Tag: jayawijaya

  • Mungkinkah Salju Abadi di Pegunungan Jayawijaya Pulih Seperti Semula?

    Mungkinkah Salju Abadi di Pegunungan Jayawijaya Pulih Seperti Semula?

    7cloud.asia – Kepala Pusat Riset Iklim dan Atmosfer dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Albertus Sulaiman menyebutkan bahwa salju abadi yang mencair di Pegunungan Jayawijaya, Papua Tengah tidak bisa kembali lagi seperti semula.

    “Apakah salju ini akan kembali? Itu bisa terjadi jika suhu global bumi menurun, tetapi es yang tercipta tidak akan sama lagi, karena alam bersifat irreversible (tidak dapat kembali),” katanya dikutip Antaranewscom, Kamis (5/11/2024)

    Ia menyebutkan peristiwa mencairnya salju abadi di pegunungan Jayawijaya tak lepas dari meningkatnya kegiatan perekonomian di negara tropis, yang berbanding lurus dengan peningkatan kebutuhan energi.

    Kondisi ini memicu pemanasan atmosfer -termasuk di lokasi salju abadi Pegunungan Jayawijaya-semakin meningkat karena emisi gas rumah kaca juga meningkat.

     

    Baca: Salju Abadi di Pegunungan Jayawijaya Terus Menipis

    Ia menjelaskan emisi gas rumah kaca beberapa di antaranya diakibatkan oleh sumber energi seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) serta alih fungsi lahan dari hutan menjadi pertanian atau perkebunan yang ikut berperan dalam meningkatkan emisi gas rumah kaca.

    “Pemanasan global yang dewasa ini meningkat memicu kejadian El Nino menjadi lebih intens, sehingga diperkirakan salju abadi di puncak Jayawijaya akan segera habis,” ujarnya.

    Oleh karena itu, Albertus mengatakan emisi gas rumah kaca harus segera dikurangi dengan mengganti energi fosil menjadi energi bersih seperti air dan panas bumi, juga mengefektifkan lahan pertanian dan perkebunan.

    BRIN, ujarnya, telah melakukan berbagai riset lanjutan dalam hal energi terbarukan, carbon capture, pertanian berkelanjutan, hingga monitoring emisi karbon akibat dekomposisi gambut dalam rangka mendukung program pemerintah terkait Net Zero Emission.

    “Jargon yang dapat kita promosikan di mana masyarakat dapat berpartisipasi adalah life with nature (hidup dengan alam) di mana alam kita perlakukan sebagai subjek bukan lagi sebagai objek,” kata Albertus Sulaiman.

    Baca: El Nino percepat lelehnya salju abadi di Pegunungan Jayawijaya 

    Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan ketebalan salju abadi di Pegunungan Jayawijaya terus menyusut secara drastis, hingga saat ini diperkirakan tersisa hanya setebal empat meter.

    Ketebalan es yang diperkirakan hanya tinggal empat meter itu didapatkan berdasarkan pengukuran terhadap tongkat/stake ukur yang ditanam di Puncak Sudirman Pegunungan Jayawijaya.

    “Terakhir ada 14 stake yang sudah tersingkap artinya ketebalan gletser diperkirakan tinggal empat meter,” kata Koordinator Bidang Standardisasi Instrumen Klimatologi BMKG Donaldi Sukma Permana.

    Ketebalan salju abadi di Pegunungan Jayawijaya tersebut sudah menyusut signifikan dibandingkan hasil pengukuran BMKG sebelumnya yaitu 32 meter pada 2010, dan 5,6 meter pada medio November 2015-Mei 2016.