7cloud.asia – Revitalisasi Jembatan Otista Bogor jawa Barat, ditunda untuk sementara waktu, lantaran ditemukan bagian jembatan yang diduga merupakan cagar budaya.
Kendati demikian, dipastikan penundaan sementara ini tidak mempengaruhi jalannya pembongkaran dan pembangunan Jembatan Otista, yang ditargetkan selesai pada Desember 2023 ini.
“Kami berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bisa mengkaji kembali soal dugaan Jembatan Otista masuk cagar budaya, sehingga ada kepastian. Insyaallah dengan ditundanya pembongkaran jembatan Otista, waktu pengerjaan tidak akan terganggu,” kata Zenal dikutip Republika
Baca: Empat kota ini utamakan pejalan kaki
Zenal mengatakan, Komisi III DPRD Kota Bogor sudah membahas proses revitalisasi Jembatan Otista ini dengan pihak eksekutif terkait status bangunannya sebagai cagar budaya hingga dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Rombongan Komisi III DRPD Kota Bogor juga telah melakukan peninjauan proses pembangunan jembatan Otista, Jumat (19/5/2023).
Zenal memastikan bahwa bangunan Jembatan Otista yang diduga sebagai cagar budaya itu tidak akan dihancurkan dalam waktu dekat. Untuk kelanjutannya masih menunggu arahan dari Wali Kota Bogor.
“Yang kita dengar dari kabid PUPR, dengan jadwal yang ditentukan bisa tepat waktu, misalkan pembongkaran jembatan Otista yang diduga cagar budaya itu tidak dilakukan, tidak mempengaruhi progres pembangunannya,” ujar Zenal sembari memastikan pembangunan jembatan Otista akan selesai tepat waktu.
Baca: Diarahkan jadi stasiun sentral, seperti ini rencana pengembangan Stasiun Manggarai
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Iwan Iswanto meminta pihak kontraktor untuk menambah jumlah pekerja dan memaksimalkan waktu pengerjaan mulai dari pagi sampai malam hari.
Ia juga meminta kepastian dari kontraktor bahwa logistik yang dibutuhkan untuk pengerjaan jembatan Otista akan selalu tersedia, sehingga tidak mengganggu waktu kerja, mengingat barang yang digunakan untuk pembangunan jembatan Otista merupakan bahan pabrikan yang tidak selalu tersedia.
Revitalisasi Jembatan Otista atau Jalan Otista dimulai Senin, 1 Mei 2023. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan Revitalisasi Jembatan Otista dilakukan karena lokasi tersebut menjadi bottle neck sehingga kerap menimbulkan kemacetan apabila volume kendaraan sedang tinggi.
“Berdasarkan kajian, maka tidak ada pilihan lain selain melebarkan Jembatan Otista untuk melancarkan arus lalu lintas,” jelas Bima arya pada April lalu.
Baca: Direnovasi, kapasitas Stasiun Tanah Abang Bakal Naik 3 Kali Lipat
Bima mengungkapkan semula revitalisai Jembatan Otista yang membentang di atas Kali Ciliwung ini akan dilakukan pada 2021. Namun karena ada resolusi anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), rencana tersebut ditunda.
“Jadi waktu itu sudah akan dilaksanakan, tetapi karena terjadi rasionalisasi maka ditunda. Alhamdulillah tahun ini diselenggarakan kegiatan tersebut. Jadi sumber bantuan berasal dari provinsi, dengan angka sekitar Rp 49 miliar,” tambahnya.
Proses lelang sudah selesai dilakukan dan sudah ditentukan kontraktornya. Prosesnya sudah berjalan dan sudah ada penandatanganan bersama dengan Pemkot Bogor. Pembangunan ditargetkan rampung pada 8 Desember 2023.
Baca: Pro kontra pembongkaran trotoar di simpang Santa
Selama pengerjaan revitalisasi Jembatan Otista dilakukan, akan ada sejumlah rekayasa lalu lintas pengalihan arus selama Jembatan Otista ditutup. Bima meminta masyarakat memperhatikan betul pengalihan itu.
“Jadi yang masuk ke Kota Bogor nanti akan bisa menyesuaikan belok kiri ke Jalan Pajajaran, kemudian masuk ke Sukasari, untuk selanjutnya masuk ke Surya Kencana akan berlawanan arus dari sekarang. Kemudian bisa langsung menembus Jalan Juanda untuk ke Jalan Sudirman,” imbuhnya.
“Bisa juga masuk ke Kota Bogor langsung ke kanan ke arah Jalan Pajajaran di depan PMI, di depan Mal Lippo, itu nanti akan dua arah. Kemudian belok kiri ke Jalan Jalak Harupat. Jalan Jalak Harupat akan dibuat satu arah untuk selanjutnya masuk ke Jalan Sudirman,” sambungnya.

