.”

    Baca: Israel akan terus perang

    Selain itu, dalam deklarasi itu “mengecam ketidakadilan terhadap Afrika dan menyatakan dukungan terhadap peningkatan perwakilan Afrika dalam Dewan Keamanan reformasi, sehingga mendukung Posisi Bersama Afrika sebagaimana tercermin dalam Konsensus Ezulwini dan Deklarasi Sirte.”

    KTT GNB ke-19 diadakan di Uganda di mana Presiden Uganda Yoweri Museveni resmi menjabat  ketua KTT GNB ke-19 dan GNB selama tiga tahun ke depan.

    KTT juga berjanji menjunjung tinggi dan meningkatkan penghormatan terhadap piagam PBB dan hukum internasional, khususnya prinsip kedaulatan, kesetaraan kedaulatan, integritas wilayah, non-intervensi, dan penyelesaian sengketa secara damai.

    Deklarasi tersebut juga mengutuk terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya.

    Sumber: Anadolu

  • Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 27 Ribu Warga Palestina

    Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 27 Ribu Warga Palestina

    7cloud.asia – Jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza telah melampaui 27.000 orang.

    Demikian pernyataan Kementerian Kesehatan yang berbasis di Gaza pada Kamis (1/2).Dalam sebuah pernyataan pers, Kementerian tersebut menyatakan bahwa tentara Israel telah menewaskan 118 warga Palestina.

    Selain itu sebanyak 190 orang lainnya terluka di jalur itu dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

    Hal ini menambah jumlah korban tewas menjadi 27.019 dan korban luka-luka mencapai 66.139 di wilayah terkurung di Palestina itu sejak konflik Israel-Hamas pecah pada 7 Oktober 2023, demikian disebutkan dalam laporan tersebut. 

    Baca: Putusan Mahkamah Internasional tak cukup kuat tekan Israel

    Kementerian tersebut mengindikasikan bahwa masih ada ribuan korban di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan, seiring pasukan Israel mencegah ambulans dan kru pertahanan sipil untuk menjangkau mereka.

    Sementara itu, bombardir artileri Israel terus berlanjut di area permukiman dekat Rumah Sakit Al-Amal.

    Penyerangan juga dilakukan di sekitar Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (Palestine Red Crescent Society) di Khan Younis, Gaza selatan, untuk hari ke-11 berturut-turut, menurut kantor berita resmi Palestina WAFA. 

    Sumber: Antaranews/Xinhua

  • Situasi Jalur Gaza Kian Memburuk, Kelompok Negara Arab Desak DK PBB Segera Bertindak

    Situasi Jalur Gaza Kian Memburuk, Kelompok Negara Arab Desak DK PBB Segera Bertindak

    7cloud.asia – Kelompok negara-negara Arab di New York pada Senin (19/02/2024) mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan segera terhadap situasi di Jalur Gaza.

    “Sayangnya, Dewan Keamanan PBB masih lamban, tidak mampu mengecam kekejaman yang dilakukan oleh otoritas pendudukan setiap hari. Dewan Keamanan harus segera mengambil tindakan,” kata kelompok tersebut, sebuah koalisi negara-negara Arab yang mempromosikan kepentingan bersama di PBB, dalam sebuah pernyataan.

    “Mereka tidak bisa mengabaikan permintaan masyarakat internasional dan opini publik global, yang semuanya menuntut gencatan senjata. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan kelemahan Dewan Keamanan, dan semua upaya harus dilakukan untuk menghentikan pembantaian yang sedang berlangsung di Gaza,” tambah mereka.

    Baca: PBB sebut tindakan Israel di Gaza keterlaluan

    Pernyataan itu dikeluarkan sehari sebelum pemungutan suara DK PBB terkait rancangan resolusi yang diajukan Aljazair yang menyerukan “gencatan senjata segera karena alasan kemanusiaan yang harus dihormati oleh semua pihak.”

    Kelompok tersebut mengatakan bahwa rancangan resolusi tersebut sejalan dengan prioritas komunitas internasional yang lebih luas.

    “Kami dengan tegas mendukung rancangan resolusi yang diajukan Aljazair dan mendesak semua anggota Dewan Keamanan untuk memberikan suara untuk mendukungnya,” kata pernyataan itu.

    Israel meluncurkan serangan mematikan di Jalur Gaza menyusul serangan dari kelompok Hamas Palestina pada 7 Oktober.

    Baca: Serangan Israel tewaskan lebih dari 27 ribu rakyat Palestina

    Pengeboman Israel tersebut telah menewaskan 29.092 orang dan melukai sekitar 69.028 orang lainnya disertai kehancuran massal dan kelangkaan kebutuhan bahan pokok.

    Perang Israel di Gaza telah memaksa 85 persen penduduk wilayah itu menjadi pengungsi di tengah kelangkaan akut bahan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur daerah kantong itu telah rusak atau hancur.

    Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Keputusan sementara pada Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin tersalurnya bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di Gaza.

    Sumber: Anadolu

  • Duh! Korban di Jalur Gaza Puluhan Ribu, Menteri Pemberdayaan Perempuan Israel Malah Bangga

    Duh! Korban di Jalur Gaza Puluhan Ribu, Menteri Pemberdayaan Perempuan Israel Malah Bangga

    7cloud.asia – Menteri Pemberdayaan Perempuan Israel May Golan mengatakan dia “bangga” atas kehancuran yang disebabkan oleh tentara Israel di Jalur Gaza.

    Ketika ia berbicara dalam sesi yang diadakan oleh Knesset (parlemen Israel) pada Rabu malam, Golan mengancam pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, dengan pemenggalan kepala atau penangkapan.

    “Kami tidak malu dengan mengatakan bahwa kami ingin melihat tentara IDF (tentara Israel) menangkap Sinwar dan terorisnya dengan mata kepala mereka sendiri, dan menyeret mereka melintasi Jalur Gaza dalam perjalanan ke ruang bawah tanah Otoritas Penjara,” katanya. dalam video pidatonya yang beredar luas.

    Baca: PBB prihatin rencana Israel serang Rafah

    “Saya pribadi bangga dengan keruntuhan Gaza, dan bahwa setiap bayi, bahkan 80 tahun dari sekarang, akan menceritakan kepada cucu-cucu mereka apa yang dilakukan orang-orang Yahudi,” katanya.

    “Tidak ada merpati dan tidak ada ranting zaitun, hanya pedang untuk memenggal kepala Sinwar, itulah yang akan dia terima dari kita,” ujar dia lagi.

    Pemboman Israel yang terjadi kemudian telah menewaskan sedikitnya 29.410 korban dan menyebabkan kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok. Hampir 70.000 orang terluka.

    Baca: Lebih dari 27 ribu warga Palestina tewas

    Serangan Israel di Gaza telah menyebabkan 85 persen penduduk wilayah tersebut mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.

    Untuk pertama kalinya sejak pembentukannya pada tahun 1948, Israel dituntut atas genosida di Mahkamah Internasional, badan peradilan tertinggi PBB.

    Keputusan sementara pada bulan Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

    Sumber: Anadolu

  • OKI Desak Gencatan Senjata di Jalur Gaza

    OKI Desak Gencatan Senjata di Jalur Gaza

    7cloud.asia – Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menyerukan gencatan senjata tanpa syarat harus segera diterapkan di Jalur Gaza untuk mencegah semakin banyak rakyat Palestina menjadi korban perang.

    Dalam sebuah komunike yang diterbitkan dalam sesi rapat luar biasa organisasi di Istanbul, Sabtu (24/2), menteri-menteri penerangan negara anggota OKI mengecam agresi militer Israel terhadap rakyat Palestina.

    Organisasi itu juga mengecam penindasan, pembantaian, dan genosida warga sipil Palestina di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, serta di Tepi Barat yang tengah diduduki Israel.

    Baca: Tindakan Israel keterlaluan

    OKI menegaskan bahwa satu-satunya langkah yang dapat mewujudkan perdamaian dan keamanan kawasan adalah dengan mewujudkan hak-hak asasi rakyat Palestina, yaitu kemerdekaan dan kedaulatan dengan Yerusalem Timur sebagai ibukota.

    “Kami menegaskan kembali tekad kami untuk menggaungkan suara di setiap ruang untuk mendukung hak asasi saudara kami rakyat Palestina yang menghadapi penindasan dan serangan barbar Israel,” demikian pernyataan OKI tersebut.

    Organisasi tersebut juga menegaskan akan memperkuat upaya meringankan penderitaan rakyat Palestina di Tanah Airnya, terkhusus mereka yang berada di Jalur Gaza.

    Selain itu, OKI mengecam upaya-upaya misinformasi Israel yang dilakukan dengan menyebarkan informasi palsu dan menipu untuk menutup-nutupi tindakan keji mereka.

    Baca: PBB prihatin Israel berencana serang Rafah

    Para menteri turut mengecam tindakan tentara Israel menyakiti jurnalis Palestina yang dilakukan secara sengaja dan sistematis. Hal tersebut, menurut OKI, adalah bagian dari upaya Israel membungkam kebenaran.

    Komunike tersebut mencantumkan kecaman OKI terhadap tindakan Israel menghancurkan sistem telekomunikasi di Jalur Gaza dan menyerukan supaya komunitas internasional segera menyelidiki kejahatan Israel tersebut.

    OKI juga mengecam kegagalan tentara Israel dalam menjamin keselamatan jurnalis sebagaimana diamanatkan hukum kemanusiaan internasional.

    Selain menegaskan tekad untuk bekerja sama pada tingkat internasional untuk mencegah disinformasi, komunike tersebut juga menyatakan tekad para menteri menunjukkan kemauan bersama untuk bertindak solider dan kompak dalam mengekspos serangan tak pandang bulu Israel terhadap warga sipil Palestina.

    Baca: Israel bunuh lebih dari 27 ribu warga Palestina

    “…termasuk pula terorisme (yang dilakukan) pemukim (Israel) di Tepi Barat yang menyebabkan perpindahan paksa rakyat Palestina,” demikian komunike OKI.

    Selain itu, Unit Monitoring Media OKI juga akan mengembangkan sebuah strategi media dengan badan media OKI dan kantor-kantor berita negara anggota sebagai upaya menangkal disinformasi Israel di tingkat internasional.

    Strategi media tersebut disusun berdasarkan amanat dari konferensi tingkat tinggi luar biasa gabungan OKI dan Liga Arab di Riyadh, Arab Saudi, pada 11 November 2023 lalu.

    Sumber: Anadolu

  • Menlu Palestina Sebut Jika Tidak Ada Gencatan Senjata, Genosida di Jalur Gaza Terus Akan Berlanjut

    Menlu Palestina Sebut Jika Tidak Ada Gencatan Senjata, Genosida di Jalur Gaza Terus Akan Berlanjut

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki pada Jumat (1/3) memperingatkan “berlanjutnya genosida” di Jalur Gaza jika kesepakatan gencatan senjata tidak dicapai dalam dua-tiga pekan ke depan.

    “Jika dalam dua sampai tiga pekan ke depan kami tidak bisa mencapai gencatan senjata, maka itu berarti kami akan melihat putaran permusuhan lainnya, serangan terhadap Rafah, aksi pembantaian lainnya, dan berlanjutnya genosida,” kata al-Maliki di sela-sela Forum Diplomasi Antalya.

    “(PM Palestina Benjamin) Netanyahu ingin sepenuhnya mengusir orang-orang dari Gaza, dan tidak hanya membuat Gaza tidak bisa dihuni,” tambahnya.

    Baca: Israel tembak warga Palestina saat antri bantuan

    Terkait kebijakan Israel di Tepi Barat, al-Maliki mengatakan: “Israel… mempunyai kepentingan jangka panjang tidak hanya untuk tetap berada di Tepi Barat tetapi juga untuk mengusir orang-orang dari Tepi Barat ke Yordania dan juga untuk mencaplok wilayah Palestina.”

    “Itu sebabnya kami setiap hari menyaksikan penyitaan tanah Palestina di Tepi Barat, pembangunan permukiman ilegal, penghancuran rumah-rumah warga Palestina, serangan dari para pemukim terjadi di mana-mana,” lanjutnya.

    “Ketika semua orang fokus pada genosida yang terjadi di Gaza, kita harus selalu ingat bahwa tujuan Israel sebenarnya adalah Tepi Barat, yang disebut Wilayah Yudea dan Samaria,” ungkapnya.

    Sumber: Anadolu

  • Jalur Gaza Dibombardir Israel, PBB Sebut Butuh 14 Tahun Bersihkan Reruntuhan Bangunan

    Jalur Gaza Dibombardir Israel, PBB Sebut Butuh 14 Tahun Bersihkan Reruntuhan Bangunan

    7cloud.asia – Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa mungkin dibutuhkan waktu 14 tahun untuk membersihkan reruntuhan di Jalur Gaza, yang dibombardir dan dihancurkan oleh rezim Israel.

    Diperkirakan 37 juta ton puing menumpuk di Gaza, menurut stasiun TV berita RT Arabic, yang  mengutip pejabat senior Layanan Pekerja Ranjau PBB (UNMAS), Pehr Lodhammar, pada Jumat (26/4).

    “Kita berbicara tentang 14 tahun kerjaan dengan 100 truk,” lapor media asing tersebut, yang mengutip pejabat PBB tersebut.

    Baca: Lebih dari 34 ribu warga Palestina tewas di Jalur Gaza

    Sedikitnya 10 persen dari artileri yang ditemukan di Gaza belum meledak dan menjadi ancaman permanen bagi masyarakat, tim evakuasi, serta pekerja yang membersihkan reruntuhan tersebut, katanya menambahkan.

    Sejak Oktober 2023, militer Israel terus menggempur Jalur Gaza. Perang di wilayah kantong tersebut telah menewaskan lebih dari 34.000 orang, yang kebanyakan di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

    Baca: Jurnalis gugur akibat serangan Israel 141 orang

    Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan 75 pengungsi Gaza atau sekitar 1,7 juta orang, terpaksa menyelamatkan diri.

    Banyak dari mereka disebutkan beberapa kali harus mencari tempat yang cukup aman di tengah gencarnya serangan udara dan penembakan Israel yang melintasi Jalur Palestina yang terkepung itu.

    Sumber: IRNA-OANA

  • UNRWA Sebut Lebih dari 50 Ribu Anak di Jalur Gaza Kekurangan Gizi Akut

    UNRWA Sebut Lebih dari 50 Ribu Anak di Jalur Gaza Kekurangan Gizi Akut

    7cloud.asia – Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan pada Sabtu (15/6/2024), lebih dari 50.000 anak di Jalur Gaza sangat membutuhkan perawatan karena kekurangan gizi akut.

    “Lebih dari 50.000 anak memerlukan pengobatan karena kekurangan gizi akut,” kata UNRWA melalui sebuah pernyataan.

    Badan tersebut mengatakan bahwa dengan berlanjutnya pembatasan akses kemanusiaan, masyarakat di Gaza terus menghadapi tingkat kelaparan yang sangat parah.

    “Tim UNRWA bekerja tanpa kenal lelah untuk menjangkau keluarga-keluarga dengan bantuan tetapi situasinya sangat buruk,” ucap badan tersebut.

    Baca: Israel masuk dalam daftar hitam PBB

    Hampir 37.300 warga Palestina telah terbunuh oleh pasukan Israel di Gaza sejak Oktober tahun lalu.

    Sebagian besar dari korban adalah perempuan dan anak-anak, dan hampir 85.200 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

    Lebih dari delapan bulan setelah serangan Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan.

    Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional yang keputusan terbarunya memerintahkan Tel Aviv untuk segera menghentikan operasinya di Rafah.

    Baca: Serangan Israel tewaskan lebih dari 15 ribu anak Palestina

    Tempat ini lebih dari 1 juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum diserbu pada 6 Mei.

    Adapun Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengesahkan resolusi untuk mewujudkan gencatan senjata serta penyelesaian secara komprehensif konflik di Jalur Gaza akibat agresi Israel yang berlangsung sejak Oktober 2023.

    Resolusi DK PBB nomor 2735 tahun 2024 yang disahkan pada Senin (10/6/2024) tersebut didukung oleh 14 negara anggota DK PBB, termasuk Amerika Serikat sebagai negara pengusul.

    Sementara itu, Rusia menyatakan abstain terhadap usulan tersebut.

    Sumber : Anadolu