Tag: jawa timur

  • Antisipasi Dampak El Nino dan Banjir, Pemprov Jawa Timur Lakukan Berbagai Langkah

    Antisipasi Dampak El Nino dan Banjir, Pemprov Jawa Timur Lakukan Berbagai Langkah

    7cloud.asia – Fenomena El Nino masih melanda sejumlah daerah di Indonesia. Dampaknya berupa kekeringan hingga kebakaran lahan. Jawa Timur salah satunya. Perlu langkah mitigasi, preventif dan quick response dalam menghadapinya.

    Hal ini dikatakan oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa yang meminta semua pihak, termasuk para bupati dan wali kota, untuk menyiapkan langkah tersebut.

    Dilansir dari Antaranews, mengantisipasi dampak El Nino, Khofifah mengajak berbagai pihak untuk melakukan kehati-hatian atas tindakan yang bisa mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Kecerobohan mengakibatkan kawasan hutan dan lahan di Gunung Arjuno Welirang dan Bromo beberapa waktu lalu habis terbakar.

    Tidak hanya El Nino, langkah-langkah ini juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi banjir serta bencana alam lainnya saat musim hujan.

    “Apel kesiapsiagaan ini kita gelar dalam rangka menghadapi El Nino, sekaligus potensi banjir. Kita harus terus meningkatkan kehati-hatian dan mitigasi harus dilakukan lebih komprehensif,” ujar Khofifah seperti dikutip Antaranews.

    Meski sekarang masih musim kemarau, tetapi lanjut Khofifah, upaya mitigasi perlu dilakukan. Sebab Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan turun pada minggu kedua atau ketiga November.

    Selanjutnya Khofifah menjelaskan salah satu langkah mitigasi dan preventif itu adalah mengecek kondisi dam atau bendungan. Perlu sinergi untuk mengantisipasi banjir akibat sampah yang menumpuk.

    “Maka yang harus dilakukan adalah gotong royong, kerja bakti, sinergi, dan antisipasi bersama,” katanya.

    Pada kesempatan itu, Khofifah juga meminta pihak berwenang untuk melakukan pengecekan pada rumah pompa yang berfungsi untuk mengatur air. 

    “Dalam rumah pompa jangan sampai ada listrik yang tidak mengalir, sehingga ketika dilakukan proses pengaturan air tidak berfungsi. Dan bisa berdampak pada terjadinya banjir,” paparnya.

    Selain itu pihaknya juga terus mendorong upaya normalisasi sungai agar bisa menampung debit air yang lebih besar dan optimal.

    Sebab hingga kini masih banyak masyarakat yang membuang sampah rumah tangga di sungai. Hal ini menyebabkan sungai menjadi penuh sampah dan berakibat banjir di saat hujan turun.

    “Kami pernah diberi informasi Kepala BNPB untuk segera melakukan normalisasi di tiga sungai di Jatim. Di situ banyak ditemukan potongan kayu yang panjangnya sampai enam meter, TV, juga sofa, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

    Karena itu, pemerintah kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur diminta untuk segera menyiapkan langkah mitigasi bersama, untuk normalisasi aliran sungai dalam upaya mengantisipasi ancaman banjir.

    “Saya minta tolong siapkan mitigasi bersama karena banyak sungai-sungai yang memang mungkin ada sampah yang menumpuk. Itu antisipasi kita terhadap ancaman banjir,” katanya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Angka Kemiskinan di Jawa Timur Turun Signifikan, Ini Rahasianya

    Angka Kemiskinan di Jawa Timur Turun Signifikan, Ini Rahasianya

    7cloud.asia – Rasio atau angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur saat ini telah turun signifikan, mengacu data statistik selama kurun tiga tahun terakhir.

    “Angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur sekarang jauh lebih rendah dibanding angka nasional,” kata Gubernur Jatim Khofifah saat membuka Jambore BUMDesa 2023 di wisata rintisan Nangkula Park di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Minggu (11/11/2023).

    Dia memberi gambaran rasio angka kemiskinan ekstrem di Jawa Tiimur pada 2020 sebesar 24,4 persen, kemudian pada 2021 mendekati angka nasional.

    Dan, terakhir berdasar data statistik pada Maret 2023, angka kemiskinan di Jawa Timur turun signifikan hingga menjadi 0,28 persen.

    Baca: Beda cara Ganjar dan Prabowo tangani kemiskinan

    Menurutnya, rasio itu jauh lebih rendah dibanding angka kemiskinan ekstrem nasional yang berkisar 1,2 persen.

    “Kami sudah di bawah rata-rata nasional untuk penurunan kemiskinan ekstrem,” kata Khofifah.

    Pihaknya berharap angka kemiskinan ekstrem akan menjadi 0 persen pada akhir 2023. “September ini, kalau dilakukan pendataan ulang harusnya sudah mendekati nol persen,” katanya.

    Pihaknya bakal terus melakukan intervensi untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem.

    Baca: Menyoal kemiskinan multidimensional di Indonesia

    Menurut mantan Menteri Sosial itu, salah satu faktor yang memberi dampak positif dalam upaya penurunan angka kemiskinan ekstrem tersebut adalah dengan meningkatkan perekonomian di tingkat desa.

    Salah satunya melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

    Pemprov Jatim juga mendorong Desa Devisa, sehingga Desa Devisa di Jatim merupakan yang tertinggi di Indonesia.

    Desa Devisa dibiayai oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor-impor Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

    Baca: Indonesia masuk sebagai negara menengah, ini dampaknya pada standar kemsikinan

    Untuk menjadi Desa Devisa ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yaitu desa mempunyai produk original, produk itu dibuat secara massal oleh masyarakat, dan ada lembaga seperti koperasi atau BUMDesa.

    “Ini penguatannya seiring dengan BUMDes,” kata Khofifah.

    Pengembangan potensi desa, kata dia, berimbas pada penurunan angka kemiskinan seiring hidupnya usaha di desa yang mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

    “Alhamdulillah angka kemiskinan ekstrem Jawa Timur turun drastis,” kata Khofifah.

    Sumber: Antaranews.com

  • BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Timur pada 14-18 Maret 2024

    BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Timur pada 14-18 Maret 2024

    7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah kabupaten dan kota di Jawa Timur pada pekan ini.

    Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Jawa Timur Taufiq Hermawan dalam keterangannya Rabu (13/3/2024) mengatakan, cuaca ekstrem ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir dan juga tanah longsor.

    Berdasarkan pantauan citra satelit beberapa wilayah di Jawa Timur diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan terjadinya hujan lebat, angin kencang, puting beliung dan hujan es pada periode 12 – 18 Maret 2024.

    Beberapa wilayah yang perlu waspada yaitu di Kabupaten Bangkalan, Lamongan, Madiun, Magetan, Ngawi, Sumenep, Kota Surabaya, Tuban, Gresik, Bojonegoro, Nganjuk, Pamekasan, Ponorogo, Sampang, Sidoarjo, Banyuwangi.

    Baca: Cuaca ekstrem meningkat signifikan, dampaknya sudah terasa di Jawa dan Sumatera

    Cuaca ekstrem juga berpotensi terjadi di Kota Batu, Kota Blitar, Jember, Jombang, Kota Kediri, Kota Mojokerto, Pacitan, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Situbondo, Tulungagung, Kediri dan Mojokerto.

    Taufiq juga mengingatkan warga Probolinggo, Pasuruan, Blitar, Bondowoso, Lumajang, Malang, Trenggalek, Kota Madiun, Kota Malang untuk mengantisipasi cuaca ekstrem ini.

    Ia mengemukakan, saat ini wilayah Jawa Timur berada di akhir musim hujan dan memasuki fase peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

    Ia mengatakan, adanya aktivitas Madden Jullian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby menambah tingginya potensi pertumbuhan awan konvektif di wilayah Jawa Timur, serta adanya sirkulasi siklonik di utara Australia mengakibatkan adanya pola konvergensi atau pertemuan angin di wilayah Jawa Timur.

    Baca: BRIN usul dibentuk tim khusus untuk tangani cuaca ekstrem yang makin sering terjadi  

    “Kondisi ini yang berpengaruh terhadap peningkatan cuaca ekstrem sepekan ke depan,” katanya.

    BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan.

    Wilayah dengan topografi curam atau bergunung atau tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan cuaca ekstrem ini.

    Karena berpotensi terjadi banjir, banjir bandang, tanah longsor jika terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat dengan durasi yang panjang.

    Baca: Kenali tiga jenis cuaca ekstrem yang merusak

    “Bagi yang sedang berkendara perlu diwaspadai jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang saat hujan lebat berlangsung,” ujarnya.

    Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui website https://stamet-juanda.bmkg.go.id/radar.

    BMKG, ujar Taufiq, selalu membagikan informasi peringatan dini tiga harian dan peringatan dini 2-3 jam ke depan melalui website https://stamet-juanda.bmkg.go.id dan media sosial @infobmkgjuanda.

    Warga juga bisa menghubungi di saluran telepon 24 jam (031) 8668989 dan WhatsApp: 0895800300011

    Sumber: Antaranews.com

  • Tolak Tawaran Jadi Menteri, Khofifah Indar Parawansa Memilih Bakal Maju di Pilkada Jawa Timur

    Tolak Tawaran Jadi Menteri, Khofifah Indar Parawansa Memilih Bakal Maju di Pilkada Jawa Timur

    7cloud.asia – Mantan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengaku telah ditawari kursi menteri di pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

    Tetapi Khofifah menolak dan memilih kembali maju sebagai calon gubernur Jawa Timur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 mendatang.

    “Ada, ada (tawaran). Tapi saya sudah menyampaikan dari awal, saya mohon diberi kesempatan untuk kembali memimpin dan menjaga Jawa Timur,” kata Khofifah di sela acara halal bihalal Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta Pusat, Sabtu (4/5/2024).

    Khofifah yang juga pernah menjabat Mensos ini mengaku ingin kembali menjadi gubernur untuk membuat Jawa Timur lebih maju dan lebih hebat.

    Gubernur Jawa Timur periode 2014-2019 ini ingin membibit kualitas SDM Jawa Timur lewat program sekolah taruna yang dijalankannya saat menjabat sebagai gubernur.

    Baca Juga: Gubernur Khofifah Pimpin Water Bombing Atasi Karhutla di Gunung Arjuno

    Ia menjelaskan, sekolah taruna bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, dan Kepolisian RI.

    Mayoritas siswa di sekolah tersebut merupakan warga Jawa Timur. Sedangkan 20 persennya dialokasikan untuk warga di luar Jawa Timur.

    Untuk non Jawa timur, ujarnya, kita beri porsi 20 persen, yang (porsi) lain adalah untuk masyarakat Jatim karena untuk sekolah di taruna-taruna itu kedisiplinannya luar biasa, kualitasnya juga Alhamdulillah luar biasa.

    “Dan ini banyak sekali yang kemudian tertarik berminat untuk sekolah di 5 SMA taruna yang ada di Jatim,” tutur Khofifah.

    Ia menyebutkan, Jawa Timur juga menerima banyak apresiasi ketika ia menjabat sebagai gubernur. Misalnya, penghargaan tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden Joko Widodo.

    “Insya Allah itu prestasi-prestasi yang mudah-mudahan bisa kita tingkatkan kemanfaatannya untuk masyarakat lebih luas, bukan hanya Jawa Timur,” ujar dia.

    Baca Juga: Cara Atikoh Ganjar Membahagiakan Diri: Ikut Lomba Lari Borobudur Marathon

    Khofifah berencana untuk kembali berpasangan dengan eks wakil gubernur Jawa Timur Emil Dardak pada Pilkada 2024.

    Saat ini, ia dan Emil tengah berusaha mengkomunikasikan wacana berduet sebagai gubernur dan wakil gubernur itu kepada partai-partai yang mengusung

    “Jadi (saya dan Emil) sama-sama berikhtiar mengomunikasikan dengan partai-partai pengusung. Karena kan saya, Golkar, Gerindra, suaranya lebih besar dari Demokrat, jadi komunikasi sedang dan terus kita lakukan,” ujar Khofifah.

    Khofifah dan Emil adalah pasangan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 yang telah menuntaskan masa jabatannya pada 13 Februari 2024.

    Keduanya diprediksi bakal kembali maju pada Pilkada Jawa Timur 2024. Terlebih, Khofifah sudah mengantongi rekomendasi dari empat partai politik, yaitu PAN, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Golkar. (Sumber: Kompas.com)

    Baca Juga: Jadi Duta World Water Forum ke-10, Cinta Laura Akan Kampanyekan Konservasi Air Bersih

  • Cuaca Ekstrem Picu Banjir di Trenggalek dan Ponorogo

    Cuaca Ekstrem Picu Banjir di Trenggalek dan Ponorogo

    7cloud.asia – Ribuan warga Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur terdampak banjir bandang setelah hujan deras yang mengguyur daerah itu sejak Minggu (15/12/2024) sore hingga malam.

    Melansir antaranew.com, banjir dilaporkan melanda di sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Kelutan dan Tamanan, Kecamatan Trenggalek.

    Banjir ini tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga memutus jalur utama Jalan Nasional Soekarno-Hatta yang menuju pusat kota.

    Banjir juga terjadi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sejak Minggu (15/12) hingga Senin dini hari memutus akses utama jalur provinsi menuju Kabupaten Trenggalek dan Pacitan.

    Air dilaporkan menggenangi jalan provinsi hingga mencapai ketinggian sekitar 150 sentimeter, sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Banjir yang terjadi juga merendam sejumlah fasilitas umum, termasuk sekolah, serta memaksa warga di beberapa wilayah mengungsi.

    “Kondisi ini dipicu meluapnya sejumlah sungai utama di Ponorogo yang tidak mampu menampung debit air akibat curah hujan tinggi,” kata Hadi Sunyoto, anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Ponorogo di Ponorogo, Senin.

    Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, banjir menggenangi wilayah Kecamatan Jetis, Kecamatan Siman, dan Kecamatan Ponorogo.

    Di permukiman di Kelurahan Kelutan, Trenggalek ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter.

    Di jalan utama, banjir setinggi 80–90 cm menggenangi area sepanjang 200 meter, sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Jalur tersebut terpaksa dialihkan melalui Kecamatan Karangan.

    “Banjir ini karena tanggul Sungai Ngasinan di Dusun Dukuh jebol akibat tidak mampu menahan debit air,” ujar Lurah Kelutan, Pamuji Rokhmat, Senin.

    Ia menambahkan genangan meliputi RT 1, 2, 9, 10, 12, 13, dan 14, dengan total 2.200 warga dari 700 kepala keluarga terdampak.

    Selain itu, banjir juga melumpuhkan pelayanan publik, termasuk kantor kelurahan, satu puskesmas pembantu, dua sekolah dasar, dan dua pondok pesantren.

    “Air belum bisa surut karena elevasi dataran lebih rendah dibandingkan Sungai Ngasinan, sehingga butuh pompa untuk mempercepat aliran,” jelas Pamuji.

    Warga yang terdampak berupaya menyelamatkan barang berharga ke tempat lebih tinggi. Namun, perabotan rumah terpaksa dibiarkan terendam.

    “Kami hanya bisa memantau situasi, sebab surutnya air cenderung lambat,” kata Feri Budi Santoso, warga Kelutan.

    Warga berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol dan menyediakan bantuan, terutama bahan makanan.

    “Kami tidak bisa memasak karena rumah terendam. Kondisi ini benar-benar menghambat aktivitas sehari-hari,” ujar Sudin, warga lainnya.

    Sementara itu, beberapa pengendara motor yang nekat menerobos genangan air di Jalan Soekarno-Hatta banyak mengalami mati mesin.

    Hingga saat ini, jalur tersebut masih belum sepenuhnya bisa dilalui kendaraan roda empat.

    Banjir di wilayah ini kerap terjadi saat hujan deras, meski kehadiran Bendungan Tugu telah mengurangi intensitasnya.

    “Semoga pembangunan Bendungan Bagong segera rampung agar risiko banjir bisa lebih terkendali,” harap Feri.

  • Potensi Jawa Timur untuk Merealisasikan Pembangunan Berkelanjutan

    Potensi Jawa Timur untuk Merealisasikan Pembangunan Berkelanjutan

    7cloud.asia – Provinsi Jawa Timur telah menetapkan target pembangunan yang ambisius melalui agenda Nawa Bhakti Satya dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) 2030.

    Program ini mencakup banyak aspek, seperti penurunan tingkat kemiskinan yang masih 9,56 persen per September 2024. Ada juga target layanan sanitasi untuk 100 persen penduduk—dari capaian tahun 2022 sebesar 81,31 persen.

    Namun, mencapai target tersebut membutuhkan anggaran sangat besar. Analisis terbaru penulis dan tim (belum dipublikasi) mencatat, Jawa Timur membutuhkan dana sekitar Rp1.400 – Rp1.700 triliun secara agregat (2023 – 2030).

    Pembiayaan tersebut tidak cukup mengandalkan kas daerah. Pada dalam beberapa waktu terakhir, pendapatan Jawa Timur rata-rata hanya sebesar Rp30-an triliun.

    Untuk mencapai tujuan-tujuan ini, Jawa Timur perlu mencari sumber-sumber pembiayaan lain di luar kas daerah.

    Dalam konteks ini, Integrated Sub-National Financing Framework (ISFF) bisa memainkan peran penting dalam menjembatani kekurangan pembiayaan melalui sumber-sumber alternatif.

    Kerangka pembiayaan alternatif untuk Jawa Timur
    ISFF adalah kerangka kerja untuk menghimpun pembiayaan pemerintah daerah dari 17 skema—baik dana publik maupun swasta.

    Kerangka yang disusun oleh pemerintah Jawa Timur, UNICEF, dan Kementerian Keuangan ini berpeluang menghimpun dana hingga Rp200 triliun hingga 2030.

    ISFF tidak hanya berfungsi sebagai dokumen kebijakan, tetapi juga sebagai peta jalan (roadmap) pembiayaan. Kerangka ini memungkinkan Jawa Timur untuk memanfaatkan beragam sumber pembiayaan alternatif di luar anggaran pemerintah.

    Sumber-sumber pembiayaan tersebut mencakup obligasi daerah, dana pensiun, green financing, dana berbasis keagamaan, corporate social responsibility (CSR), serta kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Skema pembiayaan lain juga dimungkinkan selama sah secara hukum.

    Melalui ISFF, pembiayaan dapat lebih diarahkan pada pembangunan yang secara langsung berkontribusi pada pencapaian SDGs. Ini termasuk pembangunan sekolah, sistem air bersih, dan sebagainya.

    Dari 17 skema pembiayaan yang kami identifikasi, lima di antaranya perlu diprioritaskan untuk mempercepat pencapaian target TPB 2030. Kelimanya adalah obligasi daerah, dana pensiun, dana berbasis keagamaan, green financing, dan KPBU.

    Sebagai contoh, Jawa Timur berpotensi menerbitkan obligasi daerah senilai Rp4,7 triliun. Sementara potensi dana keagamaan (seperti zakat, infak, dan sedekah) sebesar Rp14,7 triliun—saat ini belum dimanfaatkan secara optimal.

    Ada juga potensi dana pensiun sebesar Rp54,64 triliun. Saat ini, baru sebesar 7,82 persen dari total potensi tersebut yang dialokasikan pemerintah Jawa Timur untuk investasi jangka panjang.

    Pelaksanaan skema pembiayaan prioritas ini, beserta 12 skema lainnya memerlukan sinergi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat sipil, dan para pemangku kepentingan.

    Lanjutkan kesuksesan kota-kota dunia
    Upaya Jawa Timur dalam mengadopsi skema pembiayaan alternatif bukanlah hal yang baru. Di berbagai belahan dunia, banyak pemerintah daerah yang berhasil menerapkan mekanisme pembiayaan alternatif untuk mempercepat pembangunan.

    Sebagai contoh, Kota Ahmedabad, India telah menerbitkan enam seri obligasi daerah, termasuk obligasi hijau senilai sekitar $26,2 juta atau senilai Rp430,4 miliar.

    Dana ini digunakan pemerintah daerah untuk revitalisasi sistem air bersih dan pengelolaan limbah, yang secara signifikan meningkatkan kualitas hidup penduduknya.

    Di California, Amerika Serikat (AS), program Proposition 61 memungkinkan mobilisasi dana sebesar 750 juta dolar (Rp12,3 triliun) khusus untuk pembangunan rumah sakit anak.

    Contoh lainnya adalah transformasi Kota Medellin, Kolombia. Kota yang sebelumnya menghadapi tantangan sosial-ekonomi yang besar kini telah menjadi model kota inklusif melalui optimalisasi KPBU dan obligasi daerah.

    Afrika Selatan juga menjadi contoh inspiratif melalui Program Debt2Health, yang memandatkan alokasi porsi utang negara menjadi investasi di sektor kesehatan.

    Berbagai praktik global ini memberikan bukti kuat bahwa pembiayaan alternatif dapat menjadi kunci pencapaian SDGs. Jawa Timur berpeluang besar untuk belajar dan mengadaptasi pendekatan tersebut sesuai konteks lokal dan prioritasnya.

    Di tingkat regional, Jawa Timur telah mengambil langkah konkret, termasuk studi kelayakan yang tengah berlangsung untuk penerbitan obligasi daerah. Inisiatif bersama Pemerintah Surabaya dengan dukungan teknis dari UNICEF ini menjadi tonggak penting dalam pelaksanaan ISFF.

    Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan fiskal, dan menciptakan pembangunan yang lebih merata di seluruh provinsi.

    Komitmen yang perlu dijalankan
    ISFF telah memberikan kerangka penghimpunan berbagai skema pembiayaan alternatif di Jawa Timur secara efektif.

    Melalui kerangka ini, diharapkan Jawa Timur memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan daerah lain yang belum memiliki peta jalan serupa, yaitu pendekatan pembiayaan pembangunan yang lebih terorganisir dan terukur.

    Jawa Timur memiliki potensi untuk mengakses hampir Rp200 triliun melalui pembiayaan alternatif. Untuk merealisasikannya, ada dua langkah yang perlu dilakukan.

    Pertama, Pemerintah Provinsi perlu membentuk Komite ISFF untuk memimpin langkah-langkah percepatan mobilisasi pembiayaan alternatif.

    Penerbitan regulasi daerah yang mendukung dan memfasilitasi implementasi berbagai skema pembiayaan ini menjadi penting untuk dilakukan.

    Kedua, menjalin kemitraan dengan para pemangku kepentingan seperti institusi keagamaan, pengelola dana pensiun, dan pelaku sektor swasta untuk memastikan dukungan dan partisipasi yang luas.

    Yang dibutuhkan pemerintah Jawa Timur saat ini adalah eksekusi yang berani dan strategis. Harapannya, pembangunan dapat menciptakan hasil yang sesuai visi dan misi Jawa Timur—yang juga sejalan dengan 9 kota dan 29 kabupaten di dalamnya.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Rumayya (Dosen Departemen Ilmu Ekonomi, Universitas Airlangga)