Tag: jateng

  • Ganjar Pranowo di Mata Penyandang Disabilitas: Humble dan Sangat Peduli

    Ganjar Pranowo di Mata Penyandang Disabilitas: Humble dan Sangat Peduli

     

    7cloud.asia – Di sela kesibukannya menyiapkan diri di kontestasi Pilpres 2024, Ganjar Pranowo menemui penyandang disabilitas yang bekerja di Badan Usaha Mandiri, Posko Perjuangan Rakyat (Bumi Pospera) di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (28/9/2023).

    Di mata penyandang disabilitas, Ganjar Pranowo dinilai sebagai figur yang terbukti peduli 

    Hal itu bisa dilihat dari berbagai kebijakan Ganjar Pranowo saat menjabat gubernur Jawa Tengah (Jateng). 

    Pendamping penyandang disabilitas di Jakarta Timur, Mustar Bona Ventura.Mustar yang juga Ketua Umum Pospera mengatakan, selama 10 tahun memimpin Jawa Tengah, perhatian kepada Ganjar Pranowo kepada disabilitas betul-betul nyata.

    “Mempekerjakan, melatih, dan lebih penting tidak ada jarak, Kita melihat itu ada pada Pak Ganjar,” ujar Mustar.

    Baca: Muhaimin prioritaskan penanganan polusi udara 

    Mustar juga mengungkapkan kebahagiaan teman-teman disabilitas dengan kedatangan Ganjar Pranowo.

    Dalam kesempatan itu Ganjar Pranowo meninjau unit usaha yang semuanya pekerjanya disabilitas, seperti usaha car wash, salon mobil, bengkel hingga kedai kopi yang adai di Bumi Pospera.

    Mustar menyebut harapan para penyandang disabilitas ialah kehadiran Negara kepada mereka, serta terkait pemberdayaan kaum disabilitas.

    “Kita senang, kita bangga, hari ini Pak Ganjar Pranowo datang dengan senang hati dengan betul-betul ketulusan mau menemui, mengajak bicara, dan berinteraksi dengan teman-teman disaibiltas, ini sesuatu yang luar biasa,” tutur Mustar.

    Baca: Risiko obral izin lahan jelang Pemilu 2024

    Sementara itu, Ganjar Pranowo mengungkapkan keinginannya untuk memberikan peluang lebih besar kepada penyandang disabilitas di Indonesia dalam dunia kerja.

    Bakal calon presiden yang diusung PDIP ini memaparkan gagasan pentingnya memberikan kuota khusus dalam pemerintahan dan perusahaan untuk mendukung inklusi sosial dan ekonomi bagi kaum disabilitas.

    Ganjar menekankan bahwa pemerintah harus mengambil tindakan afirmatif dengan memberikan kuota pekerjaan khusus bagi disabilitas.

    Selain kuota pekerjaan, Ganjar juga memandang pentingnya persiapan sumber daya manusia (SDM) dari kalangan disabilitas. Hal ini melibatkan pelatihan dan peningkatan keterampilan agar mereka siap mengisi posisi yang tersedia.

    Baca: Tiga bacapres adu gagasan

    Untuk peningkatan SDM secara merata, khususnya bagi penyandang disabilitas, Ganjar mendorong sekolah inklusi di seluruh daerah di Indonesia.

    Ketika menjabat gubernur Jateng, Ganjar Pranowo terus mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas di Jateng dengan memberikan pendampingan dan berbagai pelatihan keterampilan hingga wirausaha.

    Ganjar juga telah melakukan terobosan luar biasa dengan menyiapkan SMA dan SMK Negeri di Jateng menjadi sekolah inklusi, di mana anak-anak berkebutuhan khusus bisa belajar di sekolah umum.

    Ganjar Pranowo juga meningkatkan kualitas SLB Negeri di Jateng. Serta banyak lagi kebijakan Ganjar yang berpihak pada kaum disabilitas.

  • BMKG: Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Jawa Tengah pada 4-10 Januari

    BMKG: Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Jawa Tengah pada 4-10 Januari

    7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng) pada 4-10 Januari 2024.

    Warga diminta meningkatkan kewaspadaannya karena cuaca ekstrem ini  berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

    Cuaca ekstrem yang ditandai Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi pegunungan tengah Jateng, Jateng bagian selatan dan barat, serta beberapa wilayah lainnya.

    Baca: BNPB minta warga waspadai bencana hidrometrologi

    Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, potensi cuaca ekstrem tersebut sudah terjadi sejak akhir Desember 2023 dan diprakirakan masih akan berlangsung hingga 10 Januari 2024

    Berdasarkan data yang dirilis BMKG, kata dia, potensi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer, antara lain Monsun Asia musim dingin

    Angin ini diasosiasikan sebagai musim angin baratan mulai menunjukkan dampaknya terhadap potensi peningkatan massa udara basah di sekitar wilayah Indonesia.

    Baca: Perubahan iklim membuat banjir semakin sering terjadi

    “Dengan demikian pertumbuhan awan hujan pada periode Januari ini diprediksikan cukup intens,” katanya.

    Selain itu, kata dia, aktivitas Madden Jullian Oscillation (MJO) saat ini sudah mulai memasuki wilayah Indonesia.

    Dalam sepekan ke depan secara tidak langsung dapat memicu peningkatan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah.

    Baca: Ganjar Pranowo usulkan pendidikan perubahan iklim masuk dalam kurikulum

    Menurut dia, kondisi tersebut diperkuat dengan adanya aktivitas gelombang Rossby di wilayah Indonesia bagian barat dan cukup bertahan hingga lima hari ke depan.

    “Faktor dinamika lain yang turut memperkuat potensi tersebut adalah terbentuknya pola pertemuan angin serta belokan angin di sekitar wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan,” katanya.

    Terkait dengan hal itu, Teguh mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan bencana hidrometeorologi, untuk mewaspadai potensi terjadinya banjir, banjir bandang, tanah longsor, tanah bergerak.

    Baca: Mahasiswa ini angkat perubahan iklim dlam tugas akhirnya dan raih penghargaan

    Angin puting beliung juga berpotensi terjadi saat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

     

  • BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah pada 16-23 Desember 2024

    BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah pada 16-23 Desember 2024

    bmkg

    7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah daerah di Jawa Tengah atau Jateng pada 16-23 Desember mendatang.

    “Kami sengaja ke Jateng karena eskalasinya (cuaca ekstrem, red) menguat. Ini berarti tanggul-tanggul yang ada itu harus diperkuat,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, di Semarang, Jumat (13/12/2024).

    Hal tersebut disampaikannya saat berkoordinasi dengan Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana di Kantornya Gubernur Jateng, Semarang.

    Menurut Dwikorita, sejumlah daerah di Jateng yang diperkirakan mengalami cuaca ekstrem, di antaranya Jepara, Pemalang, Pekalongan, Tegal, hingga Brebes.

    Baca: Cuaca ekstrem picu bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah

    Ia mengatakan bahwa sejumlah tanggul di Jateng memang sudah diperkuat konstruksinya, namun koordinasi dengan sejumlah balai wilayah sungai harus tetap dilakukan sebagai upaya pencegahan banjir.

    Meskipun berbagai upaya mitigasi telah dilakukan oleh pemerintah, Dwikorita meminta masyarakat diminta tetap waspada dan mematuhi apa yang disampaikan oleh pemerintah.

    Sementara itu, Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana menyampaikan terimakasih kepada BMKG yang telah memberi peringatan atas situasi yang dialami wilayah tersebut dalam sepekan ke depan.

    “Kami banyak berterima kasih kepada BMKG dengan adanya ‘warning’ saat ini. Kami telah mempersiapkan antisipasi berbagai hal yang akan terjadi,” katanya.

    Baca: Pemanasan Bumi hingga 2°C picu cuaca ekstrem makin sering terjadi

    Beberapa langkah yang telah dilakukan, antara lain memastikan kesiapan relawan melalui apel siaga yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng beberapa waktu lalu.

    Selain itu, kata dia, memastikan kondisi peralatan yang digunakan ketika menghadapi bencana melalui langkah koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    “Kami sudah minta bantuan untuk TMC (teknologi modifikasi cuaca) dengan BMKG dan BNPB guna melakukan modifikasi cuaca. Sekarang sudah hari ketiga,” katanya.

    Dengan modifikasi cuaca, ia berharap dapat memecah potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di sejumlah wilayah karena tak ingin kejadian banjir, seperti di Demak dan Grobogan tahun lalu tak terulang.