Tag: jamaah haji

  • Jemaah Haji Indonesia 2024 Diberangkatkan Mulai 12 Mei 2024

    Jemaah Haji Indonesia 2024 Diberangkatkan Mulai 12 Mei 2024

    7cloud.asia – Jemaah haji Indonesia kloter pertama akan diberangkatkan ke Arab Saudi mulai 12 Mei 2024.

    Menurut Rencana Perjalanan Haji Tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi yang diterbitkan oleh Kementerian Agama pemberangkatan jamaah haji ini akan dilakukan dari Jakarta.

    “Jemaah haji Indonesia mulai berangkat ke Tanah Suci mulai 12 Mei 2024,” kata Direktur Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian di Jakarta, Kamis (18/1/2024).

    Indonesia mendapat kuota untuk memberangkatkan 241,000  orang ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji pada tahun 2024.

    Baca: Informasi pelunasan biaya haji

    Pemberangkatan jemaah Indonesia ke Arab Saudi akan dilaksanakan dalam dua gelombang.

    Pada gelombang pertama, jemaah akan diberangkatkan dari Tanah Air menuju ke Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) di Kota Madinah dari 12 sampai 23 Mei 2024.

    Pada gelombang kedua, jemaah haji akan diberangkatkan dari Tanah Air menuju ke King Abdul Azis International Airport (KAAIA) di Kota Jeddah dari 21 Mei sampai 1 Juni 2024.

    Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, jamaah haji akan masuk ke asrama sehari sebelum pemberangkatan ke Tanah Suci.

    Baca: Besaran biaya haji 2024

    Menurut rencana perjalanan haji tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi, jemaah dijadwalkan mulai masuk ke asrama haji pada 11 Mei 2024.

    Jemaah gelombang pertama dijadwalkan berangkat dari Indonesia ke Kota Madinah dari 12 sampai 23 Mei 2024.

    Selanjutnya, jemaah gelombang pertama akan diberangkatkan dari Kota Madinah ke Kota Makkah dari 21 Mei sampai 1 Juni 2024.

    Dari 24 Mei sampai 10 Juni 2024, jemaah gelombang kedua diberangkatkan dari Indonesia ke Kota Jeddah. Pemberangkatan jemaah Indonesia ke Arab Saudi dijadwalkan berakhir pada 10 Juni 2024.

    Baca: Kuota haji untuk Indonesia pada 2024 ditambah 20.000

    Pada 14 Juni 2024, jemaah haji dijadwalkan berangkat menuju ke Arafah dari Kota Makkah dan melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah 1445 Hijriah atau 15 Juni 2024.

    Setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai, jamaah Indonesia yang datang pada gelombang pertama akan dipulangkan ke Tanah Air dari Kota Jeddah dari 22 Juni sampai 3 Juli 2024.

    Jemaah gelombang pertama dijadwalkan mulai tiba di Indonesia pada 22 Juni 2024.

    Jemaah haji gelombang kedua rencananya diberangkatkan dari Kota Makkah ke Madinah dari 26 Juni sampai 13 Juli 2024 dan dipulangkan ke Tanah Air dari Madinah mulai dari 4 sampai 21 Juli 2024.

    Pemulangan jemaah haji gelombang kedua ke Indonesia dijadwalkan rampung pada 22 Juli 2024.

    Sumber: Antaranews.com

     

  • Lima Risiko Kesehatan yang Mengintai Jemaah Haji di Mekah

    Lima Risiko Kesehatan yang Mengintai Jemaah Haji di Mekah

    7cloud.asia – Para calon jemaah haji diminta mewaspadaia lima risiko kesehatan yang sering terjadi pada jamaah saat mengikuti kegiatan ibadah haji di Arab Saudi.

    Seperti diketahui, calon jemaah haji akan masuk Asrama Haji Pondok Gede untuk memastikan kesehatan tahap akhir pada 11 Mei 2024 mendatang dan akan mulai diberangkatkan ke Madinah pada 12 Mei.

    Praktisi Kesehatan Masyarakat Ngabila Salama mengingatkan, ibadah haji merupakan salah satu jenis ibadah yang 90 persen kegiatannya (menggunakan) fisik.

    Karena itu selama mengikuti ibadah haji, kesehatan dan kebugaran jamaah menjadi hal utama yang patut dijaga serta dipertahankan.

    Berada di negara yang memiliki kondisi cuaca dan iklim yang berbeda dapat meningkatkan risiko kesehatan jadi terganggu. Apalagi selama ibadah haji jamaah berada di tengah kerumunan orang banyak.

    Menurut dia, ada lima risiko kesehatan yang sering ditemukan pada jemaah haji yakni kelelahan akibat tidak terbiasa bergerak dalam waktu yang cukup lama.

    Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia 2024 Diberangkatkan Mulai 12 Mei 2024

    Risiko lainnya adalah terkena heat stroke (serangan panas) yakni kondisi di mana tubuh tak lagi bisa mengontrol suhu karena cuaca yang terlalu panas sehingga sulit untuk melakukan mekanisme pendinginan.

    “Penderitanya dapat mengalami tubuh gemetar, tubuh tidak mengeluarkan keringat, kebingungan hingga pingsan atau koma,” terang Ngabila.

    Risiko lainnya adalah terkena pneumonia atau radang paru-paru, serangan jantung serta kehilangan memori (demensia).

    Maka dari itu, Ngabila menjelaskan pemerintah berupaya untuk melakukan tes kesehatan sebelum jemaah berangkat agar kondisi fisik yang bersangkutan dipastikan sehat.

    Pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan jamaah haji layak terbang dan tidak terkena penyakit menular seperti tuberkulosis, pneumonia atau gagal jantung.

    Tahun ini, katanya, pemerintah juga menyediakan pendamping lansia untuk memonitor kesehatan jamaah haji lansia dengan lebih ketat.

    Baca Juga: Menag Ingatkan Agar Calon Haji Indonesia Taati Prosedur yang Ada

    Di samping layanan yang diberikan oleh pemerintah, Ngabila menganjurkan jamaah untuk menghindari risiko tersebut dengan mengikuti tiap anjuran teknis yang diarahkan oleh ketua regu hingga petugas kloter setiap waktu agar kesehatan tetap terjaga.

    “Pastikan untuk saling peduli sesama jamaah untuk melaporkan kondisi kesehatan. Prinsip utama lebih baik mencegah daripada mengobati. Jangan terpisah dari rombongan, dan tidak malu bertanya,” kata Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Tamansari itu.

    Jemaah haji juga dianjurkan melakukan senam peregangan dua jam sekali secara rutin, meminum segelas air per jam dan selalu memakai alat pelindung diri seperti topi, payung, kacamata hitam, masker, pakaian berwarna cerah, semprotan air, alas kaki, membawa paspor serta menggunakan gelang identitas dimanapun berada.

    Sebelumnya, Kementerian Agama mengumumkan bahwa Indonesia tahun ini mendapat 221.000 kuota haji.

    Selain itu, Indonesia juga mendapat tambahan sebesar 20.000 kuota. Sehingga, total kuota haji Indonesia tahun ini berjumlah 241.000 orang.

    Jumlah tersebut terdiri atas 213.320 kuota jamaah calon haji reguler dan 27.680 kuota jamaah calon haji khusus.

    Baca Juga: Daftar Tunggu Haji Panjang Picu Banyaknya Haji Lansia

    Adapun rincian rencana perjalanan haji 1445 H/2024 M yakni jemaah dijadwalkan mulai masuk ke asrama haji pada 11 Mei 2024.

    Jemaah gelombang pertama dijadwalkan berangkat dari Indonesia ke Kota Madinah dari 12 sampai 23 Mei 2024.

    Selanjutnya, jemaah haji gelombang pertama akan diberangkatkan dari Kota Madinah ke Kota Makkah dari 21 Mei sampai 1 Juni 2024.

    Dari 24 Mei sampai 10 Juni 2024, jemaah haji gelombang kedua diberangkatkan dari Indonesia ke Kota Jeddah.

    Pemberangkatan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi dijadwalkan berakhir pada 10 Juni 2024 atau closing date.

    Pada 14 Juni 2024, jamaah haji dijadwalkan berangkat menuju ke Arafah dari Kota Makkah dan melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah 1445 Hijriah atau 15 Juni 2024.

    Baca Juga: Pelunasan Biaya Haji Mulai Januari dan Bisa Dicicil

    Setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai, jamaah Indonesia yang datang pada gelombang pertama akan dipulangkan ke Tanah Air dari Kota Jeddah dari 22 Juni sampai 3 Juli 2024.

    Jemaah gelombang pertama dijadwalkan mulai tiba di Indonesia pada 22 Juni 2024.

    Jemaah haji gelombang kedua rencananya diberangkatkan dari Kota Makkah ke Madinah dari 26 Juni sampai 13 Juli 2024 dan dipulangkan ke Tanah Air dari Madinah mulai dari 4 sampai 21 Juli 2024.

    Pemulangan jemaah haji gelombang kedua ke Indonesia dijadwalkan rampung pada 22 Juli 2024.

    Sumber:Antaranews.com

  • Agresi Israel ke Gaza, Akibatkan Ribuan Warga Palestina Gagal Berhaji Tahun Ini

    Agresi Israel ke Gaza, Akibatkan Ribuan Warga Palestina Gagal Berhaji Tahun Ini

    7cloud.asia – Agresi Israel ke Jalur Gaza dan pendudukan Israel atas perbatasan Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir mengakibatkan ribuan warga Palestina gagal berhaji tahun ini.

    “Penutupan titik penyeberangan Rafah dan konflik yang masih berlangsung menyebabkan 2,500 jamaah haji Gaza, termasuk misi pendampingnya, tak bisa berangkat haji,” demikian juru bicara Kementerian Wakaf Gaza, Ikrami Al-Mudallal.

    Ia mengatakan, 2.500 jamaah haji tersebut mewakili 38 persen dari 6.600 jamaah haji asal Palestina tahun ini.

    Agresi Israel yang terus berlangsung juga menghalangi usaha kementerian terkait mempersiapkan pelaksanaan haji bagi jamaah Gaza tahun 2024 ini.

    “Hal ini termasuk menandatangani kontrak transportasi di Mesir dan Arab Saudi serta mengatur akomodasi di Makkah dan Madinah,” kata dia.

    Baca: Israel bersalah lakukan pemusnahan massal di Gaza

    Al-Mudallal mengatakan pihaknya saat ini terus berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi dan Mesir untuk menangani “pelanggaran terang-terangan” atas hak rakyat Palestina untuk berhaji ini, serta mencari cara supaya jamaah tetap dapat berangkat.

    Ia juga memastikan jamaah haji Gaza yang tak bisa berangkat tahun ini akan diprioritaskan untuk pemberangkatan tahun depan.

    Apalagi, ucapnya, banyak dari mereka yang telah menunggu bertahun-tahun, dan 70 persen dari mereka adalah lansia atau mengalami sakit.

    Sementara itu, ia mengatakan bahwa ada sebanyak 500 kuota undangan haji khusus dari Raja Salman dari Arab Saudi tahun untuk keluarga korban meninggal serta korban cedera dari agresi Israel di Jalur Gaza, yang diberikan kepada keluarga yang berada di luar Gaza.

    Sebelumnya, pada 6 Juni lalu Kerajaan Arab Saudi mengundang secara khusus 1.000 jamaah haji tambahan dari Gaza.

    Baca: Operasi Israel bebaskan 4 sandera tewaskan lebih dari 200 warga Palestina

    Inisiatif ini diselenggarakan oleh Kementerian Urusan Islam Saudi di bawah arahan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud sebagai bagian dari Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci, menurut Saudi Press Agency (SPA)

    Program tersebut akan mencakup semua pengaturan logistik, mulai dari kedatangan mereka di Arab Saudi hingga kepulangan mereka ke Palestina.

    Arahan Raja mengikuti arahan serupa yang dikeluarkan pada Mei, menjadikan jumlah total jamaah haji dari Palestina untuk tahun ini menjadi 2.000 jamaah, menurut laporan Arab News.

    Menteri Urusan Islam Saudi Abdullatif bin Abdulaziz Al-Sheikh mengatakan tindakan Raja Salman tersebut menegaskan komitmen Kerajaan Arab Saudi untuk mendukung para keluarga Palestina, dan perjuangan Palestina yang lebih luas.

    Jamaah haji terpilih adalah mereka yang berada di luar Gaza akibat mengungsi dari perang atau menerima perawatan medis, ucap Al-Mudallal.

    Baca: AS ingatkan Israel agar tak biarkan otoritas Palestina ambruk

    Kementerian Wakaf Gaza sampai harus menyelenggarakan undian pada Maret 2023 untuk memilih jamaah haji yang akan berangkat tahun 2023 dan 2024 karena terbatasnya kuota haji dan blokade Israel.

    Lansia dan penderita sakit diutamakan mendapatkan undian itu. Al-Mudallal mengatakan bahwa pihaknya telah mengecam penutupan titik perbatasan Rafah sejak 7 Mei yang menyebabkan jamaah haji dari Gaza gagal berangkat.

    Hal tersebut merupakan “pelanggaran yang jelas terhadap kebebasan beragama dan hukum kemanusiaan internasional,” ucapnya.

    Pihaknya juga mendesak Mesir dan Arab Saudi untuk menekan pihak terkait, khususnya Israel, supaya mengizinkan warga Palestina di Gaza berangkat haji tahun ini.

    Agresi Israel ke Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 37.200 warga sipil, yang sebagian besar merupakan wanita dan anak-anak, serta melukai lebih dari 84.900 jiwa.

    Menurut PBB, agresi Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza terusir dari tempat tinggalnya, 60 persen infrastruktur di Gaza rusak dan hancur, serta menyebabkan kelangkaan makanan, air bersih, dan obat-obatan yang parah.

    Sumber: Antara/Anadolu/OANA

  • Timwas Minta Calon Jemaah Haji yang Tak Gunakan Visa Haji Resmi Segera Pulang

    Timwas Minta Calon Jemaah Haji yang Tak Gunakan Visa Haji Resmi Segera Pulang

    7cloud.asia – Meski banyak yang telah ditangkap dan dideportasi, masih ada calon jemaah haji Indonesia tanpa visa haji yang berada di Makkah.

    Mereka berharap dapat melaksanakan ibadah haji tahun ini. Padahal, Pemerintah Arab Saudi menegaskan akan menindak tegas mereka yang tidak menggunakan visa haji, seperti visa ziarah dan umrah.

    Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi, mengonfirmasi banyaknya calon jemaah haji asal Indonesia yang tidak menggunakan visa haji.

    Ashabul tiba bersama rombongan Amirul Hajj di Kantor Daerah Kerja (Daker) Bandara Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Jumat (14/06/2024).

    “Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, cukup banyak calon jemaah haji yang masih berusaha melaksanakan ibadah haji tidak gunakan visa haji,” ujar Ashabul.

    Baca: Pemerintah diminta tindak tegas biro haji yang melanggar aturan

    Menurut Ashabul, penggunaan visa nonhaji ini berdampak buruk pada penyelenggaraan haji, terutama terkait overcapacity di Arafah dan Mina.

    “Jika jemaah sudah overcapacity, akan mengganggu kenyamanan, ketertiban, dan bahkan keselamatan para jemaah,” tegas Politisi PAN ini.

    Banyaknya jamaah non visa haji ini berdampak buruk pada penyelenggaraan haji, terutama terkait overcapacity di Arafah dan Mina.

    Ashabul mencontohkan kejadian pada tahun 2023, di mana tenda di Mina yang seharusnya diisi oleh 200 orang, malah diisi hingga 400 orang oleh jemaah yang tidak menggunakan visa haji.

    “Ini membuat Kementerian Agama terlihat bertanggung jawab atas kekacauan tersebut, padahal ini ulah oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

    Baca: Ini sanksi bagi calon jamaah haji yang melanggar aturan

    Ia menambahkan bahwa untuk memasuki Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), jemaah haji harus memiliki tasrih.

    Banyak jemaah non visa haji yang memiliki tasrih ini, menunjukkan adanya pihak-pihak berwenang yang membantu mereka secara ilegal.

    Ashabul mengimbau calon jemaah haji Indonesia yang tidak memiliki visa haji untuk segera kembali ke Tanah Air.

    “Jika tetap memaksakan berhaji, mereka akan terkena sanksi tegas dari Pemerintah Arab Saudi, termasuk denda 10.000 rial dan larangan masuk ke Arab Saudi selama 10 tahun,” katanya.

    Masalah ini muncul akibat tingginya animo umat Islam Indonesia untuk berhaji dan lamanya masa tunggu.

    Baca: Waktu tunggu lama, banyak jamaah haji berangkat saat lansia

    “Karena antrean panjang hingga 40 tahun, muncul lah upaya-upaya lain untuk berhaji dengan visa nonhaji,” tambah Ashabul.

    Setelah penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, Komisi VIII DPR akan mengadakan rapat kerja dengan Kementerian Agama dan mengundang Pemerintah Arab Saudi serta Kementerian Perhubungan untuk mencari solusi atas persoalan ini.

    “Kami perlu menemukan solusi bersama untuk mengatasi masalah penggunaan visa nonhaji ini,” tutup Ashabul.

  • Temukan Masalah yang Sama dengan Tahun Lalu, Timwas Haji DPR Desak Dibentuk Pansus

    Temukan Masalah yang Sama dengan Tahun Lalu, Timwas Haji DPR Desak Dibentuk Pansus

    7cloud.asia – Tim Pengawas atau Timwas Haji DPR menyampaikan sejumlah keluhan terkait pelayanan jamaah haji Indonesia di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

    Evaluasi terhadap penyelenggaraan haji ini menjadi perhatian serius dari Timwas Haji DPR dan diharapkan pemerintah dapat segera melakukan perbaikan demi kenyamanan dan keselamatan jamaah haji.

    Anggota Timwas Haji DPR, Endang Maria Astuti mengatakan, masalah yang ditemukan seperti tenda di Arafah yang sering terjadi setiap tahun, dan masih belum ada perbaikan.

    “Tahun lalu, saya memotret banyak jemaah haji kita yang tidak mendapat tenda. Bahkan, banyak yang terpaksa berada di luar tenda hingga terkena air dari kamar mandi. Ini sudah kami wanti-wanti, tetapi ternyata tidak berubah,” ujar Endang di Mekkah, Arab Saudi, Minggu (16/6/2024).

    Baca: DPR soroti pengalihan tambahan kuota haji untuk ONH Plus

    Lebih lanjut, Endang menyebutkan bahwa kondisi kasur untuk jemaah juga masih sama seperti tahun sebelumnya.

    “Kasurnya pun ternyata masih sama seperti tahun lalu. Yang lebih parah, satu space kasur tipis yang mestinya untuk satu orang, ada yang berdua, ada yang bertiga. Artinya mereka tidak tidur tetapi hanya sekadar duduk saja,” jelasnya.

    Endang juga menyoroti masalah keterlambatan makanan bagi jemaah.

    “Kita berharap ini tidak terjadi kembali. Kenapa dari tahun ke tahun persoalan ini tidak berubah? Kita selalu teriak untuk tidak lagi terjadi, tetapi fakta dan realitanya setiap tahun seperti itu,” ujar Endang dengan nada prihatin.

    ”Kemudian catering hampir tidak ada (perbaikan, catering ini dari tahun ke tahun selalu menimbulkan masalah,” imbuh Endang.

    Baca: DPR soroti jamaah non visa haji

    Endang menjelaskan bahwa permasalahan tidak hanya terjadi pada pemondokan dan catering, tetapi juga di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

    Berdasarkan laporan, foto, dan pesan WhatsApp yang diterima, Endang menilai bahwa pemerintah belum menindaklanjuti rekomendasi Komisi VIII DPR dari evaluasi tahun lalu.

    “Kami menerima banyak keluhan dan laporan, bahkan sampai foto-foto dari jemaah yang sudah kami teruskan kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU). Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak menindaklanjuti rekomendasi Komisi VIII DPR,” ujarnya.

    Endang menyatakan perlunya pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk mengevaluasi penyelenggaraan haji 2024. Hal ini mengingat minimnya perubahan signifikan dalam pelayanan jemaah haji selama satu dekade terakhir.

    Baca: Sanksi untuk jamaah non visa haji

    “Saya kira ini memang sudah sangat mendesak untuk dibuat Pansus karena 10 tahun saya di Komisi VIII, perubahan itu nyaris tidak ada. Baik dari sisi pemondokan, hanya sedikit perbaikan di hotel-hotel.

    Menurut Endang, pembentukan Pansus ini penting untuk memastikan bahwa pelayanan kepada jemaah haji dapat ditingkatkan secara signifikan di masa mendatang.

    “Harus segera dibentuk Pansus ke depan agar supaya pelayanan-pelayanan jemaah haji ini jauh lebih baik,” tegasnya.

    Pansus ini diharapkan dapat memberikan evaluasi menyeluruh dan solusi konkrit terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh jemaah haji Indonesia setiap tahunnya.

    Timwas Haji DPR berharap agar langkah ini dapat membawa perubahan yang berarti dalam penyelenggaraan haji, sehingga jamaah mendapatkan pelayanan yang layak dan memadai.